Pentingnya Menghargai Seorang Murabbi

5 (100%) 1 vote

Notulensi Kajian Bulanan Rumah Dakwah Indonesia
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Hari : Ahad, 11 Desember 2016
Grup : DPA JABODETABEK
Muwajjih : Ustadz ABU HASHIF WAHYUDIN AL-BIMAWI
Tema : Pentingnya Menghargai Seorang Murabbi
Moderator : Fildzah dan Nevi
Notulen : Esih

MUQADIMAH
————————

بسم الله الر حمن الر حيم

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ
وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا و مِنْ َسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا
مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang masih memberikan kita nikmat iman, islam dan Al Qur’an semoga kita selalu istiqomah sebagai shohibul qur’an dan ahlul Qur’an dan dikumpulkan sebagai keluarga Al Qur’an di JannahNya..

Shalawat beriring salam selalu kita hadiahkan kepada uswah hasanah kita, pejuang peradaban Islam, Al Qur’an berjalan, kekasih Allah SWT yakninya nabi besar Muhammad SAW, pada keluarga dan para sahabat nya semoga kita mendapatkan syafaat beliau di hari akhir nanti. InsyaaLlah..
Aamiin

========================

Materi :

PENTINGNYA MENGHARGAI SEORANG MUROBBI (PENDIDIK/GURU/ORANG TUA)

بسم الله الرحمن الرحيم
الســـلام عليــكم ورحــمة اﻟلّـہ وبركاته

إِنَّ الْحَمْدَ لله نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَ نَتُوْبُ إِلَيْهِ وَنَعُوْذُ بلله مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ الله فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إله إلا الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لا نَبِيَّ بَعْدَه

》Adab Terhadap Murobbi

Di antara adab-adab yang telah disepakati para ulama’ dalam menuntut ilmu adalah adab murid kepada gurunya. Imam Ibnu Hazm berkata: “Para ulama bersepakat, wajibnya memuliakan ahli al-Qur’an, ahli Islam dan Nabi. Demikian pula wajib memuliakan khalifah, orang yang punya keutamaan dan orang yang berilmu.” (al-Adab as-Syar’iah 1/408)

Berikut ini beberapa adab yang selayaknya dimiliki oleh penuntut ilmu ketika menimba ilmu kepada gurunya.

1. Memuliakan guru

Memuliakan orang yang berilmu termasuk perkara yang dianjurkan. Sebagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

«لَيْسَ مِنَّا مَنْ لَمْ يَرْحَمْ صَغِيرَنَا وَيُجِلَّ كَبِيرَنَا وَيَفِ لِعَالِمِنَا»

“Bukanlah termasuk golongan kami, orang yang tidak menghormati orang yang tua, tidak menyayangi yang muda, dan tidak mengerti hak ulama kami.” (HR. Al-Bazzar 2718, Ahmad 5/323, lafadz milik Al-Bazzar. Dishahihkan oleh al-Albani dalam Shohih Targhib 1/117)

Imam Nawawi rahimahullah berkata: “Hendaklah seorang murid memperhatikan gurunya dengan pandangan penghormatan. Hendaklah ia meyakini keahlian gurunya dibandingkan yang lain. Karena hal itu akan menghantarkan seorang murid untuk banyak mengambil manfaat darinya, dan lebih bisa membekas dalam hati terhadap apa yang ia dengar dari gurunya tersebut” (Al-Majmu’ 1/84).

2. Mendo’akan kebaikan

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

وَمَنْ أَتَى إِليْكُم مَعْروفاً فَكَافِئُوه فَإِنْ لَمْ تَجِدوا فَادْعُوا لَهُ، حَتَّى يَعلَمَ أن قَد كَافَئْتُمُوه

“Apabila ada yang berbuat baik kepadamu maka balaslah dengan balasan yang setimpal. Apabila kamu tidak bisa membalasnya, maka doakanlah dia hingga engkau memandang telah mencukupi untuk membalas dengan balasan yang setimpal.” (HR. Bukhori dalam al-Adab al-Mufrod no. 216, lihat as-Shohihah 254)

Ibnu Jama’ah rahimahullah berkata: “Hendaklah seorang penuntut ilmu mendoakan gurunya sepanjang masa. Memperhatikan anak-anaknya, kerabatnya dan menunaikan haknya apabila telah wafat” (Tadzkirah Sami’ hal. 91).

3. Rendah diri kepada guru

Ibnu Jama’ah rahimahullah berkata: “Hendaklah seorang murid mengetahui bahwa rendah dirinya kepada seorang guru adalah kemuliaan, dan tunduknya adalah kebanggaan.” (Tadzkirah Sami’ hal. 88)

Sahabat Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma dengan kemuliaan dan kedudukannya yang agung, beliau mengambil tali kekang unta Zaid bin Tsabit radhiyallahu ‘anhu seraya berkata: “Demikianlah kita diperintah untuk berbuat baik kepada ulama.” (As-Syifa, 2/608)

4. Mencontoh akhlaknya

Hendaklah seorang penuntut ilmu mencontoh akhlak dan kepribadian guru. Mencontoh kebiasaan dan ibadahnya. (Tadzkirah Sami’ hal. 86)

Imam as-Sam’ani rahimahullah menceritakan bahwa majelis Imam Ahmad bin Hanbal dihadiri lima ribu orang. Lima ratus orang menulis, sedangkan selainnya hanya ingin melihat dan meniru adab dan akhlak Imam Ahmad. (Siyar AlamNubala, 11/316)

》Hadiah Buat Para Murobbi’

Disebutkan dalam Thabaqat As-Syafi’iyyah bahwasanya Ar-Rabii’ bin Sulaiman -rahimahullah- memiliki pemahaman yang lambat, terkadang satu ‘pembahasan’ harus diulangi Imam Syafi’i sampai 40 kali dan beliau belum faham juga, Ar-Rabii’ akhirnya meninggalkan majelisnya karena malu, Imam Syafi’i memanggilnya seorang diri dan kembali mengulangi ‘pembahasan’ itu sampai ia mengerti, Imam Syafi’i kemudian berkata : “Ya Rabii’, andai ilmu itu seperti makanan maka, saya akan menyuapkannya ke mulutmu”! (Diriwayatkan Oleh Imam Al-Baihaqy dalam ‘Manaqib As-Syafi’i)

Berkata Imam Al-Aajurry -rahimahullah- dalam kitab ‘Akhlaq Para Ulama’ : “hendaknya seorang guru benar-benar memiliki kesabaran terhadap muridnya yang lambat memahami pelajaran, sampai ia memahaminya dengan baik, dan janganlah ia mencelanya yang memnyebabkan ia malu untuk belajar”.

Referensi:

Tadzkiratus Sami’ Wal-Mutakallim Wal-Muta’allim oleh Badruddin Ibnu Jama’ah Al-Kinani Rahimahullah

Wallaahu A’lam
Wallaahu Waliyyut Taufiq

Semoga bermanfaat bagi Penulis dan bagi Para Pembaca Yang Budiman. Baarokallaahu Fiikum. Hadanallaahu Wa Iyyaakum Jamii’an. Yassarallaahu Lanal Khairo Haitsuma Kunna…

¤¤ AD-DIINU AN-NASHIIHAH ¤¤

Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an AL-WAFA’ AL-ISLAMY BIMA-NTB.
Ahad, 11 Robi’ul Awwal 1438 H / 11 Desember 2016

===================================

INFORMASI :

Bagi Ikhwan/Akhwat/Ummahat Semua yg Ingin Menanamkan Investasi Akhirat, Kami Membuka Program Bagi Yang Ingin Menjadi Donatur Tetap Tiap Bulan Khusus Untuk Beras.
Untuk Kebutuhan Santri Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’anAl-Wafa’ Al-Islamy Bima-NTB.
@ 50 Kg x Rp. 9.000/kg = Rp.  450.000
(Empat Ratus Lima Puluh Ribu Rupiah)

Bagi Yang Berminat,  Silahkan Daftarkan Diri dan Hubungi Kami Lewat Via Japri.

============================

Salurkan Zakat Mal (Harta), Infaq, Shodaqoh Serta Wakaf Anda Untuk Pembangunan Ruang Kelas, Tanah Urukan, Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Al-Wafa’ Al-Islamy Bima-NTB

Rekening/Account :

* BNI Cab. Bima : 0362730751
* BSM Cab. Bima : 7081444123
* BCA Cab. Mataram : 0561276501

An. Wahyudin Al-Bimawi

Atas Bantuan dan Partisipasinya, Kami khaturkan Jazaakumullaahu khairul Jazaa’ Wa Baarokallaahu fiikum.

Contak Person :
HP/WA : 085253777143
BBM : 5FCB6D17
LINE : أبو حاصف ألبيماوى
FB : Ad-Diinu An-Nashiihah
LINKTELEGRAM : @abuhashifwahyudinalbimawi

Silakan SHARE pada yang lain yang belum mengetahui, agar Anda pun bisa dapat bagian pahala

===================================

TANYA JAWAB :

1.Bismillah, assalamu’alaykum ust. Sy ingin tanya.
Lalu, bagaimana sikap qt sebagai (mr) jika tdk dihargai oleh mutarobinya/muridnya?

Jawab:

Menasehati dg cara yg baik dan jgn sekali2 menghukum siswa dg hukuman fisik krn akan merusak psikologi jiwa dan psikologi pendidikan anak.
Tp hukumlah dg hukumna yg mendidik yang yakin dg pasti Kedua psikologi diatas akan maju dan terdorong dg sikapnya sendiri.
Jenis hukuman yang mendidik seperti memberikan hafalan surat2 pendek atau hadits atau ilmu agama. Dan bilang kpd mereka bhw hafalan tsb akan di setor besok atau lusa.

2. Assalamualaikum.
Saya ingin bertanya. Pengalaman pribadi semasa sekolah, sebenarnya bukan tidak suka dengan gurunya tetapi matapelajarannya. Jadi setiap guru itu mengajar pasti saya selalu pindah tempat duduk di belakang dan melakukan kegiatan lain (makan dan ngobrol sama teman). Malah kebawa sampai kuliah, kalau ada matakuliah khusus teori pasti saya di belakang sibuk dengan HP dan ngobrol. Apakah sikap saya termasuk tidak menghargai guru? Lalu apa yang harus saya lalukan? Terima kasih ust…

Jawab:

Iya shohih. Tdk menghargai mata pelajarannya berarti sama dg tdk menghargai gurunya/dosennya termasuk kedua orang tua yg membiaya dan mendukung utk sekolah. Mata pelajaran dan murobbi tdk bisa pisah. Jadi bertaubat kepada Allah dan meminta maaf kepada mereka serta tdk mengulangi kesalahan lg dalam duduk di majelis ilmu.

3. Bagaimana ustadz dengan definisi ‘bahwa seorang guru ibarat teman bagi murit’ namun kenyataannya murid keterusan hingga hilanglah sikap rendah diri kepada guru.
Bagaimana menyikapi demikian ustadz?

Jawab :

Shohih. Definisi yg bener. Metode pengambilan hati siswa yg bener. Tp siswa atau orang lain salah memahami definis tsb. Mereka berpikir bhw guru di anggap sbg layaknya teman mainnya. Ini salah.
Maksud dari definisi tsb agar psikologi pendidikan siswa tdk menurun dg adanya teman (guru) disekolah. Begitu juga psikologi jiwa krn dsri dulu siswa takut sama guru tp sekarang mereka malah semangat.
Di sisi lain siswa dg adanya UuD yg melindungi mereka shg saking beraninya mereka bhkn sampai melawan guru dan memukul guru. Ini tindakan yg salah. Bukan salah pada definisi tp salah pd UUD yg sepihak.

4. Bismillaah ,, assalaamu’alaikum ustadz..  Ana ingin bertanya tentang orang tua…
Bagaimana jika ada orang tua yang belum setuju ketika anak nya ingin mengenakan niqab , namun sang anak tetap mengenakan niqab itu secara diam2 saat dia jauh dari rumah,,
Apakah itu termasuk dosa besar..
Terima kasih ustadz

Jawab :

Tidak boleh taat kepada Makhluk dalam bermaksiat kepada Allah. Sekalipun yg melarang itu presiden apalg orang tua yg melahirkan kita. Taati perintah Allah dan Rasulullah sekalipun Nyawa jd taruhannya

5. assalamulaikum.  bagaimana jika guru tersebut tidak bisa mentransfer ilmu kpda mahsiswa atas ilmu yg beliau miliki.
saat tugas kami  berusaha mengerjakan nya.
tapi kami malah dpt nilai tidak memuaskan yg membuat nilai kmi jatuh.

kami harus sprti apah terhadap beliau? boleh kah kami menuntut untuk minta pengganti beliau??

Jawab :

Seorang guru harus mengetahui ilmu yg dipelajari dan murojaah sbkm di ajarkan. Spy tdk asal-asalan mengajar karena itu kewajiban dia dan hak bagi siswa. Bila siswa tdk puas dg kinerja guru maka laporkan ke wakasek kurikulum. Nanti dia yg urus. Baik ganti guru dll

=================================

Closing Statment :

Rasulullaah Shollallaahu ‘alaihi Wa Sallaam bersabda :
Menuntut Ilmu adalah kewajiban setiap Muslim.

Jadi tdk mengenal umur, tua atau muda, besar atau kecil dan laki atau perempuan.

Kewajiban kita disini yaitu menuntut ilmu agama.

Kita jgn disibukkan dg ilmu duniawi. Jgn disibukkan dg obrolan politik dll. Krn itu tdk akan menjamin masuk surga Allah.
Sdgkan ilmu agama akan menjamin kita masuk surga Allah. Tentunya belajar agama sesuai tuntunan Al-Qur’an dan As’ Sunnah sesuai pemahaman oara ulama salaf yg terpercaya.
———————-oOo—–—————–
PENUTUP

Marilah kita tutup majelis ilmu kita hari ini dgn membaca istighfar, hamdallah serta do’a kafaratul majelis
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِين

dan istighfar

أَسْتَغفِرُ اَللّهَ الْعَظيِمْ

: Doa penutup majelis :

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ ٭
Artinya:
“Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.”

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

~~~~~~~~~~~~~~
®Rumah Dakwah Indonesia

———————-oOo—–—————–

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *