Rahasia wanita yang baik untuk laki-laki yang baik

Review anda
Notulensi Kajian Bulanan Rumah Dakwah Indonesia
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Hari : Senin, 17 Juli 2017
Grup : Zainab
Muwajjih : Ustadz Satria
Tema : “Rahasia wanita yang baik untuk laki-laki yang baik”.
Admin : G.11-G.15 akhwat
Moderator : Mega & Fildzah
Notulen   : Pinta
MUQADIMAH
————————
بسم الله الر حمن الر حيم
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ
وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا و مِنْ َسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا
مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ
Puji syukur kehadirat Allah SWT yang masih memberikan kita nikmat iman, islam dan Al Qur’an semoga kita selalu istiqomah sebagai shohibul qur’an dan ahlul Qur’an dan dikumpulkan sebagai keluarga Al Qur’an di JannahNya..
Shalawat beriring salam selalu kita hadiahkan kepada uswah hasanah kita, pejuang peradaban Islam, Al Qur’an berjalan, kekasih Allah SWT yakninya nabi besar Muhammad SAW, pada keluarga dan para sahabat nya semoga kita mendapatkan syafaat beliau di hari akhir nanti. InsyaaLlah..
Aamiin
========================
Materi :
————-
Mungkin sebagian kita hafal ayat yang akan kita bahas ini
Ayat yang bisa jadi modal untuk menyambut waktu sold out besok in syaa Allah ﷻ
 الْخَبِيثَاتُ لِلْخَبِيثِينَ وَالْخَبِيثُونَ لِلْخَبِيثَاتِ وَالطَّيِّبَاتُ لِلطَّيِّبِينَ وَالطَّيِّبُونَلِلطَّيِّبَاتِ أُولَئِكَ مُبَرَّءُونَ مِمَّا يَقُولُونَ لَهُمْ مَغْفِرَةٌ وَرِزْقٌ كَرِيمٌ
_”Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula). Dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezeki yang mulia (surga)”. (Q.S An-Nur : 26)
Ada sebagian saudara kita yang salah dalam menafsirkan atau memahami ayat di atas
Sehingga ketika di kehidupan nyata ditemukan fakta, ada seorang suami yang baik & sholeh, tapi malah dapat istri yang tidak baik. Atau sebaliknya…
*_Lalu apakah ayat ini salah?_*
Setidaknya ada 3 pelajaran mengenai tafsir ayat yang mulia ini
 *Pelajaran 1*
Para mufassiriin (ahli tafsir) sepakat, bahwa ayat ini adalah ayat yang diturunkan sepaket, mulai dari ayat 11 hingga ayat ke-26 ini
Yakni ayat yang berisi pembelaan dari Allah ﷻ kepada A’isyah رضي الله عنها yg dituduh berzina dengan seorang sahabat yang sholih, shafwan…
Kisah lengkapnya sudah pernah denger ya?
Singkat ceritanya, istri RasuluLlah ﷺ dituduh berzina oleh orang-orang munafiq di Madinah
Hingga fitnah ini membuat RasuluLlah ﷺ “galau” dan hampir goyah
Bahkan kedua orang tua A’isyah pun hampir goyah dengan fitnah tersebut
Pada saat seperti itu, A’isyah betul-betul menyerahkan seluruh urusannya kepada Allah ﷻ saja
Hingga akhirnya Allah ﷻ langsung yang membela kehormatan A’isyah رضي الله عنها dengan ayat yang mulia ini
Sehingga dari sebab kisah inilah, para mufassiriin sepakat bahwa maksud _khoobiisaat_ di ayat ini adalah
*Perkataan Yang Buruk*
Jadi tafsir pertama ayat yang mulia ini adalah
_Bahwa perkataan yang keji hanyalah pantas dilemparkan kepada lelaki yang berwatak keji, dan laki-laki yang keji hanyalah pantas menjadi bahan pembicaraan perkataan yang keji. Perkataan yang baik-baik hanyalah pantas ditujukan kepada lelaki yang baik-baik, dan lelaki yang baik-baik hanyalah pantas menjadi bahan pembicaraan perkataan yang baik-baik_
Dan terkahir
*Pelajaran ketiga*
Standar BAIK atau BURUK di dalam ayat ini SEMUAnya adalah di tangan (ketentuan) Allah ﷻ. Jadi standar baik buruknya bukan akal apalagi nafsu kita
Karena kalau standarnya akal dan nafsu kita, maka tentu Nabi Nuh dan Nabi Luth ‘alayhumaassalam bukan suami yang baik… Atau berarti Asiyah adalah seorang istri yang buruk
Namun ternyata Allah ﷻ berfirman tentang mereka, di dalam 2 ayat berurut dalam surah At Tahrim Ayat 10 & 11
ضَرَبَ اللّٰهُ مَثَلًا لِّـلَّذِيْنَ كَفَرُوا امْرَاَتَ نُوْحٍ وَّ امْرَاَتَ لُوْطٍ    ؕ  كَانَـتَا تَحْتَ عَبْدَيْنِ مِنْ عِبَادِنَا صَالِحَـيْنِ فَخَانَتٰهُمَا فَلَمْ يُغْنِيَا عَنْهُمَا مِنَ اللّٰهِ شَيْـئًا وَّقِيْلَ ادْخُلَا النَّارَ مَعَ الدّٰخِلِيْنَ
“Allah membuat perumpamaan bagi orang-orang kafir, istri Nuh, dan istri Lut. Keduanya berada di bawah pengawasan dua orang hamba yang saleh di antara hamba-hamba Kami; lalu kedua istri itu berkhianat kepada kedua suaminya, tetapi kedua suaminya itu tidak dapat membantu mereka sedikit pun dari (siksa) Allah; dan dikatakan (kepada kedua istri itu), “Masuklah kamu berdua ke neraka bersama orang-orang yang masuk (neraka).”
(QS. At-Tahrim: Ayat 10)
وَضَرَبَ اللّٰهُ مَثَلًا لِّـلَّذِيْنَ اٰمَنُوْا امْرَاَتَ فِرْعَوْنَ ۘ  اِذْ قَالَتْ رَبِّ ابْنِ لِيْ عِنْدَكَ بَيْتًا فِى الْجَـنَّةِ وَنَجِّنِيْ مِنْ فِرْعَوْنَ وَعَمَلِهٖ وَنَجِّنِيْ مِنَ الْقَوْمِ الظّٰلِمِيْنَ
“Dan Allah membuat perumpamaan bagi orang-orang yang beriman, istri Fir’aun, ketika dia berkata, “Ya Tuhanku, bangunkan lah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam surga dan selamatkanlah aku dari Fir’aun dan perbuatannya, dan selamatkanlah aku dari kaum yang zalim,”
(QS. At-Tahrim: Ayat 11)
وَ اللّٰهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَّاب
Semoga bermanfaat
Akhukum fiLlah,
Satria Ibnu Abiy
Follow IG saya ya @satria554
〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰
REKAP TANYA-JAWAB
—————————————
1. Assalamu’alaykum ustadz saya mw bertanya:
Apakah ikhtiar maksimal seorang akhwat menjemput jodohnya hanya pada berdoa dan perbaikan diri?
—->
 وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Selain dgn *doa & perbaikan diri*, mungkin boleh ditambah dengan *mengajukan diri*…
وَ اللّٰهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَّاب
┅┅┅┅┅┅┅┅┅┅┅┅┅┅┅┅┅┅┅┅┅
2. Ustadz bagaimana jika si istri yang baik dan di dzolimi suaminya dan sudah brusaha sabar dan mengingatkan suaminya untuk berjalan sesuai tuntunan Allah tapi tidak ada kemajuan apakah di ijinkan utk memberi khulah krn sang suami tdk mau kasih talaq? secara asiyah istri firaun sabar sampai hembusan nafas trakhir dlm menghadapi firaun yang dzolim .
—> Kalau kondisinya seperti ini, istri punya hak untuk mngajukan _khulu’_, yakni hak mengajukan cerai.
Namun kalau ada jalan selain khulu’, maka cari & pilihlah jalan tsb…
وَ اللّٰهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَّاب
——————————————————-
3. Ijin bertanya ustadz…
Kalau seorg istri selalu berusah membawa suami ke jalan yg lebih baik…trus suami susah mengikutinya…
Apakah nanti disurga kita akan bersama2 lagi…
Jazakallah ustadz…
—–> Semua urusan di akhirat itu adalah perkara yg ghoib bu…
Kita hanya bisa memperbanyak amal juga meninggikan doa kepada Allah ﷻ saja…
_ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _
4. Bagaimana caranya agar kita lebih sabar dan tawakkal dalam khidupan rumah tangga ustadz?
—–> Harus mengerti & memahami hak dan kewajiban masing2 suami & istri…
Jangan hanya menuntut hak kita, tapi malah sering mengabaikan kewajibannya…
〰〰〰〰〰〰〰〰〰
Clossing Statement : –
———————-oOo—–—————–
PENUTUP
Marilah kita tutup majelis ilmu kita hari ini dengan membaca istighfar, hamdallah serta do’a kafaratul majelis
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِين
dan istighfar
أَسْتَغفِرُ اَللّهَ الْعَظيِمْ
: Doa penutup majelis :
سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ ٭
Artinya:
“Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.”
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
~~~~~~~~~~~~~~
®Rumah Dakwah Indonesia
———————-oOo—–—————–

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *