Itu Bendera Rasulullah, Itu Bendera Kita

Oleh: Ustadz Qosim Nursheha Dzulhadi
(Muwajjih Rumah Dakwah Indonesia)

 

Itu Bendera Rasulullah, Itu Bendera Kita

 

Qosim Nursheha Dzulhadi
_______________________
Ada yang bilang bendera yang bertuliskan لا إله إلا الله sebagai lambang HTl. Katakan, bukan! Itu bendera Rasulullah, bendera kami, kalimat Tauhid. Kami, umat Islam yang punya, termasuk HTl.

Jika ada yang meyakini bahwa لا اله إلا الله akan jadikan umat Islam radikal dan fundamentalis, katakan itu benar! Karena umat Islam radikal: mengakar keyakinannya kepada Allah. Tauhid bagi kami adalah syajarah thayyibah (pohon yang baik): akarnya tertanam kuat ke bawah bumi dan cabangnya menjulang ke atas langit. Setiap hari buah Tauhid itu muncul dan menghiasi kehidupan kami (QS. Ibrahim: 24-25).

Ya, dengan Tauhid juga kami sebagai umat Islam akan menjadi fundamentalis: karena ia bagian fundamental dari hidup kami. Tauhid adalah syiar kami, visi-misi hidup kami, dan dasar dakwah kami.

Jika ada orang yang meyakini bahwa kalimat لا إله إلا الله berbahaya bagi NKRl, maka pastikan orang ini pasti tak paham NKRl.

Karena kalimat Tauhid adalah motor jihad dalam mengusir penjajah.

Sekali lagi, لا إله إلا الله itu punya kami, umat Islam. Ia tidak boleh dilarang, karena bagian dari negeri ini. Maka, aneh jika ia dilarang untuk ditampilkan dan disyiarkan. Jika ia tidak dibenarkan tampil dan disyiarkan, apa yang melarang bukan Muslim? Apa ia tidak tinggal di NKRl? Apa ia orang asing? Atau…..(?)
______________
Medan, 24 Juli 2017
BP2A-RDI/500/3/XI/1438

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *