Tafsir&Tadabbur Al baqarah 6-7

Notulensi Kajian Bulanan Rumah Dakwah Indonesia
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Hari : Minggu, 27 November 2016
Grup : Kajian RDI Jabodetabek
Muwajjih : Moh Toharuddin
Tema : Tafsir&Tadabbur Al baqarah 6-7
Moderator : Naina

MUQADIMAH
————————

بسم الله الر حمن الر حيم

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ
وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا و مِنْ َسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا
مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang masih memberikan kita nikmat iman, islam dan Al Qur’an semoga kita selalu istiqomah sebagai shohibul qur’an dan ahlul Qur’an dan dikumpulkan sebagai keluarga Al Qur’an di JannahNya..

Shalawat beriring salam selalu kita hadiahkan kepada uswah hasanah kita, pejuang peradaban Islam, Al Qur’an berjalan, kekasih Allah SWT yakninya nabi besar Muhammad SAW, pada keluarga dan para sahabat nya semoga kita mendapatkan syafaat beliau di hari akhir nanti. InsyaaLlah..
Aamiin

========================

Materi :
————-

KAJIAN TADABBUR QURAN
Tgl  27 nop 2016
Materi : Tafsir &Tadabbur
Topic : Al baqarah 6 – 7
Ust : Moh Toharuddin

*Ayat :*

إِنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ سَوَآءٌ عَلَيۡهِمۡ ءَأَنذَرۡتَهُمۡ أَمۡ لَمۡ تُنذِرۡهُمۡ لَا يُؤۡمِنُونَ (6)

خَتَمَ ٱللَّهُ عَلَىٰ قُلُوبِهِمۡ وَعَلَىٰ سَمۡعِهِمۡ‌    ۖ    وَعَلَىٰٓ أَبۡصَـٰرِهِمۡ غِشَـٰوَةٌ    ۖ    وَلَهُمۡ عَذَابٌ عَظِيمٌ (7).

*Terjemah ayat*

Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidak juga akan beriman.

Allah telah mengunci-mati hati dan pendengaran mereka, dan penglihatan mereka ditutup. Dan bagi mereka siksa yang amat berat.

*Tafsir ayat :*

Sesungguhnya orang orang yang kafir, mengingkari ayat-ayat Allah, mendustakan Alquran serta kebenaran Nubuwah Muhammad saw  sama saja bagi mereka di beri peringatan  atau tidak,  hati mereka tidak terpengaruh  oleh peringatan sebab hati mereka terkunci, tidak dapat ditembus oleh Nur Ilahi,  tidak ada cahaya iman lantaran mereka bersikap  buta terhadap ayat-ayat Allah sehingga efek hidayah dan nasehat tidak dapat menembus hati mereka,  juga mereka tidak melihat dan berfikir tentang alam serta dan fenomena kehidupan.

maka balasannya mereka mendapat siksa yang amat pedih yang tak berkesudahan disebabkan mereka mendustakan ayat-ayat Allah.

Firman Allah :
_Sesungguhnya orang-orang yang telah pasti terhadap mereka kalimat Tuhanmu, tidaklah akan beriman_
_Meskipun datang kepada mereka segala macam keterangan (ayat-ayat ) hingga mereka menyaksikan azab yang pedih_. ( Q.s Yunus 96-97 )

*Mutiara Tadabbur*

1. Ayat ini sebagai penghibur ( tasliyah ) hati Rasulullah Saw yang telah lama berdakwah, menyeru kaumnya untuk beriman kepada Allah swt tetapi mereka terus menentang dan menolak  mengingkari setiap seruan Nabi Muhammad Saw.

2. Ayat ini ditujukan kepada orang-orang kafir dizaman nabi yang menentang, mengingkari bahkan menghalangi jalan dakwah Rasulullah Saw seperti : Abu jahal, Abu lahab, Utbah bin Rabi’ah dan kafir lainnya yang mati pada perang badar dan uhud.

3. Ayat ini tidak berlaku mutlak kepada semua orang kafir jika demikian tertutuplah Risalah dakwah nabi, tidak perlu lagi ada dakwah kepada orang kafir.

4. Makna  kafir
Makna  secara  bahasa : Menutupi/menyembunyikan  sesuatu .

Arti secara Istilah  Syar’i :

“Kafir adalah orang yang menentang, menolak, kebenaran dari Allah Swt yang di sampaikan oleh RasulNya. atau secara singkat kafir adalah kebalikan dari iman.

5. Macam-macam kufur :

– Kufur inkaar dan takdziib.
كفر الانكاري و كفر التكذيب
“Kufur inkaar adalah tidak mengetahui Allah sama sekali, tidak mengakui-Nya, dan mengkufuri-Nya”

– Kufur juhuud.
(كفر الجحود )
“Kufur juhuud adalah mengenal Allah dengan hatinya, namun tidak mengakui dengan lisannya”

Kufur ‘inaad dan istikbaar.
( كفر العناد وكفر الاستكبار )

“Mengetahui sesuatu sesuatu namun enggan untuk menerimanya, seperti kekufuran Abu Thaalib. Kekufurannya itu adalah

Kufur ‘inaad, karena ia mengetahui kebenaran dan mengakuinya. Ia enggan disebut (oleh orang-orang Qurasiy) : pengikut anak saudara laki-lakinya. Maka dengan hal itu ia menjadi kafir”

Kufur ‘inaad :
” Dan kufur ‘inaad adalah mengetahui Allah dengan hatinya dan mengakuinya dengan lisannya, namun tidak beragama dengannya”

– Kufur nifaaq.
(كفر النفاق )
“Adapun kufur nifaaq, maka ia mengucapkan dengan lisannya, namun tidak meyakininya dalam hati”

6. Makna  Mengunci mati hati, pendengaran dan penglihan menunujukkan betapa kuatnya kekafiran tertanam dalam hati mereka sampai-sampai kehilangan faktor dan sarana yang dapat membimbing mereka  untuk memandang dan memikirkan keindahan iman.

*Fiqih kehidupan :*

Sahabat tadabbur Quran
Bersyukurlah kepada Allah telah memberi kita iman, menghiasi hati dan kehidupan kita dengannya, berapa banyak manusia belum mendapatkan cahaya iman sehingga mereka tenggelam dalam kesesatan,  dan berapa banyak orang mendengar nasehat iman tetapi nasehat itu belum menembus hati mereka karena tertutup oleh hijab kebodohn,kesombongan,  keangkuhan.

Keimanan yang masuk kedalam  hati-hati manusia bukan karena  sarana-sarana kemajuan teknologi tetapi keimanan menembuskan hati karena petunjuk Allah serta keinginan besar untuk memperoleh iman.

Sahabat Tadabbur Quran
Sungguh iman ini adalah mutiara yang sangat berharga bahkan lebih berharga dari jiwa dan diri kita. karenanya rawatlah  ianya dengan :

1. Banyak tadabbur Alquran
2. Memahami tauhid dengan  benar kepada Allah
3. Baca sirah Nabi dan Sirah Sahabat tentang  perjuangan dan kesungguhan mereka merawat iman
4. Teruslah mencari dan memperdalam ilmu terutama  ilmu yang dapat menambah khusu’ dan tumbuh sifat khasyah (takut kepada Allah)
5. Istiqomah menjaga amal ibadah
6.banyak mengingat mati dan memikirkan akan nasib  kelak di akhirat.
7. Perbanyak munajat kepada Allah  agar terjaga dari tergelincirnya iman sesudah memperoleh hidayah.

Referensi :
Tafsir sa’di
Tafsir Munir
Tafsir Baghowi
Tafsir Quran lil Quran.

Follow ustadz
fb.com/majelisquranmulia
IG : ust.toharuddin
telegram.me/majelistadabburquran
〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰

REKAP TANYA-JAWAB
—————————————

1.Assalamu’alaikum Warahmatullah. Syukran Ustadz & kaka Mc sufah di izin kn.
ustadz saya ingin bertanya, lebih dahulu/penting mana hidayah atau ridho?

Jawab:
↠Saudari Naina
Kita terlebih dahalu harus memahami makna hidayah dan makna ridho

Hidayah :
Kata Hidayah adalah dari bahasa Arab atau bahasa Al-Qur’an yang telah menjadi bahasa Indonesia. Akar katanya ialah : hadaa, yahdii, hadyan, hudan, hidyatan, hidaayatan.  secara bahasa berarti petunjuk. Lawan katanya adalah : “Dholalah” yang berarti “kesesatan”. Secara istilah syar’i  Hidayah ialah penjelasan dan petunjuk jalan yang akan menyampaikan kepada tujuan sehingga meraih kemenangan di sisi Allah. Allah berfirman yang artinya:

“Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan Pencipta mereka, dan (sebab itu) merekalah orang-orang yang sukses.” (Q.S. Al-Baqarah: 5)

Ridho :
Ridho/rela adalah nuansa hati kita dalam merespon semua pemberian-NYA yang setiap saat selalu ita rasakan. Pengertian ridha  juga ialah menerima dengan senang segala apa yang diberikan oleh Allah s.w.t. baik berupa peraturan ( hukum ) atau pun qada’ atau sesuatu ketentuan dari Allah s.w.t

┅┅┅┅┅┅┅┅┅┅┅┅┅┅┅┅┅┅┅┅┅

2.Assalamu’alaikum ustad ana mau tanya tentang kufur ‘inaad
Poligami itu di perbolehkan bahkan di dalam Al-qur’an juga jelas ayatnya akan tetapi jika kita belum  bisa menerima apa itu juga sudah masuk kufur, jazakallah atas jawabannya

Jawab:

↠Tidak menerima poligami  sepanjang dia tidak mengingkari dan tidak menolak hukum Allah maka tidak termasuk orang yang kufur kepada hukum Allah.
——————————————————————————–
3.Assalamualaikum warahmatullah.
Syukron ukh naina sudah memandu kajian ini dengan baik
Afwan ustadz saya sering sekali merasakan rasa malas, sering ngantuk apabila sedang mengahafal ayat Al-Quran ataupun membaca buku2 mengenai islam. Hati ingin sekali menyingkirkan faktor2 penghalang tersebut namun apa daya ternyata hal tersebut lebih kuat dari keinginan hati saya.
Apakah ini pertanda bahwa Mata hati saya terkunci?
Mohon jawaban dan solusinya untuk bagaimana saya bisa lebih melawan faktor2 pengganggu tersebut. Syukron ustadz
Wassalamualaikum warahmatullah

Jawab:
↠Kemalasan atau mengalami rasa bosan,  ngantuk dan sejenisnya itu bukan termasuk kedalam tertutupnya mata hati, karena masih menerima dan mengamalkan perintah Allah,  rasa malas dan sejenisnya adalah bahagian dari suasana iman yang sedang turun atau juga bisa terjadi karena faktor maksiat atau gangguan jin
——————————————————————————–
4.Assalamu’alaikum
Ana erlinda dari klaten 14th.. Afwan ustadz mau tanya
Apakah org yg mencintai quran itu tdk mungkin menyukai musik?
Soalnya selain mencintai quran sy jg suka musik. Apalagi musik barat. Mohon penjelasannya tadz
Syukron

jawab:
↠Hati itu tidak akan pernah menyatukan antara yang maksiat dan iman, ketika hati dipenuhi iman maka maksiat akan menyingkir demikian juga sebaliknya.

Demikian seorang yang mencintai Alquran tidak mungkin dia mencintai dan asyik dengan musik.

Berarti suasana hati yang masih menyukai musik belum sepenuhnya dia mencintai Alquran.
——————————————————————————–
5.Trus cara utk mencintai al quran scr penuh tnp menyukai musik gmn tadz

Jawab:

Berusaha jiddiyah untuk menghalau kemalasan. karena tidak ada obat malas kecuali meninggakkan malas.
——————————————————————————–
6.assalamualaikum
saya siska
saya mau bertanya
apakah sama ketika kita berusaha semaksimal mungkin dengan memaksakan kehendak kita akan taqdir?

Jawab:
↠Konsep Takdir

Takdir adalah suatu yang sangat ghoib, sehingga kita tak mampu mengetahui takdir kita sedikitpun. Yang dapat kita lakukan hanya berusaha, dan berusahapun telah Allah jadikan sebagai kewajiban. “Tugas kita hanyalah senantiasa berusaha, biar hasil Allah yang menentukan”, itulah kalimat yang sepertinya sudah tidak asing lagi di telinga kita, yang menegaskan pentingnya mengusahakan qadha untuk selanjutnya menemui qadarnya.

Clossing Statement :

……..

———————-oOo—–—————–
PENUTUP

Marilah kita tutup majelis ilmu kita hari ini dgn membaca istighfar, hamdallah serta do’a kafaratul majelis
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِين

dan istighfar

أَسْتَغفِرُ اَللّهَ الْعَظيِمْ

: Doa penutup majelis :

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ ٭
Artinya:
“Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.”

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

~~~~~~~~~~~~~~
®Rumah Dakwah Indonesia

———————-oOo—–—————–

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *