Rekap Tanya Jawab Syari’ah (5)

Rekap Tanya Jawab Syari’ah (5)
®Rumah Dakwah Indonesia

01. Assalamualaikum Ustadz  mohon penjelasan  terkait QS An anfaal   ayat 2 .Setiap hari saya mendengarkan lantunan ayat2 suci dibacakan khususnya mau sholat subuh ke mesdjid tapi kok hati ini tidak pernah bergetar  apakah hati ini sudah tak peka lagi/ phasik ?  Dan  saya merasa iman ini tak bertambah . Apakah karena dosa imi terlalu banyak atau pernah termakan barang haram yg katanya selama 40 thn doa doa tdk diijabah Allah swt. Mohon penjelasan terima kasih sebelumnya ustadz

Dan apakah  bedanya dosa  diampuni  dgn dosa dihapusi

Jawab

عليكم السلام

hati tiada tergetar ketika mendengar lantunan ayat suci al-Qur’an … apa yang terjadi dengan diri ini …

wahai sahabatku …

ada beberapa rintangan yang harus dihadapi, agar hati ini dapat meresapi makna dari kandungan ayat al-Qur’an …

▪rintangan yang pertama adalah terdapat pada pendengaran

mari kita instropeksi diri, mana yang lebih banyak kita dengarkan, apakah suara musik yang jelas-jelas haramnya, atau malah suara gosip-gosip baik yang di televisi atau saat kita berinteraksi setiap harinya …

jika memang begitu, maka suara lantunan ayat-ayat al-Qur’an bagi mereka tak jauh ubahnya seperti suara deburan ombak, suara motor yang lewat di depan rumah, atau suara-suara yang bisa kita dengarkan setiap harinya …

dengarkan baik-baik ketika ada yang melantunkan ayat-ayat al-Qur’an, jika tidak mengerti akan maknanya segera ambil kitab tafsir dan perhatikan serta baca serta resapi makna yang terkandung di dalamnya.

▪rintangan yang kedua adalah ada dalam pikiran manusia itu sendiri

berapa banyak dari kita yang senang atau asik membaca al-Qur’an, namun makna dari ayat-ayat yang dibaca itu tidak pernah sangkut ke dalam pikirannya, sekedar membaca, tanpa ada niat untuk mengerti maknanya, tanpa ada niat untuk mentadaburkannya … akhirnya bacaan itu hanya sampai dilidah dan di telinganya saja, dan tiada berbekas sedikitpun dalam pikirannya.

▪rintangan yang ketiga adalah pada hati.

ketika dihinggapi penyakit hati, entah itu munafik, takkabur, dan lainnya. Maka pada saat itu seberapa banyakpun ia mendengar lantunan ayat-ayat al-Qur’an seakan tak ada gunanya, begitupun bagi orang yang lalai dan terperdaya dengan keindahan dan nikmat dunia …

❗Tadabburkan Kandungan Makna dari al-Qur’an … maka getaran cinta Illahi akan meresap dalam hati kita … إن شآءالله

mengenai dosa yang diampuni dan dihapus maknanya sama, hanya beda dalam kata …

wallahu’alam
©Ustadz HizbuLlah Ali

02. Ass…sy mau brtnya…bagaimn sikap kita trhdp suami yg lbh mementingkn kluarga besarnya drpd anak dan istrinya.. sdh tak mau peduli trhdp kata2 istri yg sbnrnya syg dgn suaminya..kluarga suami dr awalny sdh tak sk dgn istri krn latar belakang yg berbeda.suami dr kluarga krg mmpu dan krg dr segi agama,jg akhlak perilaku yg krg baik dan slalu nyetir rmh tgg anaknya.bagaimn istri hrs bersikap, smntr suami lbh mendengar kluarga besarny drpd istrinya

Jawab
عليكم السلام

kalimat salam adalah kalimat do’a … mohon next time jangan disingkat lagi …

pertanyaan ana kenapa kalau awalnya sudah sadar bahwa tidak bisa diterima pernikahan tetap diteruskan

sahabatku …

karena ini sudah terjadi tentu harus bersabar, jalani dengan penuh keikhlasan, beda hal jika tidak penolakan di awal lalu ada perubahan sikap saat diperjalanan

yang bisa ana sarankan untuk hal seperti ini lebih baik cari mediator, ukhty dan suami harus duduk bersama dan menceritakan permasalahannya, sehingga tidak ada yang merasa lebih benar, biasanya yang ana lakukan kalau ada permasalahan dalam sebuah keluarga ana harus bercumpa dengan kedua belah pihak, sehingga cerita itu menjadi lengkap

sementara itu dulu yang bisa ana sampaikan … keep hammasah
©Ustadz HizbuLlah Ali

© Muwajjih Rumah Dakwah Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *