Rekap Tanya Jawab Syariah (216)

Rekap Tanya Jawab Syari’ah (216)
Rumah Dakwah Indonesia

=====================================

1.a Apa saja batasan bergaul dengan non muslim?
b. Assalamualaikum, Ustadz ustadzah, mohon dijelaskan tentang batasan toleransi dengan teman non muslim..

Kalau misal memberi kado pada saat perayaan mereka, menerima makanan dr perayaan mereka, diundang datang ke gereja untuk prosesi pernikahan, mendengar musik mereka waktu dirumah mereka, dll.. Mohon penjelasannya… syukron

Jawaban :

jika berhungan dengan ritual kegiatan ibadah mereka maka hukumnya jelas haram, ukhuwan itu hanya sebatas dunia, misal pada saat rapat rt. untuk membahas masalah yang ada di sekitar tempat tinggal.

©Ustadz Hizbullah

*Pastikan*

1. Tidak masuk dlm wilayah aktivitas ibadahmereka

2. Tidak makan dan minum yg diharamkan bgi umat islam

3. Tidak makan minum melalui alat makan mereka yg cenderung pernah digunakan utk makanan yg bernajis

4. Usahakan di rumah mereka sekedar melepas keperluan

5. Menjaga aurat kita dan umat islam

©Ustad Muslim

Memberi kado pd perayaan agama mrk itu tdk boleh. Trmasuk hrs dtg ke gereja untuk mnghadiri pemberkatan itu lebih2 lagi. Usahakan hindari.

©Ustadz Abdurrahman Wahid

2. Ijin bertanya
Diantara adab memasuki rumah yaitu mengucapkan salam. Tapi kalo di rumah non muslim bagaimana? Apakah harus mengucapkan salam juga?

Jawaban :

Hukum Mengucapkan Selamat Datang Kepada Orang Kafir

 Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah ditanya:

Yang mulia Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin, assalamu’alaikum warahmatullahi wa barakatuh. Apa boleh saya pergi ke seorang pastur untuk mengucapkan selamat datang dan selamat jalan padanya? Beliau rahimahullah menjawab:

Tidak boleh pergi ke seorang kafir saat kedatangannya untuk mengucapkan selamat datang dan mengucapkan salam padanya, karena telah diriwayatkan dari Nabi صلی الله عليه
وسلم, beliau bersabda,

 لاَ تَبْدَؤُوا الْيَهُوْدَ وَلاَ النَّصَارَى بِالسَّلاَمِ
فَإِذَا لَقِيْتُمْ أَحَدَهُمْ فِيْ طَرِيْقٍ فَاضْطَرُّوْهُ إِلَى أَضْيَقِه

“Janganlah kalian memulai kaum Yahudi dan jangan pula kaum Nashrani dengan ucapan salam. Jika kalian menjumpai salah seorang mereka di suatu jalan, himpitlah ia ke pinggir.” [ HR. Muslim dalam As-Salam (2167) ]

Adapun perginya Nabi saw  kepada seorang Yahudi yang sedang sakit, karena si Yahudi itu pernah membantu Nabi صلی الله عليه وسلم saat masih kanak-kanak, ketika ia sakit Nabi صلی الله عليه
وسلم menjenguknya untuk menawarkan Islam padanya, dan ketika beliau menawarkan ia memeluk Islam.

Apakah orang yang menjenguknya untuk menawarkan Islam kepadanya seperti orang yang mengunjungi seorang pastur untuk mengucapkan selamat datang dan menyanjung kredibilitasnya? Tentunya ini tidak setara, dan tidak bisa dianalogikan dengan itu kecuali oleh orang yang bodoh atau pengikut hawa nafsu.

Rujukan:

Fatawa Syaikh Ibnu Utsaimin, juz 3, hal. 47.

Disalin dari buku Fatwa-Fatwa Terkini Jilid 2, penerbit Darul Haq.

©Ustadz Abdurrahman Wahid

======================================
Muwajjih Rumah Dakwah Indonesia
Tim P n K

======================================

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *