Tadabbur Surat Ad-Dhuha

Notulensi Kajian Bulanan Rumah Dakwah Indonesia

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Hari / Tanggal : Selasa / 20 September 2016

Grup : Kajian Ikhwan

Muwajjih : Ustadz Satria Ibnu Abiy

Tema : Tadabbur Surat Ad-Dhuha

Moderator : Muhammad Ramadhani Manurung

Notulen : Muhammad Ramadhani Manurung

MUQADIMAH

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

إنَّ الـحَمْدَ لِلّهِ نَـحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَن لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُـحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُه.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

Puji syukur kehadirat Allah SWT yg sampai sekarang masih memberikan kita nikmat Kesehatan dan kesempatan kpd kita sehingga pada malam hari ini Allah masih mengizinkan kita utk berkumpul dalam rangka menuntut ilmu.

Tidak semua org Allah berikan kesempatan yg sama seperti kita.

Shalawat beserta salam kita haturkan suri tauladan terbaik sepanjang Zaman, yg begitu mencintai kita, bahkan ketika Allah memanggil nya yg disebut² adalah kita, umatnya.

Yakni nabi besar Muhammad SAW. Semoga kita bisa bersua dgn beliau di yaumil akhir.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Materi

Adalah RasuluLlah ﷺ pernah mengalami rasa yg lebih galau (istilah skrg) dr apa yg sy contohin sblmnya.

Pernah satu masa, RasuluLlah ﷺ tdk didatangi oleh malaikat Jibril yg membawa wahyu.

Ditunggu sehari dua hari, tak kunjung datang. Sepekan dua pekan, masih blm datang yg dinanti. RasuluLlah ﷺ pun mulai galau. Lalu beliau naik turun ke gunung dimana pertama skali beliau menerima wahyu, skaligus brtemu malaikat jbril. Dan keadaan ini diperparah, dmn saat itu org2 kafir merasa ada yg aneh dgn RasuluLlah ﷺ. Tdk biasanya beliau ﷺ murung. Akhirnya mrk ambil kesempatan, lalu disebarlah sebuah isu yg menambah kegalauan RasuluLlah ﷺ.

“Muhammad telah ditinggalkan oleh Tuhannya”

“Muhammad telah dibenci Tuhannya”

Yaa Salaam…Bisa ndk kita bayangkan gmn perasaan RasuluLlah ﷺ saat itu???

Klo kita baru gak ditelpon aja galau, Gmn klo ditambah isu, ternyata keluarga kita membenci kita, shingga gak mw menghubungi kita. Atau isu keluarga kita udah meninggalkan kita…

Wal iyadzu biLlah.

Kira2 spt itulah bentuk kegalauan RasuluLlah ﷺ.

Bahkan mngkn kegalauan beliau jauh dan jauh berbeda dr kegalauan yg kita bayangkan.

Di tengah kegalauan bertumpuk spt itu, maka tibalah masanya Allah ﷻ mengutus malaikat Jibril. Kali ini tdk spt biasanya yg membawa hanya satu atau dua ayat sj. Tp kali ini Allah ﷻ menurunkan wahyunya sebanyak 2 surah sekaligus. Dan kedua surah ini salah satu hikmahnya adalah utk menenangkan kegalauan yg dirasakan RasuluLlah ﷺ .

Juga utk menenangkan kegalauan kita pada umumnya…

Kedua surah tsb adalah surah Ad Dhuha & Al Insyiroh.

Kita bedah bbrp ayat sj ya. Surah Adh Dhuha ini dibuka dgn 2 ayat yg berisi sumpah. Klo seandainya, ketika kita mau ngomong sesuatu, lantas kita memulainya dgn sbuah sumpah

Kira2 apa maksdnya ya?

Kita ingin menegaskan, bahwa apa yg akan kita ucapkan stelah sumpah adalah sesuatu yg BENAR.

Lalu kalau Allah ﷻ sudah bersumpah, mngkn ndk Allah ﷻ akan bohong? Bahkan dlm surah Ad Dhuha ini, Allah ﷻ 2x brsumpah. Bahkan, tanpa bersumpah pun, SEMUA kalam Allah ﷻ adalah BENAR. Kita tidak boleh meragukannya. Ini salah satu keistimewaan surah ini. Allah ﷻ ingin menarik perhatian RasuluLlah ﷺ (jg kita tentunya), bahwa apa yg akan Allah ﷻ katakan stelahnya di ayat slanjutnya, adalah sesuatu yg BENAR, dan bukan HAL YANG BIASA.

‎مَا وَدَّعَكَ رَبُّكَ وَمَا قَلٰى  ؕ

Tuhanmu tidak meninggalkan engkau (Muhammad) dan tidak (pula) membencimu,

[QS. Ad-Duha: Ayat 3]

Ada dua kata yg akan kita bahas dr ayat ketiga ini.

‎ودع & قلى

Dlm bhs arab, kata meninggalkan itu ada 2 kata yg biasa dipakai.

1. Taraka ( ترك )

2. Wada’a ( ودع )

Disini uniknya bahasa Al Quran. Knp Allah ﷻ memilih menggunakan kata ودع ? Padahal bs saja kan Allah ﷻ memakai kata ترك.

Perhatikan…

Kata taraka itu dlm bhs arab biasanya digunakan utk sebuah perpisahan yg pasti akan bertemu lagi.

Sdgkan kata wada’a biasanya dipakai utk sbuah perpisahan yg gak mungkin akan bertemu lagi.

Makanya klo anak2 mu’allimin perpisahan, istilah yg dipakai adalah wada’an . Alias Acara Perpisahan.

Lalu kata yg kedua, qolla

D dlm bhs arab jg ada 2 kata yg biasa dipakai utk kata membenci.

Qolla dan kariha

Kariha adlah rasa benci yg msh bs timbul rasa cinta setelahnya

Sedangkan kata qolla, adalah kebencian yg kekal, tdk ada lg rasa cinta stelahnya.

Perhatikan keunikan dan istimewanya pemilihan kedua kata ini oleh Allah ﷻ.

Dengan demikian, seolah2 Allah ﷻ ingin menegaskan kpd RasuluLlah ﷺ (jg kepada kita) bahwa,

“Wahai hambaku (Muhammad), tidaklah mungkin Aku akan meninggalkanmu selama-lamanya, dan tdk mungkin Aku akan membencimu dgn kebencian yg sangat”

Lalu pertanyaan terakhir,

Apa yg harus kita lakukan agar Allah ﷻ tidak pernah meninggalkan dan membenci kita???

Jawabannya ada di ayat selanjutnya, ayat keempat. Ayat ini sekaligus menutup kajian singkat kita siang ini ya ikhwah.

‎وَلَلْآخِرَةُ خَيْرٌ لَكَ مِنَ الْأُولَىٰ

Dan sesungguhnya hari kemudian itu lebih baik bagimu daripada yang sekarang (permulaan).

Surah Ad-Duha (93:4)

D dalam ayat ke empat ini, ada 2 fokus kata yg harus diperhatikan.

Al aakhiroh, dan al-uulaa.

Para ulama’ tafsir mengatakan bahwa makna aakhiroh adlah akhirat.

Sdgkn makna al-uulaa adalah dunia.

Syaikh As Sa’di rahimahuLlah mngatakan di dalam tafsirnya, bahwa implementasi dari ayat ini adalah hendaknya kita senantiasa mendahulukan kepentingan AKHIRAT, dibanding kepentingan DUNIA kita.

Inilah dia ‘illat yang ingin kami sampaikan pada kesempatan ini. Bahwa ketika kita ingin agar Allah ﷻ senantiasa bersama kita, di dalam setiap kesedihan, kesusahan dan musibah yg kita terima.

Juga saat kita ingin dicintai oleh Allah ﷻ dlm setiap kesendirian, fitnah dan kebencian oleh bbrp makhluk-Nya…

Maka tempuhlah sebabnya di dalam ayat keempat di atas.

Hendaknya kita senantiasa mendahulukan kepentingan AKHIRAT, dibanding kepentingan DUNIA kita.

‎وَ اللّٰهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَّاب

Semoga bermanfaat

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

PENUTUP

Jazakallah khoir ustadz Satria atas waktunya, atas materi yang disampaikan..

Semoga materi yg disampaikan bisa menjadi bekal ilmu qta dalam menjalani hidup yg barokah

‎آميـن اللّـهُمَّ آميـــن

Baik kita cukupkan dan kita tutup kajian online malam ini dgn sama² mengucap :

Hamdalah

‎الْحمد لّله رب الْعالميْن

Istighfar

‎أسْتغْفر الّله الْعظيْم

Doa kafaratul majelis

‎سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika

“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohono pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *