Menikah Memuliakan Sunnah

Review anda

Notulensi Kajian Bulanan Rumah Dakwah Indonesia
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Grup : Kajian DPA Jabodetabek
Muwajjih : Ustadz Umar Hidayat
Tema : Menikah Memuliakan Sunnah
Moderator : Ukhti Marhamah
Notulen : Ukhti Esih dan Ukhti Suci

MUQADIMAH
————————

بسم الله الر حمن الر حيم

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ
وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا و مِنْ َسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا
مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang masih memberikan kita nikmat iman, islam dan Al Qur’an semoga kita selalu istiqomah sebagai shohibul qur’an dan ahlul Qur’an dan dikumpulkan sebagai keluarga Al Qur’an di JannahNya..

Shalawat beriring salam selalu kita hadiahkan kepada uswah hasanah kita, pejuang peradaban Islam, Al Qur’an berjalan, kekasih Allah SWT yakninya nabi besar Muhammad SAW, pada keluarga dan para sahabat nya semoga kita mendapatkan syafaat beliau di hari akhir nanti. InsyaaLlah..
Aamiin

========================

Materi :

Assalamu’alaikum wr wb
Bismillah

Menikah Memuliakan Sunah
Menemukan Jodohku
By Ustadz Umar Hidayat

Ketika engkau resah karena jodoh, itu pertanda hatimu rapuh dan menjauh dariNya. Bersebab cinta itu anugerah Illahi tak mungkin musnah dari hati, tapi ia hanya butuh dikelola dengan hati yang bersandar pada Illahi.

Tak usah engkau bersedih hati.  Jodoh bukan untuk dinanti. Atau bahkan menjemputnya. Ia hanya butuh untuk diikhtiari secara syari dengan menyandarkan diri pada Illahi.

Ketika gelora cinta tak terbendung, modal apa yang harus kukukuhkan? Ketika mencinta ragu berbalut syariah atau syahwat? saat kebimbangan menjeda hadirnya tanya adakah ini jodohku? Bahkan ketika perlombaan bermula menikah atau maut menjemputnya? Atau ketika ikhtiar cinta mencari jodoh sudah terlangkahkan tapi belum juga berlabuh di pernikahan?

Apa yang arus ku lakukan ya Rabb.
Di kajian on line Menikah Memuliakan Sunah di ruang RDI semoga menemukan jawabannya.

Berawal dari salah memaknai cinta berdampak penyesalan seumur hidupnya. Agar tidak salah mencintai baiknya kita mengerti dahulu arti cinta dalam kamus al Quran.  Delapan makna cinta dalam al quran:

1). Cinta mawaddah adalah jenis cinta mengebu-gebu, membara dan “nggemesi”. Orang yang memiliki cinta jenis mawaddah, maunya selalu berdua, enggan berpisah dan selalu ingin memuaskan dahaga cintanya. Ia ingin memonopoli cintanya, dan hampir tak bisa berfikir lain.

2). Cinta rahmah adalah jenis cinta yang penuh kasih sayang, lembut, siap berkorban, dan siap melindungi. Orang yang memiliki cinta jenis rahmah ini lebih memperhatikan orang yang dicintainya dibanding terhadap diri sendiri. Baginya yang penting adalah kebahagiaan sang kekasih meski untuk itu ia harus menderita. Seperti cintanya sang ibu kepada anaknya. Suami isteri yang diikat oleh cinta mawaddah dan rahmah sekaligus biasanya saling setia lahir batin-dunia akhirat.

3). Cinta mail adalah jenis cinta yang untuk sementara sangat membara, sehingga menyedot seluruh perhatian hingga hal-hal lain cenderung kurang diperhatikan. Cinta jenis mail ini dalam al Qur’an disebut dalam konteks orang poligami dimana ketika sedang jatuh cinta kepada yang muda (an tamilu kulla al mail), cenderung mengabaikan kepada yang lama.

4). Cinta syaghaf adalah cinta yang sangat mendalam, alami, orisinil dan memabukkan. Orang yang terserang cinta jenis syaghaf (qad syaghafaha hubba) bisa seperti orang gila, lupa diri dan hampir-hampir tak menyadari apa yang dilakukan. Seperti cintanya Zulaikha pada jomblowan Yusuf.

5). Cinta ra’fah yaitu rasa kasih yang dalam hingga mengalahkan norma-norma kebenaran, misalnya kasihan kepada anak sehingga tidak tega membangunkannya untuk salat, membelanya meskipun salah. Macam cinta yang terkena virus MJ (meral Jambu) hingga mendekat perzinaan. (Q/24:2).

6). Cinta shobwah yaitu cinta buta, cinta yang mendorong perilaku penyimpang tanpa sanggup mengelak. Al Qur’an menyebut term ni ketika mengkisahkan bagaimana Nabi Yusuf berdoa agar dipisahkan dengan Zulaiha yang setiap hari menggodanya (mohon dimasukkan penjara saja), sebab jika tidak, lama kelamaan Yusuf tergelincir juga dalam perbuatan bodoh, wa illa tashrif `anni kaidahunna ashbu ilaihinna wa akun min al jahilin (Q/12:33)

7). Cinta syauq (rindu), Dalam surat al `Ankabut ayat 5 dikatakan bahwa barangsiapa rindu berjumpa Allah pasti waktunya akan tiba. Kalimat kerinduan ini kemudian diungkapkan dalam doa ma’tsur dari hadis riwayat Ahmad; wa as’aluka ladzzata an nadzori ila wajhika wa as syauqa ila liqa’ika, aku mohon dapat merasakan nikmatnya memandang wajah Mu dan nikmatnya kerinduan berjumpa dengan Mu.

8). Cinta kulfah yakni perasaan cinta yang disertai kesadaran mendidik kepada hal-hal yang positip meski sulit, seperti orang tua yang menyuruh anaknya menyapu, membersihkan kamar sendiri, meski ada pembantu. Jenis cinta ini disebut al Qur’an ketika menyatakan bahwa Allah tidak membebani seseorang kecuali sesuai dengan kemampuannya, la yukallifullah nafsan illa wus`aha (Q/2:286)

Semua ada takdirnya, ada ilmunya

Oke lanjut
.
.
Menikahlah bersebab memuliakan sunah. Sungguh saat bersama sunah kita akan dapatkan barakah. Maka apa yang harus kita lakukan sebelum sampai akad nikah? (ups.aduh masih jauuuh). Sungguh nikah itu sunnahku, dan barang siapa yang tidak menyuai sunahku, maka dia tidak termasuk golonganku, demikian kata Nabi dalam HR. Bukhari.  Maka jauh sebelum sampai pada akad nikah, Pertama, mari luruskan niat dan tujuannya, menetapi sunah-sunah yang mengiringinya. Lalu bekali diri agar tak tergoda oleh jebakan dunia dan ke-semu-an belaka.

Setiap kita akan mendapatkan sesuatu sesuai dengan niatnya dalam beramal, begitupun dengan pernikahan. Selama perjalanan menuju pernikahan tak ada yang lebih penting tuk kita genggam kuat selain niat, luruskan tujuan dan ilmu.  Jika dunia yang diniatinya, ia akan mendapatkannya. Jika akhirat yang menjadi niatnya, pun ia akan mendapatkannya, bahkan dunia berebut mengejarnya. Jika akhirat yang akan menjadi passionnya (hasrat yang paling menguatinya) sungguh Allah akan mengumpulkan kekuatannya yang akan memudahkan mengantarkan pada keinginannya, sekaligus akan memberi kekayaan dalam hatinya.

Akan hilangnya keberkahan bila jalan-jalan menuju pernikahan yang diteguhkan dengan mencari dunia saja. Bahkan boleh jadi tersesat dan menyesatkan bersebab menyelisihi syariat dalam berniat. Ini tidak akan bisa kita lakukan tanpa menjadikan agama sebagai pijakan dalam mencari jodoh, menata, merawat, dan mengelola dalam rumah tangga. Menyelisihi agama tak ada gunanya, justru merugi karenanya. Semua ini dimulai dengan niatnya. Niatlah yang akan menguatkan langkah, memotivasi dan mewarnai buah dari ikhtiar kita.

Imam Nawawi dalam kitabnya, At-Tibyan fii Adabi Hamalatil Al-Quran, berkata; Ibnu Abbas   menceritakan bhwa seseorang akan diberi sesuai dengan kualitas niatnya. Niatlah yang akan mempengaruhi nilai pernikahan yang dijalani kelak. Sekalipun lalu kematian datang lebih cepat dari jodohnya, bersebab niatmu yang lurus dan kesediaan diri untuk berbenah menunaikan sunah telah membuahkan hasil yang diperhitungan di hadapan Allah. Subhanallah.

Menikahlah bersebab memuliakan sunah. Setelah niat dan meluruskan tujuan, ilmu juga menjadi sebab keberkahan dalam berkeluarga. Menata niat dan membaguskan tujuan tak akan berarti jika tidak dibarengi dengan memahami ilmunya. Ilmu menjadi penting untuk memasukinya, menjalaninya dan merawatnya. Bahkan nantinya semakin jauh perjalanan mengarungi bahktera keluarga semakin membutuhkan bekal ilmu. Ilmu tentang cinta. Ilmu mengelola hati. Ilmu meminta pada sang pemilik cinta, sang Maha Cinta. Ilmu menemukan jodohnya. Ilmu menerima perbedaan antara dua insan dan dua keluarga yang berbeda. Ilmu bermasyarakat. Ilmu menjadi pasangan yang baik. Ilmu menjadi ortu bagi anak-anaknya. Dll.

Menikahlah bersebab memuliakan sunah. Jalan yang ditempuh untuk mendapatkan jodohnya, mestilah jangan sampai menyelisihi sunah-sunahnya, palagi syariatNya. Di sini godaan syahwat dan subhat sangat dahsyat, mampu mewarnai dan melumat seluruh sendi kehidupan sang pelakunya. Maka jalanilah penuh dengan kesabaran dan tetaplah berpijak di jalanNya. Tak ada istilah pacaran islami. Bagi aktifis dakwah juga tak ada ruang untuk berkhalwat dalam dakwah. tak ada kebersamaan menyemai cinta di jalan dakwah. Terlalu naïf niatnya, jika ada orang yang berkata, sambil menyelam minum air, sambil aktif berdakwah sambil mencari jodohnya. Ingat godaan syahwat dan subhat

Lalu apa yang harus kita lakukan bila jodoh tak kunjung datang, meski ikhtiar yang benar telah diupayakan?  Bersabarlah. Dan kuatkan kesabaranmu. Yakinlah apa yang Allah takdirkan bagimu pasti akan datang. Yang harus kita lakukan adalah penuhi segala apa yang menjadi sebab terjadinya pernikahan yang barakah itu? Nah, ini masalahnya.. sebab cinta kadang membabi-membuta, memperdaya dan membuat gila. Bahkan ada yang mengatakan cinta tak perlu logika.

Kedua, kesiapan; pantas diri di hadapan Allah agar layak dipertemukan jodohnya. Ini menyangkut internal masing-masing kita. Mental. Iman. Spiritual kita. Psikologis. Sholihkan diri. Dekatkan diri pada Allah. Jadikan diri pribadi yang anggun (di hadapan Allah). Gampangnya; Jika anda menginginkan jodoh yang shaleh atau shalehah, maka pastikan dulu bahwa diri anda pantas mendapatkan jodoh yang shaleh dan shalehah? Caranya bagaimana?

Jika anda menginginkan pasangan anda baik dalam agamanya, maka pastikan anda pun baik agamanya. Jangan berharap mendapatkan seorang Imam layaknya Ali ibn Abi Thalib jika engkau tidak berperilaku dan berakhlak seperti Fatimah. Sibukan diri dengan kebaikan, maka engkau akan bersanding dengan lelaki yang baik..
Yang diperlukan disini adalah sholihkan diri, maka jodohmu mananti. Kesungguhanmu membaguskan diri sungguh akan menjadi sebab untuk Allah pertemukan jodohnya. Jika engkau baik, maka akan ketemu jodohnya yang baik. Begitupun sebaliknya. Seperti yang Allah firmankan:
Wanita-wanita yang tidak baik untuk laki-laki yang tidak baik, dan laki-laki yang tidak baik adalah untuk wanita yang tidak baik pula. Wanita yang .baik untuk lelaki yang baik dan lelaki yang baik untuk wanita yang baik. (Qs. An Nur:26)

Imam Al-Maraghi dalam Tafsir Al-Maraghi menguatkan bahwa memang sudah sunnahnya mereka yang mempunyai kesamaan itu akan bersatu, dan bersatunya Rasulullah SAW dengan Aisyah ra sebagai bukti bahwa Aisyah ra bukanlah perempuan keji seperti yang diisukan. Sekufu. Sementara Imam As-Syarowi dalam menafsirkan ayat ini memberikan penekanan yang lebih akan pentingnya kesamaan antara suami dan istri. Inilah yang disebut dengan sekufu.  Karena persoalan sekufu hanya berkenaan dengan agama dan kemerdekaan seseorang saja, bukan dalam hal lainnya.

Inilah alasannya mengapa Rasulullah menikahkan Zainab binti Jahsyi al_Qurasyiyyah, seorang wanita bangsawan dengan Zaid bin Haristah bekas budak beliau. Inilah sebabnya Rasulullah menikahkan Fatimah binti Qois al-Fihriyyah dengan Usamah bin Zaid. Inilah sebabnya Rasulullah menikahkan Bilal bin Rabah dengan saudara perempuan Abdurahman bin Auf. Jadi yang penting sholih dan sholihah, soal catik-ganteng, kaya-miskin, pandai-tidak pandai, keturunan pejabat-rakyat, itu semua bonus saja.

Mengapa agamanya? Inilah diantara perkara yang Mudah dipahami tapi kadang bimbang saat harus mengambil keputusan. Sering terjadi perselisihan dan pertaurangan yang hebat antara terlanjur cinta yang menggoda di hati dengan pertimbangan syari yang penuh hati-hati. Semua kembali pada pilihan kita.

Menikahlah bersebab memuliakan sunah. Apa yang mendatangkan keberkahan? Bermula dari proses menemukan jodohnya yang tak menyelisihi syariat. Nabi menunjukan cara yang paling beradab untuk mewadahi keinginan manusia dan selamat dihadapan Allah. Terutama ketika seorang laki-laki memilih wanita untuk dinikahinya; wanita (biasanya) dinikahi karena empat hal; karena hartanya, karena keturunannya, karena kecantikannya, dank arena agamanya. Maka utamakanlah yang baik agamanya, niscaya kamu akan beruntung. (Hr. Bukhari Muslim).

Imam Qurthubi sebagaimana dikutip Imam Ibn Hajar dalam Fathul Barri, menyatakan; makna dari hadis ini adalah empat perkara tersebut merupakan pendorong seorang pria menikahi seorang wanita. Hadis ini adalah kabar tentang kenyataan yang terjadi dan bukan berarti Nabi Saw memerintahkan empat perkara tersebut. Namun, yang beliau anjurkan adalah agar memilih karena agamanya. Maka tak disangkal lagi bahwa perempuan yang baik agamanya dan pernikahan yang didasrkan pada mementingkan agamanya kelak akan menjadi modal yang sangat penting bagi mewujudkan kebahagiaan dalam berumah tangga. Sakinah mawadah wa rahmah.

Maka agama menjadi bandul utama menetapkan siapa yang menjadi jodohnya seseorang. Jika ada beberapa pilihan yang satu sholih dan yang satu tidak mengenal agama, maka tentu pilihan idealnya jatuh pada yang sholih adanya. Jika keduanya sama-sama sholihnya apa yang mesti menjadi pertimbangan berikutnya? Imam Syafii pernah menandaskan jawabannya; jika ada beberapa pilihan membingungkanmu, sedang kau tahu yang mana pengundang keridhloan Allah, ambilah yang paling menyelisihi hawa nafsu.

Ketiga, persiapan; menyiapkan segala sesuatau yang berhubungan dengan kehidupan berumah tangga. (1) Persiapan Ilmu. Miliki life skill. Memasak. Ilmu kebersihan. (2) Persiapan fisik, (3) persiapan psikis, dan (4) persiapan sosial; Kesiapan menghadapi orang lain. Keluarga besar.
Jika ketiga tahapan sudah terpenuhi, berarti Anda dianggap sudah layak menikah.

Baru Keempat; ikhtiar menempukan jodoh. Bukan menanti. Tapi bukan pula pacaran. Dan tidak ada pacaran Islami.  Setidaknya dalam hal ini ada tahap-tahap penting yang harus dilalui. Intinya : 1-buat proposal dan siapkan mediator 2-tukeran proposal dan jangan lupa minta restu ortu 3-ketemu 4-istikharah 5-khitbah 6-akad.

Kelima; istiqomahlah dan kuatkan diri dengan doa. demi Allah yang segala jiwa berada di genggamanNya, mohonlah kepadanya agar senantiasa istiqomah di jalanNya, istiqomah dalam ucapan, pikiran, perasaan dan amalannya, agar segala ikhtiar dan usahanya dinilai ibadah olehNya. Dan memohon diberikan pasangan dan keturunan yang membahagiakan di dunia dan akhirat serta bisa berkumpul dalam surgaNya. (lihat qs. Al Furqon; 74)

Jika ternyata belum juga berhasil? Tetaplah lantunkan doa; Ya Allah, jika dia memang bukan untukku, berikan aku keikhlasan untuk bisa merelakannya bersama dengan orang lain. Jika kita gagal, jangan putus asa dan minder.  Kita harus sabar dan tetap berusaha mendapatkan yang lebih baik lagi. Yakinlah ada yang lebih baik yang sedang dipersiapkan Allah untuk kita. Para sahabat besarpun mengalaminya. Contohnya Utsman ra yang melamar putri Abu Bakar ditolak, lalu melamar putri Umar juga ditolak, akhirnya malah menjadi menantu Rasulullah Saw.

Akhirnya sesungguhnya Kunci Relasi jodoh itu ada di 4 tempat yakni hubungan kita dengan Allah, orangtua, dan sang jodoh itu sendiri. Keridoaan jodoh tergantung Allah, keridloan Allah tergantung ridhlo kedua orangtua. Tentang siapa jodohku yang pening sholih, lain-lainnya bonus. Maka akan menjadi serasi dengan kata Uhibukum fillah. Sandaran yang paling kuat kepada Allah sebagaimana nikah adalah mistaqon ghalido (perjanjian nan agung), maka relasi jodoh mereka akan menjadi abadi menjadi rumahtangga yang sakinah, mawadah, wa rahmah hingga dipertemukan kembali di surgaNya. Aamiin.

Selamat berjuang

End.
Sampai ketemu di Menikah Memuliakan Sunah 02: Membina Keluarga Di Jalan Dakwah
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

REKAP TANYA JAWAB :
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

01. Assalamualaikum,,
Mohon maaf ustadz,
Saat saya menikah,
Yg saya ingat adalah karena sudah di minta oleh orang tua,
Saya jg masih jauh dri Aqidah islam,
Dlm masalah niat,
Saya jg blm lurus.
Bagaimana saya memperbaiki niat saya..?
JazakAlloh khoiron katsiron ustadz.

Jawab:

Bismillah.
Bukan berarti hrs mengulang dari akad nikah. Setidaknya sedari sekarang bersma suami memperbaharui niat. Misalnya, Bhw kita menikh krn Allah berkomitmen untuk selalu berada di jalan Allah hingga surgaNya. N selalu menjaga niat itu.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
~~~~

02. Saya dr Boyolali ingin bertanya ustadz
1. Kl kriteria memilih istri ada 4, dan laki2 dianjurkan condong ke kriteria yg ke-4,  apakah demikian juga dgn wanita ketika memilih suami?

Jawab :

bismillah. 1) bagi perempuan sholihah, jika ada laki-laki yg kualitas agamanya dan akhlaknya bagus datang melamar, maka nikahkanlah dia dg perempuan sholihah. demikian petunjuk Nabi. bg sy gateng dll itu bonus yg ptg sholih n tanggungjawab. 2) yakinlah dg petunjuk Allah dan Rasulnya dalam perkara jodoh. soal hati biarAllah yg membukanya. pasti nanti ada saatnya. jgn dipaksakan.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
~~~~

03. Assalamualaikum…
Ustad….
apa hukum orang tua yang menunda” pernikahan anak karna hal atau alasan yg tidak ada sangkut pautnya oleh pernikahan…. (dalam hal ini anaknya laki)

Dan apa hukumnya bagi anak laki” yang tetap menjalankan pernikahan….
Padahal orang tua (ibu) tidak mengizinkan ( dalam hal waktu atau penyelenggaraan pernikahan ) dan akhirnya seperti menunda” dengan alasan yg tidak syar’i….
Karna yg saya tau…laki” bisa menikahkan dirinya sendiri tanpa wali nikah ….
Jazakallah khairan…

Jawab :

hukumnya berdosa. ada 3 hal yg tak boleh ditunda; sholat jk sdh dtg waktunya, penguburan jenazah, dan nikah yg sudah waktunya. krn jk ditunda biasanya fitnah sering terjadi. bentuknya bisa macam2.  ya laki-laki bisa menikahkan sendiri tanpa wali, tp yg dinikahikan hrs berwali. ridlo Allah trgantung dari ridlo orang tua iu berlaku bg lk n pr. jd yg hrs dilakukan sesungguhnya meyakinkan pd ortu bhw kita siap menikah n siap menanggung segala resiko paska pernikahan. krn yg sering dikhawatirkan ortu adalh tidak mau melepas n khawatir jk dilepas.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
~~~~

04. Afwan, Ustadz, saya mau tanya.
1. Tentang materi ke 6, knapa memilih yg menyelisihi hawa nafsunya?
Saya pernah baca, yg intinya jika kita memilih  calon selain sholih carilah sesuatu yg bisa membuat kita menyukainya. Berarti sebuah ketertarikan. Apakah ketertarikan ini beda dg nafsu, Ustadz?

Jawab :

1) menyelisihi hawa nafsu artinya orang yg kita pandang bukan dari hawa nafsu dan paling sedikit mudharatnya. adapun ttg hati yg mantap dg pilihannya tanpa semata-mata krn waha nafsu patut kiranya untuk diikuti. hati yg tidak mengikuti hawa nafsu adalah hati yg mengutamakan pertimbangan diien. dan itulah hati yg bersih. 2) boleh.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
~~~~

05. Bolehkah menyebut nama ketika berdoa ttg jodoh?
Jazakallah khairan

Jawab :

Boleh. itu bagian dari ikhtiar. tp keputusan siapa jodoh itu tetap ditangan Allah.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
~~~~

06. Afwan ustadz,
Ana mau tanya
Ketika sudah siap menikah, tapi tak kunjung menemukan yang cocok, ketika sudah menemukan seseorng yg baik agamanya, eh ternyata banyak halangannya disitu.
Gimana solusinya ustadz?
Nuhun

Jawab :

bismillah. solusinya hadapi tantangan dan halangan semampunya jk itu jodohnya mk hasil perjuangan yg sgt barakahnya pun sangat. tp, jk sudah diikhtiari belum jg ada hasil serahkan sepenuhnya pada Allah. biar Allah kirim gantinya yg lebih baik. istikharahlah padaNya.

tetaplah yakin dan husnidzan pada Allah. baik dalam penilaian kita blum tentu baik di mata Allah. mungkin inlah cara Allah untuk menentukan yg terbaik untuk anda. mk tetaplah bersabar dan makin dekatkan diri pdNya. cobalah lihat dr sisi lain, pasti maha besar Allah dan maha benar Allah. mungkin itulah cara Allah menyelamatkan anda, dan……Allah sdg menyiapkan yg terbaik. biidznillah.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
~~~~

07. Assalamu’alaikum ustadz…
Menjelang pernikahan, banyak sekali ujian…
Bagaimana menghadapi ujian2 tsb agar ttp sabar dan ikhlas.?
trmksh

Jawab :

betul. tetapkan hati. tingkatkan istiqomah. jaga kepercayaan dan saling komunikasi. peristiwa ini serig terjadi krn menunda pernikahan, n sgt mungkin menguji kesungguhan. bersabarlah.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
~~~~

08. kalau laki2 yg siap menikah tapi masih punya saudara (kaka perempuan) yg belum nikah, sedangkan orang tua menganjurkan jangan melangkahi kakanya..bagaimana sikap kita ustadz?? apakah itu termasuk menghalangi untuk memulikan sunah? syukron katsiron

Jawab :

dalam Islam tidak menjadi penghalang kakak atau ade dulu yg menikah. yg ptg kembalikan pd yg mau menjalani. ajak dialog baik-baik dg ortu, apa sesungguhnya yg menjadi kehkahwatiran ortu, cari solusinya. jk kita menikah krn niat ibadah krn Allah mestinya menjadi mudah. bahkan hrs menjadi catatan bagi ortua yg anaknya sudah siap menikah kmd ditunda biasanya akan timbul masalah. jk bukan alasan syar’i bismillah mhn keridoaan ortu tuk sgr menikah.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
~~~~

09. esih – tangerang
Mau tanya ustadz, tadi disebut kalau memilih yg baik agamanya.
Kalau ada yg dateng berniat baik tapi kita tidak ridho dg nya gimana ustadz?
Meski agamanya baik

Jawab :

selain agamanya menjadi penentu bg perempuan punya hak jawab n memilih yg memantapkan hati. jd agama no 1 mantapnya hati bg yg menjalani no 2, tp keduanya hrs terjawab dg baik agar tidak menyesal dikemudian hari. karena menikah itu tuk selamanya, bukan coba-coba.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
~~~~

10. Asalamualaikum ustadz. Izin bertanya.. Jika ada yg mengkhitbah dan org tua mengembalikan keputusan kpd anak nya dan anaknya tsb tidak ridho kpd yg mengkhitbah.. Apa langkah yg harus d lakukan?? sedangkan lelaki tsb sudah berniat baik.,Syukron katsiron..

Jawab :

baik. bismillah. menolak khitbah itu boleh ko. bersebab sang perempuan merasa tidak mantan hati meski lk2 nya sholih. krn ianya yg aka menjalani perikahan, jgn sampai menyesal dalam perjaanan rt. ya tolaklah dg baik2, mungk memang blm jodohnya, doakan smg mendapatkan yg lebih baik. yg ptg jgn terpaksa. n setelah itu jgn membuka hati pd ybs. justru minta ganti pd Allah dg mendekat pdNya.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
~~~~

11. Ustadz ketika kita dihadapkan 2 pilihan antara menerima atau tdk apa yg harus kita lakukan? Sedangkan kita tdk tau tingkat kesalihannya dan dirasa blm  sevisi misi.. Meskipun dia orang hanif yg sedang memperbaiki dirinya juga..
Bukankah istikarah itu untuk mamantapkan hati bukan untuk menentukan dia atau dia tadz?

Jawab :

istikharah itu untuk menentukan pilihan yg belum mantap atau ada lebih dari satu pilihan. tp klo pilihan sdh mantap baik mantap diterima atau mantap ditolak krn alasan terntentu ya ngga usah istikharah. lha wong sdh jelas ko. nah jk masih mencari info untuk mempertimbangkan kesholihannya itu bisa diikhtiari dg cari info pd temen dekatnya yg bisa dipercaya atau gurunya, atau ya istikharah itu. tp klo tetep ragu yg tinggalkan.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
~~~~

12. Ustd bgaimana dgn wanita yg mau belajar agama lbh dalam tapi dia sdah di khitbah oleh seorang laki2..sdgkan laki2nya itu sulit untk berubah dan sulit mau mndalami agama?
Mohon jawabannya ustad..
Jazakumullah

Jawab :

itulah ujian kesholihahan Anda. adakah anda siap untuk menjadi istri yg menambah kesholihannya. mk memang idealnya pertimbangn utamanya lk2 yg sholih. krn klo istri lbh sholihah sdg lk2 kurang sholih, biasanya dalam perjalanan sang suami susah berubah. tp semua itu jk diniatkan krn Allah menjadi peluang pahala bersama. jk Anda tetap mantap bismillah dg niat perbaikan diennya semoga Allah memudahkannya. lanjutkan.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
~~~~

13. Satu lg ustad , jika lelaki tsb tidak menerima dan mendoakan hal buruk apa yg harus d lakukan ? Apakah kita termasuk menyakiti hati lelaki tsb

Jawab :

Jk ia lelaki sejati n sholih tak mungkin melakukannya. Berlindunglah pd Allah dr sgl bahaya.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
~~~~

14. Tahun lalu sya memutuskan untuk Hijrah dan mecoba mebenahi diri, pada saat yg bersamaan pula  sya coba dikenalkan oleh sahabat sya dengan perempuan. Singkat cerita saya pun berkenalan dan setelah beberapa kali perkenalan syapun memutuskan untuk melamar perempuan tersebut, dan alhamdulilah responnya pun baik.
Namun ada beberapa ada beberapa konsen yg perempuan sampaikan untuk menjadi tolak ukur kepada sya, yaitu :
1. Pekerjaan (sya seorang pegawai salah satu bank syariah)
2. Apa yg menjadi niat sya.
3. Target hapalan Al-Qur’an sya.
Untuk point 1 sudah sy sampaikan dan diskusikan, apabila pekerjaan sya saat ini lebih mudharat, sya akan coba mencari pekerjaan lain.
Point 2 dan 3, karena sya masih baru mempelajari untuk mendalami agama jadi saat ini sya coba belajar untuk meluruskannya untuk menyempurnakan agama,
Namun terkait dengan target hapalan, sya masih blm mempunyai target untuk dapat menjadi hapal Qur’an.

Hal tersebut yg saya sampaikan kepada perempuan, namun sepertinya ada miskomunikasi disini,
Yg mana perempuan menyimpulkan, bahwa saya belajar mendalami dan menghapal Al-Qur’an karena ingin mendapatkannya, bukan karena ke ikhlasan dari sya,

Untuk itu, mohon pencerahannya ustd,
Hal apa yg harus saya lakukan untuk meyakinkan perempuan dan keluarganya?

Jawab :

prinsip dalam pernikahan sesuai syari’at dan jgn memberatkan. krn hafalan quran itu ptg n bagus tp tidak semua orang memiliki kemampuan yg sama. ketika hafalan qur’an menjadi syarat sah tentu tidak pd tempatnya. ketika itu justru memberatkan, alangkah sayangnya,krn bukan masuk dalam rukun n syarat prinsip dalam pernikahan. jgn sampai krn bukan termasuk prinsip, rukun dan syarat, justru akan menjadi sandungan dalam pernikahan. bahkan soal maharpun Rasulullah menuntunkan untuk yg mudah dan murah, agar pernikahan itu tidak dipersulit. cobalah komunikasikan lg dg baik, atau ajak ketemu dg ahlinya. semoga dimudahkan Allah, aamiin.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
~~~~

15. Assalamualaikum Ustadz, mau tanya, gimana hukumnya bagi suami istri yg bermesraan didepan publik? Baik di dunyat atau dumay.

Jawab :

tidak baik. bahkan MUI melarang memajang foto perempuan yg bersuami. semua ada tempatnya, jk tidak pd tempatnya akhirnya mengundang mudharat bgnya dan bg orang lain. tentu klo sdh sampai mudharat Islam melarangnya.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
~~~~

16. Assalamualaikum ustadz, mau tanya.
Saya iput dr jakarta.
Ustadz salahkah jika kita menolak lelaki yang sudah baik agama?._.
Jazakallah khairon katsir ustadz

Jawab :

menolak itu boleh. krn hati kurang mantap meski agamanya baik. n cari ganti yg baik agamanya dan mantap di hati.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
~~~~

17. Ustad afwan izin bertanya

Jika sudah istikharah, dan hati condong menerima, lalu keluarga pun Alhamdulillah membuka apa yg harus kami lakukan, khususnya wanita?

Karna laki2 baru akan mengkhitbah ketika ia sudah persiapkan segalanya seperti tempat tinggal, dll. Karna ia perantau dan bukan dr kalangan yg sudah mapan. Bagaimana meyakinkan bahwa rezeki menikah itu Allah jamin bahkan berlipat ganda kenikmatannya.

Jawab :

itulah tugas Anda berikutnya. jk menikah krn Allah segerakan. jk ia menikah dalam keadaan yg papah, mk Allah akan cukupkan kehidupannya. jk ia menikah dalam keadaan yg biasa, mk Allah akan gantengkan n cantikan pasangannya. jgn ditunda hanya krn urusan dunia, pdhal dunia bisa dicari.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
~~~~

18. Afwan satu pertanyaan lagi..
Ketika sudah dikhitbah oleh calon suami. Akan tetapi, calon mertua  belum menginginkan pernikahan sesegera mungkin dengan Jalasan studi. Calon suaminya harus menyelesaikan studinya dulu baru menikah. Sementara ia ingin segera menikah.tdk mau digantung lama2. Bagaimana menanggapinya ustadz?

Jawab :

menikah itu tidak menggangu study dan study pun tidak boleh menghalangi menikah. semua dikembalikan pd ybs dan kesiapannya. banyak kejadian seperti itu, na’udzubillah, akhirnya tergoda oleh yg lain ditengah jeda kuliah, n akhirnya tidak menikah dg yg dikhitbah. boleh jd justru dg menikah study makin barakah.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
~~~~

———————-oOo—–—————–

PENUTUP

Marilah kita tutup majelis ilmu kita hari ini dgn membaca istighfar, hamdalah serta do’a kafaratul majelis
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِين

dan istighfar

أَسْتَغفِرُ اَللّهَ الْعَظيِمْ

: Doa penutup majelis :

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ ٭
Artinya :
“Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.”

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

~~~~~~~~~~~~~~
®Rumah Dakwah Indonesia

———————-oOo—–—————–

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *