Ruqayyah dan Ummu Kultsum

#OneDayOneSirah

Assalaamu’alaikum wa Rahmatullaahi wa Barakaatuh…

Semoga saudara-saudariku selalu mendapatkan keberkahan dan keridhoan Allaah Subhanahu Wa Ta’ala, bertambah iman, ilmu dan amal, yang sedang sakit, diangkat penyakitnya, yang sedang ada masalah semoga mendapatkan solusi terbaiknya, semoga dimudahkan dan dilancarkan semua urusan saudara-saudariku semua, semoga kita selalu menjadi orang-orang yang bersyukur… aamiiin Allaahumma aamiiin

BismillaahirRahmaanirRahiim

Ruqayyah dan Ummu Kultsum

Bagaimana kisah putri-putri Rasulullaah Shalallaahu ‘Alaihi Wassallaam yang lain ? Ruqayyah menikah dengan Utbah. Sementara itu, Ummu Kultsum menikah dengan Utaibah. Utbah dan Utaibah adalah kakak-beradik. Mereka adalah putra Abdul Uzza yang ketika Islam datang, sangat keras memusuhi Rasulullaah Shalallaahu ‘Alaihi Wassallaam dan para pengikutnya. Begitu kerasnya permusuhan mereka sampai kaum Muslimin menamai Abdul Uzza sebagai “Abu Lahab”. Lahab berarti ‘gejolak api’.

Saudaraku, ketika Rasulullaah Shallallaahu ‘Alaihi Wassallaam  mulai mendakwahkan Islam, Ruqayyah dan Ummu Kultsum jadi amat menderita. Hampir setiap hari ibu mertua mereka, Ummu Jamil, mencaci maki Rasulullaah Shallallaahu ‘Alaihi Wassallaam. Ummu Jamil adalah adik Abu Sufyan yang memimpin penindasan terhadap kaum Muslimin.

Ummu Jamil semakin tidak kuasa menahan amarahnya melihat kesabaran Ruqayyah dan Ummu Kultsum walau dia selalu menyumpah serapahi Rasulullaah Shallallaahu ‘Alaihi Wassallaam di depan mereka setiap ada kesempatan. Kemarahan itu pun segera mencapai puncaknya.

“Ceraikan mereka!” teriak Ummu Jamil kepada kedua putranya, Utbah dan Utaibah. “Usir mereka dari sini!”

Utbah dan Utaibah pun menceraikan Ruqayyah dan Ummu Kultsum. Sesuai dengan janji kaum kafir, Utbah dan Utaibah dinikahkan dengan dua putri seorang jutawan Quraisy, Abu Uhaihah. Sementara itu, Ruqayyah dan Ummu Kultsum yang diusir begitu saja, kembali ke rumah orangtua mereka sambil menangis tersedu-sedu.

Sudah tentu kita dapat mengerti betapa hancurnya hati Rasulullaah Shallallaahu ‘Alaihi Wassallaam dan Bunda Khadijah melihat kedua putri mereka diperlakukan secara semena-mena. Namun, Mahasuci Allah yang kemudian memberi jodoh yang lebih baik.

Ruqayyah kemudian menikah dengan Utsman bin Affan, salah seorang sahabat besar. Ruqayyah sempat ikut hijrah ke Habasyah dan Madinah. Namun, ketika Rasulullaah Shalallaahu ‘Alaihi Wassallaam baru pulang dari Perang Badar, beliau menemui Ruqayyah telah wafat. Beliau kemudian menikahkan Utsman bin Affan dengan Ummu Kultsum. Namun, tidak lama kemudian, Ummu Kultsum pun wafat menyusul kakaknya. Kedua putri Rasulullaah Shallallaahu ‘Alaihi Wassallaam ini wafat tanpa meninggalkan keturunan.

Demikian kisah Sirah Nabawiyah hari ini, semoga kita semua dapat mengambil pelajaran, hikmah dan kisah ini membawa manfaat… aamiin Allaahumma aamiin

Informasi tambahan:

Keponakan Ummu Jamil

Ummu Jamil mempunyai seorang keponakan wanita bernama Ramlah. Dia adalah putri Abu Sufyan, kakak Ummu Jamil. Ramlah, yang kelak lebih dikenal dengan nama Ummu Habibah, pun memeluk Islam. Bisa dibayangkan betapa murkanya Ummu Jamil mendapati banyak kaum Muslimin berasal dari keluarganya sendiri.

Kisah Sirah Nabawiyah ini diambil dari buku “Muhammad Shallallaahu ‘Alaihi Wassallaam Teladanku” Jilid 2

#MuhammadTeladanku

#Mute

#ODOS

#Kisah

#SirahNabawiyah

#SpiritNabawiyahCommunity

#SNC2015

Allaahumma shalli ‘ala Muhammad

wa ‘ala aali Muhammad

Barakallaahu fiikum

Reposted By

®Rumah Dakwah Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *