Rekap Tanya Jawab Syariah (129)

Rekap Tanya Jawab Syariah ↣ 129
                     Rumah Dakwah Indonesia

1. Ustadz sy mau tanya jg apakah benar ada keterangan yg  menyatakan seorang kafir yg adil lebih baik dr pada muslim yg dzalim…atau apakah ini cm propaganda 2 sj dalam membuat opini …syukron ustadz..

JAWAB :
Pertama – tama saya ingin mengatakan bahwa pernyataan itu adalah jebakan buat kaum Muslimin.  Pernyataan itu dimunculkan dengan memanfaatkan kelemahan umat Islam khususnya pertama dari sudut pemahaman dan pengetahuan terhadap Islam, dan kedua dari sudut lemahnya kedudukan politik umat belakangan ini.

Saya kira tidak perlu mengeluarkan energi besar untuk menjawab pernyataan dimaksud, oleh karena pernyataan itu tidak muncul dari keingin tahuan terhadap jawaban agama, melainkan hanya sekedar sebentuk serangan dengan memanfaatkan kelemahan politik umat. Dan memaksa umat untuk tidak usah lagi membawa-bawa agama ke lapangan “politik”.

Di antara hal yang ingin saya nyatakan balik adalah :

1. Siapa kafir yang adil yang anda maksudkan itu dan siapa muslim zhalim yang dinyatakan itu. Karena anda membutuhkan jawaban yang riel dan spesipik, maka saya tidak akan berhenti untuk melalukan ulasan umum dan normatif. Sekarang kita selesaikan dulu masalahanya, Siapa kafirnya dan siapa Muslimnya. Karena saya tidak mau terjebak untuk, Misalnya mengambil kasus pilkada Jakarta, Kafirnya adalah AHOK dan Muslim nya entah siapa. Dan kemudian di generalisasi bahwa AHOK adalah kafir yang adil, sementara siapapoun lawan ahok kalau muslim maka dia zhalim???? Terlalu dini kan untuk membuat kesimpulan semacam itu.

2. Jika pun kafirnya adalah ahok, maka siapa yang mengatakan ahok adil????? Kesimpulan untuk menyatakan ahok adil, ya harus dibuat secara adil juga dong. Dan jangan pula menjadi tidak adil jika kemudian menggeneralisasi untuk menyatakan siapapun muslimnya ya zhalim. Siapa muslimnya dan kenapa pula di katakan Zhalim????

3. Kafir dan zhalim adalah terma agama (Islam). Oleh karena nya menyebutkan kafir itu adil, tentu saja itu pernyataan gegabah. Bukankah kekafiran adalah kezaliman itu sendiri????

4. Satu hal lain jangan pula mensadera umat Islam dengan seakan akan hanya ada dua pilihan, kafir adil (?) dan muslim zhalim. Weleh weleh

Ala kulli hal

Saya kira jangan terjebak dengan strategi perang konyol semacam itu, apalagi dengan meminjam penguatan dari “tokoh Muslim” yang berpenyakit aqidahnya.

Wallahu musta’aan
____________________
Posted by Rumah As-Sakinah

2. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh ustadz/dzah. saya mau tanya ustad, kita sebagai manusia mempunyai iman yg naik-turun (fluktuatif). Oleh karena itu saya ingin bertanya bagaimana cara kita meningkatkan keimanan kita n menjaga keimanan kita. Jazakallah

Jawab
Iman kita seperti LAUT kadang pasang kadang pula surut
Hati kita seperti LANGIT kadang putih bersih kadang pula hitam berawan

Pikiran kita seperti KACA kadang mampu jernih kadang pula keruh
Jangan pernah sehari saja tanpa ASUPAN ilmu agar bermakna WAKTU yang berlalu

Agar Iman terjaga…
Baca Al Quran serta tadaburi isinya
Tafakuri hadits dan jalankan sunnahnya.
Berhikmah dari salafusshalih tentang nasihat dan kisah hidup mereka.
Dekat dengan orang beriman agar saling menasihati dan memotivasi.
Ingatlah kematian dan segala kesulitan yang dipersiapkan.
Baca kejadian alam semesta untuk mengagungkan kuasa Nya

© Ummi Rochma Yulika

===================================
       Muwajjih Rumah Dakwah Indonesia
                             Tim P n K
===================================

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *