Memaknai Surat Al-Maidah surat 51

Notulensi Kajian Mingguan Rdi Dpa Jabodetabek Rumah Dakwah Indonesia
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Hari : Minggu 23 oktober 2016
Grup : Dpa Jabodetabek
Muwajjih : Ust.Dodi Kristono
Tema : Memaknai Surat Al-Maidah Ayat 51
Moderator : Husni
Notulen   : Suci Mardiyani

MUQADIMAH
————————

بسم الله الر حمن الر حيم

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ
وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا و مِنْ َسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا
مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang masih memberikan kita nikmat iman, islam dan Al Qur’an semoga kita selalu istiqomah sebagai shohibul qur’an dan ahlul Qur’an dan dikumpulkan sebagai keluarga Al Qur’an di JannahNya..

Shalawat beriring salam selalu kita hadiahkan kepada uswah hasanah kita, pejuang peradaban Islam, Al Qur’an berjalan, kekasih Allah SWT yakninya nabi besar Muhammad SAW, pada keluarga dan para sahabat nya semoga kita mendapatkan syafaat beliau di hari akhir nanti. InsyaaLlah..
Aamiin

========================

Materi :
————-
???? Tafsir Al Maidah 51
???? Kajian On-Line
???? Dodi Abu El Jundi

Tafsir QS. al-Maidah ayat 51 :

Langsung saja masuk ke pembahasan dan ingin mencamtumkan riwayat dari Umar bin Khatab radhiyallahu ‘anhu.  Dari Sammak bin Harb, dari Iyadh,

‎أن عمر أمر أبا موسى الأشعري أن يرفع إليه ما أخذ وما أعطى في أديم واحد، وكان له كاتب نصراني، فرفع إليه ذلك، فعجب عمر رضي الله عنه وقال: إن هذا لحفيظ، هل أنت قارئ لنا كتابًا في المسجد جاء من الشام؟ فقال: إنه لا يستطيع أن يدخل المسجد فقال عمر: أجُنُبٌ هو؟ قال: لا بل نصراني. قال: فانتهرني وضرب فخذي، ثم قال: أخرجوه” ثم قرأ: { يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لا تَتَّخِذُوا الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى أَوْلِيَاءَ

Umar memerintahkan Abu Musa al-Asy’ari untuk melaporkan semua yang diterima dan yang diserahkan dalam satu catatan. Abu Musa memiliki juru tulis beragama nasrani. Kemudian catatan itu diserahkan. Dan Umar radhiyallahu ‘anhu terheran, beliau mengatakan, “Ini sangat rinci.” Lalu beliau meminta,
“Apakah nanti di masjid, kamu bisa membacakan untuk kami, surat yang datang dari Syam?”
Abu Musa mengatakan, “Dia tidak boleh masuk masjid?”
Tanya Umar, “Mengapa? Apakah dia junub?”
“Bukan, dia nasrani.” Jawab Abu Musa.
Umar langsung membentakku dan memukul pahaku, dan mengatakan, “Keluarkan dia.”

kemudian beliau membaca firman Allah,

‎يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى أَوْلِيَاءَ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ وَمَنْ يَتَوَلَّهُمْ مِنْكُمْ فَإِنَّهُ مِنْهُمْ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim..” (QS. Al-Maidah: 51)

Riwayat ini disebutkan oleh Ibnu katsir dalam tafsirnya :
Umar melarang, jangan sampai orang kafir menjadi pejabat yang memiliki posisi di pemerintahan. Sekalipun dia hanya seorang akuntan negara.

Ternyata jelas sudah اللّهُ Ta’ala memperingati Kaum Muslim untuk mematuhi Al Maidah Ayat 51, dan ketika ada sebagian Muslim ada yang menentang Al Maidah Ayat 51, seketika اللّهُ Ta’ala menyandingkan dengan ayat selanjutnya di Al Maidah ayat 52 dan 53.

فَتَرَى الَّذِينَ فِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ يُسَارِعُونَ فِيهِمْ يَقُولُونَ نَخْشَىٰ أَنْ تُصِيبَنَا دَائِرَةٌ ۚ فَعَسَى اللَّهُ أَنْ يَأْتِيَ بِالْفَتْحِ أَوْ أَمْرٍ مِنْ عِنْدِهِ فَيُصْبِحُوا عَلَىٰ مَا أَسَرُّوا فِي أَنْفُسِهِمْ نَادِمِينَ

Maka kamu akan melihat orang-orang yang ada penyakit dalam hatinya (orang-orang munafik) bersegera mendekati mereka (Yahudi dan Nasrani), seraya berkata: “Kami takut akan mendapat bencana”. Mudah-mudahan Allah akan mendatangkan kemenangan (kepada Rasul-Nya), atau sesuatu keputusan dari sisi-Nya. Maka karena itu, mereka menjadi menyesal terhadap apa yang mereka rahasiakan dalam diri mereka.

وَيَقُولُ الَّذِينَ آمَنُوا أَهَٰؤُلَاءِ الَّذِينَ أَقْسَمُوا بِاللَّهِ جَهْدَ أَيْمَانِهِمْ ۙ إِنَّهُمْ لَمَعَكُمْ ۚ حَبِطَتْ أَعْمَالُهُمْ فَأَصْبَحُوا خَاسِرِينَ

Dan orang-orang yang beriman akan mengatakan: “Inikah orang-orang yang bersumpah sungguh-sungguh dengan nama Allah, bahwasanya mereka benar-benar beserta kamu?” Rusak binasalah segala amal mereka, lalu mereka menjadi orang-orang yang merugi.

Lihatlah…. اللّهُ sudah mengetahui akan terjadinya polemik polemik yang terjadi diera sekarang, seperti kasus Nusron dllnya, dengan memberikan jawaban langsung di ayat ke 52 dan 53.

Dan silahkan membaca sampai dengan ayat ke 73 bahwa terlihat jelas pelarangan ini sudah dapat memberikan kesimpulan akan polemik2 yang terjadi akhir akhir ini.

Semoga dengan kejadian ini banyak muslim yang sadar dan mengetahui begitu pentinganya memilihi pimpinan yang se aqidah sesuai perintah Al Quran dan menjauhi larangan2 agar tidak menjadi amalan yang sia sia belaka.

Dan seiring perkembangan sekarang banyaknya broadcast yang mengatakan Al Quran palsu dikarenakan terjemahannya menggunakan kata “Teman Setia”.

Memang kata awliya ini mempunyai banyak padanan kata yang bisa menjelaskkan kata tersebut, jadi kita jangan terburu nafsu mengatakan dan menyebarkan bahwa ada Al Quran palsu yang beredar.

Ini menjelaskan kepada kita bahwa betapa tingginya bahasa arab dari sudut pandang ke tata bahasa an, yang memang paling kaya makna diantara bahasa bahasa lainnya.

Dan اللّهُ Ta’ala sudah berjanji akan menjaga Al Quran utuh tanpa terkontaminasi sedikitpun, dan jika ada perbedaan penulisan diterjemahannya, bukan berarti Al Quran tidak terjaga tetapi karena memang tingginya derajat bahasa arab dibadingkan bahasa bahasa lainnya.

Dan semoga اللّهُ Ta’ala selalu menjaga kita dan memberikan hidayah serta menjaganya sampai akhir liang lahat kita.

‎والله أعلم بالصواب

〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰

REKAP TANYA-JAWAB
—————————————

1.Assalamualaikum
Erlinda 14th dari Klaten
Mengenai makna “teman setia”itu berarti bukan hanya pemimpin saja kan? Juga dengan kawan . Tp bagaimana sikap kita terhadap saudara yg nasrani? Apakah kita tidak boleh menyayangi mereka?
Mohon penjelasan nya tadz..
Syukron.

Jawab:
Memang akhir akhir ini banyak BC yang memposting tentang arti awliya itu TEMAN SETIA.

Tetapi dalam konteks Pilkada. Menurut pendapat saya Pribadi, bahwa kata *PEMIMPIN* itu jauh lebih *LUNAK* dibandingkan dengan kata *TEMAN SETIA*.

Artinya berarti sebagai umat muslim ada ruang untuk bermuamalah dengan orang orang NONI.

2.Izin bertanya:

Ustadz, bagaimana Sikap kita sebagai seorang muslim dalam menyikapi terkait berita yg mengatakan ada Al-Qur’an palsu padahal, hanya Beda terjemahannya saja??

Jawab:
Jangan buru buru membabi buta menshare dan memforward ke orang lain.

Bahwa terjemahan kata dari AWLIYA mempunyai banyak makna termasuk didalamnya adalah TEMAN SETIA.

3.Ustadz, bagaimana hukumnya jika kita bekerja pada perusahaan yg pemimpinnya adalah non muslim? Sedangkan kita ketahui bahwa banyak perusahaan2 yg tersebar di Indonesia merupakan perusahaan yg ownernya adalah non muslim.

Djazakallah khoir.

Jawab:
Jika didalam pekerjaan dan memang bukan focus utamanya menata kehidupan bernegara, cuma focus kepada profit and loss maka tidak mengapa mempunyai pimpinan NONI.

Lagipula itu perusahaan dia juga, kita masuk sana melalui seleksi yang ketat dsbnya.

Selama didalam aturan perusahaan tersebut tidak melarang untuk mengerjakan ibadah WAJIB [sholat fardhu ya, sholat sunnah seperti dhuha, maka lebih utama kita patuh kepada akad dengan perushaaan], maka tidak mengapa bekerja disana.

4.Bagaimana  dengan seseorang yg ngotot bawa politik / memilih pinpinan itu tidak ada hubungan ny dngan agama  ?

Jawab:
Kita nasehati saja. Dan gugur kewajiban kita jika kita sudah pernah menasehatinya.

Bagi orang orang yang membela, maka اللّهُ Ta’ala sudah menjawab 1400 tahun yang lalu di Ayat 52 dan Ayat 53. Siapakah mereka…? Baca ayat 52-53.

5. Ustadz, ijin bertanya dari kedua makna tadi manakah yang harus didahulukan, makna “pemimpin” ataukah “teman setia”  ?

Jawab :
Saya pribadi cenderung berpendapat seperti ini : *TRANSLASI* mengenai kata *PEMIMPIN* adalah *LEBIH LUNAK* dibandingkan dengan *TEMAN SETIA*

Jika ada yang memakai kata TEMAN SETIA, maka perhatikan kalimat dibawah ini :

Teman setia saja dilarang sama اللّهُ Ta’ala, apalagi PEMIMPIN yang juga ikut mengatur tata cara kehidupan bernegara dan berbangsa

6.Saya Helly, Ustadz sekarang begitu banyak dibicarakan mengenai Surat Al Maidah ayat 51 ini yg kalau saja dimaknai bersama dgn 3 ayat sesudahnya ( 55, 56, 57) jadi jelas siapa yg patut jd pemimpin, janji allah akan kemenangan pemimpin islam dan larangan mengangkat pemimpin yg mengejek dan mempermainkan agama Islam. Bagaimana pendapat ustadz terhadap muslim yg tidak menghiraukan perintah Allah swt ini, padahal mereka mengetahui ? Syukron Ustadz.

Jawab :
Kita nasehati saja. Dan gugur kewajiban kita jika kita sudah pernah menasehatinya.

Bagi orang orang yang membela, maka اللّهُ Ta’ala sudah menjawab 1400 tahun yang lalu di Ayat 52 dan Ayat 53.

Siapakah mereka…? Baca ayat 52-53

7.Terkait dengan riwayat dri ibnu katsir bahwa umar melarang jgn sampai orang kafir menjadi pejabat yg memiliki posisi di pemerintahan, sekalipun dia hanya seorang akutan negara
Dalam kehidupan sekarang, itu bagaimana tadz klo memang dia (noni) mumpuni untuk menduduki posisi penting? Bagaimana kita harus menyikapinya?

Jawab :
Selama tidak memegang untuk kemashalatan umat, tidak mengapa.

Memang lebih baik yang muslim, tapi jika belum, kita mulai dari diri kita sendiri untuk menjadi lebih baik, agar semua orang kelak menjadi baik dan bisa saja kelak akan ada yang mengggantikannya.

8.Assalamualaikum… ustadz, kebetulan d rumah ada Alqur’an yang terjemahan dri kerajaan arab saudi dan satu lagi alqur’an cordoba.. memang berbeda terjemahannya.. sebaiknya d antara k2 mushaf tersebut yang mana yang lebih d utamakan ustadz…?

Jawab :
Selama tulisan Arabnya tidak ada perubahan, dan memang ini hanya masalah translasi yang memang begitu banyak padanan katanya, maka tidak masalah.

Justru kita akhirnya mengetahui bahwa bahasa arab itu dari susunan tata bahasanya lebih tinggi dari bahasa bahasa lainnya di muka bumi ini.

9.Ijin bertanya ustadz, apabila Allah nanti memang menghendaki Ahok jadi gubernur Jakarta. Smg muslim di jakarta apa yg harus kami lakukan?

Qadarullah…. kita intropeksi diri dan memperbaiki diri.

Apa apa yang terjadi setelah kita berusaha dengan sekuat tenaga, tidak akan sia sia dihadapan اللّهُ

Dan memang sekarang kita berada di era Pemimpin2 yang Zhalim sebelum kita berpindah ke fase kelima.

10.Bagaimana sikap kita terhadap keluarga yg *NONI* ?

Jawab :
Jadi kelompok yang kekeh dengan PEMIMPIN, sudah menasehati dengan baik.

Terus ada kelompok yang mengartikan TEMAN SETIA, malah harus KONSISTEN | dan tentu ini lebih berat | berpegang teguh dengan translasi tersebut.

Tidak boleh boss noni
Tidak boleh dokter noni
Tidak boleh suster noni
Tidak boleh tetangga noni
Tidak boleh sahabat noni
Tidak boleh orang tua noni
Tidak boleh kakak kandung noni
Tidak boleh adik kandung noni
Dlsbnya… akhirnya semua berantakan.

Kenyataannya mereka bertolak belakang bukan?

Memilih sebagai TEMAN SETIA saja tidak boleh, apalagi sebagai PEMIMPIN.

11. Bolehkan kita mendoakan teman kita yang noni? Karena saya sempat baca di Al Qur’an saya lupa surat dan ayatnya , inti dari ayatnya : saat nabi Ibrahim mendoakan ayahnya yang menyembah berhala Allah berfirman bahwa Allah telah mengunci hati orang kafir… Yang saya tangkap dari ayat itu kita tidak boleh mendoakan org noni, (Mohon dikoreksi Ustadz )

Jawab :
Boleh… Selama orang NONI itu masih hidup, boleh kita doakan agar juga mendapatkan hidayah.

Jangan doakan orang NONI yang sudah meninggal ya. Ini dilarang.

12. “Fase kelima” itu maksudnya Fase apa,  Ustadz ?

Jawab :
Fase dimana Imam Mahdi akan turun dan Islam akan berjaya kembali.

13. Bolehkah kita makan dan minum di warung cina?

Jawab :
Ya kalau HALAL tidak mengapa.

14. Tadz mau tanya bolehkah kita berdebat dg *NONI* tentang agama tujuannya spy dia sadar.

Jawab :
Buat apa….?
Tunjukkan saja adab yang baik, rebut hatinya, ketika sudah terebut, maka boleh saja menasehatinya dengan kasih sayang.

Ketika tidak ada progress, biarkan saja. Hidayah itu datangnya dari اللّهُ Ta’ala bukan karena kekuatan kita yaaa.

15.Yulis ijin tanya ustadz…
1. Bagaimana sikap kita jika ada pilkada yang terdiri dari 2 calon…yg 1 nasrani n satunya muslim. Nah, muslim ini da riwayat korupsi. Kita nya tdk sreg. Apakah kita hrs tetep milih yg muslim? Klo kita golput kan tdk blh. Sbgai warga negara yang baik kita hrs memilih.

Jawab → Berhusnudzon lah kepada calon pemimpin yang muslim. Dan kenapa harus pilihannya orang noni baik dan orang islam buruk. Banyak kok orang islam yang baik.

2. Saya pnya anak didik yg brtnya..Bu,kenapa org kristen itu banyak yg kaya drpda islam? Yg dilihat di sekelilingnya. Saya jawab karena mereka sukses d kerjaannya. Saya mw truskan jawabnya tkut salah. Saya hrs jwab gmn?

Jawab → Bagi NONI dunia ini adalah surga dan bagi orang muslim, dunia ini adalah Neraka. Makanya mereka mati matian mendapatkan dunia.

Dan mereka juga mendapatkan rezeki yang baik atas ijin اللّهُ Ta’ala juga.

3. Di kantor saya pnya tmn nasrani. Apa hukumnya ngucapkan “selamat natal” kepada tmn nasrani?
Jazakallah khoir ustadz

Jawab → Jangan yaaa bisa keluar dari agama Islam. Karena mengucapkan selamat natal artinya menyetujui bahwa Tuhan punya anak.

16. Jika kita menghadirkan NONI yang meninggal dan ikut mengiringnya kepemakan+mendengar bacaan bacaan ia sebelum di makamkan apakah boleh?

Jawab :
Tidak boleh

17. Ustad, saya pernah dengar sewaktu pemilihan gub.BEM di kampus yg kebetulan calon nya ada yg non muslim. Kalimat yg sy dengar begini “kalo kita punya pemimpin non islam, maka seisi kampus ini akan murtad” benarkah ustad?

Dan juga, ada sodara sy yg pindah agama, oleh paman sy, dy tidak di anggap anak lagi, benarkah harus begitu ustad??

Jawab :
Serem amaaat.
Anak pindah agama putus nasabnya yaaa. Tidak berhak menerima dan sebagai ahli waris

18.Pengertian kafir dalam Al-Qur’an bagaimana .. apakah orang yang beragama islam tapi tidak pernah melaksanakan sholat .. bisa di anggap kafir ..

Jawab

Kalau sengaja bisa dianggap murtad juga.

———————-oOo—–—————–
PENUTUP

Marilah kita tutup majelis ilmu kita hari ini dgn membaca istighfar, hamdallah serta do’a kafaratul majelis
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِين

dan istighfar

أَسْتَغفِرُ اَللّهَ الْعَظيِمْ

: Doa penutup majelis :

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ ٭
Artinya:
“Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.”

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

~~~~~~~~~~~~~~
®Rumah Dakwah Indonesia

———————-oOo—–—————–

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *