Rekap Tanya Jawab Syariah (131)

                Rekap Tanya Jawab Syariah >> 131
Rumah Dakwah Indonesia

1. Assalamu’alaikum. Mba mau tanya amanah Allah dan rasulnya seperti apa ya? Dan gimana ?
‘Afwan

Jawab

Amanah Allah Dan RosulNya adalah Al qur an dan sunah yanh wajib menjadi pedoman hidup

© Bunda Malik

2. Assalamu’alaikum
ustadzah, ana mau tanya, bagaimana hukumnya jikalau dapat orderan makanan untuk customer non muslim untuk acara paskah dan lain sebagainya
syukron

Jawab

Allah Ta’ala berfirman,
وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ
“Janganlah kalian saling tolong menolong dalam dosa dan melanggar batasan Allah” (QS. Al Maidah: 2)
Bagi pedagang muslim, boleh saja membuka toko di saat perayaan orang kafir asalkan memperhatikan dua syarat:
1- Tidak menjual barang yang nanti digunakan oleh orang kafir untuk bermaksiat atau yang akan menolong mereka untuk mengadakan perayaan mereka. Contoh: penjual tidak boleh menjual aksesoris natal seperti santa klaus serta berbagai hadiah, kue, dan makanan untuk perayaan natal.
2- Tidak menjual barang kepada kaum muslimin yang akan membuat mereka meniru-niru perayaan orang kafir. Contoh: saat tahun baru tidak menjual petasan, mercon, kembang api untuk mendukung perayaan tahun baru masehi karena hal ini akan membuat kaum muslimin meniru-niru perayaan tahun baru yang memang menjadi perayaan orang kafir. (Lihat Fatwa Al Islam Sual wa Jawab no. 145676, Syaikh Sholeh Al Munajjid)
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dalam bukunya, Al Iqtidha’ 1: 454 menukil adanya kesepakatan para sahabat dan seluruh pakar fikih terhadap persyaratan Umar untuk kafir dzimmi, “Di antaranya adalah kafir dzimmi baik ahli kitab maupun yang lain tidak boleh menampakkan hari raya mereka … Jika kaum muslimin telah bersepakat untuk melarang orang kafir menampakkan hari raya mereka lalu bagaimana mungkin seorang muslim diperbolehkan untuk menyemarakkan hari raya orang kafir. Tentu perbuatan seorang muslim dalam hal ini lebih parah dari pada perbuatan orang kafir.”
Bentuk menyemarakkan hari orang kafir di antaranya adalah membuat kue dan menjual aksesoris yang berkaitan dengan acara natal.
Hanya Allah yang memberi taufik pada kaum muslimin untuk tidak turut serta dalam perayaan non muslim.

© Bunda Malik

3. Assalamualaikum
izin bertanya. Misal ada seorang perempuan yang menderita kanker rahimnya. Nah untuk mempunyai anak menggunakan teknologi sekarang. Nah jadi sel telur dan sperma disatukan dalan cawan lalu dititipkan ke rahim perempuan lain sebagai ibu donor. Apakah seperti itu diperbolehkan dalam islam?
Lalu apakah ibu donor yang hamil namun bukan yang mempunyai sel telur itu bisa mengklaim diri sebagai ibu dari anak?
Dan bagaimana nasab anak tersebut, apakah mengikuti nasab kedua ibunya?
Jazakillah….

Jawab

PASANGAN suami istri yang cukup subur dan sehat menghendaki seorang anak. Namun ternyata kondisi rahim sang istri tidak cukup siap untuk mengandung seorang bayi. Tetapi dengan kemajuan teknologi modern, keinginan pasangan tersebut dapat diwujudkan dengan cara menitipkan sperma suami dan indung telur istri ke rahim perempuan lain dengan akad sewa .
a. Bagaimana hukum menyewakan rahim untuk kepentingan tersebut di atas?
b. Kepada siapa nisbah anak tersebut dalam hal nasab, kewalian, hukum waris dan hadhanah?

Jawab

a. Tidak sah dan haram.
b. 1. Dalam hal nasab, kewalian, waris dan hadhanah tidak bisa dinisabkan kepada pemilik sperma menurut Imam Ibnu Hajar, karena masuknya tidak muhtaram.
2. Yang menjadi ibu secara syar’i adalah :

Apabila sperma dan indung telur yang ditanam itu tidak memungkinkan campur dengan indung telur pemilik rahim, maka yang menjadi ibu anak tersebut adalah pemilik indung telur.
Jika dimungkinkan adanya percampuran indung telur dari pemilik rahim, maka ibu anak itu adalah pemilik rahim (yang melahirkan).

Keterangan dari kitab:

1. Tafsir Ibn Katsir :

عَنِ الْهُثَيْمِ بْنِ مَالِكٍ الطَّائِيِّ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: مَا مِنْ ذَنْبٍ بَعْدَ الشِّرْكِ أَعْظَمُ عِنْدَ اللهِ مِنْ نُطْفَةٍ وَضَعَهَا رَجُلٌ فِيْ رَحِمٍ لاَ يَحِلُّ لَهُ.(رواه إبن أبي الدنيا).

Riwayat dari al-Hutsaim Ibn Malik al-Tha’i, Rasulullah saw. bersabda :”Tidak ada dosa yang lebih besar setelah syirik pada sisi Allah swt. dibandingkan dengan seseorang yang menaruh spermanya didalam rahim perempuan yang tidak halal baginya”. (HR Ibnu Abi al-Dunya).”

2. Hikmatut Tasyri’ wa Falsafatuhu :

وَروي عن رسول الله صلى الله عليه وسلم: مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ اْلآخِرِ فَلاَ يُسْقِيَنَّ مَاءَهُ زَرْعَ غَيْرِهِ.

“Diriwayatkan, Rasulullah saw bersabda: Barang siapa beriman kepada Allah SWT. dan hari akhir, maka jangan sekali-kali mengalirkan maninya (sperma) ke dalam rahim (istri) orang lain (HR. Ibnu Abi Syaibah).”

© Bunda Malik

4. Begini bun, wanita muslimah kan harus menutup aurat sesuai syariat ya, memakai hijab syari dan pakaian yg menjulur kebawah, aku alhamdulillah skrang sudah 1 tahun lebih ini menutup aurat dn syari, tapi bun yg bikin aku sedih adalah saat aku dikampus seragam aku pakai celana dan kerudung nya ngga syari, bagaimana ini bun aku salah ngga??

Dan aku harus bagaimana??

Aku kuliah keperawatan bun dan ketentuan kampus adalah memakai seragam perawat seperti semestinya, tapi dikampus aku ada hari dimana mahasiswa nya bisa pakai pakaian bebas dan kalau pakai pakaian bebas aku syari dan pkai rok.
Syukron katsiron

Jawab

Ikuti aturan yang ada sayang ku. Tetap tampilkan akhlaq yang karimah dan memanjangkan kain kerudung hingga ke dada dengan total memakai kaos kaki

©Bunda Malik

===================================
Muwajjih Rumah Dakwah Indonesia
Tim P n K
===================================

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *