Rekap Tanya Jawab Syariah (215)

Rekap Tanya Jawab Syari’ah (215)
Rumah Dakwah Indonesia

======================================

1. Saya ingin Bertanya kalau seorang wanita haid sebenarnya masa sucinya itu kapan ya dibolehkan sholat

Jawaban:

Haid dan Istihadhoh

Menurut Ulama Syafi’iyyah batas minimal masa haid adalah sehari semalam, dan batas maksimalnya adalah 15 hari. Jika lebih dari 15 hari maka darah itu darah Istihadhah dan wajib bagi wanita tersebut untuk mandi dan shalat. Imam Ibnu Taimiyah rahimahullah dalamMajmu’ Fatawa mengatakan bahwa tidak ada batasan yang pasti mengenai minimal dan maksimal masa haid itu. Dan pendapat inilah yang paling kuat dan paling masuk akal, dan disepakati oleh sebagian besar ulama, termasuk juga Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah juga mengambil pendapat ini. Dalil tidak adanya batasan minimal dan maksimal masa haid :

Firman Allah Ta’ala.

وَيَسْأَلُونَكَ عَنِ الْمَحِيضِ ۖ قُلْ هُوَ أَذًى فَاعْتَزِلُوا النِّسَاءَ فِي الْمَحِيضِ ۖ وَلَا تَقْرَبُوهُنَّ حَتَّىٰ يَطْهُرْنَ

“Mereka bertanya kepadamu tentang haid. Katakanlah : “Haid itu adalah suatu kotoran”. Oleh sebab itu, hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haid, dan janganlah kamu mendekatkan mereka, sebelum mereka suci…” [QS. Al-Baqarah : 222]

Ayat ini menunjukkan bahwa Allah memberikan petunjuk tentang masa haid itu berakhir setelah suci, yakni setelah kering dan terhentinya darah tersebut. Bukan tergantung pada jumlah hari tertentu. Sehingga yang dijadikan dasar hukum atau patokannya adalah keberadaan darah haid itu sendiri. Jika ada darah dan sifatnya dalah darah haid, maka berlaku hukum haid. Namun jika tidak dijumpai darah, atau sifatnya bukanlah darah haid, maka tidak berlaku hukum haid padanya. Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah menambahkan bahwa sekiranya memang ada batasan hari tertentu dalam masa haid, tentulah ada nashsyar’i dari Al-Qur’an dan Sunnah yang menjelaskan tentang hal ini.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullahmengatakan : “Pada prinsipnya, setiap darah yang keluar dari rahim adalah haid. Kecuali jika ada bukti yang menunjukkan bahwa darah itu istihadhah.”

Berhentinya haid :

Indikator selesainya masa haid adalah dengan adanya gumpalan atau lendir putih (seperti keputihan) yang keluar dari jalan rahim. Namun, bila tidak menjumpai adanya lendir putih ini, maka bisa dengan mengeceknya menggunakan kapas putih yang dimasukkan ke dalam vagina. Jika kapas itu tidak terdapat bercak sedikit pun, dan benar-benar bersih, maka wajib mandi dan shalat.

Sebagaimana disebutkan bahwa dahulu para wanita mendatangi Aisyah radhiyallahu ‘anha dengan menunjukkan kapas yang terdapat cairan kuning, dan kemudian Aisyah mengatakan :

لاَ تَعْجَلْنَ حَتَّى تَرَيْنَ القَصَّةَ البَيْضَاءَ

“Janganlah kalian terburu-buru sampai kalian melihat gumpalan putih.” (Atsar ini terdapat dalam Shahih Bukhari).

© Dr. Eka Rosyilia

2. Assalamualaikum, saya nak tanya,,,,
lendir darah sebelum melahirkan itu sudah termasuk darah nifas atau bukan? lama nifas berapa hari? mohon diberikan hadisnya,,, trimakasih

Jawaban :

nifas adalah darah yg keluar setelah seorg wanita melahirkan /bersalin. Waktu nifas, menurut mayoritas ulama maksimal 40 hari. Artinya jk sbkm 40 hr sdh bersih, mk bs segera mandi dan sholat kembali.
Dari segi warna, hampir tidak ada perbedaan antara darah haid dan nifas. Untuk membedakan antara darah haid dan nifas mmg agak sulit. Cara yg bs digunakan utk membedakannya adalah dg menghitung lama nifas 40 hari, jk setelah 40 hari msh ada darah yg keluar bs dikatagorikan haid. Untuk lebih jelasnya, bs berkonsultasi dg ahlinya, yaitu dokter spesialis kandungan jk terjadi darah yg keluar melebihi batas waktu yg ditetapkan para ulama

© Ustadzah Dariantini SPdi, MA

3. Assalamu’alaikum, ust/ustdz
Bagaimana status hukum pernikahannya jika ada suami yg menghilang selama 5 tahun Tanpa kabar Lalu saat si wanita ingin menikah lagi suami tsb muncul kembali

Jazakumullahu khoiron katsiron

Jawaban :

Talak termasuk akad lazim, yang dia sah jika dijatuhkan oleh pihak suami. Karena itu tidak ada istilah talak otomatis, baik karena suami istri berpisah lama untuk bekerja, atau karena sudah tidak cinta, atau sebab lainnya. Selama suami tidak mengucapkan kata talak, cerai, pegat, atau ucapan semacamnya, maka tidak ada talak.

Oleh karena itu, semata berpisah lama – apapun sebabnya – tidaklah otomatis terjadi perceraian. Namun jika Istri yang ditinggal pergi oleh suami, dan dia merasa keberatan karena pisah lama dengan suami, dia berhak untuk melakukan gugat cerai ke pengadilan agama.

Dalam Fikih Sunah dinyatakan,

للمرأة أن تطلب التفريق إذا غاب عنها زوجها ولو كان له مال تنفق منه، بشرط:

1 – أن يكون غياب الزوج عن زوجته لغير عذر مقبول.

2 – أن تتضرر بغيابه.

3 – أن تكون الغيبة في بلد غير الذي تقيم فيه.

4 – أن تمر سنة تتضرر فيها الزوجة.

Istri dibolehkan untuk gugat cerai ketika ditinggal oleh suaminya, meskipun suami telah memberikan nafkah untuknya, dengan syarat:

1. Kepergian suami meninggalkan istri tanpa udzur yang bisa diterima
2. Adanya madharat yang memberatkan istri karena kepergian suami.
3. Kepergian suami ke luar daerah yang ditinggali istri
4.Telah berlalu selama setahun sehingga menyebabkan istri tersiksa.

Jika si Istri belum mengggat cerai dan belum disahkan oleh pengadilan agama, maka si istri dilarang menikah dengan lelaki lain, krna statusnya masih istri sah suami Pertama.

©Ustadz Rudianto Surbakti

======================================
Muwajjih Rumah Dakwah Indonesia
Tim P n K

======================================

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *