Be A Smart Muslimah

2 (40%) 1 vote

Notulensi Kajian Bulanan Rumah Dakwah Indonesia
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Hari, tanggal : Sabtu, 28 Januari 2017
Grup : Rumah Aisyah (Grup Putri 1-3)
Tema : Be A Smart Muslimah
Muwajjih : Ustadzah Rizqi Maulida Amalia
Admin : All Admin Putri 1-3
Moderator : Dita
Notulen   : Dita

〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰

MUQADIMAH
————————

بسم الله الر حمن الر حيم

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ 
وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا و مِنْ َسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا
مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang masih memberikan kita nikmat iman, islam dan Al Qur’an semoga kita selalu istiqomah sebagai shohibul qur’an dan ahlul Qur’an dan dikumpulkan sebagai keluarga Al Qur’an di JannahNya..

Shalawat beriring salam selalu kita hadiahkan kepada uswah hasanah kita, pejuang peradaban Islam, Al Qur’an berjalan, kekasih Allah SWT yakninya nabi besar Muhammad SAW, pada keluarga dan para sahabat nya semoga kita mendapatkan syafaat beliau di hari akhir nanti. InsyaaLlah..
Aamiin

========================

Materi : Be A Smart Muslimah
————-
Wanita dalam islam mempunyai kedudukan tinggi, martabat dan kemuliaan yang tercatat dalam Al-Qur;an dan As-Sunnah. Kaum wanita juga mempunyai peran yang besar bagi kebaikan bangsa dan manusia, karena merekalah – seharusnya- pendidik generasi kecil atgar kelak menjadi manusia yang diidamkan Islam. Dahulu dikatakan :  ibu adalah madrasah, jika engkau mempersiapkannya. Engkau mempersiapkan generasi yang berpondasi kuat dan baik.

 Oleh karena itu musuh-musuh Islam tak henti-hentinya, merusak agama ini lewat kaum wanita, dengan menyeret mereka ke lubang kehinaan, ke nistaan dan kekejian. Sebab jika wanita sudah rusak, maka rusaklah generasi dambaan manusia, di karenakan telah kehilangan pendidik yang menemani mereka.

 Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu berkata :” Sesungguhnya Islam telah memuliakan kaum wanita, dengan menjadikan mereka sebagai pendidik generasi umat, dalam Al-Qur;an juga terdapat surat khusus yang di sebut “Annisa” (Para Wanita), padahal tidak ada surat khusus bagi kaum laki-laki, ini menunjukkan bahwa Islam memuliakan harga diri kaum wanita “.

 Musuh – musuh islam selalu berusaha menghancurkan kaum muslimin dengan berbagai cara, salah satunya dengan menghancrukan martabat wanita. Karena wanita mempunyai keadilan dan peran yang cukup besar bagi umat manusia, kebaikan mereka merupakan kebaikan umat, sebaliknya kehancuran mereka merupakan kehancuran umat juga. Musuh – musuh Islam berhasil menebar pemikiran-pemikiran setan, baik melalui TV, Video dan sejenisnya yang semua itu dilakukan untuk merusak kesucian wanita.

 Hal seperti diatas, dilakukan oleh para setan (orang-orang jahat) Barat dengan dibantu oleh para setan Timur yang berhasil dengan gemilang. Mereka dapat melepaskan jilbab, kesucian dan kehormatan wanita, memasukkan wanita dalam segala bidang, serta menjadikan mereka alat penghancur agama islam. Lihatlah, betapa jauhnya wanita-wanita sekarang dari ajaran agama! Akhirnya hancurlah keluarga, anak, and segalanya, pertolongan Allah pun tak kunjung datang, malah murka-Nyalah yang datang menghampiri umat ini, jadilah kita umat hina dina. Seungguh benar sahabat Umar Ibnu Khathab tatkala mengatakan :”Allah telah memuliakan kita dengan Islam, apabila kita mencari kejayaan dengan selain Islam, niscaya Allah akan menghinakan kita “(lihat : Mujiz Takrimil Mar’ah (Majmuah Ar-Rasail Wa Rauhihal Islamy 3/341 cet.Dar As-Suma’I).

 Dr Abdul Karim Zaidan juga menjelaskan :” Adapun di negeri-negeri Islam sekarang-wlaupun tidak seperti negeri-negeri barat- suadh mulai tumbuh benih-benih kehancuran dalam negeri islam ini,sehingga rumah tangga seseorang hanya tunggu robohnya saja. Tidaklah berlebihan jika kami mengatakan, bahwa serangan-serangan musuh islam telah kencang dilancarkan, begitu beraninya mereka menipu dan menghancurkan Islam dengan berbagai macam alat modern, baik melalui buku bacaan ,karet,tv,video dan lain-lain. Tetapi sayangnya mengapa kaum muslimin lengah atas hal itu? Ataukah  sudah tidak ada lagi kecemburuan di hati mereka? Sungguh amat disesalkan, malah kaum muslimin kagun dan terpesona dengan gaya hiduop orang-orang barat.

Kejadian – kejadian diatas harus segera diobati, tetapi jangan keliru dan jangan salah mencari obatnya, obatnya hanya Islam itu sendiri, dengan dipelajari dan diamalkan secara benar. Allah berfirman :

” Apakah Allah yang menciptakan itu tidak mengetahui? Sedang ia maha Lembut lagi mengetahui (al-ulk :14)

 Al-qur’an dan Sunnah Nabi penuh dengan penjelasan dan keterangan tentang kewanitaan, ini menunjukkan bahwa Islam memperhatikan masalah wanita, maka seharusnya kaum muslimin mempelajari Islam kemudian mengamalkannya adlam kehidupan sehari-hari ( Dinukil secara bebas dari Al-Musfahal Fi Ahkamil Mar’ah 1/6, Muassasah Ar-Risalah cet.Pertama th 1413 H).

 Demikianlah, maka janganlah kita tertipu dengan propaganda-propaganda yang mereka serukan dan dengungkan, seperti kebebasan, persamaan derajat, emansipasi dan lain-lain.

 PENTINGANYA ILMU BAGI WANITA

 Allah berfirman :

“ Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan kelurgamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang di perintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang di perintahkannya (At-Tahrim :6)

 Ali bin Abi Thalib berkata :”Ajarilah diri kalian dan keluarga kalian kebaikan ( Atsar shahih riwaayt Al-Hakim 4/494 dan Al-khatib dalam Al-Faqih Wal Mutafaqqihh 1/47.

 Ad-Dhahak berkata :” Kewajiban seorang muslim ialah mengajari keluarganya, kerabatnya dan budak-budaknya tentang kewajiban dan larangan Allah atas mereka ( Tafsir Qur;anil Adhim 4/352 oleh Imam Ibnu Katsir)

 Termasuk tanda kebaikan seorang jika dia mempelajari hukum agama yang di bebankan Allah atas hamba-Nya. Dalam sebuah hadist shahih Nabi bersabda : “ Barang siapa yang Allah menghendakinya suatu kebaikan, niscaya Allah fahamkan dia dalam agama (HR Al-Bukhari no 71 dan Muslim No. 1037).

 Tetapi realita membuktikan bahwa para pemuda dan pemudi kita sangat meremehkan, bahkan meninggalkan mempelajari hukum-hukum agama. Sehingga kewajiban dilalaikan, syariat dilupakan dan kejahilan dimenangkan. Padahal siapakah yang ingin menjadi orang bodoh dan jahil? Sungguh benar perkataan ibnu Qayyim didalam qasidahnya :

: Kebodohan adalah penyakit mematikan, obatnya adalah dua perkara yaitu Al-Qur;an dan As-Sunnah. Adapaun dokternya adalah ‘Alim Rabbani”.

 Musuh-musuh Islam telah melemparkan panahnya, berusaha sekuat tenaga menodai kesucian martabat wanita, pendidik generasi kecil dan pendamping setia kaum lelaki. Usaha mereka ternyata sukses melalui berbagai sarana sehingga para wanita melupakan agamanya. Seoranga wanita, abik ibu,saudari atau pun istri sangat membutuhkan sekali ilmu dalam beribadah keapda Allah, karena wanita juga mempunyai beban sepertinya halnya kaum lelaki. Ole karenannya wanita sangatlah membutuhkan orang yang dapat mengajari agama kepadanya, baik bapaknya, saudaranya, suaminya atau jika tidak ada hendaknya mereka bertanya kepada ahlul ‘ilmi.

Jika seorang wanita melalaikan agama bukan dia saja yang berdosa, tetapi dosa juga di tanggung oleh waliya yang bertanggung jawab mendidiknya. Ingin sekali rasanya aku berteriak :” Marilah kita pikirkan bersama akibat meremehkan ilmu agama, bukanlah kita sendiri yang rugi? Apakah hasilnya? Selain kehancuran dan kebinasaan!!.

Kalau kita membicarakan soal wanita serta perannya dalam mempelajari agama Islam, kita akan menangis dan sedih, mengapa? Karena kebanyakan melalaikan hal ini. Diantara mereka ada yang sangat hafal biografi seorang artis atau bintang film, tetapi tidak mengetahui tata cara bersuci dai haid, yang bersangkutan erat dengan berbagai macam ibadah, mulai adri shalat,puasa, thalaq.. dan seterusnya. Hanya kepada Allahlah kita mengadukan hal ini.

Al-Hafizs ibnul Jauzi pernah mengeluh kan keadaan wanita serta keangkuhannya, beliau berkata :”Berapa kali kuanjurkan manusia agar menuntut ilmu syar’I, karena ilmu laksana cahaya yang menyinari. Menurut saya kaum wanita lebih dianjurkan dari kaum laki-laki,karena jauhnya mereka dari ilmu agama, and hawa yang mengakar pada diri mereka. Kita dapat melihat seorang putri yang tumbuh dewasa , tidak mengenal cara bersuci dari haid, tidak bisa membaca Al-Qur;an dengan baik dan tidak mengerti rukun-rukun Islam atau kewajiban Istri terhadap suami, akhirnya mereka mengambil harta suami tanpa idzinnya, menipu suami dengan anggapan boleh dem keharmonisan rumah tangga serta musibah-musibah lainnya “ ( lihat :Ahkamun Nisa hal :6 oleh Ibnu Jauzy).

Wanita idama Islam adalah yan mempelajari ilmu agama dan bersemangat dalam mempelajarinya. Lihatlah wanita-wanita sahabat begitu bersemangat mempelajari agama islam, mereka bertanya kepada Rasulullah untuk menghilangkan kebodohan mereka, dan agar beribadah kepada Allah SWT diatas cahaya ilmu.

“Dari Abu Sa’id Al-khudri ra, dia berkata :” Pernah suatu kali para wanita berkata kepada Rasulullah :”Kaum laki-laki telah mengalahkan kami, maka jadikanlah astu hari untuk kami, nabipun menjanjikan satu hari dapat bertemu dengan emreka, akhirnya nabi memberi nasehat dan perintah kepada mereka. Salah satu ucapan beliau kepada mereka adalah : “Tidaklah seorang wanita diantara kalian di tinggalkan mati tiga anaknya, kecuali sebagai penghalang baginya dari api neraka. Seorang wanita bertanya :” Bagaimana kalau Cuma dua? Beliau menjawab :”Juga Dua “( HR Al-Bukhari no. 1010).

 Al-Hafidz Ibnu Hajar berkata :” Hadist ini menjelaskan tentang semangat istri-istri sahabat mempelajari agama ( lihat :Fathul Baari 1/236)

 Dari sinilah kita wajib memikirkan soal wanita, lebih-lebih di zaman sekarang ini – agar kita adpat membentangkan jalan kesuksesan serta membendung mara-bahaya bagi mereka (Dinukil adri Muqaddimah Syaikh Asraf bin Adul Maqsud dalam Fatawa Al-Mar’ah Al-Muslimah 1/3-5 Adhwa’ Salaf cet ke tiga th 1417 h).

 Aisyah ra juga pernah berkata :”  Sebaik-baik wanita adalah wanita anshar, mereka tidak malu bertanya tentang agama ( HR Bukhari 1/228 Al-Fath, Muslim no 3330).

 Ada sebuah nasehat berharga dari Syaikh Abdul Aziz bin Abdillah Bin Baz tentang pentingnya menuntut ilmu agama. Beliau berkata :” Wahai saudara-saudaraku bagaimana kita akan mengetahui air suci atau najis, makanan ini halal atau haram, serta waktu dan tata cara ibadah, ataupun cara bermu’amalah dengan sesama, seperti pernikahan ataupun perceraian, jika kita tidak mempelajarinya. Bukankah syari;at telah menjelaskan? Sungguh agama Islam telah menjelaskan seluruh masalah dunia dan akhirat. Tidak seperti tuduhan orang-orang kafir yang mengatakan bahwa Islam hanya menjelaskan masalah akhirat semata.

 Maka kewajiban kita sebagai kaum muslimin untuk mempelajari ilmu agama ini, dan bersemangat dalam memahami hukum-hukum agama sebelum perkara yang lainnya. Sebab mayoritas manusia sekarang ini – semoga Allah SWT membari hidayah kepada mereka – begitu cerdik dalam masalah dunia, tetapi bodoh dalam hukum dan syariat agama. Ini merupakan kejahilan dan musibah besar, karena ilmu agama wajib didahulukan dari pada ilmu-ilmu lainnya. Memang tidak terlarang mempelajari ilmu-ilmu umum. Akan tetapi haruslah didahulukan yang paling pokok terlebih dahulu,yaitu ilmu agama, baik aqidah, akhlaq dan ilmu-ilmu lain yang tidak layak seoarang muslim bodoh tentangnya”.

 Selanjutnya beliau menasehatkan :” Dan saya menasehatkan kepada saudari-saudari saya :” Janganlah kalian terpesona dengan budaya barat. Karenahal ini termasuk peperangan yang mereka lancarkan kepada umat Islam, sebagaimana dikhabarkan dalam Al-Qur;an :

“ Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu sehingga kamu mengikuti agama mereka ( Albaqarah :120).

 Mereka menghalangi kalian dari agama Allah, tetapi janganlah cemas, karena Allah pasti menerangkan cahaya-Nya and mematikan usaha-usaha mereka. Allah berfirman :”

“ Mereka ingin memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapana) mereka, dan Allah tetap menyempurnakan cahaya –Nya meskipun orang –orang kafir benci ( Ash_shat :8)

 Usaha – usaha mereka seperti itu sudah tidak aneh lagi, tetapi yang aneh mengapa kaum muslimin malah kagum dan mendukung usaha mereka? Terakhir saya nasehatkan kepada kaum muslimin, agar hati-hati dan waspada dari makar musuh – musuh Islam, baik berupa gambar-gambar, tv dan lain-lainnya ( lihat Majalah Al-Bihuts Al-Islamiyyah Edisi 6 hal 291-293).

 Wanita Membutuhkan Bimbingan

 Jika kita cermati dalil dalil Al-Qur’an dan As-Sunnah serta kenyataan yang ada, niscaya kita akan yakin bahwa kaum wanita sangat membuthkan bimbingan, arahan dan nasehat. Seperti firman Allah :

“ Dan wanita-wanita yang kamu khawatirkan kenakalannya, maka nasehatilah mereka dan berpisahlah dari mereka dari tempat tidur dan pukullah mereka ( An-Nisa :34).

Dan hadits Nabi yang di riwayatkan Abu Hurairah bahwa beliau bersabda :

“ Aku wasiatkan kalian agar berbuat baik kepada kaum wanita karena wanita diciptakan dari tulang yang bengkok, dan yang paling bengkok adalah bagian atasnya, jika engkau meluruskannya dengan kasar, engkau akan mematahkannya. Tetapi jika engkau biarkan begitu saja maka akan tetap bengkok seperti semula. Aku wasiatkan agar kalian berbuat baik kepada kaum wanita (HR Bukhari no 186,muslim 1468).

Imam Nawani berkata :” Dalam hadits ini ada anjuran agar berlemah lembut terhadap kaum wanita, berbuat baik kepada mereka dengan penuh kesabaran atas kedangkalan akhlaq mereka dan kelemahan akal mereka “( Syarah Shahih Muslim no 10/46 oleh imam Nawawi Dar Al-Khair).

 Dan jika kita mau meneliti hikmah dibalik perintah Rasulullah untuk mengeluarkan para wanita disaat shalat ‘ied, sebagaimana hadits Ummu ‘Atiyah ra “(Lihat HR Bukhari no 971, 974, Muslim No 890), maka kita akan mengetahui bahwa salah satu hikmahnya adalah pentingnya bimbingan untuk kaum wanita. Syaikh Muhammad Hamid Al-Faiy mengomentari hadits tersebut :”  Hadits ini menunjukkan pentingnya memberi bimbingan dan mengajari kaum wanita tentang masalah-masalah yang mereka butuhkan dalam agama Islam. Hadits ini juga menunjukkan pentingnya kehadiran kaum wanita di majlis-majlis ilmu guna melembutkan akhlaq dan watak mereka” ( Ta’liq ‘Ala Bulughil Maram hal 107).

 Coba perhatikan pula hadits yang diriwayatkan dari Jabin bin Abdullah dalam kisah shalat ied, bahwa Nabi Saw menasehatkan wanita dan memberi peringatan kepada mereka seraya mengatakan :

“Bershadaqalah ! karena mayoritas kalian wahai kaum wanita menjadi bahan abkar neraka Jahannam. Lalu berdirilah seorang wanita di tengah-tengah mereka yang berpipi hitam bertanya : ”Mengapa Wahai Rasulllah? Beliau menjawab :” Karena kalian banyak mengeluh dan mengingkari kebaikan suami ( HR Muslim no 885).

 Lihatlah, betapa pentingnya bimbingan untuk mereka, karena Nabi menyebutkan bahwa kebanyakan mereka menjadi bahan bakar neraka Jahannam. Tidaklah kita berpikir dan mengambil pelajaran? Semoga.

 Sebagai penutup kami nukilkan perkataan Al-Allamah Muhammad Nashiruddin Al-Albani, beliau berkata :” Sebenarnya hati saya sangatlah prihatin dan sedih melihat wanita-wanita sekarang yang berbusana dan berdandan ala Barat. Akan tetapi –menurut saya – untuk mengobati hal itu bukanlah dengan mengharamkan yang di perbolehkan Allah kepada mereka, yaitu membuka wajah mereka serta mewajibkan kepada mereka sesuatu yang tidak di wajibkan Allah dan Rasul-Nya yaitu menutup wajah mereka. Tetapi yang terpenting adalah sebagaimana yang di sabdakan Rasulullah :”Mudahkanlah dan jangan mempersulit (HR Bukhari no 69 dan Muslim no 1732).

 Semua itu mengajak agar para da’I, para pembimbing dan guru untuk berlemah lembut kepada kaum wanita, bukan dengan kekerasan. Tetapi kewajiban mereka adalah melakukan dua perkara penting.

 Pertama : agar menerangkan kepada manusia hukum-hukum Allah berdasarkan dalil-dalil adri Al-Qur’an dan As-Sunnah, bukan berdasarkan taklid terhadap mazhab atau mengikuti adat istiadat. Mudah – mudahan dengan hal itu akan nampak bagi manusia mana yang benar dan mana yang salah, mana yang haq dan mana yang bathil.

“ Adapun buih itu akan hilang sebagai sesuatu yang tidak ada harganya, adapun yang memberi manfaat kepada manusia maka akan tetap di bumi ( Ar-Ra’d 17).

 Apabila mereka melakukan hal ini, niscaya para wanita akan menerimanya, sudahkah mereka melaksanakan?

 Kedua : agar merka memperhatikan pendidikan para pemudi-pemudi muslimah dengan pendidikan islam yang shahhih, khususnya di sekolah-sekolah, masjid-masjid dan universitas-universitas, yaitu dengan mengajarkan ilmu yang bermanfaat kepada mereka serta menjauhkan mereka dari majalah-majalah yang merusak akhlaq mereka. Mudah mudahan dengan cara ini atau itu akan menghasilkan generasi wanita mu;minah, yang apabila mendengarkan, seperti firman Allah :

“ Wahai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin,hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka ( Al-Ahzab:49).

 Mereka akan segera melaksanakannya, sebagaimana wanita kaum Anshar. Dan ketika wnita muslimah menjalankan perintah Allah, maka pada hari itulah kejayaan Islam bangkit dan tegak daulah di tengah-tengah mereka, karena Allah akan menolong mereka dari musuh-musuh-Nya.

“ Pada Hari itu, bergembiralah orang-orang yang beriman ( Ar-Ruum :4)

 tentu lelaki lebi dahulu sebelum wanita,mudah-mudahan hal itu dapat terwujudkan. Allah berfirman :

“ Hai orang-orang beriman,penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul, apabila Rasul menyerukanmu kepada suatau yang memberi kehidupan kepada kamu dan ketahuilah bahwa sesunggunya Allah membatasi antara manusia dan hatinya, dan sesungguhnya kepada-Nyalah kamu akan di kumpulkan (Al-Anfaal :24).

Wallahu’a’lam
—————————-

〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰

REKAP TANYA-JAWAB
—————————————

1. Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh Ustadzah, mau nanya
Kita kan pasti juga punya temen yang agamanya nonis, nah kita sebagai umat islam, kalo penasaran apa yang dipelajari dalam agamanya, terus nanya2 ato malah nonton tayangan2 di tv krna saking penasarannya. Jadi agak sedikit tau tentang cara ibadah mereka. Nah itu boleh nggak ustadzah?

Jawab : Waalaikumussalam warahmatullah wabarakatuh, bisa kita pelajari dg pakarnya. Biasanya kajian tsb dinamakan kajian kristologi (atau yang agama lainnya). Sudah banyak asatidz yang pakar juga perbandingan agama. Tidak bertanya langsung atau cari di Sumber yg kurang jelas, utk menjauhkan diri kita dari kekeliruan pemahaman/ malah menjadi bahan “dakwah” mereka. Kita perlu perkuat diri dan belajar pada asatidz yang pakar di bidang INI
Wallahu’alam

—————————————

2. Assalamu’alaikum ustadzah, sebelumnya ahlan wa sahlan di grup rumah Aisyah , ana mau tanya, jika kita dihadapkan oleh suatu perkara yang lagi booming2nya di berita tentang “pemberian asi oleh seorang ibu pengguna narkoba” yang sudah kita ketahui bersama ibu tersebut menggunakan hijab syar’i dan kita di adu domba-kan oleh pers seolah2 pesannya bahwa yang berhijab syar’i belum tentu hati, akhlak, dan perilakunya syar’i, bagaimana kita menyikapi hal tersebut jika sewaktu2 ada yang menambah2kan adu dombanya, wassalamu’alaikum

Jawab : Wa alaikumussalam warahmatullah wabarakatuh
Saat ini memang sedang gencar gencarnya “pembunuhan” karakter bagi umat Islam. Bahkan ulama pun mereka hina …
Kesesatan berpikir seperti ITU, perlu kita filter. Sebagai agent of change perlu kita dakwahkan kekeliruan yg terjadi di masyarakat.
Banyak yang tidak suka dengan Islam apabaola berkembang dan hebat maka segala cara dilakukan termasuk fitnah2. Kita selalu mhn perlindungan Allah dan tetap berjamaah
Wallahu’alam

—————————————

3. Assalamualaikum ustadzah, mau nanya.. karna pentingnya ilmu utk wanita,
ada wanita yg harus bersekolah keluar daerah. bgmana hukumnya.

dan bagaimana hukum wanita blm menikah yg harus bekerja ke luar daerah,  jauh dari pengawasan orangtua. jika wanita ini melakukan dosa (tdk memakai jilbab misalnya) apakah dosanya tetap akan ditanggung ayahnya ? Meskipun ayahnya tdk mengetahui ?

Jawab : Wa alaikumussalam warahmatullah wabarakatuh,

Jika ada mahram nya atau ada keluarga dan orang2 yang bisa dipwrcaya utk dititipi (bergabung bersama) dan maqashid syariahnya terjaga silahkan. Namun sekiranya banyak hal2 yang meragukan dan tidak jelas juga menhkhawatorkan, sebaiknya yang dekat saja( yang ada mahram/ keluarga)

Sama seperti Yang menuntut ilmu bagi yg bekerja pun demikian, harus seiizin ayah, ada mahram nya / keluarga dan lingkungannya terjaga maqashid syariahnya. Zaman sekarang berat, maka pilihlah lingkungan yang membawa kpd Ridho Allah dunia akhirat.

Sebagai kepala kelg , seorang ayah akan dimintai tanggung jwb thd kelg nya termasuk anaknya. Misalnya ada hal2 buruk yg dilakukan anak ( tidak sholat, tidak hijab DLL) maka orang tua (ayah) akan ditanya hal tsb pada yaumul akhir. Tetapi jika sudah diupayakan menyuruh dan mendakwahkan anaknya tsb namun anaknya yang keras kepala, maka sang ayah sudah terlepas Dari kesalahan anak tsb.

—————————————

4. Assalamualaikum. Ust mau tanya bagaimana menyikapi perbedaan pendapat dg ortu? Ana pgn pke cadar tp bunda melarang karna dikira ikut aliran sesat… tp saya msh pnya cita cita klo udh dewasa mau pke. Apa trmsuk durhaka?

Jawab : Wa alaikumussalam warahmatullah wabarakatuh

Mungkin komunikasinya yg belum pas kpd orang tua. Maka kita perlu dkawahkan pelan pelan, ajak beliau ke kajian yg kita ikuti. Kalau perlu ajak juga misal saat konsultasi dg asatidzah nya. Yang tak kalah penting adalah, sambil dakwah kan sambil kita be better than yesterday. Baik di kelg maupun masy maupun tempat kuliah/ kerja

Tetap sabar dan doa selalu
Wallahu’alam

—————————————

5. Assalamualaikum ustadzah bagaimana saya menyikapi ibu saya yang lumayan keras agar saya diperbolehkan berhijab saat keluar rumah ? Karena saya sering dicemooh , jadi saya masih buka tutup

Jawab : Dakwah kan pelan2, sabar, ajak kajian bareng. Agar ibunda paham juga ttg kewajiban berhijab

〰〰〰〰〰〰〰〰〰
Clossing Statement :

Jadilah wanita Muslimah yang di cemburui bidadari surga, madrasah bagi generasi sholih sholihah utk kejayaan Islam…

Wallahu’alam

———————-oOo———————-
PENUTUP

Marilah kita tutup majelis ilmu kita hari ini dgn membaca istighfar, hamdallah serta do’a kafaratul majelis
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِين

dan istighfar

أَسْتَغفِرُ اَللّهَ الْعَظيِمْ

: Doa penutup majelis :
 
سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ ٭
Artinya:
“Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.”

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

~~~~~~~~~~~~~~
®Rumah Dakwah Indonesia

———————-oOo———————-

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *