Makna Dan Syahadatayn

Notulensi Kajian Bulanan Rumah Dakwah Indonesia
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Hari : Ahad, 16 Juli 2017
Grup : Ummu Kultsum
Muwajjih : Ustadz Dwi Andi
Tema : Makna Dan Syahadatayn
Admin : Grup 01-05 Akhwat
Moderator : Eka
Notulen   : Dwi
MUQADIMAH
————————
بسم الله الر حمن الر حيم
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ
وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا و مِنْ َسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا
مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ
Puji syukur kehadirat Allah SWT yang masih memberikan kita nikmat iman, islam dan Al Qur’an semoga kita selalu istiqomah sebagai shohibul qur’an dan ahlul Qur’an dan dikumpulkan sebagai keluarga Al Qur’an di JannahNya..
Shalawat beriring salam selalu kita hadiahkan kepada uswah hasanah kita, pejuang peradaban Islam, Al Qur’an berjalan, kekasih Allah SWT yakninya nabi besar Muhammad SAW, pada keluarga dan para sahabat nya semoga kita mendapatkan syafaat beliau di hari akhir nanti. InsyaaLlah..
Aamiin
========================
Materi :
*MAKNA SYAHADATAIN*
_H. Dwi Andi Syahputra Lubis, Lc._
Syahadatain atau dua kalimat syahadat adalah rukun Islam pertama. Rasulullah Saw bersabda,
“Islam dibangun atas lima (hal): bersyahadat (bersaksi) bahwa tidak ada Tuhan kecuali ALLAH, dan Muhammad rasul (utusan) ALLAH; mendirikan shalat; menunaikan zakat; haji ke Baitullah; dan puasa Ramadhan.” (H.R. Al-Bukhari dan Muslim)
Mengucapkan syahadatain (dua kalimat syahadat) hukumnya wajib dalam setiap shalat yang merupakan tiang agama.
Ibarat bangunan, maka syahadatain adalah pondasinya. Memang tidak tampak saat bangunan itu sudah jadi. Sebab syahadatain bersumber dari _qalbu_.
Namun bila syahadatain tidak ada dalam _qalbu_ seseorang, atau kalaupun ada tapi rapuh dan tidak kuat, maka unsur bangunan lain pun seperti tiang (shalat) tidak ada tegak dan berdiri kokoh.
_Next_…
Karenanya, saat waktu shalat masuk, maka azan yang dikumandangkan terdapat lafazh syahadatain yang diulang dua kali.
Sebelum shalat pun iqamat dilantunkan dengan kandungan syahadatain.
Bahkan, sebagaimana kita sebutkan tadi, syahadatain wajib dibaca dalam setiap shalat; pada tasyahhud akhir. Menjadi rukun qauli (wajib diucapkan).
_Next_…
Rukun qauli yang dimaksud bukanlah dalam _qalbu_. Tapi harus dengan lisan, dibarengi bergeraknya bibir saat mengucapkannya, walaupun ucapan tersebut hanya yang bersangkutan yang mendengarnya.
Benar, memaknai hakikat syahadatain itu mestilah bersumber dari _qalbu_, tetapi wajib dilafalkan/diucapkan. Sehingga tidak sah shalat tanpa pengucapan syahadatain.
Sebab syahadatain itu muatannya adalah keimanan, sedangkan iman adalah sesuatu yang diyakini dalam _qalbu_, diucapkan dengan lisan, dan diamalkan dengan perbuatan.
_Next_…
Syahadatain atau dua kalimat syahadat memiliki dua unsur utama:
1. Syahadat tauhid (mengesakan ALLAH SWT), bahwa tidak ada Tuhan kecuali ALLAH, dan
2. Syahadat rasul (risalah), bahwa Nabi Muhammad Saw adalah utusan ALLAH.
Dari sinilah bersumber kekuatan ibadah; dari pemaknaan *syahadatain* kita.
Sebab, ibadah itu diterima dengan dua syarat:
1. Ikhlas _lillahi ta’ala_ (syahadat tauhid), dan
2. Sesuai dengan tuntunan Nabi Muhammad Saw (syahadat risalah).
_Wallahu a’lamu bish-shawab_….
_Tambahan:_
Sesungguhnya kita telah bersyahadat sejak di alam rahim, saat ruh (roh) ditiupkan. (Lihat Q.S. Al-A’raf: 172).
Disebabkan alam rahim dan alam dunia berbeda, maka disyariatkan untuk mengazankan bayi yang baru lahir tepat di telinganya.
Dan indra yang paling dekat dengan otak adalah telinga.
Kiranya hal tersebut mengingatkan alam bawah sadarnya yang merupakan kerja otak, bahwa ia telah pernah bersyahadat sebelumnya saat ruh ditiupkan ketika ia masih berupa janin dalam kandungan ibunya.
“Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan _fuad_ (hati) akan diminta pertanggungjawabannya.” (Q.S. Al-Isra’: 36).
Sekian, _walhamdulillah_….
————-
REKAP TANYA-JAWAB
—————————————
1. Kalau anak yang terlahir dari keluarga non muslim apa dia tetap bersyahadat saat didalam rahim?
↠ Iya.
Karenanya, setiap anak dilahirkan dalam keadaan _fithrah_ yang salah satu maknanya adalah “suci”.
┅┅┅┅┅┅┅┅┅┅┅┅┅┅┅┅┅┅┅┅┅
2. Ustad, bagaimana dengan syahadatnya para muallaf? Yang muallafnya karena menikah, namun setelah menikah gak pernah mengamalkan syariat islam?
↠Nah, ini seharusnya yang diwanti-wanti sejak awal.
Hanya saja, jika seseorang telah bersyahadat di depan kaum muslimin, maka sah lah keislamannya.
Dalam Islam dikenal ungkapan, “Kita (hanya bisa) menghukumi seseorang pada lahirnya (saja), dan ALLAH yang mengurus isi hatinya.”
Seterusnya menjadi tugas kita bersama membimbingnya.
———————-oOo—–—————–
PENUTUP
Marilah kita tutup majelis ilmu kita hari ini dgn membaca istighfar, hamdallah serta do’a kafaratul majelis
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِين
dan istighfar
أَسْتَغفِرُ اَللّهَ الْعَظيِمْ
: Doa penutup majelis :
سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ ٭
Artinya:
“Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.”
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
~~~~~~~~~~~~~~
®Rumah Dakwah Indonesia
———————-oOo—–—————–

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *