Makna Kasih Sayang Menurut Islam

Review anda

Notulensi Kajian Bulanan Rumah Dakwah Indonesia
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Hari : Ahad, 22 Jan 2017
Grup : Zainab
Muwajjih : *Ustadz Satria Hadi Lubis*
Tema : *Makna Kasih Sayang Menurut Islam*
Admin : 11-15
Moderator : Nurul
Notulen   : Suci

〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰

MUQADIMAH
————————

بسم الله الر حمن الر حيم

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ 
وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا و مِنْ َسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا
مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang masih memberikan kita nikmat iman, islam dan Al Qur’an semoga kita selalu istiqomah sebagai shohibul qur’an dan ahlul Qur’an dan dikumpulkan sebagai keluarga Al Qur’an di JannahNya..

Shalawat beriring salam selalu kita hadiahkan kepada uswah hasanah kita, pejuang peradaban Islam, Al Qur’an berjalan, kekasih Allah SWT yakninya nabi besar Muhammad SAW, pada keluarga dan para sahabat nya semoga kita mendapatkan syafaat beliau di hari akhir nanti. InsyaaLlah..
Aamiin

===================

Materi :
————
ISLAM MENGAJARKAN BENCI DAN CINTA

Islam adalah agama yg mengajarkan cinta , tapi juga Islam mengajarkan kebencian.

Coba perhatikan hadits berikut :
Imam al-Bukhari dan Muslim meri-wayatkan bahwa Nabi saw bersabda,

ثَلَاثٌ مَنْ كُنَّ فيه وَجَدَ حَلَاوَة الْإِيمَانِ مَنْ كَانَ الله ورسوله أَحَبَّ إليه مِمَّا سِوَاهُمَا ، وَمَنْ كَانَ يُحِبُّ الْمَرْءَ لَا يُحِبُّه إِلَّا لله ، وَمَنْ كَانَ يَكْرَه أَنْ يَرْجِعَ في الْكُفْرِ بَعْدَ أَنْ أَنْقَذَه الله منه ، كَمَا يَكْرَه أَنْ يُلْقَى في النَّارِ

“Ada tiga perkara, barangsiapa ketiganya ada pada dirinya ia pasti mendapati manisnya iman: barangsiapa Allah dan Rasul-Nya lebih dicintainya daripada selain keduanya; barangsiapa mencintai seseorang, ia mencintainya hanya karena Allah; barangsiapa benci kembali kepada kekafiran setelah Allah mengentasnya darinya sebagaimana ia benci dilemparkan ke dalam api (neraka).”

Cinta sempurna yang sejati menuntut penyesuaian diri dengan yang dicintai dalam segala yang yang dicintai dan dibencinya, dalam siapa yang diloyali dan dimusuhi. Sudah maklum bahwa barangsiapa yang mencintai Allah ia harus membenci musuh-musuh-Nya dan mencintai apa yang dicintai-Nya.

Namun kebencian tsb tidak boleh mengalahkan sikap adil, karena adil lebih dekat kepada taqwa.
“Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan”. (QS: Al-Maidah Ayat: 8).

Terkait dengan kewajiban mencintai dan membenci ini, manusia diklasifikasi menjadi tiga:

1. Mereka yang wajib dicintai total. Mereka adalah para rasul dan orang-orang yang beriman dengan iman yang murni. Termasuk juga as-Salafush Shalih dan ahlussunnah wal jamaah karena kemurnian akidah mereka dan kebenaran yang mereka pegangi. Juga karena mereka taat kepada Allah dan Rasul-Nya.

2. Mereka yang wajib dibenci total. Mereka adalah musuh-musuh Allah.

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil musuh-Ku dan musuhmu menjadi teman-teman setia yang kamu sampaikan kepada mereka (berita-berita Muhammad), karena rasa kasih sayang.”(Al-Mumtahanah: 1)

“Kamu tak akan mendapati kaum yang beriman pada Allah dan hari akhirat, saling berkasih-sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya.” (al-Mujadalah: 22)

3. Mereka yang di satu sisi wajib dicintai namun di sisi yang lain harus dibenci. Mereka adalah orang-orang beriman yang bermaksiat kepada Allah. Cinta dan benci ditujukan kepada mereka secara proporsional sebatas kebaikan dan kejahatan yang ada dalam diri mereka.

“Apabila ada dua golongan dari mereka yang beriman itu berperang hendaklah kamu damaikan antara keduanya! Tapi kalau yang satu melanggar perjanjian terhadap yang lain, hendaklah yang melanggar perjanjian itu kamu perangi sampai mereka kembali pada perintah Allah.” (Al-Hujurat: 9)

Jadi, Islam mengajarkan damai dan cinta. Islam juga mengajarkan perang dan benci. Islam mengajarkan kelembutan dan kekerasan. Seorang muslim harus mengambil keduanya. Tidak boleh mengambil yang lembut, tapi menolak yg keras. Atau sebaliknya. Itulah sebabnya ada surga dan neraka. Surga bukti cinta kasih Allah. Neraka bukti kekerasan dan kebencian Allah terhadap mereka yang melanggar aturan-Nya.

Ada banyak sekali ayat dan hadits yang secara jelas memerintahkan kita—sebagai seorang hamba Allah—untuk perang dan benci. Seorang hamba Allah sejati akan berusaha memenuhi dan mengejawantahkan perintah-Nya dengan sebaik-baiknya. Tidak berlebih-lebihan, tetapi juga tidak menyepelekan atau bahkan menentangnya. Ada ayat-ayat cinta, ada ayat-ayat benci. Semua datang dari Allah. Allah lebih tahu mengapa kita harus mencintai sesuatu dan membenci sesuatu. Jadi jangan hilangkan rasa cinta dan benci itu jika hal tsb proporsional dan sesuai dgn aturan Allah.

“Cintailah kekasihmu dengan sederhana, boleh jadi engkau akan membencinya pada suatu ketika. Dan bencilah orang yang engkau benci dengan sederhana, boleh jadi engkau akan mengasihinya pada suatu ketika.” (HR At-Turmuzi).

By. Satria hadi lubis

〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰

REKAP TANYA-JAWAB
—————————————
1. Assalamualaikum pak ustad..
begini…
pernah ada ustadzah yg berkata…sebaik2nya orang kafir, kamu hrus suudzon sama dia..tapi senyebelin2nya saudara seiman, utamakan khusnudzon…

jujur ya pak, itu agak susah, kalo diliat kenyataan kadang yg seiman kok malah nusuk kita gtu…

mohon tipsnya pak
jazakillah

Jawaban

Yang disampaikan ustadz tsb lbh tepat mungkin kita perlu lbh waspada kpd orang kafir. Sebab mereka tdk akan ridho sampai kita mengikuti millah mereka (Qs. 2 : 120). Lalu dgn sesama muslim memang kita hrs lbh banyak husnuzhon. Mencari seribu satu alasan untuk selalu husnuzhon. Sebab kalau su’zhon maka kita akan terpancing untuk mengguncing saudara muslim kita. Dan kalau suka mengguncing maka akan terjadi kebencian dan perpecahan sesama muslim. Hal ini sangat berbahaya. Oleh karena itu kita perlu mengutamakan husnuzhon jika dgn sesama muslim agar tdk terpancing menggunjingnya.
〰〰〰〰〰〰〰

2. Bagaimana caranya agar hati kta mampu memaafkan org lain tanpa ada rasa benci dan dendam sedikitpun ustad, Terkadang krna hati terluka, bibir lebih mudah memaafkan dibanding degan hati.

Jawaban

Ini pertanyaan yg sulit. Sebab susah menghilangkan kebencian 100 persen. Ibarat kayu yg sdh ada bekas pakunya, maka kayu itu susah terlihat mulus lagi. Mungkin yg perlu dilakukan adalah terus menerus melihat sisi baiknya. Apalagi kalau dia juga menunjukkan perilaku yg terus menerus baik dgn kita, maka itu lbh mudah menghilangkan kebencian. Kemudian banyak doa agar Allah menghilangkan kebencian kita thd orang tsb. Salah satu doanya adalah “Ya muqolliba qulub tsabbit qolbii ‘ala dinika” (wahai Allah yg membolak balikkan hati, teguhkan hatiku di atas din-Mu). Semoga bersamaan dgn waktu maka hati kita perlahan hilang bencinya.

〰〰〰〰〰〰〰

3. Assalamualaikum ustadz..
Bagaimana menyikapinya  seorg pemimpin yg selalu memaksakan kehendaknya sendiri dan bagaimana cara untuk mengingatkannya… krn sepertinya beliau tdk pernah merasakan keegoisannya kadang kami jd spt kesel dibelakang beliau.
Jazakumullah khoir
ustadz…

Jawaban

Cara menghadapi pemimpin yg mau menang sendiri adalah memberitahu kekurangan dia tsb melalui orang yg diseganinya. Bisa atasannya atau teman yg selevel dgn dia di kantor. Atau kasih masukan  kpd atasan melalui bahasa sindiran. Misalnya dgn bertanya kpd dia seolah-olah kita ingin berkonsultasi. “Bagaimana ya pak cara menghadapi orang yg memaksakan kehendak di organisasi sosial saya?” . Nanti dia akan menasehati dirinya sendiri. Wallahu’alam.

〰〰〰〰〰〰〰
*Clossing Statement :*


—————oOo————-
PENUTUP

Marilah kita tutup majelis ilmu kita hari ini dgn membaca istighfar, hamdallah serta do’a kafaratul majelis
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِين

dan istighfar

أَسْتَغفِرُ اَللّهَ الْعَظيِمْ

: Doa penutup majelis :
 
سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ ٭
Artinya:
“Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.”

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

~~~~~~~~~~~~~~
®Rumah Dakwah Indonesia

———————-oOo———————-

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *