Kasih Sayang Menurut Islam

Review anda

Notulensi Kajian Akhwat Rumah Dakwah Indonesia
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Hari : Sabtu, 21 Januari 2017
Grup : Ruqayyah
Muwajjih : Ustadz Agus Heru Pitoyo
Tema : Kasih Sayang Menurut Islam
Moderator : Wulan

MUQADIMAH
————————
بسم الله الر حمن الر حيم

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ 
وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا و مِنْ َسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا
مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang masih memberikan kita nikmat iman, islam dan Al Qur’an semoga kita selalu istiqomah sebagai shohibul qur’an dan ahlul Qur’an dan dikumpulkan sebagai keluarga Al Qur’an di JannahNya..

Shalawat beriring salam selalu kita hadiahkan kepada uswah hasanah kita, pejuang peradaban Islam, Al Qur’an berjalan, kekasih Allah SWT yakninya nabi besar Muhammad SAW, pada keluarga dan para sahabat nya semoga kita mendapatkan syafaat beliau di hari akhir nanti. InsyaaLlah..
Aamiin

========================

Materi :
————-

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ ،َأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.، أَمَّا بَعْدُ؛

Rabbish rahli sadri. Wayassirli amri. Wahlul uqdatam millisani. Yafqahu qauli.

Puji dan syukur marilah senantiasa kita panjatkan kehadhirat Allahu Rabbi, atas limpahan nikmat dan karunia-Nya. Alhamdulillah pada kesempatan malam ini kita bisa berkumpul digroup ini dalam upaya mengupgrade kualitas iman kita, kualitas diri, dan kualitas keilmuan kita, mudah-mudahan dengan upaya yang kita kerjakan pada malam hari ini, Allah akan mengangkat dan meninggikan derajat kita dan menggolongkan kita semua ke golongan orang-orang yang gemar menuntut ilmu, sehingga apapun yang terjadi pada diri kita pada malam hari ini Insya Allah akan bernilai kebaikan, diberikan keberkahan, dan diberikan balasan dengan sebaik-baik balasan dari Allah SWT. Mudah-mudahan, setiap gerakan jari tangan kita dalam mengetik  huruf, merangkai kata, dan membuat setiap kalimat dalam kajian kita malam ini membuahkan pahala bagi semuanya, bisa menjadi bagian dari penghapus dosa, dan pengangkat derajat kita semua di hadapan Allah SWT.

Sholawat serta salam senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi besar Muhammad SAW, Sosok manusia mulia yang pernah dihadirkan Allah SWT di muka bumi ini, Pemimpin Umat dan Kepala Pemerintah terbaik yang pernah ada, Kepala keluarga terhebat yang menjadi contoh untuk semua, dan sosok manusia yang dipenuhi dengan rasa cinta, kasih, dan sayang kepada semua makhluk yang diciptakan oleh Allah yang hidup berdampingan dengannya. Kita bermohon kepada Allah, Semoga Allah menggolongkan kita kepada umat Muhammad dan Nabipun mau mengakui kita sebagai bagian dari umatnya sehingga nantinya kita berharap mendapat syafaat beliau ketika di yaumul qiyamah. Aamiin, Allahuma aamiin.

Di awal kajian kita malam hari ini, mari kita sama-sama untuk menata hati, meluruskan niat, menguatkan tekad, untuk senantiasa menjadikan dakwah sebagai bagian dari kehidupan kita, dan semoga Allah meridhoi, memudahkan langkah kita semua dalam mengarungi sisa usia yang ada.

Mari kita sama-sama hadirkan Allah dalam hati dan pikiran kita, dengan pengharapan Allah akan memberikan kebermanfaatan ilmu untuk kita dan Allah juga menguatkan keimanan dan keIslaman kita, dan senantiasa Allah berikan keistiqomahan bagi kita, untuk bisa terus berjuang dan memperjuangkan Islam hingga akhir kehidupan kita nanti.

Kalo ana boleh bertanya, adakah diantara antunna sekalian, yang merasa hingga hari ini Allah tidak cinta dan tidak melimpahkan kasih sayangnya kepada kita semua?

Alhamdulillah, banyak yang sudah menyadari bahwa nikmat Allah begitu banyak terhadap diri kita ini, lalu sudahkah kita bersyukur atas itu semua ?

Syukur, kata yang sangat sederhana tapi penuh makna
“Lainsyakartum laaziidannakum walainkarfartum inna ‘adzaabii lasyadid”

Jika kalian bersyukur atas nikmat-Ku, PASTI Aku (Allah) akan tambahkan ni’mat-Ku itu padamu, tetapi jika kalian kufur akan nikmat-Ku, ketahuilah sesungguhnya adzab-Ku amatlah pedih”. (QS 14:7)

Akhwatifillah yang dimuliakan Allah ……

Ibnu Qayyim al-Jauziyah mengatakan “Mencintai apa yang dicintai oleh kekasih adalah kesempurnaan cinta kepada sang kekasih”. Mari kita lihat dan dalami makna kalimat diatas

“Mencintai apa yang dicintai oleh kekasih adalah kesempurnaan cinta kepada sang kekasih” Allah begitu mencintai Rasulullah, cintanya Allah kepada Rasulullah adalah menandakan kecintaan sempurna Allah kepada Rasulullah

Apa yang membuktikan kecintaan yang sempurna ?

Bukti kecintaan sempurna Allah pada Rasul adalah diberikan dan dikabulkanya seluruh permohonan yang dimohonkan Rosul oleh-Nya. Tidak ada satupun permohonan yang tertolak, tetapi ada satu doa yang tidak dikabulkan oleh Allah yakni doa untuk pamannya yang meninggal dunia tetapi belum sempet masuk Islam. Rasul memohonkan ampunkan atas dosa2 pamannya, tetapi Allah menjawab, “sesungguhnya wahai (Muhammad), Aku lebih tahu apa yang aku perbuat”. Ini menandakan bahwa Allah adalah Rabb, dan Muhammad adalah makhluk.

Cinta Allah kepada Rasul, dibalas juga dengan cinta Rasul kepada Allah SWT. Cinta Rasul kepada Allah melebihi atas cintanya kepada apapun yang dimilikinya. Harta, tahta, keluarga, kata, dan cinta, semuanya beliau berikan kepada Allah SWT, secara TOTALITAS, tanpa syarat …

Bandingkan dengan keadaan dunia saat ini. Cinta diberikan dengan banyak syarat, semua yang terbaik dari diri Rasul diberikannya kepada Allah SWT. Rasul membuktikan bahwa cintanya kepada Allah adalah cinta yang sempurna, cinta yang mengalahkan kecintaan kepada yang lainnya. Maka wajar Ibnu Qayyim al-Jauziyah mengatakan “Mencintai apa yang dicintai oleh kekasih adalah kesempurnaan cinta kepada sang kekasih”

Akwatifillah yang dimuliakan Allah …..

Dunia, saat ini telah terbelenggu oleh bungkus materialisme, gaya hidup hedonisme sudah merambah hampir seluruh lapisan masyarakat, dan menggoncangkan hampir seluruh sendi kehidupan. Kita menghadapi pertarungan pemikiran yang luar biasa, perang pemikiran yang dipenuhi dengan fitnah, kesewenang-wenangan, kebencian, dan nafsu untuk saling membunuh. Tidak ada dan tidak menggambarkan makna cinta yang sesungguhnya

Fenomena ini, seharusnya kembali mengingatkan kita pada makna cinta yang ada dalam Islam. Kita sangat membutuhkan makna cinta sesungguhnya. Makna cinta yang dapat mengantarkan kepada diri kita  pada keadilan, kedamaian, keamanan, keimanan, dan kasih sayang yang suci. Bukan pada pemahaman cinta modern, yang menyatakan bahwa cinta adalah kebebasan. Kebebasan cinta modern telah menjerumuskan banyak orang dalam kehidupan yang penuh kegoncangan, individualistik, ketidaktenangan, dan belenggu nafsu.

Islam telah memberikan gambaran nyata tentang makna cinta. Makna cinta dalam Islam sesungguhnya adalah bagaimana cinta itu dilandaskan pada prinsip “KETUNDUKAN dan KETAATAN”

Tunduk dan taat kepada siapa?

Tentunya tunduk dan taat hanya kepada Allah dan Rasulnya, sebagaimana telah difirmankan Allah dalam Al-Qur’an (QS. Ali Imran: 31).

“Katakanlah, Jika kamu benar-benar mencintai Allah, ikutilah aku (Rasulullah), niscaya Allah akan mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu”.

Salah satu cinta yang diajarkan Rasulullah SAW. adalah bagaimana cara kita mencintai dan mengasihi sesama. Dalam konteks kehidupan dunia, kecintaan ini, adalah kecintaan menyeluruh, kecintaan yang tidak memandang latar belakang apapun, kecintaan yang tak pernah membedakan antara Muslim dan non-Muslim. Bahkan, karena pondasi cinta dalam Islam adalah tunduk dan taat pada aturan atau dalam hal ini adalah Al-Qur’an dan Sunnah, maka tidak dibenarkan karena faktor kecintaan pada kaum atau golongan membuat kita tidak berbuat adil kepada suatu kaum. Silahkan nanti dilihat di surat Al Maidah: 8

Akwatifillah yang dimuliakan Allah …..

Ajaran Islam tentang cinta harus ditumbuh kembangkan bukan sebatas sesama Muslim. Tetapi menyeluruh kepada sesama manusia dan juga semua makhluk. Sabda Rasulullah SAW, “Hakikat seorang muslim adalah mencintai Allah dan Rasul-nya, kepada sesamanya serta tetangganya, kecintaan tersebut haruslah melebihi atau sebagaimana ia cinta kepada dirinya sendiri” (HR. Imam Bukhari)

Islam adalah agama terakhir yang diturunkan oleh Allah. “Pada hari ini telah Ku-sempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu ni’mat-Ku, dan telah Ku-ridhai “Islam” sebagai agama bagimu”

Begitu sempurnanya ajaran Islam hingga dia memiliki keuniversalan yang tak  mungkin lekang oleh waktu. Islam menjadi Agama yang membawa kasih sayang, karena secara nilai, islam telah mengakumulasi ajaran-ajaran sebelumnya hingga menjadi jalan terbaik bagi umat. Maka tidak dibenarkan bahwa agama tertentu mengklaim bahwa agama mereka adalah agama yang mengedepankan cinta dan kasih sayang. Islam adalah Cinta dan Kasih Sayang

Cinta dan kasih sayang tidak bisa dihadirkan tanpa melalui diberlakukannya aturan. Karena aturan merupakan kata kunci lahirnya kasih sayang. Analogi sederhananya Allah akan mengasihi dan menyayangi kita tatkala kita tunduk dan patuh pada aturan Allah yang diperuntukkan bagi kita.

Pimpinan kita akan mengasihi dan menyayangi kita ketika kita tunduk dan patuh pada aturan. Semua hal, cinta dan kasih sayang hadir karena tunduk dan taat pada aturan. Oleh karena itu, dalam ajaran Islam ada istilah trilogi ajaran Ilahi yakni iman, islam dan ikhsan. Ketiga-tiganya tidak dapat dipisah satu sama yang lain, bahkan ketiga-tiganya merupakan satu kesatuan yang utuh atau saling tumpang  tindih. Dalam satu di antara ketiganya ada dua istilah yang masuk, sehingga dalam Islam ada iman dan ihsan. Dalam iman ada islam dan ikhsan serta dalam ikhsan terdapat islam dan iman. Namun puncak dari ketiganya adalah ikhsan. Ikhsan inilah yang merupakan sifat yang terwujud dalam tindakan sehingga ikhsan yang berarti “berbuat kebaikan dan memperbaiki” akan selalu memberikan kedamaian serta kasih sayang kepada yang lain.

Puncak dari kasih sayang adalah cinta, dan inilah yang dibuktikan oleh Allah dan Rasulnya. Kasih sayang Allah pada rasulnya menumbuhkan cinta yang luar biasa dari Rasul kepada Allah Rabbnya. Membahas makna cinta dan kasih sayang dalam Islam tidak akan pernah ada habisnya karena agama ini terlalu sempurna untuk mengungkapkan itu semua

Kembali kepada pertanyaan ana yang tadi, sudahkah kita bisa merasakan kasih sayang Allah pada diri kita? Jika sudah? Sudahkah rasa kasih sayang Allah itu menjadikan kita mencintai Allah dan Rasulnya melebihi cinta kita kepada yang lainnya?

Jika kasih sayang Allah telah mampu membawa kita mencintai Allah dan Rasulnya melebihi cinta kita kepada segalanya, maka BERBAHAGIALAH karena itu tandanya Allah telah memberikan hidayah terbaiknya bagi kita. Jadi makna cinta dan kasih sayang sesungguhnya dalam Islam adalah bagaimana kita bisa mencintai Allah dan Rasulnya, melalui sebuah tindakan nyata tentang bagaimana kita bisa memberikan cinta dan kasih sayang terbaik kita kepada sesama manusia dan makhluk Allah lainnya. Semua itu, semata-mata hanya dan demi berharap akan keridhoan-Nya.

Mohon maaf materinya agak panjang, semua itu ana sampaikan karena cinta dan sayangnya ana untuk Islam yang sempurna. Terima Kasih, Wassalamualaikum wr.wb.
〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰

REKAP TANYA-JAWAB
—————————————

1. Merasa sih tidak ustad, cuma saya mau bertanya kan skrg wara wiri indonesia sdg terguncang , apakah ada atau tidaknya azab ALLAH untuk memusnahkan musuh musuh islam ?

Jawab :

Apa yang terjadi pada Indonesia, hanya dapat terjadi karena takdir Allah. Semua sudah sunatullah. Kita semua orang yang beriman pasti akan geram dengan kondisi negeri ini. Kenapa Allah tidak menjatuhkan adzab langsung kepada musuh2 Islam. Ini semata-mata hanyalah cara Allah untuk menunjukkan pada kita umat Islam tentang makna “berfikir”, semua ini adalah tanda2 bagi mereka2 yang mau berfikir. Kejadian yang terjadi di Indonesia telah membuka mata kita semua bahwa mana orang-orang Islam yang Kaffah dan mana golongan2 yang munafik. Tanpa kejadian ini mungkin kita tidak akan pernah tahu siapa musuh2 Islam sebenarnya. dan dengan jalan ini Allah telah menunjukkan sesunguhnya siapa musuh2 umat Islam. Mensikapi kejadian ini yang terbaik adalah dengan bersabar dan menunggu perintah Ulama. Insya Allah inilah jalan terbaik untuk saat ini. Sabar dan menunggu perintah ulama. waallahu alam.

2. nak tye uatadz kenapa kadang Allah menguji kita trs menerus saat kita memutuskam utk.bhijrah apa kah itu bentuk cinta Allah pada kita???

Jawab :

Kenapa kita merasa berat dalam menghadapi ujian? Ketika kita mau naik kelas selalu ada ujian, ketika mau lulus sekolah ada ujian, ketika mau kuliah ada ujian, mau bekerja ada tes dan ujian. Artinya apa ? Ketika kita sedang menerima ujian, maka disaat yang sama sebenarnya Allah telah menyiapkan kenaikan derajat pada diri kita. Allah telah menyiapkan diri kita menjadi lebih baik dari sebelumnya, dan tentunya Allah telah mengangkat derajat kita lebih tinggi dari sebelumnya. Allah hanya memilih orang2 terpilih yang bisa mengikuti ujiannya, karena disana tidak semua orang terpilih, dan tentunya hanya sedikit orang2 yang dipilih oleh Allah untuk bisa mengikuti ujiannya. So, jangan takut dengan ujian karena sesungguhnya ujian itu adalah penanda bahwa antum telah siap untuk menapak lebih baik dari sebelumnya. Jangan lupa sabar, tawakal, dan berdoa.

3. Bagaimana cara qt menanamkan kasih sayang kpd saudara yg masih jauh dari yakin kpd Allah untuk memahamkan kasih sayang kita kpdnya hanya karena Allah?

Jawab :

Ingat dengan cerita rasulullah yang setiap hari menyuapi orang Yahudi buta di pasar. Rasul Sabar dan terus melakukkannya setiap hari hingga akhir wafatnya beliau. Apa yang terjadi, hidayah datang setelah wafatnya rasul. jadi kalo ada saudara kita yang masih dari keyakinan kepada Allah, terus ingatkan dengan kesabaran, jangan pernah bosan. mungkin tidak dalam bulan ini atau tahun ini, tapi kita tidak tahu beberapa tahun kedepan seperti apa. Pegang prinsip bahwa tugas kita adalah menyampaikan, masalah hidayah semua adalah hak prerogatif Allah SWT. Waallahu alam.

4. Ustadz izin tanya…kita merasakan banyak sekali cinta yg diberikan Allah.. kadang kita secara sadar menyadari..tpi terkadang kita jga sering khilaf..
Masih melakukan dosa..kurang bersyukur.. bagaimna ustadz? Sudah bertaubat tpi seakan masih terus ditarik dalam kesalahan yg sama berulang”

Jawab :

Namanya manusia adalah tempatnya salah dan lupa. Kita ini bukan malaikat yang tidak akan pernah salah. Tetapi kita lebih istimewa dari malaikat, buktinya apa. Berkali-kali salah, berkali-kali khilaf, berkali-kali maksiat, selama nafas belum sampai ke kerongkongan maka pintu taubat selalu terbuka bagi kita. JIka engkau mendatangi Allah dengan membawa dosa seberat gunung maka sesungguhnya ampunan Allah melebihi itu semua. Untuk mengatasi agar kita tidak kembali tertarik pada dosa atau kemaksiatan yang sama maka yang pertama dilakukan adalah dengan Doa, kemudian dengan usaha termasuk pertaubatan, dan yang ketiga adalah dengan memilih lingkungan pergaulan. Faktor lingungan pergaulan biasanya menyumbang faktor terbesar kembalinya kita kepada dosa yang sama.

5. Ustadz bagaimana cara menanamkan kasih sayang kepada Allah dan Rasul kepada anak batita ?

Jawab :

Anak2 usia batita paling seneng dengan dongeng atau cerita. Ajak mereka bermain sambil mengenalkan Allah dan Rasulnya. Bacakan dongeng dan cerita sesering mungkin yang terkait dengan Allah dan Rasulnya. Karena otak Batita adalah otak yang sedang berkembang, inputan yang baik akan menghasilkan outputan yang baik pula. Dan sekarang ini sangat banyak mainan2 edukasi untuk anak usia batita yang memberikan nilai positif untuk perkembangan tubuh dan jiwanya. Antum bisa bergabung pada komunitas2 parenthing Islami yang disana banyak membahas ilmu2 dan dunia anak islami. Kalo belum ada, nanti bisa ana sampaikan ke adminnya group smart parenting muslim.

6. Assalamu’alaikum warahmatullah. Sy mau brtanya Ustdz, bagaimana caranya agar kita selalu kuat dlm mjlnkn dakwah, kita menghadapi berbagai macam karakter, ada yg terima ada yg tdk. Syukron Katsiran.

Jawab :

Dakwah dibebankan pada mereka yang punya pundak kuat untuk menjalankannya. Berbahagialah antum terpilih menjadi bagian didalamnya. Dalam dakwah tugas utama kita adalah menyampaikan. Akan selalu ada yang menerima dan yang menolak. Hal ini wajar, karena ada golongan setan yang tidak senang dengan keberadaan kita. Kita dakwah, Iblispun dakwah juga, bedanya kita mengajak kepada kebaikan sedangkan Iblis menjerumuskan kepada kesesatan. RAsululullah pun dalam dakwahnya juga tidak diterima semua pihak. Kalo rasulpun mengalami penolakan apalagi dengan kita yang jauh dari rasul. Yang terpenting sampaikan, sampiakan, dan sampaikan, Tidak perlu risau, karena apapun yang kita lakukan akan ada selalu ada 2 sudut pandang yang berbeda. Sudut pandang malaikat untuk kebaikan dan sudut pandang iblis untuk kesesatan. Tetap semangat, karena dakwah ini adalah tugas kita bersama ..
〰〰〰〰〰〰〰〰〰

Clossing Statement :

Akhwatifillah dimanapun antuna berada. Islam adalah agama cinta, agama kasih sayang. Seradikal-radikalnya Islam semua itu dilakukan demi mengharapkan cinta dan kasih sayang Allah SWT. Jangan mengkhawatirkan kondisi saat ini, yakinlah bahwa semua akan terselesaikan dengan cinta dan kasih sayangnya Allah untuk kita semua.

Tetaplah dalam Jamaah, karena sesungguhnya berada dalam jamaah adalah jalan terbaik saat ini. Jangan takut dibenci oleh manusia karena kita berada dibarisan pejuang agama. Insya Allah, tanda-tanda kemenangan itu semakin nyata. Allah Arrahman Arrahim, Dia tidak akan tinggal diam melihat agamanya dihancurkan oleh golongan Iblis dan setan. Tetap Sabar, Tawakal, dan Berdoa. Selalu tunggu perintah ulama.

———————-oOo———————-
PENUTUP

Marilah kita tutup majelis ilmu kita hari ini dgn membaca istighfar, hamdallah serta do’a kafaratul majelis

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِين
dan istighfar
أَسْتَغفِرُ اَللّهَ الْعَظيِمْ
Doa penutup majelis :

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ
Artinya:
“Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.”

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

~~~~~~~~~~~~~~
®Rumah Dakwah Indonesia

———————-oOo———————-

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *