Qodho dan fidyah: Tata cara membayar hutang Ramadhan tahun lalu

Notulensi Kajian Bulanan Rumah Dakwah Indonesia
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Hari : Sabtu, 8 April 2017
Grup : Rumah Ruqayyah
Muwajjih : Ustadz Abu Bashir Wahyudin Al-Bimawi
Tema : Qodho dan fidyah: tata cara membayar hutang Ramadhan tahun lalu
Admin : 06-10 Akhwat
Moderator : Hikmah
Notulen   : Mila

MUQADIMAH
————————

بسم الله الر حمن الر حيم

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ
وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا و مِنْ َسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا
مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang masih memberikan kita nikmat iman, islam dan Al Qur’an semoga kita selalu istiqomah sebagai shohibul qur’an dan ahlul Qur’an dan dikumpulkan sebagai keluarga Al Qur’an di JannahNya..

Shalawat beriring salam selalu kita hadiahkan kepada uswah hasanah kita, pejuang peradaban Islam, Al Qur’an berjalan, kekasih Allah SWT yakninya nabi besar Muhammad SAW, pada keluarga dan para sahabat nya semoga kita mendapatkan syafaat beliau di hari akhir nanti. InsyaaLlah..
Aamiin

========================

Materi :
————-

HUKUM SEPUTAR FIDYAH & QADHA RAMADHAN

FIDYAH

Fidyah merupakan shadaqah yang dibayarkan oleh seorang yang sudah tidak mampu lagi berpuasa dan juga bagi wanita hamil dan menyusui (menurut pendapat yang paling kuat dari para ulama’), yang dibayarkan kepada orang miskin (Al-Baqarah : 184).

Takaran jumlah fidyah yang harus dibayarkan….

Yang rajih adalah apa yang difatwakan oleh Ibnu ‘Abbas : setengah sha’ atau kurang lebih 1,5 kg per jiwa. Dan pendapat inilah yang dipilih oleh Asy-Syaikh Abdulaziz bin Baaz dan Lajnah Fatwa Saudi Arabia (Fataawaa Ramadhan 2/554-555 dan 604).

>> Diperbolehkan memberi makanan yang matang dengan ukuran yang dapat mengenyangkan si miskin (Fataawaa Ramadhan 2/652).

Hal ini sebagaimana yang dilakukan oleh Anas bin Malik radliyallaahu ‘anhu ketika beliau lemah untuk berpuasa karena tua (selama satu bulan : 30 hari) beliau membuat satu mangkok besar tsarid (bubur dari roti yang diremas dan dicampur kuah), lalu beliau mengundang 30 orang miskin sehingga mengenyangkan mereka. (Diriwayatkan oleh Ad-Daruquthni dalam Sunan-nya 3/199 no. 2390 dan dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Irwa’ul-Ghaliil 4/21).

>>Tidak diperbolehkan membayar fidyah dengan uang, tetapi harus dengan makanan sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah Ash-Shahihah (Hadits Shahih).

>>Diperbolehkan membayar fidyah sekaligus atau terpisah-pisah waktunya (Lajnah Fatwa Saudi Arabia,Fataawaa Ramadhan 2/652).

QADHA PUASA RAMADHAN

Bagi orang-orang yang diberikan rukhshah untuk tidak berpuasa di bulan Ramadhan (karena safar, sakit, haid, dan nifas), maka ia diwajibkan mengganti puasanya (qadha) tersebut di hari lain sesuai dengan jumlah hari yang ditinggalkan (lihat kembali pembahasan Orang-Orang yang Tidak Diwajibkan Berpuasa).

Qadha’ puasa Ramadhan tidak harus dilakukan seketika. Kewajiban mengqadha’ ini bersifat fleksibel dan penuh keluasan. Aisyah radliyallaahu ‘anhaa menceritakan tentang qadha’ puasanya :

كَانَ يَكُونُ عَلَىَّ الصَّوْمُ مِنْ رَمَضَانَ ، فَمَا أَسْتَطِيعُ أَنْ أَقْضِىَ إِلاَّ فِى شَعْبَانَ

“Aku mempunyai hutang puasa Ramadhan, lalu aku tidak bisa mengqadha’-nya kecuali di bulan Sya’ban karena ada kesibukan dengan Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam.” (HR. Muslim no. 1146).

Namun, menyegerakan qadha’ puasa adalah lebih utama daripada menundanya

Tidak wajib mengqadha’ puasa secara berurutan.

Tidak wajib untuk mengqadha puasa secara berurutan dan berkesinambungan karena sifat qadha tidak harus sama dengan sifat pelaksanaan.

Ibnu ‘Abbas radliyallaahu ‘anhuma telah menjelaskan :
“Tidak apa-apa (mengqadha’ puasa) secara terpisah.” (Diriwayatkan oleh Bukhari secara mu’allaq dan disambungkan sanadnya oleh Abdurrazzaq, Ad-Daruquthni, dan Ibnu Abi Syaibah dengan sanad shahih sebagaimana dikatakan oleh Syaikh Al-Albani dalam Mukhtashar Shahih Bukhari 1/569).

Para ulama’ sepakat bahwa orang yang meninggal dunia, sedangkan dia memiliki tanggungan kewajiban puasa, maka walinya atau yang lainnya tidak wajib mengqadha’-nya.

Demikian juga orang yang tidak mampu berpuasa, tidak boleh ada seseorang yang menggantikan puasanya selama orang tersebut masih hidup. Akan tetapi yang harus ia lakukan adalah memberi makan satu orang miskin setiap hari sebagaimana yang dilakukan oleh Anas bin Malik radliyallaahu ‘anhu.

Dari Umrah bahwa ibunya meninggal dunia dan ia punya tanggungan puasa Ramadhan. Ia berkata kepada ‘Aisyah radliyallaahu ‘anhaa : “Apakah aku harus membayar puasanya?”. Aisyah menjawab :
‘Tidak, tetapi keluarkanlah sedekah sebagai ganti dari puasanya itu, yaitu setiap satu hari diganti dengan memberikan setengah sha’ kepada orang miskin.’ (Diriwayatkan oleh Ath-Thahawi dalam kitab Musykiilul-Aatsaar3/142 dan Ibnu Hazm dalam Al-Muhalla 7/4 dengan sanad shahih“ dinukil melalui perantaraan Ahkaamul-Janaaiz karya Syaikh Al-Albani).

Barangsiapa yang meninggal dunia, sedangkan ia mempunyai hutang puasa nadzar, maka jika ada beberapa orang yang berpuasa untuknya sesuai dengan jumlah hari yang ia nadzarkan, maka hukumnya boleh.

Tida ada kaffarat bagi orang yang menunda-nunda qadha

Tidak ada satupun hadis marfu’ dari Nabi Shallallahu alaihi wasallam tentang masalah ini sehingga tidak ada kewajiban kaffarat baginya. Syaikh Al-Albani rahimahullah mengenai masalah ini berkata, “Memang ada Ulama yang berpendapata demikian. Akan tetapi, tidak ada satupun hadis yang marfu’ dari Nabi Shallallahu alaihi wasallam yang menyebutkan hal itu.”

Orang yang berbuka dengan sengaja tidak wajib mengganti puasanya

Syaikh Al-Albani rahimahullah berkata dalam Tamumul Minnah (hlm. 425) secara ringkas setelah memilih pendapat tidak adanya qadha atasnya : “Pendapat yang paling jelas adalah pendapat kedua (TIDAK ADA QADHA/GANTI). Inilah pendapat yang dipilih oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah. Ia berkata di dalam kitab Al-Ikhtiyaraat (hlm. 65) : “Tidak ada qadha bagi orang yang membatalkan kewajibannya tanpa udzur baik dalam puasa maupun shalat. Kalaupun ia mengqadhanya maka qadhanya tidak sah.

‘Referensi :
Ensiklopedi Fiqh Praktis Menurut Al-Qur’an dan As-Sunnah. Karya Syaikh Husain bin ‘Audah Al-‘Awaisyah.
Meneladani Rasulullah dalam Berpuasa & Berhari Raya. Karya Syaikh Ali bin Hasan Al-HallabyWallaahu A’lam
Wallaahu Waliyyut TaufiqSemoga bermanfaat bagi Penulis dan bagi Para Pembaca Yang Budiman. Baarokallaahu Fiikum. Hadanallaahu Wa Iyyaakum Jamii’an. Yassarallaahu Lanal Khairo Haitsuma Kunna…AD-DIINU AN-NASHIIHAH

Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an
AL-WAFA’ AL-ISLAMY BIMA
Desa Godo Jln. Lintas Sumbawa Kec. Woha Kab. Bima-NTB
Sabtu, 8 April 2017

=============================

Salurkan Zakat Mal (Harta), Infaq, Shodaqoh Serta Wakaf Anda Untuk Pembangunan Ruang Kelas, Tanah Urukan, Pondok Pesantren Tahfidz Al-Wafa’ Al-Islamy Bima-NTB

Rekening/Account :

* Bank Negara Indonesia (BNI) Cab. Bima : 0362730751

* Bank Syari’ah Mandiri (BSM) Cab. Bima : 7081444123

An. Wahyudin Al-Bimawi

Atas Bantuan dan Partisipasinya, Kami khaturkan Jazaakumullaahu khairul Jazaa’ Wa Baarokallaahu fiikum.

HP/WA : 085253777143
BBM : 5FCB6D17
LINE : أبو حاصف ألبيماوى

Silakan SHARE pada yang lain yang belum mengetahui, agar Anda pun bisa dapat bagian pahala

REKAP TANYA-JAWAB
—————————————

1.

Assalamu’alaykum.
Nama saya fania nur azizah
Saya dari palembang

Ustadz yang ingin saya tanya kan ialah, mengapa membayar fidyah total di perbolehkan dengan uang?

Terima kasih

Jawab
Bayar Fidyah harus dg makanan pokok bukan dg uang. Kecuali mau sedekahkan ke daerah lain seperti pesantren atau panti asuhan maka harus dg mengirim uang. Nanti pengurusnya yg belikan makanan.

2. Ustsdz….klu tanggungan hutang puasa udah dr dulu saat msh baru baligh dan tdk tahu brp jumlah hutangnya apakah tetap hrs dbayar ? Bayarnya brp ustadz klu kt ga tahu?

Jawab
Tidak harus. Bayar saja yg di ingat tahun sebelumnya
——————————————————————————–
3. Assalamu’alaykum ustadz.. Kalau kita bayar utang puasa org yg sudah meninggal tp dibagi2 bisa gt stadz?

Jawab
Seorang anak membayar utang puasa orang tuanya selama sakit maka boleh
——————————————————————————–
4.

Assalamu’alaykum.
Nama saya vanny aulia
Saya dari jakarta

Ustadz yang ingin saya tanyakan ialah, orang hamil memang sudah diperbolehkan tidak puasa? Jika sebenarnya dia mampu, apa dia harus mengqada di lain waktu?
Terimakasih

Terima kasih

Jawab
Iya. Tp kalo tdk puasa ya langsung bayar fidyah. Itu sdh rukhshoh. Dan boleh mengqodho dilain waktu.
——————————————————————————–
5. Usztdh..sy mau brtya apa boleh meng-qadha tapi d barengi dgn puasa senin kamis? Jadi dlm satu hari puasa itu d niatkan meng-qadha dan puasa senin/kamis?
Syukron.

Jawab
Kalo niatnya qodho puasa wajib maka puasa senin kamisnya gugur walopun bertabrakan dg hari itu
——————————————————————————–
6.Assalamualaikum.. Sy eka.
Mau Tanya ttg qadha ibu hamil & menyusui, ada yg blg kalo ibu hamil & menyusui ttp harus mengqadha tdk boleh fidyah, tapi td di atas di perbolehkan, jd seharusnya gimana ustad? Syukron

Jawab
Iya betul. Tp ini khilaf ulama. Tp yg roji yaitu ibu hamil dan menyusui itu diberikan dua solusi yaitu bayar fidyah atau qodho. Kalo bayar maka tdk wajib qodho. Begitu jg sebaliknya. Kalo qodho maka tdk perku bayar fidyah
——————————————————————————–
7. Ustad mau nanya
Saya kan sakit tenggorokan, bisa di katakan amandel, kadang bisa puasa kadang tidak. Saya bingung ustad, kalau saya kejar, susah. Soalnya setelah puasa badan lemas. Ibadah tak lancar, trus aktifitas yg lain terhambat. Hanya satu atau 2 yg bisa di lakukan. Upaya minum dan makan buah udah di usahakan. Tp tetp g’ hilang ustad. Saya bingung. Mau ganti, tp tak terkejar. Hanya 1 kali dalam 1 minggu agar bisa pulih lagi ustadz. Gimana tu ustad.

Jawab
1. Ana sarankan utk makan buah batu atau Kawista yg masih muda. Seminggu akan hikang amandeknya.

2. Puasanya di qodho.

Clossing Statement :

……..

———————-oOo———————-

PENUTUP

Marilah kita tutup majelis ilmu kita hari ini dgn membaca istighfar, hamdalah serta do’a kafaratul majelis
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِين

dan istighfar

أَسْتَغفِرُ اَللّهَ الْعَظيِمْ

: Doa penutup majelis :

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ ٭
Artinya :
“Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.”

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

~~~~~~~~~~~~~~
®Rumah Dakwah Indonesia

———————-oOo—–—————–

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *