Urgensi Thaharah, Suci Hati dan Jasad

Notulensi Kajian Bulanan Rumah Dakwah Indonesia
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Hari : Selasa
Grup : Kajian Akhwat
Muwajjih : ustadzah sinta santi
Tema : Urgensi Thaharah, suci hati dan jasad
Admin :
Moderator : Naina
MUQADIMAH
————————

بسم الله الر حمن الر حيم

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ
وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا و مِنْ َسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا
مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang masih memberikan kita nikmat iman, islam dan Al Qur’an semoga kita selalu istiqomah sebagai shohibul qur’an dan ahlul Qur’an dan dikumpulkan sebagai keluarga Al Qur’an di JannahNya..

Shalawat beriring salam selalu kita hadiahkan kepada uswah hasanah kita, pejuang peradaban Islam, Al Qur’an berjalan, kekasih Allah SWT yakninya nabi besar Muhammad SAW, pada keluarga dan para sahabat nya semoga kita mendapatkan syafaat beliau di hari akhir nanti. InsyaaLlah..
Aamiin

========================

Materi :

Urgensi thaharah, suci hati dan jasad

Bicara ttg thoharoh tdk terlepas dari pengertian secara bahasa dan makna nya.
Thoharoh secara bahasa punya pengertian suci/bersuci. Sementara secara makna thoharoh berarti membersihkan n mensucikan anggota wudhu dan anggota badan dari kotoran/najis untuk niat beribadah pada Allah SWT. Sudah barang tentu thoharoh di sini meliputi hati yang bersih saat melakukan ibadah kepada Allah.

Di lihat dari macamnya, thoharoh terbagi atas 2,
1. Suci secara hati
2. Suci secara fisik

Adapun suci secara hati, sangat tergantung dengan apa yang di sebut niat. Karena niat yang baik, akan menghantarkan pelakunya melakukan segala sesuatunya berdasarkan niat baik itu. Begitu juga sebaliknya, niat yang buruk cenderung mengarah pada perilaku buruk.
Sehingga, Allah berfirman..”tidaklah orang yang datang kepada Allah kecuali mereka datang dengan hati yang bersih/tunduk”.
Ayat ini mengisyaratkan, Allah hanya menerima amal-amal hambanya yang menghadirkan kebersihan niat karena Allah.
Dengan demikian, kesucian hati sangat menstimulus seseorang untuk melakukan kebaikan.

Bagaimanakah menghadirkan hati yang bersih?
1. Banyak mengenal Allah
2. Banyak mohon ampun pada Allah, agar Allah selalu mengingatkan kita pada kebaikan dan menjauhkan maksiat
3. Memperdalam ilmu agama
4. Berteman dengan orang-orang sholeh
5. Selalu muhasabah diri
6. Meningkatkan ibadah kepada Allah

Sementara suci secara fisik, dapat di bagi pada :
1. Kebersihan fisik
2. Kesucian jasad

Setiap diri, pastilah punya keinginan terlihat cantik, bersih, rapi dan serasi, harum dihadapan orang lain. Namun adakalanya kebersihan seseorang belum menunjukkan kesuciannya dari najis.
Contoh, baju yang terlihat bersih sangat mungkin terkena “ompol” bayi yang menyebabkan aroma baju tersebut tidak sedap di cium.
Karena itu, kebersihan juga hendaknya didukung dengan kesucian jasadnya.

Adapun kesucian pada jasad, perlu memperhatikan:
1. Kotoran yang melekat, apakah masuk katagori najis atau tidak
2. Ketahui cara menghilangkan kotoran dan najis yang melekat pada badan, pakaian dan tempat.
3. Haruslah merujuk pada syariat yang telah ditetapkan.

Demikian sekilas penjelasan…semoga manfaat
————-

REKAP TANYA-JAWAB
—————————————

1. Saya bertanya ya ukh, syariat yg telah ditetapkan dalam menjaga kesucian jasad itu ada apa saja yaa?

Jawab
Syariat menjaga kesucian jasad…
Memperhatikan sunanul fitrah…diantaranya mencukur bulu ketiak n kemaluan…memotong kuku…mandi sunah
Mengetahui haid dan cara membersihkan…nifas

2. Saya tanya ukh,… Bedanya najis sama hadas apa ya?

Jawab
2. Najis…adalah sesuatu benda/kondisi yang menghantarkan hukum keharaman dlm ibadah
Contohnya: babi, ompol dll.
Hadats…sifat yg melekat pada benda/kondisi yg menghantarkan hukum

3. Kotoran yg tergolong najis apa saja ya tadzah….

Jawab
Kotoran yg termasuk najis
a. Yg keluar dr 2 lubang
b. Kotoran binatang yg haram dimakan

4. Assalamualaikum ustadzah santi, ana ingin bertanya  tapi ada 2 pertanyaan yaa ustadzah, afwan
1. Bagaiamna cara membersih kan hati dari penyakit hati sehingga pikiran jernih dan ibadah jadi khusyu’?
2. Pakaian yang terkena bulu kucing yang lengket dan sulit dibersihkan, sah untuk sholat ngga ustadzah?

syukron ustadzah

Jawab
4a. Membersihkan penyakit hati
A. Banyak istighfar
B. Mendalami ilmu
C. Berkawan dg org sholeh

4 b. Bulu kucing bukan benda najis…ckp dibersihkan sekalipun punya kesulitan membersihkannya…sah utk di bawa sholat

5. Izin bertanya
Apakah kita mau mengklarifikasi suatu masalah dalam satu kelompok termasuk hati yg kotor apabila memunculkan hal2 yg salah oleh pimpinan sekalipun, dgn niat akan berjalan sesuai syariat islam

Jawab
Klarifikasi/tabayun dlm islam sangat dianjurkan…tetapi tetap dg adab yg disyariatkan…

6. ijin bertanya, ustdz
Jika kita ditengah² sholat lalu ada anak kecil yg datang dan ngompol. Apakah sholat kita jd tidak sah??

Jawab
Tempat sholat terkena najis maka sholat mjd batal…tp tdk perlu wudhu lg

7. Ijin bertanya..  mecukur atau memotong untk rambut kemaluan.. kalo lebih dr 40 hari hukum nya gmna? Syukron

Jawwb :
Hukumnya makruh…

8. Ustadzah ijin tanya.. bagaimana cara mandi besar setelah haid/nifas yg benar? Terimakasih..

Jawab
Rukun mandi wajib
1. Niat
2. Membersihkan najis
3. Meratakan air k seluruh tubuh

Selain itu bs jg dilakukan dg sunahnya…
Urutannya:
1. Niat
2. Bersihkan kemaluan..gunakan wangi2an
3. Wudhu
4. Basuh pori2 kepala dg air
5. Basuh badan bag kanan dg air
6. Basuh bag kiri
7. Ratakan seluruh tubuh

9. Ustadzah apa hukum shalat yg menggendong ank kcl yg pake pempes yg tentu sdh ada ompolnya…bgmn ustadzah…

Jawab
Membawa najis dan tdk sah sholat nya

10.Afwan ustadzah… sunnah yg kedua menggunakan wangian, mksdnya gimana ya? Mohon penjelasannya. Syukron

Jawab
Bs menggunakan sirih at sejenisnya utk menghilangkan bau darah
┅┅┅┅┅┅┅┅┅┅┅┅┅┅┅

Clossing Statement :

———————-oOo—–—————–
PENUTUP

Marilah kita tutup majelis ilmu kita hari ini dgn membaca istighfar, hamdallah serta do’a kafaratul majelis
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِين

dan istighfar

أَسْتَغفِرُ اَللّهَ الْعَظيِمْ

: Doa penutup majelis :

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ ٭
Artinya:
“Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.”

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

~~~~~~~~~~~~~~
®Rumah Dakwah Indonesia

———————-oOo—–—————–

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *