Pandangan Syariat Terhadap Penggunaan Behel dan Softlens

Notulensi Kajian Bulanan Rumah Dakwah Indonesia

~~~~~~~

Hari : Ahad, 8 Januari 2017
Grup : Rumah Aisyah
Muwajjih : ustadzah Hanifa
Tema : Pandangan Syariat Terhadap Penggunaan Behel dan Softlens
Admin : Group 01-03 Putri
Moderator : Dita
Notulen : Miranda

MUQADIMAH

————————

بسم الله الر حمن الر حيم

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ

وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا و مِنْ َسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا

مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang masih memberikan kita nikmat iman, islam dan Al Qur’an semoga kita selalu istiqomah sebagai shohibul qur’an dan ahlul Qur’an dan dikumpulkan sebagai keluarga Al Qur’an di JannahNya..

Shalawat beriring salam selalu kita hadiahkan kepada uswah hasanah kita, pejuang peradaban Islam, Al Qur’an berjalan, kekasih Allah SWT yakninya nabi besar Muhammad SAW, pada keluarga dan para sahabat nya semoga kita mendapatkan syafaat beliau di hari akhir nanti. InsyaaLlah..

Aamiin

========================

Materi :

————-

Sahabat mudaqu

Yang disayang Allah..

Bagaimana Syari’at menggunakan behel dan soflens…?

Seiring dengan perkembangan teknologi, gaya hidup manusia juga ikut berkembang dan berubah. Salah satu gaya hidup yang digandrungi manusia adalah merubah gigi dan tampilan mata mereka agar lebih cantik dan lebih indah, maka munculah kawat behel dan soflens yang digunakan untuk merapikan gigi dan memperindah mata.

Fenomena di atas menarik perhatian sebagian kaum muslimin yang mempunyai kepedulian terhadap hukum halal dan haram. Banyak dari mereka yang menanyakan status hukumnya berdasarkan al-Qur’an dan Sunnah. Oleh karenanya, perlu ada penjelasan terhadap masalah-masalah tersebut.

Untuk mempermudah pemahaman, pembahasan ini akan dibagi menjadi beberapa  masalah :

Menggunakan Behel/kawat Gigi

Banyak pertanyaan muncul menanyakan hukum  menggunakan kawat behel, boleh atau tidak menurut pandangan Islam ?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut perlu dirinci terlebih dahulu :

Pertama

Jika seseorang mempunyai gigi atas yang letaknya agak ke depan, atau menurut istilah bahasa daerah “gigi moncong“ atau “gigi mrongos“,  yang kadang sampai tingkat tidak wajar sehingga mukanya menyeramkan, maka hal ini dikatagorikan gigi yang cacat, oleh karenanya boleh diobati dengan cara apapun, termasuk menggunakan kawat behel agar giginya menjadi rata kembali.

Ini berdasarkan  sabda  Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam  :

يَا عِبَادَ اللَّهِ تَدَاوَوْا فَإِنَّ اللَّهَ لَمْ يَضَعْ دَاءً إِلَّا وَضَعَ لَهُ شِفَاءً أَوْ قَالَ دَوَاءً إِلَّا دَاءً وَاحِدًا قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا هُوَ قَالَ الْهَرَمُ

“Wahai sekalian hamba Allah, berobatlah sesungguhnya Allah tidak menciptakan suatu penyakit melainkan menciptakan juga obat untuknya kecuali satu penyakit.” Mereka bertanya, “Penyakit apakah itu wahai Rasulullah?” Beliau menjawab: “Yaitu penyakit tua (pikun). “ (HR. Abu Daud, Tirmidzi, Ibnu Majah dan Ahmad. Berkata Tirmidzi : Hadits ini Hasan Shahih).

Kedua

Jika gigi seseorang kurang teratur, tetapi masih dalam batas yang wajar, tidak menakutkan orang, dan bukan suatu cacat atau sesuatu yang tidak  memalukan, serta pemakaian kawat behel dalam hal ini hanya sekedar untuk keindahan saja, maka hukum pemakaian kawat behel tersebut tidak boleh karena termasuk dalam katagori merubah ciptaan Allah suhbanahu wata’ala.

Dalilnya adalah hadist Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda :

لَعَنَ اللَّهُ الْوَاشِمَاتِ وَالْمُسْتَوْشِمَاتِ وَالنَّامِصَاتِ وَالْمُتَنَمِّصَاتِ وَالْمُتَفَلِّجَاتِ لِلْحُسْنِ الْمُغَيِّرَاتِ خَلْقَ اللَّهِ

“Allah telah mengutuk orang-orang yang membuat tato dan orang yang minta dibuatkan tato, orang-orang yang mencabut bulu mata, orang-orang yang minta dicabut bulu matanya, dan orang-orang yang merenggangkan gigi demi kecantikan yang merubah ciptaan Allah.” (HR. Muslim)

Di dalam hadits di atas diterangkan bahwa Allah melaknat orang yang merubah gigi dengan tujuan agar giginya lebih indah dan lebih cantik.

Berkata Imam Nawawi  menerangkan hadist di atas :

“Maksud (al-Mutafalijat) dalam hadist di atas adalah mengikir antara gigi-gigi geraham dan depan. Kata (al-falaj) artinya renggang antara gigi geraham dengan gigi depan.  Ini sering dilakukan oleh orang-orang yang sudah tua atau yang seumur dengan mereka agar mereka nampak lebih muda dan agar giginya lebih indah.

Renggang antara gigi ini memang terlihat pada gigi-gigi anak perempuan yang masih kecil, makanya jika seseorang sudah mulai berumur dan menjadi tua, dia mengikis giginya agar kelihatan lebih indah dan lebih muda. Perbuatan seperti ini haram untuk dilakukan, ini berlaku untuk pelakunya (dokternya) dan pasiennya berdasarkan hadist-hadist yang ada, dan ini merupakan bentuk merubah ciptaan Allah serta bentuk manipulasi dan penipuan.

Menggunakan Softlens

Dalam agama islam penggunaan softlens di saat sekarang ini adalah untuk kecantikan sehingga tergolong sebagai perhiasan. Dalam berhias menurut ajaram islam diperbolehkan asalkan sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang berlaku dalam syariat islam.

Penggunaan softlens juga dihalalkan karena penggunaanya bisa sebagai pengobatan. Ada beberapa merek softlens yang dihalalkan oleh MUI.

Dalam penggunaan soflens agar tidak menjadi haram atau mubah maka yang harus diperhatikan adalah:

Penggunaan softlens bertujuan untuk memperbaiki penglihatan.

Menggunakan softlens yang teruji kesehatannya dan sudah mendapatkan sertifikat halal agar tidak menyakiti diri sendiri.

Sebaiknya digunakan seperlunya saja bertujuan agar tidak menyia-nyiakan harta.

Yang harus diperhatikan adalam penggunaan lensa kontak. Karena harganya dipasaran sekitar Rp. 500ribu sampai satu juta untuk kualitas yang baik. Sedangkan lensa konta murahan akan mudah menyebabkan mata iritasi dan infeksi. Ini termasuk perhiasan jika tidak ada indikasi medisnya. Maka hendaknya dipertimbangkan agar kita jangan menyia-nyiakan harta

Allah Ta’ala berfirman,

وَلا تُسْرِفُوا إِنَّهُ لا يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ

“Jangan kalian berlebih-lebihan, sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan” (Al An’am:141)

Allah Ta’ala juga berfirman:

إِنَّ الْمُبَذِّرِينَ كَانُوا إِخْوَانَ الشَّيَاطِينِ

“Sesungguhnya para pemboros itu saudaranya para setan” (Al Isra: 27)

Penggunaan softlens tidak boleh pertujuan untuk menarik perhatian orang dan mencari ketenaran khususnya pada laki-laki.

Jika menggunakan lensa kontak berwarna, bisa jadi kita akan termasuk mencari ketenaran (libas syuhrah).

Bayangkan jika menggunakan lensa kontak berwarna ekstrim misalnya merah atau biru yang tidak lazim pada orang indonesia. Jika memang akan menyebabkan atau berniat libas syuhrah maka harus dihindari,

Berdasarkan hadits Ibnu Umar yang berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Barangsiapa mengenakan pakaian (libas) syuhrah di dunia, niscaya Allah mengenakan pakaian kehinaan kepadanya pada hari kiamat, kemudian membakarnya dengan api neraka.”

Berkata Ibnu Ruslan,

“Libas syuhrah yaitu jika bermaksud mencari ketenaran/popularitas di antara manusia, tidak ada bedanya antara pakaian yang mahal dan pakaian yang murah, apakah sesuai dengan pakaian masyarakat atau berbeda dengan pakaian masyarakat, karena sebab pengharaman adalah keinginan menjadi tenar/populer (cari perhatian).”

Berkata Ibnu Atsir rahimahullah,

“Syuhrah artinya menampakkan sesuatu (termasuk lensa kontak berwarna, pent) dengan maksud apa yang dikenakan akan terkenal di antara manusia dengan menyelisihi warnanya (misalnya) maka manusia akan memfokuskan pandangan padanya kemudian ia sombong dan takabbur.”

Na’uzubilahi minzalik.

Wallahu A’lam bishawab.

〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰

REKAP TANYA-JAWAB

—————————————

1. Mau tanya ustadzah. Kalo misalnya pakai behel karna giginya berantakan dan bikin ga nyaman boleh ga?

Jazakillah

Jawab :

Boleh sholiha sayang..

Diatas sudah dijelaskan jika itu tidak membuat nyaman..boleh di gunakan sebagai pengobatan..

Biasa nya gigi berantakan membuat tidak nyaman saat mengunyah dan gampang sakit akibat gesekan dengan gusi atau gigi lain…

Wallahu A’lam.

┅┅┅┅┅┅┅┅┅┅┅┅┅┅┅┅┅┅┅┅┅

2.Berarti kalo kita make behel cuman buat ngerapihin gigi, padahal giginya ngga terlalu merongos banget ngga boleh yaa?

Jawab :

ya dek Sofiah..

Dan ini perlu juga kita lihat lagi niat menggunakan behel itu sendiri..

Jika gigi itu tidak menimbul kan hal hal yang membuat kita tidak nyaman maka tidak perlu memakainya.

Bersyukur akan ciptaan Allah..

kawatir jika itu menimbulkan ujub atau sombong karena merasa mampu akan menggunakan (apalagi jika itu behel paling mahal)

Wallahu A’lam..

┅┅┅┅┅┅┅┅┅┅┅┅┅┅┅┅┅┅┅┅┅

3.Assalamu’alaikum, ustadzah, nama ana mayira, ana ingin bertanya, bagaimana dengan seseorang yang memakai behel padahal giginya sudah rata dan rapi, lalu dia meninggal dunia ?? Jazakillahu khoir ustadzah

Jawab :

Dek mayang sholiha..

Untuk yang sudah meninggal dunia..

Barang² yang digunakan nya di lepas karena sang mayit tidak memerlukan nya lagi..

Jika dikuburkan ikut mayit itu akan merupakan sifat mubazir..

Dan lagi yang boleh dibawa mayit hanyalah kain kafan yang sudah ditentukan dalam syariatnya..

Wallahu A’lam.

┅┅┅┅┅┅┅┅┅┅┅┅┅┅┅┅┅┅┅┅┅

4. Bunda selain yg disebutkan gigi terlalu parah afwan “gigi maju depan” apa ada contoh lain bund? Misal afwan “ompong” dan pasang gigi palsu lagi kmd dibehel gtu bisakah masuk kriteria terlalu parah?

Terus misal kan nih bund di operasi gimana bund? Ga pake behel tapi operasi untuk mensejajarkan gigi scra sempurna? Apa itu jga termask merubah ciptaan Allah?

Jawab :

dek Nanda Sholiha..

Kita lihat tentang…

Hukum Memakai Gigi Palsu

Jika seseorang giginya lepas, boleh nggak diganti dengan gigi palsu? Apakah mengganti gigi dengan gigi palsu termasuk merubah ciptaan Allah?

Seseorang yang mempunyai gigi, kemudian gigi tersebut lepas, karena kecelakaan, atau dipukul oleh orang lain, atau terbentur benda keras, atau karena sebab lain, maka dibolehkan baginya untuk menggantinya dengan gigi palsu. Karena ini termasuk dalam pengobatan.

Memakai gigi palsu untuk mengganti gigi yang asli yang lepas atau rusak, bukanlah termasuk merubah ciptaan Allah, tetapi termasuk pengobatan.

Ini dikuatkan dengan Fatwa Lajnah Daimah : 25/ 16, no : 21104, yang berbunyi :

“Hal ini termasuk bagian pengobatan yang dibolehkan untuk menghilangkan bahaya yang timbul.”

Berkata Syekh Sholeh Munajid :

“Memasang gigi buatan sebagai pengganti gigi yang dicabut karena sakit atau karena rusak, adalah sesuatu yang dibolehkan tidak apa-apa untuk dilakukan. Kami tidak mengetahui seorangpun dari ulama yang melarangnya.  Kebolehan ini berlaku secara umum, tidak dibedakan apakah gigi itu dipasang permananen atau tidak, yang penting bagi pasien memilih yang sesuai dengan keadaannya setelah meminta pendapat kepada dokter spesialis.

Jika operasi.mensejajarkan gigi karena memang harus dalam pengobatan berarti ga papa ya dek Sholiha..

Ini sudah termasuk tindakan niat pengobatan kecuali selain dari itu…

Wallahu A’lam..

┅┅┅┅┅┅┅┅┅┅┅┅┅┅┅┅┅┅┅┅┅

5.Assalamu’alaikum bunda, saya mau bertanya. Misal menggunakan behel utk merapikan gigi mskipun gigi sudah trbilang rapi memakai behelnya krna ingin mnjdi tentara/polisi, itu bagaimana ya bunda? Syukron, jazakillah khair katsiran bunda.

Jawab :

Dek Atika sholiha…

Apa untuk masuk tentara dan polisi harus begitukah..?

Jika begitu memang pilihan ada pada diri.kita..

Karena aturan² dinegeri kita memang tidak mengikuti syariat islam..

Namun jika syarat dari untuk rapi itu karena gigi bermaslah bisa jadi itu jatuh nya ke pengobatan jadi.tidak apa apa jk niat kita untuk sehat

Wallahu Alam..

┅┅┅┅┅┅┅┅┅┅┅┅┅┅┅┅┅┅┅┅┅

6. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh . Afwan bunda agak menyimpang

Saya menyampaikan pertanyaan dari kebanyakan teman saya . Jika perawatan wajah karena berjerawat termasuk halal atau haram? Karena obat kimia kebanyakan ketergantungan. Misal sudah sembuh jerawatnya atau sakit kulit namun jika tdk pakai akan kumat. Mohon penerangannya bundaa

Jawab :

Dek Nena..

Untuk jerawat itu termasuk hal yang perlu diobati..

Seperti penyakit lain nya

Misal Asma yang hrs terus diobati…

Kenapa karena itu membuat tidak nyaman penderita nya..

Begitu juga jerawat jika tidak di obati akan membuat tidak nyaman dan mengganggu ibadah..terutama ibadah yang perlu khusyuk seperti shalat..krn ada juga jerawat yang bikin gatal atau sakit…

Wallahu A’lam..

┅┅┅┅┅┅┅┅┅┅┅┅┅┅┅┅┅┅┅┅┅

7. Ana mau bertanya lagi umm, kalau seperti itu berarti dia memakai behel dalam keadaan haram kn umm, nah apakah behel itu akan menjadi sesuatu yang mengganggu bagi timbangan amalnya

Jawab :

dek.Dewi sholiha..

Sesuatu yang tidak di sukai oleh Allah akan mempengaruhi amalan² kita..

Bisa jadi amalan kita yang lain hanya untuk membayar dosa² kita..

Jadi saat yaumil akhir nanti kita akan bangkrut karena amalan kita habi untul bayar²..

Tentu nya ukhti qu sudah tahu jika kita tak punya amalan dimana nnti kita di tempatka.di akhirat..

Wallahu A’lam..

┅┅┅┅┅┅┅┅┅┅┅┅┅┅┅┅┅┅┅┅┅

8. assalamu’alaikum bunda, gimana hukumnya kalo mengkikir gigi. dulu, ummi isti disuruh mengkikir gigi sama eyang karena giginya kurang rapi namun itu hanya bertujuan untuk merapikan saja, karena eyang isti nggak suka gigi yang gak rapi.

Jawab :

sahabat sholihat..

Mengikir gigi sudah di jelaskan di materi diatas itu dilarang sayang..

Karena itu mengubah ciptaan Allah dan menunjukkan kalau pelaku nya tiidak bersyukur…

Wallahu A’lam..

┅┅┅┅┅┅┅┅┅┅┅┅┅┅┅┅┅┅┅┅┅

9. Afwan ustadzah..dlm hadits diatas dilarang utk mencabut bulu mata??

Bagaimana klo mencabutnya itu krn biar tdk mengantuk/krn disekitar klopak mata trasa gatal jd bulu matanya dicabut gmna?? Bleh ndk??

Jawab :

Dek Anna..

Untuk mencabut bulu mata karena alasan nya biar tidak ngantuk krn disekitar kelopak mata gatal…

Hmmm.

Kita cari penyebab gatal nya pakah itu bulu mata atau yang lain nya…?

Jika bukan bulu mata perlu tindakan pengobatan lain..

Karena bulu mata itu sendiri ada fungsi nya tersendiri..

Jika itu gatal nya di alis dan menurut dokter harus di cabut biar sakit atau gatal nya bisa sembuh..ini do bolehkan karena dikatrgorikan untuk pengobatan..

Wallahu A’lam.

┅┅┅┅┅┅┅┅┅┅┅┅┅┅┅┅┅┅┅┅┅

10.Assalamu’alaikum bun,mau nanya nii,Jadi kalau kita rabun bun,dan tidak ingin memakai kacamata,tetapi memakai soflens warna lain selain warna hitam itu gimana bun ? Semisal warna  coklat,.syukron

Jawab :

Wa’alaikumsalamussalam dek fitri..

Memakai.softslens dengan tujuan untuk membantu penglihatan adalah di bolehkan denga syarat² sudah di kekumakan diatas..

Alangkah lebih baik.kita menggunakan warna yng sama dengan mata asli kita biar tidak menimbulakn fitnah atas diri sendiri..

Jadi orang² tidak tahu klau kita menggunakan softlens…

Sehingga kita juga bisa menjagi hati untuk selalu tawadhu..

Wallahu A’lam..

〰〰〰〰〰〰〰〰〰

Clossing Statement :

……..

———————-oOo———————-

PENUTUP

Marilah kita tutup majelis ilmu kita hari ini dgn membaca istighfar, hamdallah serta do’a kafaratul majelis

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِين

dan istighfar

أَسْتَغفِرُ اَللّهَ الْعَظيِمْ

Doa penutup majelis :

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ ٭

Artinya:

“Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.”

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

~~~~~~

®Rumah Dakwah Indonesia

———————-oOo———————-

1 Comment

  1. Tsaabitah Hannaaniyah Reply

    Assalamu’alaikum wr.wb
    Saya ingin bertanya mengenai softlens. Saya memang mempunyai penyakit rabun jauh, bolehkan kita memakai softlens dengan alasan karna kita tidak percaya diri saat menggunakan kacamata di depan umum? Dan jika softlens berwarna baiknya dihindari, maka bolehkan kita menggunakan softlens berwarna hitam?
    Terimakasih wassalamu’alaikum wr.wb

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *