Rekap Tanya Jawab Syariah (212)

1 (20%) 1 vote

Rekap Tanya Jawab Syariah ( 212 )
Rumah Dakwah Indonesia

1. Assalamu’alaykum saya mau bertanya.
Mana yg harus didahulukan, membayar hutang atau berkurban? Misalnya uang yg dimiliki ada 2jt yg akan digunakan utk berkurban, tp masih memiliki hutang 8jt, jatuh tempo bln desember. (Kondisi msh bekerja dan berupaya utk melunasi hutang)

Jawaban

Jika utang yg 8juta sdh diperhitungkan akan dapat lunas sesuai waktunya, maka diperbolehkan berqurban.

Sebagian ulama membolehkan berqurban walaupun dengan berutang, dg syarat, utang tersebut sdh diperhitungkan dg baik pelunasannya. oleh karena itu, berqurban walaupun masih punya utang, juga diperbolehkan, selama utang tsb masih diperhitungkan dg baik pelunasannya.

©Ustadz Robin

2. Assalamualaikum mau tanya, ada seseorang lagi membutuhkan uang, jd dia ingin menggadaikan sesuatu utk d pakai sbg jaminannya ke sebuah lembaga pegadaian syari’ah. Krna dia takut riba, tdk ingin mgadai ke lembaga2 pinjaman kredit lainnya. Sebelumnya dia berkonsultasi dgn seorang teman yang lumayan paham agama, temannya mengatakan semua lembaga sama saja, wlwpun katanya syari’ah, tapi praktekny ttp konvensional. Si penanya tanya knp blg begitu, temannya cuma jwb, sdh d teliti oleh ulama, gitu aja jwbnya. Si penanya jd bingung dan agak takut, tapi tdk puas dgn jwban spti itu. Bgaimana terkait pendapat yang mgatakan semua lembaga yang berbasis syari’ah itu ternyata label aja, prakteknya tidak, apakah itu benar? Klo iya, lalu kita sbg org awam, mw percaya kemana lagi utk bertransaksi yang aman jk lembaga2 syari’ah spti itu? Lalu bgmn dgn MUI yang menaungi syari’ah, apakah mreka tdk mgontrol hal2 spti itu, atw MUI pun jg g bs d percaya 100%? Jk mmg kenyataanny spti itu, qt yang sbg org awam tdk paham, jk qt mnyerahkan smw prosedur krn mmg percaya krna mreka sdh berlabel syari’ah dan ttp bertransaksi dsitu, apakah berdosa? Syukron jawabannya

Jawaban

tidak berdosa insya Allah, karena MUI juga telah meneliti sebelum memutuskan sesuatu.

MUI juga ulama, bahkan kumpulan Ulama, bukan ulama sendirian. Boleh berbeda pendapat, silahkan mengikuti yang menurut kita lebih kuat, tanpa harus menjelekkan pendapat ulama lain. apalagi kita bukan ulama.

©Ustadz Robin

3. Assalamualaikum, ust
Misal si A mengkredit rumah KPR subsidi angsuran flat sampai lunas

Setelah jalan 1-2 tahun .. tiba2 si A menerima surat penghentian subsidi alasan sementara karena harga jual rumah sekarang  tinggi jadi subsidi diputus (masih tahap konfirmasi)

Ql misal nanti akadnya dirubah menjadi cicilan mengikuti suku bunga .. hukumnya bagaimana ?
Terima kasih

Jawaban

tidak boleh mengubah akad jual beli di tengah2, apalagi dipengaruhi suku bunga. jika diubah2 seperti itu, maka akan menjadi akad riba.

©Ustadz Robin

=======================================
Muwajjih Rumah Dakwah Indonesia
Tim P n K
=======================================

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *