Zainab ~ Putri Kedua Rasulullah SAW

#OneDayOneSirah

Assalaamu’alaikum wa Rahmatullaahi wa Barakaatuh…

Semoga saudara-saudariku hari ini selalu diberikan kebahagiaan, kemanfaatan, bertambah iman, ilmu, amal, selalu dalam keberkahan, rahmat dan Ridho Allaah Subhanahu Wa Ta’ala, dan semoga yang sedang sakit diangkat penyakitnya, diluaskan dan dilapangkan rezekinya, dimudahkan segala urusannya… aamiiin Ya Mujibassailiin

BismillaahirRahmaanirRahiim

Zainab

Zainab adalah putri kedua Rasulullaah Shalallaahu ‘Alaihi Wassallaam. Dia menikah dengan sepupunya, Abu Al Ash bin Rabi. Ibu Abu Al Ash bernama Halah. Dia adalah kakak perempuan Bunda Khadijah. Pernikahan itu berlangsung jauh sebelum Muhammad diangat menjadi seorang Rasulullah. Saudaraku, kisah cinta Zainab dan Abu Al Ash menjadi masyhur karena gelombang kesulitan yang kemudian mereka hadapi.

Abu Al Ash adalah orang yang jujur. Bisnisnya maju dan berpeluang menjadi seorang yang sangat sukses dalam perdagangan. Namun, ketika Rasulullaah Shalallaahu ‘Alaihi Wassallaam mulai memperkenalkan Islam, Abu Al Ash memilih tetap menyembah berhala. Sementara itu, Zainab bersegera memeluk agama baru itu. Ketika Islam makin menyebar, perlawanan kaum Quraisy semakin kuat. Ummu Jamil, Istri Abu Lahab, menyerukan agar Abu Al Ash menceraikan istrinya. Namun, Abu Al Ash menolak.

Dalam perang Badar, Abu Al Ash menjadi prajurit Quraisy menghadapi pasukan Muslim. Abu Al Ash tertangkap dan dibawa sebagai tawanan. Zainab yang masih tinggal di Mekah mengirimkan kalung ibunnya untuk menebus Abu Al Ash. Rasulullaah Shalallaahu ‘Alaihi Wassallaam amat terharu melihat kalung almarhumah Khadijah.

“Jika kalian berpendapat tawanan ini sebaiknya dibebaskan tanpa uang tebusan, bebaskanlah dia,” kata Rasulullah Shalallaahu ‘Alaihi Wassallaam kepada para sahabat.

Para sahabat terdiam. Uang tebusan biasanya berjumlah sangat besar. Jika Abu Al Ash dibebaskan tanpa uang tebusan, itu berarti mengurai jatah uang untuk para sahabat Rasulullaah Shalallaahu ‘Alaihi Wassallaam. Padahal, mereka telah mempertaruhkan nyawa dalam perang. Apalagi saat itu banyak sahabat yang masih hidup melarat karena kekayaan mereka diambil kaum Quraisy ketika mereka berhijrah ke Madinah. Namun, para sahabat mengerti bahwa uang bukanlah tujuan mereka berperang. Terlebih, mereka tidak ingin melihat Rasulullah Shalallaahu ‘Alaihi Wassallaam berduka memikirkan perasaan putrinya. Para sahabat pun segera membebaskan Abu Al Ash.

Allah kemudian melarang pernikahan antara wanita Muslim dengan seorang kafir. Mengetahui hal itu, Zainab pun meninggalkan Abu Al Ash dan pergi ke Madinah untuk bergabung dengan ayahnya. Tentu, Zainab dan Abu Al Ash amat menderita karena harus berpisah. Namun bagi Zainab, firman Allah berada di atas derita pribadi. Abu Al Ash pun melepas Zainab justru karena dia amat mencintai istrinya itu.

Demikian kisah sirah Nabawiyah hari ini, semoga kita semua dapat mengambil hikmah, pelajaran dan membawa manfaat.

Informasi tambahan:

Abu Al Ash Masuk Islam

Suatu ketika, kafilah dagang Abu Al Ash dicegat pasukan Muslim. Abu Al Ash memohon bantuan Zainab di Madinah. Saat itulah Abu Al Ash kemudian memeluk Islam. Mereka dikaruniai seorang putra bernama Ali yang wafat ketika bayi dan seorang putri bernama Umamah.

Kisah Sirah Nabawiyah ini di ambil dari buku “Muhammad Shalallaahu ‘Alaihi Wassallaam Teladanku” Jilid 2 halaman 66-67

#MuhammadTeladanku

#Mute

#ODOS

#Kisah

#SirahNabawiyah

#SpiritNabawiyahCommunity

#SNC2015

Allaahumma shalli ‘ala Muhammad

wa ‘ala aali Muhammad

Barakallaahu fiikum.

Reposted By

®Rumah Dakwah Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *