Tarbiyah Hikmah -1-

Review anda

Notulensi Kajian Bulanan Rumah Dakwah Indonesia
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

 

Grup : Ruqayyah
Muwajjih : Ust Umar hidayat
Tema : Tarbiyah Hikmah : Ketika harus berbagi
Admin : 06-10
Moderator : Aisyah
Notulen   : Eni

MUQADIMAH
————————

بسم الله الر حمن الر حيم

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ 
وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا و مِنْ َسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا
مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang masih memberikan kita nikmat iman, islam dan Al Qur’an semoga kita selalu istiqomah sebagai shohibul qur’an dan ahlul Qur’an dan dikumpulkan sebagai keluarga Al Qur’an di JannahNya..

Shalawat beriring salam selalu kita hadiahkan kepada uswah hasanah kita, pejuang peradaban Islam, Al Qur’an berjalan, kekasih Allah SWT yakninya nabi besar Muhammad SAW, pada keluarga dan para sahabat nya semoga kita mendapatkan syafaat beliau di hari akhir nanti. InsyaaLlah..
Aamiin

========================

Materi :
————-
    Share 01
Berbagi Untuk Saling Menguatkan
Umar Hidayat, M.Ag

Ada perkara yang agung nan mempesona, meski kadang setengah hati melakukannya. Yakni berbagi atas apa yang sedang kita butuhkan. Inilah bagian dari kesempurnaan dan pesona Islam yang diidamkan. Tidak mudah memang untuk bisa berbagi disaat kita juga pada saat yang sama membutuhkannya. Ketika kita berbagi maka sesungguhnya itulah yang kita miliki secara hakiki. Selain itu hanyalah titipan dari Allah Swt.

Berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya dan nafkahkanlah sebagian dari hartamu yang Allah telah menjadikan kamu menguasainya. Maka orang-orang yang beriman di antara kamu dan menafkahkan (sebagian) dari hartanya memperoleh pahala yang besar. (QS: Al Hadiid: 7)

Al Qurthubi menjelaskan, Ayat ini merupakan dalil bahwa pada hakekatnya harta itu milik Allah. Hamba tidaklah memiliki apa-apa melainkan apa yang Allah ridhoi. Siapa saja yang menginfakkan harta pada jalan Allah, maka itu sama halnya dengan seseorang yang mengeluarkan harta orang lain dengan seizinnya. Dari situ, ia akan mendapatkan pahala yang melimpah dan amat banyak. [Dalam Tafsir Al Qurthubi, Jaami Li Ahkamil Quran].
Saat luang kita berbagi itu mudah. Tp saat kita sulit n butuh tp hra berbagi, itu butuh perjuangan

Share 02

Ada kisah berbagi yang diriwayatkan oleh al-Bukhari yang bersumber dari Abu Hurairah bahwa seorang laki-laki menghadap Rasulullah saw dan berkata: Ya Rasulullah. Saya lapar. Rasulullah meminta makanan kepada istri-istrinya, akan tetapi ternyata tidak ada makanan sama sekali. Kemudian Rasulullah saw bersabda: Siapa di antara kalian yang malam ini yang bersedia memberi makan kepada tamu ini ? Mudah-mudahan Allah memberi rahmat kepadanya. Seorang Anshar menjawab: Saya ya Rasulullah. Kemudian iapun pergi kepada istrinya dan berkata: Suguhkan makanan yang ada kepada tamu Rasulullah. Istrinya menjawab: Demi Allah tidak ada makanan kecuali sedikit untuk anak-anak.

Suaminya berkata: Bila mereka ingin makan, tidurkan mereka dan padamkan lampunya. Biarlah kita menahan lapar malam ini. Istrinya melaksanakan apa yang diminta suaminya. Keesokan harinya Rasulullah saw. bersabda: Allah kagum dan gembira karena perbuatan suami-istri itu. Ayat ini (al-Hasyr: 9) turun berkenaan dengan peristiwa tersebut, yang melukiskan perbuatan orang yang memperhatikan kepentingan orang lain.

Diriwayatkan oleh Musaddad di dalam Musnadnya dan Ibnul Mundzir, yang bersumber dari Abul Mutawakkil an-Naji bahwa tamu Rasulullah itu bernama Tsabit bin Qais bin Syammas. Ayat ini (al-Hasyr: 9) turun berkenaan dengan peristiwa tersebut.

Dan orang-orang yang Telah menempati kota Madinah dan Telah beriman (Anshor) sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin), mereka (Anshor) mencintai orang yang berhijrah kepada mereka (Muhajirin). dan mereka (Anshor) tiada menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa-apa yang diberikan kepada mereka (Muhajirin); dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin), atas diri mereka sendiri, sekalipun mereka dalam kesusahan. dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka Itulah orang orang yang beruntung (al-Hasyr: 9)

Share 03
Sebuah studi yang baru saja dipublikasikan di jurnal Appetite mengaitkan hubungan antara berbagi makanan saat masih kecil dengan perilaku tidak egois saat dewasa. Hasilnya, orang yang suka berbagi makanan dengan keluarga cenderung lebih altruistik (tidak mementingkan diri sendiri). Dalam riset ini, peneliti University of Antwerp, Belgia melakukan survei terhadap 466 pelajar. Hasilnya cukup mengejutkan, mereka yang lebih sering makan bersama orang lain serta berbagi makanan lebih banyak melakukan perbuatan baik di masa remajanya. Mulai dari menawarkan kursi di transportasi umum, membantu teman, sampai menjadi relawan.

Secara fisik berbagi dan bermurah hati terlihat merugikan. Namun fakta lain justru sebaliknya. Sebelum ini, peneliti sudah menemukan istilah warm-glow-effect, sebuah fenomena ekonomi yang pernah dijelaskan oleh James Andreoni tahun 1989, dimana menunjukkan orang yang beramal, berbagi dan bermurah hati justru berdampak positif atas kemurahan hati mereka atau disebut warm-glow effect (efek-cahaya pemberi). Perasaan positif ini didapatkan atas tindakannya memberi atau membantu orang lain. (lihat Hidayatullah.com)

Kita dapat berkaca atau belajar dari kisah Abdurahman bin Auf. Dia adalah seorang saudagar kaya yang sering memberikan hartanya secara gratis dan ikhlas kepada mereka yang membutuhkan. Kekayaan harta tidak membuat Abdurahman bin Auf menjadi orang yang sombong. Namun, malah kekayaan hartanya dimanfaatkan untuk beramal dan membantu orang-orang yang membutuhkan bantuan dalam bentuk materi.    Dengan melihat kisah Abdurahman bin Auf yang begitu dermawan, kita dapat memetik hikmah dan pelajaran bahwa semakin sering kita menyumbangkan harta benda dengan ikhlas karena Allah, tidak membuat kita menjadi miskin, malah akan membuat kita semakin kaya Insya Allah. Kemudian jangan sampai ketika kita berniat untuk menyumbangkan harta, kita menjadi ragu dan tidak yakin apakah harta yang kita sumbangkan akan sampai kepada mereka yang membutuhkan.

Share 04

Kaya Bukan Tanda Mulia, Miskin Bukan Tanda Hina.  “Sesungguhnya Tuhanmu melapangkan rezki kepada siapa yang Dia kehendaki dan menyempitkannya; Sesungguhnya Dia Maha mengetahui lagi Maha melihat akan hamba-hamba-Nya. (QS. Al Isro: 30)

Ketahuilah bahwa kaya dan miskin bukanlah tanda orang itu mulia dan hina. Karena orang kafir saja Allah beri rizki, begitu pula dengan orang yang bermaksiat pun Allah beri rizki. Jadi rizki tidak dibatasi pada orang beriman saja. Itulah lathif-nya Allah (Maha Lembutnya Allah).  Orang-orang kafir berpikiran bahwa banyaknya harta dan anak adalah tanda cinta Allah pada mereka. Perlu diketahui bahwa jika mereka, yakni orang-orang kafir diberi rizi di dunia, di akherat mereka akan sengsara dan diadzab. Dan sekali-kali bukanlah harta dan bukan (pula) anak-anak kamu yang mendekatkan kamu kepada Kami sedikit pun; tetapi orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh.

Penjelasan dalam ayat ini senada dengan sabda Nabi shallallahu alaihi wa sallam,
“Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada rupa dan harta kalian, tetapi Allah melihat kepada hati dan amal kalian (HR. Muslim no. 2564, dari Abu Hurairah)

Kaya bisa saja sebagai istidroj dari Allah, yaitu hamba yang suka bermaksiat dibuat terus terlena dengan maksiatnya lantas ia dilapangkan rizki. Miskin pun bisa jadi sebagai adzab atau siksaan. Semoga kita bisa merenungkan hal ini. Ibnu Katsir rahimahullah ketika menerangkan firman Allah,  “Adapun manusia apabila Tuhannya mengujinya lalu Dia dimuliakan-Nya dan diberi-Nya kesenangan, Maka Dia akan berkata: Tuhanku telah memuliakanku.

Adapun bila Tuhannya mengujinya lalu membatasi rizkinya Maka Dia berkata: Tuhanku menghinakanku. (QS. Al Fajr: 15-16);

Sebaliknya, jika Allah menyempitkan rizki, ia merasa bahwa Allah menghinangkannya. Sebenarnya tidaklah sebagaimana yang ia sangka. Tidaklah seperti itu sama sekali. Allah memberi rizki itu bisa jadi pada orang yang Dia cintai atau pada yang tidak Dia cintai. Begitu pula Allah menyempitkan rizki pada pada orang yang Dia cintai atau pun tidak.

Sebenarnya yang jadi patokan ketika seseorang dilapangkan dan disempitkan rizki adalah dilihat dari ketaatannya pada Allah dalam dua keadaan tersebut. Jika ia adalah seorang yang berkecukupan, lantas ia bersyukur pada Allah dengan nikmat tersebut, maka inilah yang benar. Begitu pula ketika ia serba kekurangan, ia pun bersabar. (Tafsir Al Quran Al Azhim, 14/347).

Share05

Sebab Bertambah dan Barokahnya Rizki. Takwa kepada Allah adalah sebab utama rizki menjadi barokah. Allah subhanahu wa taala menceritakan mengenai Ahli Kitab, “Dan sekiranya mereka sungguh-sungguh menjalankan (hukum) Taurat dan Injil dan (Al Quran) yang diturunkan kepada mereka dari Rabbnya, niscaya mereka akan mendapat makanan dari atas dan dari bawah kaki mereka. Di antara mereka ada golongan yang pertengahan. dan Alangkah buruknya apa yang dikerjakan oleh kebanyakan mereka. (QS. Al Maidah: 66)

Dalam ayat lain, Allah Taala berfirman,  “Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi. (QS. Al Arof: 96)

“Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan Mengadakan baginya jalan keluark, dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. (QS. Ath Tholaq: 2-3)

Sebab Berkurang dan Hilangnya Barokah Rizki. Rizki bisa berkurang dan hilang barokahnya karena maksiat dan dosa. Mungkin saja hartanya banyak, namun hilang barokah atau kebaikannya. Karena rizki dari Allah tentu saja diperoleh dengan ketaatan. Allah Taala berfirman, “Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar). (QS. Ar Rum: 41).

Yang dimaksudkan kerusakan di sinikata sebagian ulama  adalah kekeringan, paceklik, hilangnya barokah (rizki). Ibnu Abbas radhiyallahu anhuma berkata, Yang dimaksudkan kerusakan di sini adalah hilangnya barokah (rizki) karena perbuatan hamba. Ini semua supaya mereka kembali pada Allah dengan bertaubat.

Sedangkan yang dimaksud dengan kerusakan di laut adalah sulitnya mendapat buruan di laut. Kerusakan ini semua bisa terjadi karena dosa-dosa manusia. (Tafsir Al Qurthubi (Al Jaami li Ahkamil Quran), Mawqi Yasub (sesuai standar cetakan), 14/40).

Share 06

Fadhilah berbagi sedekah.

1. Menunda Kematian Rasulullah saw bersabda: Sedekah dapat menolak kematian yang buruk. (Al-Wasail 6: 255, hadis ke 2)

2. Bertambahnya rezeki Rasulullah saw bersabda: Bersedekahlah kalian, karena sesungguhnya sedekah dapat menambah harta yang banyak. Maka bersedekahlah kalian, niscaya Allah menyayangi kalian. (Al-Wasail 6: 255, hadis ke 11)

3. Terhindar bahaya Rasulullah saw bersabda: Mulai pagi harimu dengan sedekah, barangsiapa yang memulai pagi harinya dengan sedekah ia tidak akan terkena sasaran bala. (Al-Wasail 6: 257, hadis ke 15)

4. Kesempurnaan Keimanan Imam Jafar Ash-Shadiq (sa) berkata: Tidaklah sempurna keimanan seorang hamba sehingga ia melakukan empat hal: Berakhlak baik, bersikap dermawan, menahan karunia dari ucapan, dan mengeluarkan karunia dari hartanya. (Al-Wasail 6: 259, hadis ke 21)

5. Pahala perang uhud
Imam Jafar Ash-Shadiq berkata bahwa Allah Swt berfirman: Segala sesuatu Aku wakilkan pada orang selain-Ku untuk menggenggamnya kecuali sedekah, Aku sendiri dengan tangan-Ku yang mengambilnya, sekalipun seseorang bersedekah dengan satu biji korma atau sebelah biji korma. Kemudian Aku menambahkan baginya sebagaimana ia menambahkan sebelum meninggalkan. Kemudian saat ia datang pada hari kiamat ia mendapat pahala seperti pahala perang Uhud bahkan lebih besar dari pahala perang Uhud. (Al-Wasail 6: 265, hadis ke 7)

Share 07

6. Penjagaan Allah Sepanjang Hari Imam Jafar Ash-Shadiq (sa) berkata: Awali pagi harimu dengan sedekah, gemarlah bersedekah. Tidak ada seorang mukmin pun yang bersedekah karena mengharapkan apa yang ada di sisi Allah untuk menolak keburukan yang akan turun dari langi ke bumi pada hari itu, kecuali Allah menjaganya dari keburukan apa yang akan turun dari langit ke bumi pada hari itu. (Al-Wasail 6: 267, hadis ke 3)

7. Merubah Takdir Rasulullah saw berwasiat kepada Ali bin Abi Thalib (sa): Wahai Ali, sedekah itu dapat menolak takdir mubram (yang telah ditetapkan). Wahai Ali, silaturahim dapat menambah umur. Wahai Ali, tidak ada sedekah ketika keluarga dekatnya membutuhkan. Wahai Ali, tidak ada kebaikan dalam ucapan kecuali disertai perbuatan, dan tidak ada sedekah kecuali dengan niat (karena Allah). (Al-Wasail 6: 267, hadis ke 4)

8. Penolak Hari Nahas Imam Jafar Ash-Shadiq (sa) berkata: Antara aku dan seseorang punya perhitungan tentang bumi. Orang itu ahli nujum, ia sengaja keluar rumah untuk suatu urusan pada saat Al-Suud (bulan berada di manazil Al-Suud), dan aku juga keluar rumah pada hari nahas. Lalu kami menghitungnya, lalu keluarlah untukku dua perhitungan yang baik. Kemudian orang itu memukulkan tangan kanannya pada tangan kirinya, kemudian berkata: Aku belum pernah sama sekali melihat hari seperti hari ini. Aku berkata: Celaka hari yang lain dan hari apa itu? Ia berkata: Aku ahli nujum, aku datang padamu pada hari nahas, aku keluar rumah pada saat Al-Suud, kemudian kami menghitung, lalu keluarlah untuk Anda dua perhitungan yang baik. Ketika itulah aku berkata kepadanya: Tidakkah aku pernah menyampaikan suatu hadis yang disampaikan padaku oleh ayahku? Yaitu Rasulullah saw bersabda: Barangsiapa yang ingin diselamatkan oleh Allah dari hari nahas, maka hendak mengawali harinya dengan sedekah, niscaya Allah menyelamatkannya dari hari nahas itu. Barangsiapa yang ingin diselamatkan oleh Allah dari malam nahas, maka hendaknya mengawali malamnya dengan sedekah niscaya ia diselamatkan dari malam nahas itu. Kemudian aku berkata: Sesungguhnya aku mengawali keluar rumah dengan sedekah; ini lebih baik bagimu daripada ilmu nujum. (Al-Wasail 6: 273, hadis ke 1)

9. Rahasia Sedekah di Malam hari dan Siang hari Imam Jafar Ash-Shadiq (sa) berkata: Sesungguhnya sedekah di malam hari dapat memadamkan murka Allah, menghapus dosa besar dan mempermudah perhitungan amal; sedekah di siang hari dapat menumbuhkan harta dan menambah umur. (Al-Wasail 6: 273, hadis ke 2)

10. Sedekah itu mensucikan jiwa Allah Ta`ala berfirman: Ambillah zakat dari sebagian harta mereka , dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka , dan mendo`alah untuk mereka. Sesungguhnya dia kamu itu ( menjadi ) ketentraman jiwa bagi mereka. Dan Allah (menjadi) ketentraman jiwa bagi mereka, Dan Allah Mendengar lagi Maha Mengetahui. (QS At-Taubah: 103)

Semoga bermanfaat

—————

REKAP TANYA JAWAB

1. Ana mau nanya ustadz gimana cara menghilangkan keraguan  dan tidak yakin dalam diri ini saat berniat untuk menyumbang

Jawab:
Kuatkan kembali iman kita. Sbb keyakinan yg kuat akan menghilangkan keraguan. Keraguan itu muncul seringnya terlalu sayang pd harta, pdhal itu titipan. Sejatinya milik kita itulah yg disedekahkan. Dan ragu itulah yg sering membiat qt tak bisa byk berbuat. Yakinlah pd Allah itu akan menenangkan.

2. Ustd ijin bertanya…tidak sedikit dari kita sering bertanya2 saat kita sdh berusaha utk lbih baik dlm beribadah n sedekah tp rizky nya pas2 an sedang yg mlh maaf hidupnya sholat pun jarang n mlh ada yg tidak malah berkecukupan untuk memotivasi diri kita berhusnudzon kpd Allah bahwa mungkin yg berkecupan tp lupa ibadah itu ujiannya adalah hartanya
Tp kadang tdk bisa membohongi diri bahwa kita pun ingin spy tdk kekurangan mohon diberikan tips2 nya ustd spy kita lbih bersyukur n tdk futur..jazakallah khair

Jawab:
Ukuran cukup itu di hati qt. Spt doa Abu bakar ya Allah letakan dunia di tanganku bukan di hatiku. N rizki itu tdk identik dg hrta or uang. Pun shodaqah jg tdk hanya dg uang or harta, senyumu pd org lain jg sedekh.

Bg Muslim dunia itu penjara akhirat itu tujuan kita. Bg org kafir dunia itu tujuannya mrk tak kenal akhirat.

Yakinlah semua yg Allah berikn pd kit itu yg terbaik tuk hidup kita. Allah tlh mengukurnya. Kd dg kekurangan pd qt itulah cr Allah menyayangi qt agr mendekat n mengingat pdNya.  Boleh jd jg di mata Allah qt blm siap tuk diberi lbh dr yg skr ada.

Bersyukur n berasabarlah

3. Ustadz mau tanya,

ktika ada orang yg btuh kisa suka ngasih skalipun itu jatah trakhir kita, tp pas kita gk ada kdang ada nysel knp d kasih smua jd menyulitkan diri 🙁
solusiny ustadz…

Jawab:
Kita bukanlah Abu Bakar Umar or Abdurahman bin Auf yg sdh Allah bekali kepasrahan keyakinan nnkekuatan yg luar biasa shg seluruh hartanha di sedekahan. Krnnya Rasulullah menuntunkan sedekahlah dari 1/3hartamu. Bahkan jk tdk mmpu semampunya. INSYAALLAH, Allah tdk menilai dr kuantitasnya tp keihlasannya.

Bahkan sedekah sedikit tp istimrar  (terus menerus, istiqomah) jauh lbh baik dr besar to sekali.

4. Assaamualaikum ustad mungkin saya bertanya diluar konteks , saya mau nanyak ..
Ada suatu harakah yg bernama hizbuh Tahrir da mereka menggaungkan khilafan dan mreka tidak ikut sama sekali dalam pemilihan umum baik itu pemilihan apapun , menurut ustad itu bagaimana ???

Jawab:
Sbg orang awam sybtdk terlalu paham jalan cerita n alur berpikir mrk. Husnudzan sy pasti ada alasan kebaikan dlm ijtihad mrk.

Menurut sy, jk kaum muslimin tdk mau ikut pemilu entar yg menguasai parlemen, lurah, camat, bupati, gubenur n presiden orang non muslim, mk pertanyaannya mungkinkah mrk akan memperjuangkan Islam? Bisa dipastikan tidak. Jk tdk bagaimana mungkin khilafah akan tegak? Palagi dlm konteks keindonesiaan.

Untuk berislam scr sempurna semua butuh proses, butuh waktu, butuh perjuangan dn pengorbanan, serta ukhuwah islamiyah. Mk ikut pemilu adl bagian dr cr kita memperjuangkan Islam itu sendiri.

5. Ustadz mohon pencerahan :
1. Sedekah yg dapat merubah takdir mubram itu sedekah yg bentuknya apa ustadz…? Apakah sedekah mall/berupa harta…, atau sedekah dlm bentuk yg lain..? Misal sholat dhuha, atau menghikangkan duri di jalan…dsb…?

Jawab:
Sedekah dpt mengubah takdir

Sesungguhnya sedekah itu dapat memadamkan kemarahan Allah dan menolak ketentuan yang buruk.” (HR. Tirmidzi).

“Bersegeralah bersedekah, karena bala tidak pernah mendahului sedekah.” (HR. Thabrani).

“Sesungguhnya sedekah dan silaturahim itu dapat menambah umur dan menolak ketentuan buruk yang tidak disukai dan ingin dijauhi.” (HR. Abu Ya’la Alhambali).

6. Sedekah yg paling bagus itu yang berupa sedekah harta atau sedekah makanan ustadz….?

Jawab:
Sedejah yg utama
a.Sedekah yg ikhlas krn Allah/ tersembunyi
b. Sedekah setelah hal2 yg wajib, Sedekah yang terbaik adalah yang dikeluarkan selebih keperluan, dan mulailah dari orang yang kamu tanggung.” (HR. Bukhari)
c. Sedekah yang paling utama adalah sedekah maksimal orang yang tidak punya, dan mulailah dari orang yang kamu tanggung.” (HR. Abu Dawud dan Hakim, dishahihkan oleh Syaikh al-Albani dalam Shahihul Jami’ no. 1112)
d. Sedekah pd keluarga n kerabat dekat
e. Sedekah pd fisabilillah
f. Sedekah makanan

7. Bagaimana sikap kita ustadz ketika ada seseorang yang berulang kali minta bantuan (pinjam) tapi sesudahnya tdk ingat dan pinjam lagi pinjam lagi ustadz apakah kita berdosa jk suatu saat tdk meminjami lagi…?

Jawab:
Hutang itu soal muamalah yg ke bw sampai mati. Mk hrs dicatat, ada saksi dn selesi tuntas/ lunas. Or yg menguhtangi mengikhlaskannya. Lbh baik jgn diapinjami dg maksud agar menyelesaikan kewajibannya. Or Berilah sedekah pdnya semampunya.

——-oOo———————-
PENUTUP

Marilah kita tutup majelis ilmu kita hari ini dgn membaca istighfar, hamdallah serta do’a kafaratul majelis
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِين

dan istighfar

أَسْتَغفِرُ اَللّهَ الْعَظيِمْ

: Doa penutup majelis :
 
سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ ٭
Artinya:
“Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.”

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

~~~~~~~~~~~~~~
®Rumah Dakwah Indonesia

———————-oOo———————-

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *