Ma’rifatullah – 1 –

Review anda

Notulensi Kajian Bulanan Rumah Dakwah Indonesia
~~~~~~~

Grup : Akhwat Fatimah
Muwajjih : ust Qosim Nurseha
Tema : Ma’rifatullah
Admin : G.16 – G.20 Akhwat
Moderator : Chie

MUQADIMAH
————————

بسم الله الر حمن الر حيم

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ
وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا و مِنْ َسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا
مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang masih memberikan kita nikmat iman, islam dan Al Qur’an semoga kita selalu istiqomah sebagai shohibul qur’an dan ahlul Qur’an dan dikumpulkan sebagai keluarga Al Qur’an di JannahNya..

Shalawat beriring salam selalu kita hadiahkan kepada uswah hasanah kita, pejuang peradaban Islam, Al Qur’an berjalan, kekasih Allah SWT yakninya nabi besar Muhammad SAW, pada keluarga dan para sahabat nya semoga kita mendapatkan syafaat beliau di hari akhir nanti. InsyaaLlah..
Aamiin

========================

Materi :
————-
1. Ma‘rifatullah adalah mengenal Allah. Ini lah landasan hidup: kita benar-benar mengenal Khaliq kita, Pencipta kita. Allah segala-galanya bagi kita, karena selain-Nya adalah fana: tidak kekal, akan sirna.

2. Ma‘rifatullah ibarat kompas: pengarah orientasi hidup kita. Bahwa setiap Muslim/Muslimah harus tahu bahwa tujuan akhir dari segalanya adalah Allah. Bukan yang lain. Ikrar hidupnya jelas: قل إن صلاتى ونسكى ومحياي ومماتى لله رب العالمين

3. Uswatun Hasanah dalam mengenal Allah hanya Rasulullah Saw. Beliau paling dekat dengan Allah, paling mengetahui hak-hak Allah, paling paham larangan Allah, paling cepat menyambut seruan Allah. Ringkasnya sudah Allah simpulkan dalam Qs. al-Ahzab : 21 لقد كان لكم فى رسول الله أسوة حسنة

4. Saudariku, mari kita jawab pertanyaan sederhana ini dengan jujur dalam hati kita masing-masing:
Siapa yang menjadikan kita? Apakah kita dahulu ada? Lihat postur tubuh kita, warna rambut kita, kedua lengan dan kaki kita, kedua mata kita, kulit kita, lisan kita, hidung kita, telinga kita? Kitakah yang mengusainya?

Bayangkan, seandainya hari ini kita diwafatkan oleh Allah benarkah kita sanggup menahan ruh keluar dari jasad kita? Jika tidak, mengapa masih banyak atheis: tak percaya adanya Allah Sang Pencipta?

5. Saudariku, hari ini berapa usia kita? Kenapa setiap hari tubuh kita makin lemah, siapa yang menjadikan demikian?

Mengapa kita tak menguasai diri kita? Mengapa kita belum menyadari bahwa kita kerja Allah.

Sebentar-sebentar kita lelah, ngantuk, bahkan tidur. Ngantuk dan tidur ternyata tidak menimpa Allah (Qs. al-Baqarah: 255). Dari sini kita sadar bahwa kita tak menguasai mata kita. Kantuk saja tak dapat kita tahan. Allahu Akbar

6. Mari kita hayati Firman Allah dalam Hadits Qudsi di bawah ini,
“Hai Anak Adam, Aku telah ciptakan kamu, maka kamu jangan main-main. Dan aku jamin rezekimu, maka jangan merasa lelah. Wahai anak Adam, carilah Aku, maka engkau akan menemui-Ku. Dan jika engkau menemuiku, engkau akan dapat sesuatu sedang Aku mencintaimu lebih dari segalanya.”

Saudariku, Allah itu dekat sekali dari kita. Bahkan, lebih dekat dari urat leher kita sendiri (Qs. Qaf: 16). Adakah yang berani main-main dalam shalatnya, dalam puasanya, dalam hajinya, dalam jihadnya, dalam usahanya.
Allah lebih dekat dari kita daripada urat leher kita sendiri.

7. Mengenal Allah akan hadirkan hasil dahsyat dalam diri, seperti:

1. Mengalami perubahan yang dahsyat

2. Menjadi orang yang merdeka

3. Merasakan ada Pengiring dalam Hidup

4. Menjadi Optimis dalam Hidup

5. Memiliki Akhlak yang Baik

Demikian sekelumit tentang Ma‘rifatullah. Semoga bermanfaat bagi saya secara peribadi dan kita semua.
والله أعلم بالصواب
Selamat Berdiskusi!
〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰

REKAP TANYA-JAWAB
—————————————

1. Desi

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh ustadz, terima kasih untuk materinya yang sangat bermanfaat..

Ijin bertanya,bagaimana cara mengajarkan tentang ma’rifatullah pada usia dini?supaya saat dewasa tidak salah dalam pergaulan seperti zaman sekarang.

↠بسم الله الرحمن الرحيم

1. Ajaran mengenal Allah sejak dini memang menjadi tantangan Pendidikan hari ini. Maka, Pendidikan Aqidah (Tauhid) dalam Islam harus fokus pada Tauhid.

Nah, sejatinya sejak masih janin dan berusia 120 hari karena sudah punya ruh, janin sudah bisa diajari oleh ibunya tentang Allah. Karena Aqidah yang benar dari ibu berpengaruh kepada anak. Begitu juga ketika anak telah lahir, yang harus sampai ke telinganya pertama kali adalah kata “Allah”, maka bapaknya harus azan di telinganya.

Contoh kecil, setiap kali usai menyusui, ibunda Muhammad al-Fatih selalu hadapkan bayinya itu ke arah Benteng Konstantinopel dan berkata,
“Hai bayiku, namamu sama dengan nama Nabi Muhammad Saw. Kau lihat benteng itu! Aku ingin ketika kau besar, kau lah yang menumbangkannya.”

Hasilnya? Allah Akbar!

2. Banyak cara mendidik anak tentang mengenal Allah, spt: teladan dari ortu. Misalnya, ketika ditanya kenapa rajin baca Quran, dia jawab karena ini Firman Allah. Kenapa setiap dengar azan ke masjid, karena itu seruan Allah, dll.

Lebih besar lagi, ceritakan kisah org2 hebat yang dekat dengan Allah, spt: Sahabat, Tabi‘in, ulama2

والله أعلم بالصواب
┅┅┅┅┅┅┅┅┅┅┅┅┅┅┅┅┅┅┅┅┅
2. Siska

Assalamualaikum , saya siska ayu   saya mau bertanya soal perubahan dahsyat karena mengenal allah,
Menjadi manusia yang mengalami perubahan dahsyat dari segi mana saja

Kaitan antara optimisme dan mengenal allah itu seperti apa?
Syukron ustadz

↠بسم الله الرحم الرحيم
1. Tentang perubahan setelah mengenal Allah, kita bisa belajar dari Umar ibn al-Khatthab, Cat Steven, Salman al-Farisi, dsb. Ketika masih kafir ya Allah, kasar, bengis, dll. Tapi begitu kenal Allah, akhlak mereka makin indah dan menawan.

2. Tentang Optimis. Misalanya, masih banyak yang khawatir dan takut gak kebaikan rezeki, taku gak makan. Padahal, rezeki telah ada. Tugas kita menjemputnya dengan kerja. Kalau kita yakin Allah itu ar-Razzaq, mengapa ayam dan sapi lebih yakin. Padahal mereka gak punya sawah dan kebun rumput, tapi tiap hari makan. Karena Allah jamin semuanya
والله أعلم بالصواب

3. Chie

a. Bagaimana tanggapan ust mengenai fenomena yg terjadi pada umat muslim akhi-akhir ini??
Apakah hal tsb terjadi karena kurang nya ilmu kita dlm pengenalan terhadap Allah??

b. Untuk bs menggapai ma’rifatullah ini, adakah jalan yang harus kita tempuh sebagai awam, ust

Jazakallahu khoir

»» Jawab

بسم الله الرحمن الرحيم،

a. Masalah murtad memang jadi tantangan para dai, para ustadz, para kyai, para syekh. Karena ilmu Aqidah atau Tauhid bisa jadi amat lemah, akhirnya murtad.

Maka, sekali lagi, ilmu dalam Islam sangat utama. Agar kita paham hak dan kewajiban kita terhadap Allah. Agar tidak gagal hidup.

b. Cara meraih Ma‘rifatullah adalah: terus belajar, tuntut ilmu kepada guru yang memang dekat dengan Allah, Aqidahnya bagus, Tauhidnya mantap. Karena dasar apapun adalah ilmu.

Jika sudah tepat ilmunya, maka akan muncul ciri-cirinya, kata Imam Abu Ali ad-Daqqaq, yaitu:

1. Dalam dirinya terpatri rasa takut kepada Allah. Makin kenal, makin tabut.

2. Makin tenang dan tentram jiwanya. Makin kenal Allah, makin tenang hidupnya.

والله أعلم بالصواب

4. Erlin

Bismillah

Assalamu’alaikum ustadz ana mau bertanya

Adakah kiat kiat khusus agar kita senantiasa istiqomah dalam mendekatkan diri kepada Allah..karena sebagai manusia biasa sifar futur menjadi salah satu kendala.
Gampang lelah dan  mengeluh syukron jazakallah khoir.

»» Jawab
بسم الله الرحمن الرحيم،

1. Istiqamah dalam ibadah adalah nikmat besar dari Allah. Ia berkaitan erat dengan qalbu: semakin bersih semakin bercahaya, semakin menikmati pengabdian kepada Allah. Ia ibarat cermin yang bersih: kotoran apa saja, sekecil apapun cepat kelihatan jika cermin bersih. Jika ada godaan, mudah sekali menepis dan menghindarinya. Jika tidak, akan buram. Maka ibadah jadi rusak. Celakanya, dia tak merasa bahwa cermin sedang kotor. Maka yang futur masih merasa baik, padahal sudah jatuh jauh ke jurang kerusakan.

Kiatnya? Mari sama2 hayati sabda Nabi Saw. ini,
إن لكل شيء صقالة، وصقالة القلوب ذكر الله
Segala sesuatu ada sikatnya, ada pembersihnya. Dan pembersih hati yang berkarat adalah zikrullah

Dan sebaik-baik Zikir adalah Tilawatul Quran

2. Futur dan malas ibadah setiap insan mengalaminya. Namun, levelnya beda2. Kadang semangat, kadang lesu. Yang stabil hanya malaikat. “Mereka bertasbih siang dan malam namun tak pernah futur” (Qs. al-Anbiya’:20)

3. Mari kita amalkan doa Nabi Saw.
يا مقلب القلوب ثبت قلبي على دينك
Ya Allah, Zat yang bolak-balikkan qalbu, tetapkanlah qalbu kami agar kokoh di atas agama-Mu

Mengapa kita kadang futur? Agar kita tidak ‘ujub: bangga diri. Karena ujub salah satu penyakit qalbu.

والله أعلم بالصواب
〰〰〰〰〰〰〰〰〰
Clossing Statement :

Mari kita saling-mendoakan, agar kita istiqamah dalam meniti jalan ketaatan kepada Allah. Semoga Allah berikan nikmat-Nya berupa hidayah dan ma‘rifat-Nya. Agar kita benar-benar menikmati peran kita sebagai hamba-Nya

Demikian, semoga bermanfaat bagi kita semua. Amin ya Rabbal ‘Alamin.

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

———————-oOo———————-
PENUTUP

Marilah kita tutup majelis ilmu kita hari ini dgn membaca istighfar, hamdallah serta do’a kafaratul majelis
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِين

dan istighfar

أَسْتَغفِرُ اَللّهَ الْعَظيِمْ

: Doa penutup majelis :

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ ٭
Artinya:
“Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.”

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

~~~~~~
®Rumah Dakwah Indonesia

———————-oOo———————-

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *