Standar Makanan Halalan Thoyyiban -1-

3 (60%) 1 vote

Notulensi Kajian Rumah Dakwah Indonesia
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Hari : Ahad, 29 Januari 2017
Grup : Fatimah (16-20 Akhwat)
Muwajjih : ust. Satria Ibnu Abiy
Tema : Standar Makanan Halalan Thoyyiban dalam Fiqih Islami
Admin : G-16 s.d  G-20
Moderator : Galuh
Notulen   : Galuh

MUQADIMAH

————————

بسم الله الر حمن الر حيم

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ

وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا و مِنْ َسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا

مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang masih memberikan kita nikmat iman, islam dan Al Qur’an semoga kita selalu istiqomah sebagai shohibul qur’an dan ahlul Qur’an dan dikumpulkan sebagai keluarga Al Qur’an di JannahNya..

Shalawat beriring salam selalu kita hadiahkan kepada uswah hasanah kita, pejuang peradaban Islam, Al Qur’an berjalan, kekasih Allah SWT yakninya nabi besar Muhammad SAW, pada keluarga dan para sahabat nya semoga kita mendapatkan syafaat beliau di hari akhir nanti. InsyaaLlah..

Aamiin

========================

Materi :

_________________

SALAH SATU PENGHALANG DOA, AKIBAT MEMAKAN YANG HAROM

بسم الله الرحمن الرحيم
الســـلام عليــكم ورحــمة اﻟلّـہ وبركاته

إِنَّ الْحَمْدَ لله نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَ نَتُوْبُ إِلَيْهِ وَنَعُوْذُ بلله مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ الله فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إله إلا الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لا نَبِيَّ بَعْدَهُ

Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan sahabatnya.
Sebagian muslim tidak mempedulikan apa yang masuk dalam perutnya. Asal enak dan ekonomis, akhirnya disantap. Tidak tahu manakah yang halal, manakah yang haram. Padahal makanan, minuman dan hasil nafkah dari yang haram sangat berpengaruh sekali dalam kehidupan seorang muslim, bahkan untuk kehidupan akhiratnya setelah kematian. Baik pada terkabulnya do’a, amalan sholehnya dan kesehatan dirinya bisa dipengaruhi dari makanan yang ia konsumsi setiap harinya. Oleh karena itu, seorang muslim begitu urgent untuk mempelajari halal dan haramnya makanan. Dan yang kita bahas kali ini adalah seputar pengaruh makanan yang haram bagi diri kita. Moga bermanfaat.

√ Pertama : Makanan haram mempengaruhi do’a
Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

« أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّ اللَّهَ طَيِّبٌ لاَ يَقْبَلُ إِلاَّ طَيِّبًا وَإِنَّ اللَّهَ أَمَرَ الْمُؤْمِنِينَ بِمَا أَمَرَ بِهِ الْمُرْسَلِينَ فَقَالَ ( يَا أَيُّهَا الرُّسُلُ كُلُوا مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَاعْمَلُوا صَالِحًا إِنِّى بِمَا تَعْمَلُونَ عَلِيمٌ) وَقَالَ (يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُلُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ) ». ثُمَّ ذَكَرَ الرَّجُلَ يُطِيلُ السَّفَرَ أَشْعَثَ أَغْبَرَ يَمُدُّ يَدَيْهِ إِلَى السَّمَاءِ يَا رَبِّ يَا رَبِّ وَمَطْعَمُهُ حَرَامٌ وَمَشْرَبُهُ حَرَامٌ وَمَلْبَسُهُ حَرَامٌ وَغُذِىَ بِالْحَرَامِ فَأَنَّى يُسْتَجَابُ لِذَلِكَ ».

“Wahai sekalian manusia, sesungguhnya Allah itu thoyyib (baik). Allah tidak akan menerima sesuatu melainkan dari yang thoyyib (baik). Dan sesungguhnya Allah telah memerintahkan kepada orang-orang mukmin seperti yang diperintahkan-Nya kepada para Rasul. Firman-Nya: ‘Wahai para Rasul! Makanlah makanan yang baik-baik (halal) dan kerjakanlah amal shalih. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.’ Dan Allah juga berfirman: ‘Wahai orang-orang yang beriman! Makanlah rezeki yang baik-baik yang telah kami rezekikan kepadamu.’” Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menceritakan tentang seorang laki-laki yang telah menempuh perjalanan jauh, sehingga rambutnya kusut, masai dan berdebu. Orang itu mengangkat tangannya ke langit seraya berdo’a: “Wahai Tuhanku, wahai Tuhanku.” Padahal, makanannya dari barang yang haram, minumannya dari yang haram, pakaiannya dari yang haram dan diberi makan dari yang haram, maka bagaimanakah Allah akan memperkenankan do’anya?” (HR. Muslim no. 1015)

Begitu pula Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan pada Sa’ad :

أطب مطعمك تكن مستجاب الدعوة

“Perbaikilah makananmu, maka do’amu akan mustajab.” (HR. Thobroni dalam Ash Shoghir. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini dho’if jiddan sebagaimana dalam As Silsilah Adh Dho’ifah 1812)

Ada yang bertanya kepada Sa’ad bin Abi Waqqosh :

تُستجابُ دعوتُك من بين أصحاب رسول الله – صلى الله عليه وسلم – ؟ فقال : ما رفعتُ إلى فمي لقمةً إلا وأنا عالمٌ من أين مجيئُها ، ومن أين خرجت .

“Apa yang membuat do’amu mudah dikabulkan dibanding para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lainnya?” “Saya  tidaklah memasukkan satu suapan ke dalam mulutku melainkan saya mengetahui dari manakah datangnya dan dari mana akan keluar,” jawab Sa’ad.

Dari Wahb bin Munabbih, ia berkata :

من سرَّه أنْ يستجيب الله دعوته ، فليُطِب طُعمته

“Siapa yang bahagia do’anya dikabulkan oleh Allah, maka perbaikilah makanannya.”

Dari Sahl bin ‘Abdillah, ia berkata :

من أكل الحلال أربعين يوماً  أُجيبَت دعوتُه

“Barangsiapa memakan makanan halal selama 40 hari, maka do’anya akan mudah dikabulkan.”

Yusuf bin Asbath berkata :

بلغنا أنَّ دعاءَ العبد يحبس عن السماوات بسوءِ المطعم .

“Telah sampai pada kami bahwa do’a seorang hamba tertahan di langit karena sebab makanan jelek (haram) yang ia konsumsi.”

Gemar melakukan ketaatan secara umum, sebenarnya adalah jalan mudah terkabulnya do’a. Sehingga tidak terbatas pada mengonsumsi makanan yang halal, namun segala ketaatan akan memudahkan terkabulnya do’a. Sebaliknya kemaksiatan menjadi sebab penghalang terkabulnya do’a.

Ibnu Rajab Al Hambali rahimahullah berkata : “Melakukan ketaatan memudahkan terkabulnya do’a. Oleh karenanya pada kisah tiga orang  yang masuk dan tertutup dalam suatu goa, batu besar yang menutupi mereka menjadi terbuka karena sebab amalan yang mereka sebut. Di mana mereka melakukan amalan tersebut ikhlas karena Allah Ta’ala. Mereka berdo’a pada Allah dengan menyebut amalan sholeh tersebut sehingga doa mereka pun terkabul.”

Wahb bin Munabbih berkata :

العملُ الصالحُ يبلغ الدعاء ، ثم تلا قوله تعالى : { إِلَيْهِ يَصْعَدُ الْكَلِمُ الطَّيِّبُ وَالْعَمَلُ الصَّالِحُ يَرْفَعُه }

“Amalan sholeh akan memudahkan tersampainya (terkabulnya) do’a. Lalu beliau membaca firman Allah Ta’ala, “Kepada-Nya-lah naik perkataan-perkataan yang baik dan amal yang saleh dinaikkan-Nya.” (QS. Fathir: 10)

Dari ‘Umar, ia berkata :

بالورع عما حرَّم الله يقبلُ الله الدعاء والتسبيحَ

“Dengan sikap waro’ (hati-hati) terhadap larangan Allah, Dia akan mudah mengabulkan do’a dan memperkanankan tasbih (dzikir subhanallah).”

Sebagian salaf berkata :

لا تستبطئ الإجابة ، وقد سددتَ طرقها بالمعاص

“Janganlah engkau memperlambat terkabulnya do’a dengan engkau menempuh jalan maksiat.” (Dinukil dari Jaami’ul ‘Ulum wal Hikam, Ibnu Rajab Al Hambali, 1: 275-276)

√ Kedua : Rizki dan makanan halal mewariskan amalan sholeh.
Rizki dan makanan yang halal adalah bekal dan sekaligus pengobar semangat untuk beramal shaleh. Buktinya adalah firman Allah Ta’ala :

يَا أَيُّهَا الرُّسُلُ كُلُوا مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَاعْمَلُوا صَالِحًا إِنِّي بِمَا تَعْمَلُونَ عَلِيمٌ

“Hai rasul-rasul, makanlah dari makanan yang thoyyib (yang baik), dan kerjakanlah amal yang saleh. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al Mu’minun: 51). Sa’id bin Jubair dan Adh Dhohak mengatakan bahwa yang dimaksud makanan yang thoyyib adalah makanan yang halal (Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, Ibnu Katsir, 10: 126).

Ibnu Katsir rahimahullah berkata : “Allah Ta’ala pada ayat ini memerintahkan para rasul ‘alaihimush sholaatu was salaam untuk memakan makanan yang halal dan beramal sholeh. Penyandingan dua perintah ini adalah isyarat bahwa makanan halal adalah pembangkit amal shaleh. Oleh karena itu, para Nabi benar-benar memperhatikan bagaimana memperoleh yang halal. Para Nabi mencontohkan pada kita kebaikan dengan perkataan, amalan, teladan dan nasehat. Semoga Allah memberi pada mereka balasan karena telah member contoh yang baik pada para hamba.” (Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 10: 126).

Bila selama ini kita merasa malas dan berat untuk beramal? Alangkah baiknya bila kita mengoreksi kembali makanan dan minuman yang masuk ke perut kita. Jangan-jangan ada yang perlu ditinjau ulang. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

إِنَّ الْخَيْرَ لاَ يَأْتِى إِلاَّ بِخَيْرٍ أَوَ خَيْرٌ هُوَ

“Sesungguhnya yang baik tidaklah mendatangkan kecuali kebaikan. Namun benarkah harta benda itu kebaikan yang sejati?”  (HR. Bukhari no. 2842 dan Muslim no. 1052)

Ketiga: Makanan halal bisa sebagai pencegah dan penawar berbagai penyakit
Allah Ta’ala berfirman :

وَآَتُوا النِّسَاءَ صَدُقَاتِهِنَّ نِحْلَةً فَإِنْ طِبْنَ لَكُمْ عَنْ شَيْءٍ مِنْهُ نَفْسًا فَكُلُوهُ هَنِيئًا مَرِيئًا

“Berikanlah mas kawin (mahar) kepada wanita (yang kamu nikahi) sebagai pemberian dengan penuh kerelaan. Kemudian jika mereka menyerahkan kepada kamu sebagian dari mas kawin itu dengan senang hati, maka makanlah (ambillah) pemberian itu (sebagai makanan) yang hanii’ (baik) lagi marii-a (baik akibatnya).” (QS. An Nisa’: 4).

Al Qurthubi menukilkan dari sebagian ulama’ tafsir bahwa maksud firman Allah Ta’ala “هَنِيئًا مَرِيئًا” adalah, “Hanii’ ialah yang baik lagi enak dimakan dan tidak memiliki efek negatif. Sedangkan marii-a ialah yang tidak menimbulkan efek samping pasca dimakan, mudah dicerna dan tidak menimbulkan peyakit atau gangguan.” (Tafsir Al Qurthubi, 5:27).

Tentu saja makanan yang haram menimbulkan efek samping ketika dikonsumsi. Oleh karenanya, jika kita sering mengidap berbagai macam penyakit, koreksilah makanan kita. Sesungguhnya yang baik tidaklah mendatangkan kecuali kebaikan.
Keempat: Di akhirat, neraka lebih pantas menyantap jasad yang tumbuh dari yang haram.

Dari Abu Bakr Ash Shiddiq radhiyallahu ‘anhu, ia berkata :

مَنْ نَبَتَ لَحْمُهُ مِنَ السُّحْتِ فَالنَّارُ أَوْلَى بِهِ

“Siapa yang dagingnya tumbuh dari pekerjaan yang tidak halal, maka neraka pantas untuknya.” (HR. Ibnu Hibban 11: 315, Al Hakim dalam mustadroknya 4: 141. Hadits ini shahih kata Syaikh Al Albani dalam Shahihul Jaami’ no. 4519)

Lihatlah begitu bahayanya mengonsumsi makanan haram dan dampak dari pekerjaan yang tidak halal sehingga mempengaruhi do’a, kesehatan, amalan kebaikan, dan terakhir, mendapatkan siksaan di akhirat dari daging yang berasal dari yang haram.

اللَّهُمَّ اكْفِنَا بِحَلاَلِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَأَغْنِنَا بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاك

“Ya Allah, limpahkanlah kecukupan kepada kami dengan rizqi-Mu yang halal dari memakan harta yang Engkau haramkan, dan cukupkanlah kami dengan kemurahan-Mu dari mengharapkan uluran tangan selain-Mu.” (HR. Tirmidzi no. 3563 dan Ahmad 1: 153. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan)

Wallaahu A’lam
Wallaahu Waliyyut Taufiq

Semoga bermanfaat bagi Penulis dan bagi Para Pembaca Yang Budiman. Baarokallaahu Fiikum. Hadanallaahu Wa Iyyaakum Jamii’an. Yassarallaahu Lanal Khairo Haitsuma Kunna…

¤¤ By
AD-DIINU AN-NASHIIHAH ¤¤

®Rumah Dakwah Indonesia

———————-oOo———————-

REKAP TANYA-JAWAB
—————————————

1. Erna RDi 16
Ustadz ijin bertanya seandainya kita terlanjur makan2 nan yg haram, kira2 amalan apa yg harus kita kerjakan untuk membuang zat2 haram yg telah menjadi darah daging.

Jawab :

بـــســم الـلّٰـــه الرحــمــن الرحــيــم

Klo sdh terlanjur dimakan dalam tempo waktu yg lama, maka cukup dgn memperbanyak beristighar dan berdoa kpd Allah ﷻ agar sudi mengampuni dan memaafkan kesalahan karena kebodohan dan kelalaian kita di masa lalu…

Stelah itu bs lebih berhati-hati dlm memilih makanan & minuman, khususnya yg dimakan oleh keluarga, termasuk anak2 kita…

وَ اللّٰهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَّاب

2. Jengliewa RDI 17
Assalamualaikum..
Pak ustadz..
Sblumny cerita dlu ya..
Dulu saya prnah bekerja di prusahaan. Pd jam makan.. Qta kryawan makan sesuai jatah..
Stlah wktu catring ny habis..dan akan pulang.. Makanan yg trsisa banyak sekali. Jd kami para kryawan mengambil makanan yg blm dimakan itu pak ustadz..
Berdosa gk ya saya..

Jawab :

Ada larangankah dr perusahaan mengambil sisa makanan tsb?

Klo tdk ada larangan, maka tindakan tsb adalah tindakan yg sangat tepat dan benar…

وَ اللّٰهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَّاب

3. Shabrina RDI 20
Ustad bagaimana kalau kita tdk tau bahwa makanan tersebut haram? Apakah tetap dosa? Misalnya kita makan ayam di restoran yg kita tau halal tapi jika pada proses pemotongan tdk mengucapkan bismillah maka menjadi haram kan? Apa kita harus menelusuri prosesnya sampai kesana? Kemudian juga kalo misalnya ada makanan sudah berlogo halal tp ternyata itu hanya akal-akalan produsennya saja padahal ternyata makanan tsb haram, apakah kita berdosa jika memakannya krn kita taunya sudah ada logo halalnya?

Jawab :

Hukum dasar tidak tahu itu adalah DIMAAFKAN, selama mmg ia tdk “pura-pura tidak tahu”.

Perlu dibedakan mengenai bab sembelihan ini ya, sembelihan yg harus diteliti ada sembelihan yg dipakai utk beribadah, spt sembelihan saat idul ‘adha atau akikahan, yakni ibadah yg mmg mengharuskan menggunakan hewan ternak (dlm hal ini kambing atau sapi) utk disembelih.

Namun sembelihan utk makanan biasa, spt sembelihan di rumah makan atau sembelihan utk menyambut tamu dan yg semisalnya, maka sembelihan spt ini bukan dlm rangka beribadah, akan tetapi sembelihan mu’amalah, yg hukum dasarnya boleh sampai betul2 qt melihat dgn mata kita hal yg mengharamkan daging sembelihan tsb diharamkan. Spt bangkai yg disembelih atau yg semisalnya.

Jika mmg qt tdk tahu proses penyembelihannya (sembelihan mu’amalah), maka dikembalikan ke waqi’inya, jika mmg penjual (penghidangnya) adalah org muslim, maka qt hrus berbaik sangka dulu kepadanya. TIDAK BOLEH kita sengaja mencari tahu bagaimana proses penyembelihannya…

Terkecuali mmg ia terang2an melakukan kecurangan dalam penyembelihannya…

وَ اللّٰهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَّاب

4. Risna RDI 17
Assalamualaikum ustad, 
apa makanan bisa halal hanya dengan mengucapkan basmalah ? Contonya di restoran cepat saji yg punya non muslim , ada yg berpendapat makan saja baca basmalah halal sedangkan cara penyembelihan dan bumbu yg diragukan kehalalannya?

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Apakah tdk ada rumah makan miliknya org Islam dsana?

Kenapa harus makan di rumah makan non muslim?

Justru klo pemiliknya non muslim, kita hrus berhati2, krn kebanyakan mrk adalah org yg tdk memperhatikan kebersihan alat2 masak yg mereka pakai.

Apalagi klo mmg mrk suka memasak daging babi atau anjing!!!

وَ اللّٰهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَّاب
5. Chie

Ijin bertanya, ust

Klo kita sebagai produsen mamin nih, lalu agen kita menjual produk kita kepada non muslim terutama pada saat hari raya/perayaan agama mereka.
Apakah kita sbg produsen mamin berdosa, ust??

Jawab :

Tidak berdosa

6. Risna RDI 17
Kalo qt beli di yg muslim tp qt tw org itu tidak islami,  contohnya ibu2 yg tidak berhijab gtu,atau bapak2 yg tdk sholat jum’at, misalnya dy penjual bakso yg dagingnya itu dibeli dari pasar,  saya rasa beliau tdk akan memperhatikan kehalalan dagingnya, maaf bisa jd dicampur dengan daging yg lain?  Itu apakah sebaiknya tdk dibeli atau berhusnudzon saja?

Jawab :
Klo mmg hal tsb sdh lumrah spt itu, maka ditinggalkan adalah lebih baik

Sy pikir msh banyak penjual muslim yg jujur dsana…

وَ اللّٰهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَّاب

7. Shabrina RDI 20
Jadi sembelihan yg utk makanan biasa atau di Rumah makan kita tidak perlu tau sampai proses penyembelihan nya ya ustad?

Jawab:
Kita tdk dibebankan utk mencari tahu dgn detail hal tsb.

Justru klo qt melakukannya, hal tsb malah akan menyakiti perasaan penjualnya…

وَ اللّٰهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَّاب

〰〰〰〰〰〰〰〰〰
Clossing Statement :

Semoga kita diberi basyiroh oleh Allah ﷻ utk bs   membedakan mana makanan dan minuman yg harom, dan diberi kekuatan utk menjauhi dan menolaknya

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

———————-oOo———————-
PENUTUP

Marilah kita tutup majelis ilmu kita hari ini dgn membaca istighfar, hamdallah serta do’a kafaratul majelis
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِين

dan istighfar

أَسْتَغفِرُ اَللّهَ الْعَظيِمْ

: Doa penutup majelis :

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ ٭
Artinya:
“Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.”

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

~~~~~~
®Rumah Dakwah Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *