All About Rubella

Notulensi Kajian Bulanan Rumah Dakwah Indonesia
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Hari : Selasa, 22 Aguatus 2017
Grup : Aisyah
Muwajjih : Dr. Lina Nurani
Tema : All About Rubella
Admin : Adminers grup putri 1-3
Moderator : Dita
Notulen   : Wenty
MUQADIMAH
————————
بسم الله الر حمن الر حيم
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ
وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا و مِنْ َسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا
مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ
Puji syukur kehadirat Allah SWT yang masih memberikan kita nikmat iman, islam dan Al Qur’an semoga kita selalu istiqomah sebagai shohibul qur’an dan ahlul Qur’an dan dikumpulkan sebagai keluarga Al Qur’an di JannahNya..
Shalawat beriring salam selalu kita hadiahkan kepada uswah hasanah kita, pejuang peradaban Islam, Al Qur’an berjalan, kekasih Allah SWT yakninya nabi besar Muhammad SAW, pada keluarga dan para sahabat nya semoga kita mendapatkan syafaat beliau di hari akhir nanti. InsyaaLlah..
Aamiin
========================
Materi :
————-
Rubella atau campak Jerman adalah infeksi virus yang ditandai dengan ruam merah pada kulit. Rubella umumnya menyerang anak-anak dan remaja. Menurut data WHO, pada tahun 2016 di Indonesia terdapat lebih dari 800 kasus rubella yang sudah terkonfirmasi melalui pemeriksaan laboratorium.
Penyakit ini disebabkan oleh virus rubella dan dapat menyebar dengan sangat mudah. Penularan utamanya dapat melalui butiran liur di udara yang dikeluarkan penderita melalui batuk atau bersin. Berbagi makanan dan minuman dalam piring atau gelas yang sama dengan penderita juga dapat menularkan rubella. Sama halnya jika menyentuh mata, hidung, atau mulut setelah memegang benda yang terkontaminasi virus rubella.
# *Rubella dan Kehamilan*
Walau sama-sama menyebabkan ruam kemerahan pada kulit, rubella berbeda dengan campak. Penyakit ini biasanya lebih ringan dibandingkan dengan campak. Tetapi jika menyerang wanita yang sedang hamil, terutama sebelum usia kehamilan lima bulan, rubella berpotensi tinggi untuk menyebabkan sindrom rubella kongenital atau bahkan kematian bayi dalam kandungan. WHO memperkirakan tiap tahun terdapat sekitar 100.000 bayi di dunia yang terlahir dengan sindrom ini.
Sindrom rubella kongenital dapat menyebabkan cacat lahir pada bayi, seperti tuli, katarak, penyakit jantung bawaan, kerusakan otak, organ hati, serta paru-paru. Diabetes tipe 1, hipertiroidisme, hipotiroidisme, serta pembengkakan otak juga dapat berkembang pada anak yang terlahir dengan sindrom ini.
# *Gejala-gejala Rubella*
Penderita rubella pada anak-anak cenderung mengalami gejala-gejala yang lebih ringan daripada penderita dewasa. Tetapi ada juga penderita rubella yang tidak mengalami gejala apa pun, namun tetap dapat menularkan virus rubella.
Penyakit ini umumnya membutuhkan waktu sekitar 14-21 hari sejak terjadi pajanan sampai menimbulkan gejala. Gejala-gejala umum rubella meliputi:
* Demam.
* Sakit kepala.
* Hidung tersumbat atau pilek.
* Tidak nafsu makan.
* Mata merah.
* Pembengkakan kelenjar limfa pada telinga dan leher.
* Ruam berbentuk bintik-bintik kemerahan yang awalnya muncul di wajah lalu menyebar ke badan, tangan, dan kaki. Ruam ini umumnya berlangsung selama 1-3 hari.
* Nyeri pada sendi, terutama pada penderita remaja wanita.
Begitu terinfeksi, virus akan menyebar ke seluruh tubuh dalam waktu 5 hari hingga 1 minggu.
Potensi tertinggi penderita untuk menularkan rubella biasanya pada hari pertama sampai hari ke-5 setelah ruam muncul.
Jika mengalami gejala-gejala di atas, segera periksakan diri ke dokter.
# *Proses Diagnosis Rubella*
Ruam kemerahan akibat rubella memiliki karakteristik yang mirip dengan ruam-ruam lain. Guna memastikan diagnosis, dokter biasanya mengambil sampel air liur atau darah untuk diperiksa di laboratorium.
Tes tersebut digunakan untuk mendeteksi keberadaan antibodi rubella. Apabila terdapat antibodi IgM, berarti sedang menderita rubella. Sedangkan keberadaan antibodi IgG menandakan bahwa pernah menderita rubella atau sudah menerima vaksinasi.
Pemeriksaan rubella juga bisa dimasukkan dalam serangkaian tes prenatal untuk ibu hamil, khususnya untuk yang berisiko tinggi. Pemeriksaan ini dilakukan melalui tes darah.
Jika ibu hamil didiagnosis menderita rubella, pemeriksaan lanjutan yang mungkin dianjurkan adalah USG dan amniosentesis. Amniosentesis adalah prosedur pengambilan dan analisis sampel cairan ketuban untuk mendeteksi kelainan pada janin.
# *Metode Penanganan Rubella*
Rubella tidak membutuhkan penanganan medis khusus. Pengobatan dapat dilakukan di rumah dengan langkah-langkah sederhana. Tujuannya adalah untuk meringankan gejala, namun bukan untuk mempercepat penyembuhan rubella. Berikut ini sejumlah langkah sederhana yang dapat dilakukan.Beristirahatlah sebanyak mungkin.Minum banyak air putih untuk mencegah dehidrasi.Mengurangi nyeri dan demam. Penderita dapat mengonsumsi preda demam nyeri pada sendi.Minum air hangat bercampur madu dan lemon untuk meredakan sakit tenggorokan dan pilek.
 # *Langkah Pencegahan Rubella*
Pencegahan rubella yang paling efektif adalah dengan vaksinasi, terutama bagi wanita yang berencana untuk hamil. Sekitar 90 persen orang yang menerima vaksin ini akan terhindar dari rubella. Sejak adanya program vaksinasi, jumlah kasus rubella yang tercatat secara global berkurang secara signifikan.
〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰
REKAP TANYA-JAWAB
—————————————
1. Trus gimana dengan imunisasi rubella yang kemarin ustadzah? Apakah berdampak baik untuk anak²?
Jawab :
 Niat dilakukan umunisasi adalah agar tak terjadi efek sakit rubella yg besar yg berkemungkinan menular kpd bumil.
2. Tapi banyak yang tidak setuju, karna menurutnya semua vaksin itu berbahaya ustadzah, trus bagaimana?
Jawab :
Kembali kpd masing2..jika pekerja kesehatan saran saya baiknya vaksinasi krn resiko tertular lbh besar.
3. Vaksin itu terbuat dari apa yaa ustadzah?
Jawab :
Virus atau bakteri yg dilemahkan.
4. Afwan mau nanya ustadzah.
Kita sbg remaja apa kiat” agar mencegah rubella ustadzah?
Jawab :
 Kita g bisa cegah virus untuk menginfeksi kcuali dlm badan kita sdh ada kekebalan thdnya.
5. Jadi, imunisasi vaksin ini sebaiknya rutin dilakukan atau hanya beberapa kali saja?
Jawab:
 Tergantung kgunaannya mba..
6. Hari² pertama gak ada nampak gejalanya ya?
Jawab :
 Klo maksdnya efek vaksinasi .. klo daya thn tubuh anak baik..efek yg terasa akan ringan timbul bisa langsung atau bbrp hari setlh vaksin.
———————-oOo—–—————–
PENUTUP
Marilah kita tutup majelis ilmu kita hari ini dgn membaca istighfar, hamdallah serta do’a kafaratul majelis
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِين
dan istighfar
أَسْتَغفِرُ اَللّهَ الْعَظيِمْ
: Doa penutup majelis :
سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ ٭
Artinya:
“Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.”
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
~~~~~~~~~~~~~~
®Rumah Dakwah Indonesia
———————-oOo—–—————–

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *