Dalam Dekapan Kasih Sayang Ibu

Review anda
RUBRIK RUMAH DAKWAH INDONESIA
Oleh : Senja_Qalbu
Pengurus Rumah Dakwah Indonesia
Wanita itu yang setiap pagi bangun paling pagi, dan tidur paling malam.
Setiap pagi dapur sudah penuh dengan asap beraroma sedap, ia yang sigap dalam membuat sarapan.
Rahimnya yang kokoh mengandungku sembilan Bulan, dan Kasih sayangnya yang tak berujung.
Ia menyayangiku dengan sederhana, tak sesulit rumus fisika. Memang pada dasarnya ilmuwan-ilmuwan pencetus rumus-rumus tersebut lahir dari rahim seorang ibu. Karena bapa tak mampu melahirkan bukan?
Kasih sayangnya tak mampu dihitung lewat rumus trigonometri, logaritma atau rumus yang lain.
Kasih sayangnya sesederhana kamu melengkungkan bibirmu menjadi huruf U
Betapa canggungnya aku memohon maaf kepadamu?
Entah aku malu, atau aku tak mampu melakukanya. Tetapi tutur doa di setiap akhir sholatku selalu untukmu.
Bibir ini sulit mengakatan aku sayang kepadamu ibu, tetapi mengapa kepada kekasih yang haram sangat mudah mengatakan itu. Memang dosa tak terasa tapi berakibat
Ibu, memang kamu wanita yang pertama mencintaiku dan kamulah wanita pertama yang aku cintai.
Kamu selalu merelakan apapun demi aku, tetapi apakah aku pernah berjuang untuk mu? Berbakti kepadamu?
Sholeh/sholehah kah aku?
Terkadang tutur kata ku yang kasar dan melebihi intonasi suaramu.
Terkadang aku berlaku tuli ketika kamu meminta tolong kepadaku.
Maafkan aku ibu, aku hanyalah anak yang berusaha berbakti kepadamu, aku pun tak ingin menyakiti hatimu, mengecewakan mu.
Mohon maaf apabila ada kata-kata yang kurang berkenan sesungguhnya penulis pun manusia biasa
Instagram : @senja_qalbu
Facebook : @senjaqalbu.net
Tim Medsos RDI
BP2A-RDI/465/3/X/1438
—————————–
 Senin, 16 Syawal 1438/10 Juli 2017

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *