Kuatkan argument ummat muslim, sebab para thoghut masih berkeliaran

5 (100%) 1 vote

Notulensi Kajian Mingguan Rumah Dakwah Indonesia DPA JABODETABEK

﹅﹅﹅﹅﹅﹅﹅﹅﹅﹅﹅﹅﹅﹅﹅﹅﹅﹅﹅﹅﹅﹅﹅﹅﹅﹅﹅﹅﹅﹅﹅﹅﹅﹅﹅﹅﹅﹅﹅

Hari : Ahad

Grup : RDI DPA JABODETABEK

Muwajjih : Ustadz Jayyad Al Faza

Tema : Kuatkan argument ummat muslim, sebab para thoghut masih berkeliaran

Moderator : Ukh Naina dan Ukh Biah

Notulen : Ukh Nevi

﹅﹅﹅﹅﹅﹅﹅﹅﹅﹅﹅﹅﹅﹅﹅﹅﹅﹅﹅﹅﹅﹅﹅﹅﹅﹅﹅﹅﹅﹅﹅﹅﹅﹅﹅﹅﹅﹅﹅

MUQADIMAH

بسم الله الر حمن الر حيم

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ

وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا و مِنْ َسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا

مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang masih memberikan kita nikmat iman, islam dan Al Qur’an semoga kita selalu istiqomah sebagai shohibul qur’an dan ahlul Qur’an dan dikumpulkan sebagai keluarga Al Qur’an di JannahNya..

Shalawat beriring salam selalu kita hadiahkan kepada uswah hasanah kita, pejuang peradaban Islam, Al Qur’an berjalan, kekasih Allah SWT yakninya nabi besar Muhammad SAW, pada keluarga dan para sahabat nya semoga kita mendapatkan syafaat beliau di hari akhir nanti. InsyaaLlah..

Aamiin

﹅﹅﹅﹅﹅﹅﹅﹅﹅﹅﹅﹅﹅﹅﹅﹅﹅﹅﹅﹅﹅﹅﹅﹅﹅﹅﹅﹅﹅﹅﹅﹅﹅﹅﹅﹅﹅﹅﹅

Materi :

Bismillah.

Alhamdulillahi wakafa waashsholatu wassalamu ‘ala rosuulihil mustofa wa’ala aalihi washahbihi waman wafa. Amma ba’du.

Pada kajian malam ini akan saya sampaikan satu ayat yang berbunyi

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam surat An-Nisa’ ayat 76 :

الَّذِينَ آمَنُوا يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَالَّذِينَ كَفَرُوا يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ الطَّاغُوتِ فَقَاتِلُوا أَوْلِيَاءَ الشَّيْطَانِ إِنَّ كَيْدَ الشَّيْطَانِ كَانَ ضَعِيفًا

“Orang-orang yang beriman, mereka berperang di jalan Allah, dan orang-orang yang kafir berperang di jalan thaghut (setan), maka perangilah kawan-kawan setan itu, (karena) sesungguhnya tipu daya setan itu lemah.”

Kedua, orang-orang yang berperang di jalan Allah hendaknya bersabar dan tahan banting. Hal itu, karena kawan-kawan setan siap bersabar dan tahan banting, padahal mereka di atas kebatilan. Oleh karena itu, orang-orang yang berada di atas kebenaran lebih berhak untuk sabar dan tahan banting. Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman, “Jika kamu menderita sakit, maka sesungguhnya mereka pun menderita sakit (pula), sebagaimana kamu menderitanya, sedangkan kamu mengharap dari Allah apa yang tidak mereka harapkan. Dan Allah Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana.” (Terj. An Nisaa’: 104)

Ketiga, orang-orang yang berperang di jalan Allah berpegang dengan tiang yang kuat, yaitu kebenaran dan bertawakkal kepada Allah. Orang yang memiliki tiang yang kuat dituntut untuk lebih sabar, berani, teguh dan semangat. Berbeda dengan orang yang berada di atas kesalahan.

Pada ayat di atas diterangkan bahwa tipu daya setan adalah lemah. Tipu daya adalah cara tersembunyi yang ditempuh untuk menimpakan bahaya kepada musuhnya. Dalam ayat tersebut diterangkan, bahwa setan itu meskipun telah mencari cara untuk dapat mengalahkan lawannya, namun jika berhadapan dengan kebenaran dan dengan rencana Allah, maka tipu daya itu tidak berarti apa-apa.

BaarokaAllahu fiikum….

Sebagai umat Muslim, apalagi pada zaman sekarang, yang penuh dengan fitnah, kita perlu menguatkan tubuuh umat ini dengan argumen yang kuat.

Dalam jihad fii sabilillah, merupakan salah satu cara kita menguatkan argumen dalam menjaga Islam ini.

Imam Ibnu Qoyyim Al Jauziyah rahimahullah menggunakan istlah perjuangan menegakkan Islam dengan cara yaitu dengan ucapan Jihad.

Beliau membagi jihad ini menjadi 4 bagian :

  1. Jihad menundukkan hawa nafsu
  2. Jihad melawan setan
  3. Jihad melawan kaum kuffar dan munafiqin
  4. Jihad melawan kezhaliman, kemungkaran dan bid’ah

Untuk saat ini kita bisa berjihad dengan memperdalam ilmu kita dengan belajar.

Agar bisa melawan opini – opini yang dibuat  musuh-musuh kita kaum kuffar dan munafiqin sekaligus membentengi kita dari syubhat yang mereka lontarkan.

﹅﹅﹅﹅﹅﹅﹅﹅﹅﹅﹅﹅﹅﹅﹅﹅﹅﹅﹅﹅﹅﹅﹅﹅﹅﹅﹅﹅﹅﹅﹅﹅﹅﹅﹅﹅﹅﹅﹅﹅﹅﹅

REKAP TANYA-JAWAB

﹅﹅﹅﹅﹅﹅﹅﹅﹅﹅﹅﹅﹅﹅﹅﹅﹅﹅﹅﹅﹅﹅﹅﹅﹅﹅﹅﹅﹅﹅﹅﹅﹅﹅﹅﹅﹅﹅﹅﹅﹅﹅

  1. marhamah bogor

  1. 1) bagaimana cara2 kita dlm berjihad kedua point ini ust?

2) bagaimana tampeng dlm diri agar kuat dlm melawan kedua point ini ust?

mohon penjelasan nya

Jawab:

Yang pertama kali dilakukan adalah membangun kepribadiannya terlebih dahulu, melaksanakan tanggung jawabnya sebagai hamba Allah Subhanahu wa ta’ala. Yaitu Allah menciptakan kita melainkan untuk menyembah-Nya sebagaimana dalam firman Allah surat Adz Dzariyat ayat 56.

setelah diri pribadi baik, maka saling tolong menolonglah dalam ketakwaan, “Dan tolong menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan taqwa dan janganlah tolong menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran.”

Kemudian untuk menjaga diri agar kuat adalah dengan Sabar dan Shalat.

BaarokaAllahu fiikum.

2.aslkm wrwb

perkenalkan nama saya Sai Handari dari Samarinda, Kaltim

berkaitan dengan pemahaman jihad,,,

pada saat ini pemahaman jihad Sudah terlalu banyak disalahartikan,,

malu sebenarnya jihad yang seperti apa?

lalu seperti yang telah disampaikan bahwa ketika berhadapan dengan kebenaran Dan rencana Allah maka tipu daya setan tidak berarti apa apa,,

saya pernah mendengar cerita diluar konteks bahwa ada faktor lain yang mendukung atas suatu kebenaran yakni “Hidayah” apakah hal tsb maksud dalam konteks memerangi Taghut,, maff maksudnya bukan Malu,tapi maka.

Mohon maff jika salah,ilmu ana masih sedikit.

Jawab

wa’alaikumussalam…

Jihad merupakan tonggak dan penyangga pondasi Islam. Bahkan, ia merupakan puncak Islam. Jihad merupakan cara untuk menjaga dan menolong negeri-negeri kaum muslimin dari setiap penjajahan dan penindasan, ia merupakan perisai kokoh yang bisa menjaga keberlangsungan dakwah dari gangguan moncong senjata musuh-musuh Islam, ia merupakan sarana atau alat yang bisa menjaga Maqashid as-Syariah sehingga agama, jiwa, harta, akal, nasab dan kehormatan bisa terlindungi.

Menurut saya pribadi, hidayah bukan konteks dalam memerangi thagut, karena hidayah adalah pemberian Allah bagi hamba-hamba yang dipilih-Nya. Allahu a’lam.

  1. Ustadz, bagaimana pendapat Ustadz terkait jihad saudara muslim pada tgl. 4 Nov yang lalu? Apakah gerakan jihad ini termasuk ke dalam salah satu rangkaian yang sudah tertulis atau tercatat sebagai langkah menuju terwujudnya khilafah dan khalifah di muka bumi ini?

Jawab :

Jihad yang dilakukan pada tanggal 4 kemarin, merupakan bukti cinta kita kepada Al-Qur’an dan kemarahan kita pada kafir yang telah menghina kitab suci kita.

Adapun sebagai langkah terwujudya khilafah, Allahu a’lam.

  1. Nevi_Jakarta

Apa saja bentuk-bentuk maupun macam dari jihad ustadz? Apakah yang selalu identik dengan tindakan di lapangan, itu baru bisa disebut jihad?

Jawab :

Ustad Sebagaimana yang sudah disampaikan dimateri bahwasannya, jihad terbagi menjadi 4 bagian :

  1. Jihad menundukkan hawa nafsu meliputi 4 tahap
  2. Berjihad dengan mempelajari ajaran agama Islam demi kebahagiaan dunia dan akhirat.
  3. Jihad mengamalkan Ilmu yang diperolehnya itu, karena ilmu tanpa amal adalah tidak berarti bahkan akan membahayakan.
  4. Jihad dengan berdakwah berdasarkan Ilmu yang benar dan prakteknya nyata.
  5. Jihad menekan diri agar sabar terhadap cobaan dakwah berupa gangguan manusia (empat hal inilah makna yang terkandung dalam surat Al Ashr, yang kata Imam Syafi’i seandainya Allah tidak menurunkan ayat kecuali Al ‘Ashr niscaya cukup bagi manusia).

  1. Jihad melawan setan, meliputi dua hal :
  2. Jihad melawan pemikiran seta berupa syubhat dan keragu-raguan yang dapat merusak keimanan. perlawanannya adalah dengan keyakinan.
  3. Jihad melawan setan yang membisikkan agat terjerumus kepada syahwat hawa afsu. Caranya dengan sabar dan menahan diri dengan berpuasa.

  1. Jihad melawan kaum kuffar dan munafikin, melalui 4 tahap :
  2. dengan qalbu
  3. dengan lisan
  4. dengan harta
  5. dengan tangan

Jihad melawan kaum kuffar lebih utama dengan tangan, sementara kaum munafikin dengan lisan.

  1. Jihad melawan kezaliman, kemungkaran dan bid’ah ditempuh melalui 3 tahap :
  2. dengan tangan jika mampu, kalau tidak mampu
  3. dengan lisan, kalau tidak mampu
  4. minimal dengan hati.

 

﹅﹅﹅﹅﹅﹅﹅﹅﹅﹅﹅﹅﹅﹅﹅﹅﹅﹅﹅﹅﹅﹅﹅﹅﹅﹅﹅﹅﹅﹅﹅﹅﹅﹅﹅﹅﹅﹅﹅﹅﹅﹅

Clossing Statement :

Umar bin Khattab radhiallahu ‘anhu berkata :

“Kami adalah kaum yang dimuliakan Allah dengan Islam, seandainya kami mencari selainnya, niscaya kami akan dihinakan oleh Allah.”

Juga Imam malik rahimahullah berkata :

“Tidaklah urusan ummat ini akan menjadi baik kecuali dengan mengikuti hal-hal yang telah menjadikan ummat terdahulu menjadi baik.”

———————-oOo———————-

PENUTUP

Marilah kita tutup majelis ilmu kita hari ini dgn membaca istighfar, hamdallah serta do’a kafaratul majelis

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِين

dan istighfar

أَسْتَغفِرُ اَللّهَ الْعَظيِمْ

Doa penutup majelis :

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ ٭

Artinya:

“Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.”

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

®Rumah Dakwah Indonesia

———————-oOo———————-

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *