Thoghut

*NOTULENSI KAJIAN ILHWAN PEKANAN*
Moderator    : Aben
Pemateri.     : Ustad Dwi Andi S
Hari.             : Ahad
Tanggal.      : 13 Agustus 2017
Waktu.         : Bada Isya
Tempat.       : Kajian Ikhwan Pekanan
Notulen.      : Aben
Muqodimah
———————
 Bismillaahirrahmaanirrahiim
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
إنَّ الـحَمْدَ لِلّهِ نَـحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَن لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُـحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُه.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
Puji syukur kehadirat Allah SWT yang sampai sekarang masih memberikan kita nikmat iman, nikmat islam dan diberikan kesempatan berkumpul di majelis ilmu *”Kajian Ikhwan Pekanan”*
Shalawat beserta salam kita haturkan suri tauladan terbaik sepanjang Zaman, yg begitu mencintai kita, bahkan ketika Allah memanggil nya yg disebut2 adalah kita, umatnya.
yakni nabi besar Muhammad SAW. Semoga kita bisa bersua dgn beliau di yaumil akhir.
Beranjak ke acara berikutnya adalah penyampaian materi.
Materi :  *Apa itu Thogut*
Kepada Ustadz *Dwi Andi* dipersilahkan untuk membagikan ilmunya
*APA ITU THOGHUT?*
Secara bahasa (etimologi), _thoghut_ artinya: yang melampaui batas.
 Beberapa defenisi _thoghut_ menurut ulama salaf:
1. Umar bin Khattab: Thoghut adalah setan.
2. Jabir: Thoghut adalah dukun2 tempat turunnya setan.
 Thagut – setiap perkara yang tidak menggunakan hukum syara’
 3. Imam Malik: Thoghut segala sesuatu yang disembah selain ALLAH.
 Pendapat2 ini hanyalah menyebutkan contoh2 thoghut, bukan menyebutkan keseluruhan cakupannya.
Defenisi thoghut menurut istilah (terminologi) yang paling pas adalah yang dikemukakan Imam Ibnu Qoyyim Al-Jauziyyah:
Thoghut adalah segala sesuatu yang oleh seorang hamba dilampaui batasnya, baik berupa sembahan, sesuatu yang diikuti, atau sesuatu yang ditaati.
Menurut Dr.Yusuf Al-Qorodhowi, definisi ini perlu ditambah dengan:
…sedang ia rela dengan demikian.
Perlu penambahan tsb sebab sebagian manusia ada yang menyembah malaikat, nabi/rasul, orang2 sholih/wali2 ALLAH.
Bila tidak ada tambahan kata tersebut, bisa2 berarti malaikat dll tadi thoghut, padahal malaikat bukanlah thoghut, karena mereka tidak rela dijadikan sebagai sembahan.
Itu semua adalah thoghut dunia.
Jika kita amati sikap manusia terhadap mereka, tentulah kita mengetahui bahwa sangat banyak sekali yang berpaling dari penyembahan terhadap ALLAH SWT kepada penyembahan thoghut, dan dari taat kepada Rasulullah Saw kepada mentaati thoghut dan mengikutinya.
_Wallahu a’lamu bish-showab_
Di _muthola’ah_ dari Buku *HAQIQOT AT-TAUHID* (Dr.Yusuf Al-Qorodhowi)
____________________
Disampaikan oleh:
H. Dwi Andi Syahputra Lubis, Lc.
 *Sesi Tanya Jawab*
Pertanyaan  ke 1
Aben Bekasi
Assalamualaikum ustad..seandainya kita sangat mengagumi seorang ulama sampai kita salaman saja rasanya seperti apaaa gitu…apakah itu thogut
Jawaban:
 Wa’alaikumussalam…
Hanya saja sampai melampaui batas.
Na’udzu billah seperti kaum Nabi Nuh a.s. yang jadinya sampai2 menyembah orang2 sholih/wali2 ALLAH SWT.
Ralat:
Hanya saja jgn sampai melampaui batas.
Pertanyaan ke 2 ali surabaya
Syaikh Muhammad Bin Abdul Wahhab menyebutkan bahwa thaghut ada 5. Beliau tidak menyatakan sesuatu sebagai thaghut secara asal-asalan, namun karena memang ada landasannya dari nash-nash yang jelas. Maka thaghut adalah:
Syetan yang menyeru agar beribadah kepada selain Allah SWT, dalilnya: ”Bukankah Aku telah memerintahkan kepadamu wahai anak cucu Adam agar kamu tidak menyembah setan? Sungguh setan itu musuh yang nyata bagimu.” (Yassin: 60)Penguasa yang merubah hukum Allah SWT, dalilnya: ”Mereka hendak berhakim kepada thaghut, padahal mereka telah diperintahkan untuk mengingkari thaghut.” (An Nisa: 60)Mereka yang berhukum selain dengan hukum Allah, dalilnya: ”Barangsiapa tidak memutuskan perkara dengan apa yang diturunkan Allah, mereka itulah orang-orang kafir.” (Al Maidah: 44)
 Penguasa yang membuat dan menjalankan hukum selain hukum islam, seperti hukum demokrasi, UUD 1945 apakah bisa disebut thogut?
 Pertanyaan 2
Muhar, Aceh
Assalamu’alaikum Ustadz..
Langsung saja, fenomena yang terjadi dari dulu, ada sebagian saudara kita yang menganggap bahwa sistem demokrasi saat ini adalah sistem Thoghut. Sampai², mereka memBid’ah kan sebagian yang lain. Bahkan menJugde sesat. Kemudian, ada sebagian saudara kita menganggap hal tersebut jadi salah satu Ladang Dakwah, Ladang Amal, yang sebagian saudara kita menyebutnya Jihad Konstitusi. Mereka hadir disana utk pelan² merubahnya.
Bagaimana kita menyikapi hal itu, Ustadz?? Tidak mungkin kita yang melek ini hanya diam tanpa suara. Padahal, Allah berfirman dalam Al-Qur’an bahwa Allah tidak akan mengubaj Nasib suatu Kaum hingga mereka Berusaha utk merubahnya..
Jazakallaah khairan katsiiran..
Jawaban :
 Penguasa yang membuat dan menjalankan hukum selain hukum Islam, iya, termasuk thoghut.
Hanya saja, saya tidak akan menyebutkan bahwa UUD 1945 bertentangan  dengan hukum Islam.
Sebagian perumusnya adalah ulama2 kita.
Lalu apakah pemerintah yg dzolim masih trmasuk golongan thagut? Dan jika memang termasuk thagut bagaimana cara menyikapinya trhdp pemerintah?
 Alhamdulillah, kita akan dapati kalimat per kalimat, pasal per pasal dalam UUD 1945 (yang bukan hasil amandemen) ada dalil pendukungnya dalam khazanah Islam.
Tapi ustad dengan di ubah nyaa sila pertama apakah perumusan yg dilakukan oleh ulama” kita masih bisa diakui?
Kalo di pancasila?
Jawaban:
Kecuali jika kita meletakkan hal tsb di atas segala2nya melebihi Al-Qur’an dan Hadits (hukum ALLAH dan Rasul-Nya).
Itu yang menjadi hal melampaui batas yang termasuk cakupan thoghut.
Ada 7 kata yang dihapus pada sila kelima pra-Pancasila (Pancasila permulaan yang dirumuskan 1 Juni 1945):
“Ketuhanan Yang Maha Esa dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluknya.”
Yang kemudian sila kelima tsb menjadi sila pertama atas saran ulama2 kita, dan pada akhirnya menjadi: Ketuhanan Yang Maha Esa.
 Penghapusan tsb jika dianggap sangat bermasalah tentulah ditentang keras oleh para ulama yang menjadi bagian pendiri bangsa dan negara kita, dan menimbulkan reaksi yg keras juga.
Tapi ternyata tidaklah demikian.
Cukuplah “Ketuhanan Yang Maha Esa” yaitu hanya ALLAH SWT Yang Mahaesa sebagai dasar kita berhukum, bersyariat.
 Alhamdulillah…
Mukadimah (Pembukaan) Undang-Undang Dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia Tahun 1945 di antara isinya:
“ATAS BERKAT RAHMAT ALLAH YANG MAHA KUASA….”
Bagi yang Tuhannya bukan ALLAH SWT, sebenarnya harus PIKIR tinggal di Negara Kesatuan Republik INDONESIA.
Isi/batang tubuh UUD 1945 bisa saja diamendemen.
Tapi tidak MUKADIMAHnya.
____________________
H.Dwi Andi S.Lbs,Lc
_Muwajjih_ *RDI*
Pembahasan thoghut merupakan pembahasan aqidah yang titik tekannya pada tauhid, ttg kekafiran dan kemusyrikan yang merupakan kezaliman terbesar (Lihat Q.S. Luqman: 12).
Ttg kezaliman secara umum, tentu itu merupakan kemungkaran yang wajib dirubah dengan tangan, atau lisan, atau qolbu (dgn qolbu merupakan selemah2 iman). Tentunya caranya sesuai dgn yang ditetapkan ALLAH dan Rasul-Nya.
Mewakili utk pertanyaan ke-2.
Pertanyaan ke 4
Saya fadli dari magelang
Gini apakah tahlilan dan yasinan termasuk THOGHUT? Dan apa balasan di akhirat nanti jika melakukan thoghut?
Jawaban:
Sebaik2 dzikir adalah _Laa ilaaha illallaah_ (tahlil).
Qolbu Al-Qur’an adalah Surah Yasin.
 Balasan di akhirat nanti jika mengikuti thoghut (melakukan perbuatan thoghut) kekal di dalam neraka. (Lihat Q.S. Al-Baqoroh: 256-257)
 Pertanyaan ke 5
Ahmad depok
Izin bertanya, melihat keadaan umat sekarang ini yg sangat berlebihan terhadap gadget hingga lalai akan kewajibannya terhadap Sang Khaliq, sholat lalai, tilawah tidak, zikir sedikit. Apakah ini termasuk thagut?
Jawaban :
Intinya, jika yg demikian melampaui batas, khawatir hal tsb menjadi “tuhan-tuhan baru” sengaja atau tidak, sadar atau tidak sadar.
_Na’udzu billahi min dzalik_
Pertanyaan ke 6 Aziz konawe
1.Apakah thagut itu abstrak ato konkrit?
2.Misalny seseorg mnetapkn sesuatu dluar dr ktentuan Allah. Apakh orgny yg thagut atau hasil ktentuanny??
Jawaban:
Dua2nya masuk dalam cakupan thoghut.
*Closing Statment*
Kita tidak bisa dan tidak boleh menjamin keimanan seseorang, sebagaimana yang diajarkan Nabi kita, Muhammad Rasulullah Saw.
Karenanya, kita teguhkan iman kita dan istiqomah dengannya hingga akhir hayat kita (Q.S. Ali Imran: 102).
Kita berpegang teguh dgn _hablillah_ (tali ALLAH, agama Islam kita tercinta ini) dan tidak mudag diadu domba dan dipecah-belah atau berpecah-belah dgn sendirinya.
Kita semua bersaudara.
(Q.S. Ali Imran: 103 dan Al-Hujurat: 10).
Kita sepakat saling bahu membahu, tolong-menolong, bekerja sama dalam kebaikan dan ketakwaan;
bukan pada permusuhan, dosa, dan menebar kebencian dan perpecahan. (Q.S. Al-Maidah: 2).
_Walhamdulillah…._
Yg terhormat Ustad *Dwi Andi* sebagai pemateri kajian kita malam ini,
Yang tercinta Keluarga Besar Ikhwan Rumah Dakwah Indonesia  yang dirahmati Allah.
Terimakasih atas kehadiran ustad dan sahabatfillah pada kesempatan ini.
Semoga pada malam yang barokah ini, insya Allah mampu menerangi kita untuk selalu dekat dengan-Nya utk menuju Jannah yang Abadi..Aamiin ya robbal alaamiin.
 PENUTUP
Marilah kita tutup majelis ilmu kita hari ini dgn membaca istighfar, hamdallah serta do’a kafaratul majelis
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِين
dan istighfar
أَسْتَغفِرُ اَللّهَ الْعَظيِمْ
: Doa penutup majelis :
سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ ٭
Artinya:
“Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.”
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
 Ana sbg moderator malam ini mhon maaf jika ad hal yg kurang berkenan,,…dan mohon undur diri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *