Mengenang Para Pahlawan dalam Perjuangan Syiar Islam

Notulensi Kajian Pekanan Akhwat Rumah Dakwah Indonesia

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Hari : Kamis, 13 Oktober 2016

Grup : Kajian Akhwat

Muwajjih : Abu Izzah

Tema : Mengenang Para Pahlawan dalam Perjuangan Syiar Islam

Moderator : Eni

Notulen : wida dan wulan

MUQADIMAH

————————

بسم الله الر حمن الر حيم

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ

وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا و مِنْ َسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا

مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang masih memberikan kita nikmat iman, islam dan Al Qur’an semoga kita selalu istiqomah sebagai shohibul qur’an dan ahlul Qur’an dan dikumpulkan sebagai keluarga Al Qur’an di JannahNya..

Shalawat beriring salam selalu kita hadiahkan kepada uswah hasanah kita, pejuang peradaban Islam, Al Qur’an berjalan, kekasih Allah SWT yakninya nabi besar Muhammad SAW, pada keluarga dan para sahabat nya semoga kita mendapatkan syafaat beliau di hari akhir nanti. InsyaaLlah..

Aamiin

========================

Materi :

————-

 MENGENANG PARA PAHLAWAN

*DALAM PERJUANGAN SYIAR ISLAM*

Pahlawan, apa yang pertama kali terlintas saat membaca, mendengar kata itu?

Pahlawan, siapa sosok yang tiba-tiba muncul dalam memory kita?

Apa artinya pahlawan?

Siapa pahlawan sebenarnya?

Katanya pahlawan dirindukan sosoknya? dirindukan kehadirannya?

Katanya dunia ini membutuhkan pahlawan. Pahlawan lah yang mengubah keadaan.

Memangnya sepenting apakah pahlawan?

Berbagai pertanyaan tersebut akan segera memenuhi kepala kita saat kata “pahlawan” disebut. Memang tidak ada standar seperti apa seseorang bias menyandang gelar sebagai pahlawan, karena pahlawan hanyalah pengakuan. Semakin banyak yang merasakan dan mengakui kepahlawanannya maka jadilah dia pahlawan bagi yang mengakui.

Seorang anak akan menganggap tokoh super hero adalah pahlawan. Sebagiannya akan menyebut sosok ayah atau ibunyalah pahlawannya. Lalu siapakah pahlawan dalam pemahaman kita?

*Definisi pahlawan*:

orang yang dari dirinya menghasilkan sesuatu yang berkualitas bagi bangsa, negara, dan agama; atau

orang yang menonjol karena keberaniannya dan pengorbanannya dalam membela kebenaran; atau

pejuang yang gagah berani.

_Konsep kepahlawanan menurut islam memiliki makna dan jangkaun yang luas, tidak terbatas pada mereka yang diberi bintang dan gelar pahlawan oleh negara saja. Tetapi juga kepada mereka yang berbuat saleh, yang kreatif, yang berjasa dan bermanfaat bagai berbagai macam pemecahan persoalan kemanuasiaan, alam semesta dan lingkungannya. Yang paling penting dan yang perlu diingat oleh seluruh manusia, bahwa Allah menciptakan manusia untuk menjadi kholifah dimuka bumi ini, dengan tujuan supaya manusia mengelola kemakmuran dan keseimbangan dimuka bumi ini dengan cara yang baik. Sehingga dengan pengelolaan sumber daya yang baik dari bumi dan seisinya ini, tentu akan memberikan manfaat yang besar bagi umat manusia yang hidup dan tinggal diatasnya. Selain itu juga manusia diberikan tugas untuk memperbaiki dan menjaga bumi ini dari segala kerusakan. Secara singkat hal itu terangkum dalam kalimat amar ma’ruf nahi munkar._

*Kenapa kita mengkaji dan menghargai pahlawan*:

1. Sebagai bentuk kesyukuran

Hadirnya sosok pahlawan adalah karunia dari Allah SWT kepada komunitasnya. Siapa yang bisa menghadirkan sosok para pahlawan itu jika bukan Allah. Karena itu sudah sewajarnya jika atas karunia itu kita syukuri agar di berbagai kondisi sulit seperti apapun Allah akan selalu mengirimkan pahlawan pahlawanNya demi menjaga ummat dan agamaNya.

Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan. “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (ni’mat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (ni’mat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”.

Dan Musa berkata: _”Jika kamu dan orang-orang yang ada di muka bumi semuanya mengingkari (ni’mat Allah) maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji_”. (QS: Ibrahim:7-8)

2. Sebagai bentuk penghormatan dan ungkapan terima kasih

_“Tidak dikatakan bersyukur pada Allah bagi siapa yang tidak tahu berterima kasih pada manusia.”_

(HR. Abu Daud no. 4811 dan Tirmidzi no. 1954. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih).

*Cara berterima kasih jika pahlawan tersebut masih hidup adalah dengan mendoakannya dengan berbagai doa kebaikan, diantara doa yang diajarkan adalah:*

_Barangsiapa diperlakukan baik oleh orang lain kemudian ia berkata kepadanya “jazaakallah khairan” (semoga Allah membalasmu dengan kebaikan), maka ia telah memujinya dengan setinggi-tingginya._

 (HR. Tirmidzi, Al Albani berkata: “shahih”)

*Jika Sang pahlawan sudah meninggal maka persaksikanlah bahwa kebaikan yang mereka lakukan bisa kita rasakan buah dan manfaatnya agar pahalanya terus mengalir kepadanya sebagai sedekah jariyah dan ilmu yang bermanfaat, sesuai hadits sebagai berikut:*

_“Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang sholeh”_

 (HR. Muslim no. 1631)

3. Sebagai bentuk upaya menyambung estafeta dan menyempurnakan perjuangannya

_“Akan senantiasa ada di antara umatku suatu kelompok yang tampil membela kebenaran, tidak membahayakan mereka orang yang menghina (tidak menolong) mereka sehingga datang ketetapan Allah, sedang mereka tetap dalam keadaan demikian.”_

 (HR. Muslim)

“Perjuangan kita adalah perjuangan yang dimulai oleh Nabi-nabi dan Rasul-rasul dan akan terus disambung sampai hari qiamat oleh mu’min yang terakhir di bumi ini. Oleh kerana itu kita hendaklah kenal bahawa perjuangan kita (perjuangan Islam) walaupun bilangan kita kecil tetapi sebenarnya kita adalah merupakan satu kelompok yang besar yang dihantar Allah Subhanhu Wa Ta’ala ke dunia ini. Kita adalah penyambung mata rantai perjuangan Nabi-nabi dan Rasul-rasul dan hanya akan berakhir apabila berakhirnya dunia ini. Oleh itu, yakinlah kita bahawa tidak ada kekuasaan makhluk di bumi ini yang boleh menghalang dan menyekat perkembangan dan penerusan perjuangan Islam.” ~Almarhum Tuan Guru Ustaz Dato’ Hj. Fadzil Mohd Noor~

4. Dalam upaya mentauladani

_“Dan Barangsiapa yang mentaati Allah dan Rasul(Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, Yaitu: Nabi-nabi, Para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh. dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya.”_

 (QS. An-Nisa’, 4:69).

Hikmah diutusnya seorang Rasul dari kalangan manusia sendiri adalah agar manusia mudah untuk mencontoh aplikasi dari system Islam. Sebaik-baik tauladan adalah Rasulullah SAW. Ketika Rasulullah wafat maka rule model aplikasi keislaman tidak ada lain adalah para sahabat, tabiin, ulama dan seterusnya. Termasuk dalam konteks kepahlawan, maka mereka adalah kiblat tempat kita mencontoh karena para pahlawan adalah mereka yang menonjol di bidangnya.

5. Menghindari distorsi

Banyak kontroversi dan distorsi yang menimpa sejarah ummat Islam. Sejarah kegemilangan umat islam terdahulu dalam mengibarkan panji tauhid, dilunturkan dan bahkan dirusak oleh para pendengki islam (baca : musuh islam). Alasannya sederhana, selain karena mereka tidak ingin agama ini semakin kokoh dan berkembang, mereka juga ingin agar umat islam tidak punya alasan untuk bangga terhadap agamanya.

Salah satu caranya adalah dengan mengkaburkan bahkan memutarbalikkan fakta sejarah islam (distorsi). Hal ini yg menjadi keresahan para ulama, salah satu diantaranya adalah Syaikh Prof. DR. Yusuf Qardhawi. Ketua Forum Ulama Internasional ini mencoba menjernihkan ke-keruhan yg terjadi, ditengah-tengah begitu giat dan gencarnya kaum orientalis melakukan konspirasi besar untuk men-diskreditkan islam; seakan-akan kaum muslimin adalah umat yg terbelakang, suka perang, gila wanita, dan berbagai tuduhan lainnya.

Sangat miris sekali rasanya, jika para orientalis ini dengan mudahnya memperdaya kaum muslimin dengan buku-buku sejarah yang mereka tulis. Bahkan dengan karya seni lainnya. Dan tidak sedikit diantara mereka yg berhasil mewariskan ilmunya kepada murid-muridnya yg beragama islam yg silau dgn kemajuan peradaban barat. Mereka menulis seakan-akan kegemilangan islam hanya terjadi pada masa Khulafaur Rasyidin saja. Padahal, kegemilangan jg terjadi di masa Bani Umayyah dan Bani Abbasiyah. Begitu banyak tokoh-tokoh muslim yg menjadi pelopor ilmu pengetahuan saat ini. Bahkan pada dua masa tersebut, wilayah kekuasaan Islam tersebar hingga sepertiga luas bumi.

Berbicara tentang sejarah Indonesia juga tidak terlepas dari distorsi perjuangan para pahlawan dan ummat Islam. Bagaimana pengkaburan identitas Pattimura dan Tjut Nyak Din. Bagaimana pengkaburan motif terjadinya perang Diponegoro, pengkaburan perjuangan Pati Unus di selat malaka melawan Portugis, pengkerdilan peran ulama dan santri dalam perang sepuluh November.

Demikianlah materi yang bisa saya sampaikan semoga bisa menambah ilmu bagi kita semua

〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰

REKAP TANYA-JAWAB

—————————————

1. Apakah ada buku2 yg ditulis oleh umat muslim tentang perjuangan para pahlawan islam di indonesia yg msh orisinil? Saya guru SD Negeri

Jawab :

Sejarah akan ditulis sesuai dg pola pikir penulisnya. Dalam konteks sebuah negara, sejarah akan ditulis oleh penguasanya. Lalu bagaimana agar bisa memandang sejarah secara utuh? Baca dari semua sumber

Kelemahan ummat islam utamanya indonesia ini, mendokumentasikan perjuangannya. Coba ingat kalo peringatan hari pahlawan! Siswa diminta pakai baju tentara, perawat, baju adat dsb. Pdhal, siapa mayoritas pelaku perang 10 november?

Para ulama dan santri lah yg jd pelaku. Mmg ada sebagian unsur eks peta. Sejak kecil kita disodori sosok thomas matulessy. Begitu di telusuri lebih lanjut ternyata beliau pattimura. Waktu SD, buku sejarah kita bilang, P. Diponegoro perang krn masalah tanah. Nyatanya beliau jihad fi sabilillah mengusir kafir yg menjajah

Kesimpulannya, ummat harus segera sadar dan menelusuri sejarahnya kembali lalu mengkodifikasi

2. Bagaimana pemikiran para orientalis bisa masuk ke dalam sejarah indonesia? Bahkan sampai dijadikan pelajaran di sekolah..

Jawab :

Pemerintah saat itu tidak pro ummat islam atau krn mmg kita tdk punya ahli sejarah yg meneropong dr sisi islam. Kebiasaan ummat islam itu kan tawadhu’, ikhlas, menyembunyikan amal. Itu baik secara personal tetapi tidak menguntungkan scr entitas

3. Ustadz, bagaimana memberikan penjelasan/pemahaman ke siswa bahwa pejuang/pahlawan tsb adalah muslim dan berjihad fi sabilillah, sementara mereka sdh terdoktrin seperti yg ustadz sebutkan diatas??

Terutama kepada siswa dg program IPS SMA. Jazakallaahu khoiron atas jawabannya ust.

Jawab :

Siswanya di dekatkan dulu dg ghirah keislaman, lantas ceritakan background Sang Pahlawan

4. Izin bertanya ustadz, lalu bagaimana peran kita sebagai orang umum untuk memperbaiki pemikiran-pemikiran orang yg salah paham tersebut?

Jawab :

Teko hanya bisa memberi yang ada di dalamnya. Kita mulai dari kita, rajin2lah membaca sejarah dr berbagai sumber. Dg catatan, imunitas keimanan harus sdh bagus.

5. Assalamu’alaikum. Sy mau bertanya Ustad. Bgtu luas nya arti kata Pahlawan. apakah org yg sekedar suka bersedekah, menyantuni yatim, itu juga bisa disebut pahlawan Ustad?  Atau hnya jihat2 saja? Bagaimana batasan arti kata pahlawan menurut Islam? Jazaakallah khoiran Ustad.

Jawab :

Kalo kita kembalikan kpd definisi, tidak ada batasan yg pasti. Makanya saya sampaikan, pahlawan bukan hanya yg diakui negara dg piagam tetapi juga yg diakui banyak orang. Minimal, agar kita bisa bernilai pahlawan, adalah orang yg mengakui bahwa kita pahlawannya. Bukan krn ingin di puji, tetapi sbg bentuk persaksian bahwa mmg kita orang baik.

Bung Tomo, siapa yg tidak kenal dg jasanya membakar semangat jihad dengan teriakan “Allahu Akbar” . Tetapi ber puluh tahun negara blm mengakuinya sbg pahlawan. Tapi seluruh indonesia tau bahwa beliau pahlawan

6. Contoh kecil yang bisa dilakukan oleh siswa di sekolah apa ustadz?

Jawab :

Jd pelopor kebaikan. Walau kebaikan itu kecil awalnya. Agar terbiasa jd leader dalam kebaikan. Inilah cikal bakal pahlawan di jamannya

〰〰〰〰〰〰〰〰〰

Clossing Statement :

Ukhtifillah, pahlawan bukanlah orang yg sepanjang hidupnya berisi hal yg luar biasa. Tetapi pola pikir dan pola sikapnya menempatkan dia sbg orang yg terpilih ketika zaman menuntut lahirnya sosok istimewa…

Jadi bersiaplah hingga momentum bertemu dg jiwa2 yg siap memikul sejarah. Biasakan berbuat sedikit lebih dari yang lain, maka dirimulah jiwa yg akan lebih berpotensi terpilih oleh sejarah. Saat itu, engkau lah pahlawannya.

———————-oOo———————-

PENUTUP

Marilah kita tutup majelis ilmu kita hari ini dgn membaca istighfar, hamdallah serta do’a kafaratul majelis

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِين

dan istighfar

أَسْتَغفِرُ اَللّهَ الْعَظيِمْ

Doa penutup majelis :

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ ٭

Artinya:

“Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.”

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

~~~~~~~~~~~~~~

®Rumah Dakwah Indonesia

———————-oOo———————-

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *