Tafsir QS. Al Baqarah: 17

Rumah Dakwah Indonesia????????

www.rumahdakwah.id

Tafsir QS. Al Baqarah: 17
Oleh: Ustadz Alfan Muttaqien
(Muwajjih Rumah Dakwah Indonesia)

مَثَلُهُمْ كَمَثَلِ الَّذِي اسْتَوْقَدَ نَارًا فَلَمَّا أَضَاءَتْ مَا حَوْلَهُ ذَهَبَ اللَّهُ بِنُورِهِمْ وَتَرَكَهُمْ فِي ظُلُمَاتٍ لَا يُبْصِرُونَ

Perumpamaan mereka adalah seperti orang yang menyalakan api, maka setelah api itu menerangi sekelilingnya Allah hilangkan cahaya (yang menyinari) mereka, dan membiarkan mereka dalam kegelapan, tidak dapat melihat
(QS. Al Baqoroh: 17)

Dikatakan masalun, mislun, dan masilun artinya perumpamaan bentuk jamaknya adalah amsal, seperti pengertian yang terdapat di dalam firman lainnya:

وَتِلْكَ الْأَمْثَالُ نَضْرِبُهَا لِلنَّاسِ ۖ وَمَا يَعْقِلُهَا إِلَّا الْعَالِمُونَ

Dan perumpamaan perumpamaan ini kami buatkan untuk manusia, dan tiada yang memahaminya kecuali orang orang yang berilmu.
(QS. Al Ankabut: 43)

Sebagai penjelasannya dapat dikatakan bahwa Allah SWT menyerupakan perbuatan mereka yang membeli kesesatan dengan keimanan “dan nasib mereka menjadi buta setelah melihat” dengan keadaan orang yang menyalakan api. Akan tetapi, setelah suasana di sekitarnya terang dan beroleh manfaat dari sinarnya, yaitu dapat melihat semua yang ada dikanan dan kirinya, telah menyesuaikan diri dengan nya di saat dalam keadaan demikian, tiba-tiba api tersebut padam. Maka ia berada dalam kegelapan yang pekat, tidak dapat melihat, dan tidak beroleh petunjuk. Selain itu keadaannya kini menjadi tuli tidak dapat mendengar, bisu tidak dapat berbicara lagi, buta seandainya keadaannya terang karena tidak dapat melihat, karena itu dia tidak dapat kembali kepada keadaan sebelumnya, demikian pula keadaan orang-orang munafik itu yang mengganti jalan petunjuk dengan kesesatan dan lebih memilih kesesatan daripada hidayah.

Di dalam “masal” atau perumpamaan ini terkandung pengertian yang menunjukkan bahwa pada awalnya mereka beriman, kemudian kafir, sebagaimana yang diceritakan oleh Allah SWT dalam ayat lainnya.

Pendapat yang telah kami kemukakan ini diriwayatkan oleh Ar Razi dalam kitab tafsirnya, dari As Saddi. Selanjutnya Ar Razi mengatakan, tasybih atau perumpamaan dalam ayat ini sangat benar, karena mereka pada mulanya memperoleh nur berkat keimanan mereka, kemudian pada akhirnya karena memunafikkan mereka, maka batallah hal tersebut dan terjerumuslah mereka ke dalam kebimbangan yang besar, mengingat tiada kebimbangan yang lebih besar dari pada kebimbangan dalam agama.

Ibnu jarir menduga bahwa orang-orang yang disebut dalam perumpamaan ini adalah mereka yang pernah tidak beriman di suatu waktu. Dia mengatakan demikian dengan berdalilkan firman Nya:

وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَقُولُ آمَنَّا بِاللَّهِ وَبِالْيَوْمِ الْآخِرِ وَمَا هُمْ بِمُؤْمِنِينَ

Di antara manusia ada yang mengatakan, “kami beriman kepada Allah dan hari kemudian, padahal mereka itu sesungguhnya bukan orang orang yang beriman.
(QS. Al Baqarah: 8)

Akan tetapi, yang benar hal ini merupakan berita mengenai keadaan mereka di saat munafik dan kafir. Pengertian ini tidak bertentangan dengan suatu kenyataan bila mereka pernah beriman sebelum itu, tetapi iman dicabut dari mereka, dan hati mereka dikunci mati. Barangkali Ibnu Jarir tidak menyadari ayat lainnya yang membahas topik yang sama, yaitu Firman Nya:

ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ آمَنُوا ثُمَّ كَفَرُوا فَطُبِعَ عَلَىٰ قُلُوبِهِمْ فَهُمْ لَا يَفْقَهُونَ

Yang demikian itu adalah karena bahwa sesungguhnya mereka telah beriman, kemudian menjadi kafir (lagi), lalu hati mereka dikunci mati, karena itu mereka tidak dapat mengerti.
(QS. Al Munafiqun: 3)

Karena itulah maka Ibnu Jarir menganalisis perumpamaan ini, bahwa mereka beroleh penerangan dari kalimat iman yang mereka tampakkan (yakni di dunia), kemudian hal selanjutnya yang menimpa mereka adalah kegelapan-kegelapan (yakni kelak di hari kiamat).

——————————————————————————–
BP2A-RDI/289/2/V/1437
——————————————————————————–
Menciptakan Inqilabiyyah Fardhiyah (perubahan Individu) ke arah yang lebih baik dengan tahapan yang terukur.

——————————————————————————–
Follow us:
FB : Rumah Dakwah Indonesia – RDI
Twit : @RDI_rumahdakwah
IG : rumahdakwah
chanel tele:  https://telegram(dot)me/rumahdakwahindonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *