Pembagian hati -2-

Review anda

Notulensi Kajian Rumah Dakwah Indonesia
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Hari, tanggal : Jum’at, 20 Januari 2017
Grup : Fatimah (16-20 Akhwat)
Tema : Pembagian hati, menjadi hati yang sehat, sakit dan mati
Muwajjih : Ustadzah Rochma Yulika
Admin : G-16 s.d G-20
Moderator : Lia
Notulen   : Lia


〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰

MUQADIMAH
————————

بسم الله الر حمن الر حيم

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ 
وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا و مِنْ َسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا
مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang masih memberikan kita nikmat iman, islam dan Al Qur’an semoga kita selalu istiqomah sebagai shohibul qur’an dan ahlul Qur’an dan dikumpulkan sebagai keluarga Al Qur’an di JannahNya..

Shalawat beriring salam selalu kita hadiahkan kepada uswah hasanah kita, pejuang peradaban Islam, Al Qur’an berjalan, kekasih Allah SWT yakninya nabi besar Muhammad SAW, pada keluarga dan para sahabat nya semoga kita mendapatkan syafaat beliau di hari akhir nanti. InsyaaLlah..
Aamiin

========================

Materi :
Dalam Pandangan Ibnu Taimiyah “Dalam hati mereka ada penyakit,lain ditambah Allah penyakitnya dan bagi mereka siksa yang pedih,disebabkan mereka berdusta”. (QS al-Baqarah: 10)

Ibnu Qayyim al-Jauziyah membagi hati manusia menjadi tiga kategori,yakni hati yang sehat,hati yang sakit dan hati yang mati.

>Hati yang sehat (qalbun saliim)
Merupakan kategori tertinggi,yang dimiliki oleh orang-orang yang mampu menjadikan Allah sebagai raja di dalam hatinya.
Sikap tunduk dan pasrah terhadap segenap perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya membuat hati mereka menjadi bening,jernih, terbebas dari belenggu syaitan dan hawa nafsu. Kedamaian hidup,ketenteraman jiwa dan keteduhan hati terpancar menyejukkan dari perilaku hidupnya.

>Adapun hati yang mati merupakan profil hati yang dikuasai oleh syaitan dan hawa nafsu.Kemaksiatan dan perbuatan dosa yang ia lakukan secara terus menerus telah memadamkan nuiir keimanan dari dalam liatinya.Perilaku hidupnya sudah nekat,tak lagi terkontrol oleh rambu-rambu agama.Setan telah mencengkeram dan menjadi raja di dalam hatinya.

>Sedangkan hati yang ambigu,yang terkadang berada dalam ketaatan kepada Allah,namun di saat lain diperbudak oleh syaitan, merupakan profil hati yang berpenyakit.
Hati model ini harus segera diobati,karena kalau tidak ia bisa mengalami sebuah ‘kematian qaibi’

Ibnu Taimiyah dalam kitabnya Amraadh al-Qtiliitib Wa Dawaa’nhaa Dawaa’a al-Quiuub al-Mariidhah banyak membahas tentang model hati yang berpenyakit,baik menyangkut tanda-tandanya, penyebabnya,bentuknya maupun obat penyembuhnya.
Di bawah ini akan diuraikan secara ringkas pandangan Ibnu Taimiyah tersebut.

Ibnu Taimiyah adalah seorang ulama besar yang lahir di Hiran (dekat Turki) pada hari Senin tanggal 10 Rabi’ul Awwal 661 H dan meninggal pada malam 22 Dzulqa’dah 728 H di Mesir. Nama lengkapnya adalah Taqiyyuddin bin Taimiyah al-Harani ad-Dimasyqi.

Tanda-tanda Penyakit hati
Banyak sekali orang yang tidak sadar bahwa dirinya itu sedang sakit.Sakitnya bukan sakit fisik,tapi sakit qalbi. Dalam perspektif Islam,sakit qalbi jauh lebih berbahaya dibanding sakit badan,karena sakit qalbi merusak tatanan keimanan seseorang yang menyebabkan ia selalu hidup dalam kegelapan syahwat dan pembangkangan terhadap ajaran-ajaran Allah yang mulia.

Ibnu Taimiyah merinci karakteristik orang-orang yang hatinya dihinggapi oleh penyakit,yakni sebagai berikut :

1.) Dengan riya dan sum’ah memperdengarkan amal. Sinyalemen Allah cukup tegas :
“….Dan apabila mereka berdiri untukk shalat.Mereka berdiri dengan malas.Mereka bermaksud riya’ (dengan shalat) di hadapan manusia ….”. (QS. An-nisaa : 142).

2.)Tidak mengingat Allah kecuali hanya sedikit.
Allah tidak menjadi fokus ingatan.Yang banyak diingat hanyalah memperturutkan nafsu,suntuk memikirkan makanan,minuman,teman, kekasih,tempat tinggal dan urusan duniawi lainnya.

Allah SWT berfirman :
“Dan tidaklah mereka mengingat Allah kecuali sedikit sekali” (QS. An-Nisaa: 142).

3.) Mereka belagak memuji Islam,dekat-dekat kepada orang shalih,gemar membaca al-Qur’an dan banyak dzikir,pura-pura aktif mengikuti kajian-kajian Islam,padahal Allah mengetahui apa yang ada dalam hati mereka,yaitu kebosanan,keengganan, keterpaksaan dan bahkan kebencian terhadap Islam, agama dan masjid.

• *Bentuk-bentuk Penyakit Hati*.
Jenis penyakit hati sangat lah banyak jumlahnya. Antara lain mewujud dalam
-Takabbur (sombong)
-Riya’
Ujub (bangga diri)
-snni’ah
-Hasad
-Suka marah
-Bakhil
-Dendam
-Tamak dan lain sebagainya.

Penyakit hati yang diuraikan agak par lebar oleh Ibnu Taimiyah dalam kita adalah hasad (dengki),bakhil,rindu (ke lawan jenis) dan syahwat.Keempat pen;
hati tersebut disinyalir sering menjan liati manusia, sehingga hati manusia menjadi sakit.

• *Obat Penyakit Hati*
Ibnu Taimiyah menempatkan “Dzikrullah dan al-Qur’an” sebagai obat yang paling ampuh untuk penyakit hati. Dengan dzikrullah dan Al-Quran,hati laksana diairi oleh air yang jernih dan segar. Banyak dzikrullah billisan dan bilqaibi membuat hati menjadi luas dan bening,bertahta kan kema’rufan keteduhan.

Dan Al-Quran sebagai hal utama untuk terapi hati
————-

〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰

REKAP TANYA-JAWAB
—————————————

Pertanyaan :
1. Lia
Assalamu’alaikum
Ijin nanya ya ustadzah..

Kebetulan dua hari ini saya merasa baper an.
Hal biasa atau sepele jadi besar..
Bawaannya kesel ma suami..
Padahal dia gak salah.
Magaimana ya bunda..
Merubah baper ini..

Jawab :
Baper itu sebuah energi negatif.
Coba kita belajar untuk berbaik sangka atas apa aja.
Semua butuh proses memang.

Sperti kemarin ada yang konsul seorang umahat yg selalu merasa suaminya jadi penghalang dakwahnya.

Mindset terhadap suami kita ubah dengan hal positif secara setahap demi setahap.
Terua dari pribadi juga ada usaha perbaikan diri.

Jangan mudah menikai salah orang.

Ada 4 tantangan untuk kita berkembang
1. Egoisme yg tinggi
Apa aja ukurannya diri sendiri
2. Mudah menilai orang.
Nah kita kedepankan baik sangka pada siapa pun itu
3. Rasa khwatir yg berlebihan
Akan membuat baper dan ukurannya selalu saja diri sendiri.
Coba ditambah kepasrahan kepada Nya bahwa apa saja tak lepas dari kehendak Nya
4. Takut tantangan
Hidup yg kita jalani penuh tantangan maka kita hrs kuat.
Kadang kita berjumpa masalah itu tantangan,nah yakin akan bisa melalui dan mengurai selayaknya benang ruwet dengan kesabaran tentunya pasti ga mudah baper.

2. Lia RDI 18
Assalamualaykum
Apakah sering menunda shalat,bahkan meninggalkan shalat dengan alasan tertentu dan meremehkan suatu amalan termasuk golongan hati yang mati Bun?

Jawab :
Waalaikum salam
Bila sering tapi masih menyadari menurut saya bukan mati tapi bisa jadi sakit atau kepekaan yg kurang sehat saja.

Masih sadar kalo memunda kan meski sering.
Nah tinggal berusaha untuk memperbaiki.

Coba kita liat seperti apa nasihat ulama bahwa menunda kebaikan itu kebodohan.

Peringatan juga ada dalam al quran.
Apa ada kata berlambatlah menundalah

Yang ada wa saari’u…
Bergegaslah
Saabiqu berlombalah
Fas aw segeralah

Apakah peringatan itu kita abaikan.

Adakah yg ingat nasihat imam syafii.
Bila sudah dijalan kebaikan maka melesatlah jika tak mampu maka berlari kecil atau merangkak tak apa asal jangan mundur sedikitpun.

Bergegas atau menunda itu ibarat orang sedang ke surga ada yang seolah pake jet kata ortu dulu ada yg lari di shirathal mustaqim bahkan ada yg merangkak pun jg bergelantungan bukan.

Nah yuk semangat berbuat kebaikan

3. Siska Ayu RDI 18
Assalamualaikum ustadzah, apa ada kaitannya antara efek penyakit hati dengan tubuh kita secara fisik, apakah berpengaruh terhadap kesehatan tubuh?

Jawab :
Tubuh kita mengenal apa yg disebut tawazun
Atau keseimbangan.
Nah apa saja
Fisik atau jasad
Ruh atau hati
Fikriyah atau otak

Semua ada kaitannya dan semua butuh asupan yg baik.
Kegelisahan hati saja akan menimbulkan hati tak tenang gelisah itu akan menyita pikiran kita terus dan terus bahkan ada yg sampe ga doyan makan lantas apa yg terjadi,ya sakit.

Apalagi hati dihinggapi hal negatif pikiran bekerja tak baik juga akan merusak fisik kita.
Hal itu hukum alam.

Bahkan bila fisik tak sehat mau ibadah karena sakit ga maksimal nah apa yg terjadi, hasil kurang bermakna bukan?

4. Siska RDI 20
Apakah bisa juga hati yang mati itu karena ditaqdirkan?
maksud saya,saya pernah baca ketika kita tidak pernah membaca Al-qur’an,itu karena Al-qur’an tidak mau dibaca oleh kita.Benarkah begitu?
Bukan karena tanda hati yg mati karena jauh dr Al-qur’an?

Jawab :
Bila Allah mau jadikan org beriman itu gampang bahkan sebaliknya
Maka ada pilihan
Fa alhamaha fujuraha wa taqwaha.
Mau buruk atau taqwa itu pilihan
Petunjuk sudah dihamparkan.Kesempatan diberikan tinggal bagaimana berusaha.

Ada salah satu wujud iman terhadap al quran yakni al inshubih mengakrabi dengan sering membaca atau membiasakan.
Jika susah memang kebaikan awalnya kita paksa lama-lama menjadi biasa.
Ada usaha.
Man jadda wa jadda

———————-oOo———————-
PENUTUP

Marilah kita tutup majelis ilmu kita hari ini dgn membaca istighfar, hamdallah serta do’a kafaratul majelis
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِين

dan istighfar

أَسْتَغفِرُ اَللّهَ الْعَظيِمْ

: Doa penutup majelis :
 
سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ ٭
Artinya:
“Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.”

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

~~~~~~~~~~~~~~
®Rumah Dakwah Indonesia

———————-oOo———————-

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *