Hidup Sehat Ala Rasulullah

NOTULENSI KAJIAN IKHWAN PEKANAN*
Moderator     :Aben
Pemateri.      : Ustad Undang
Hari.               : Selasa
Tanggal.        : 22 Agustus 2017
Waktu.           : Bada Ashar
Tempat.         : Kajian Ikhwan Pekanan
Muqodimah
———————
 Bismillaahirrahmaanirrahiim
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
إنَّ الـحَمْدَ لِلّهِ نَـحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَن لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُـحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُه.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
Puji syukur kehadirat Allah SWT yang sampai sekarang masih memberikan kita nikmat iman, nikmat islam dan diberikan kesempatan berkumpul di majelis ilmu *”Kajian Ikhwan Pekanan”*
Shalawat beserta salam kita haturkan suri tauladan terbaik sepanjang Zaman, yg begitu mencintai kita, bahkan ketika Allah memanggil nya yg disebut2 adalah kita, umatnya.
yakni nabi besar Muhammad SAW. Semoga kita bisa bersua dgn beliau di yaumil akhir.
Beranjak ke acara berikutnya adalah penyampaian materi.
Materi :  *Hidup Sehat Ala Rasulullah*
Kepada *Ustadz Undang* dipersilahkan untuk membagikan ilmunya
 إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ
 نَحْمَدُهُ
وَنَسْتَعِيْنُهُ
وَنَسْتَغْفِرُهُ،
وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا
وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ
فَلاَ مُضِلَّ لَهُ
وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ ،َ
أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.،
أَمَّا بَعْدُ؛
 Puji dan syukur marilah kita panjatkan kehadirat ilahi Rabbi
atas karunia-Nya kita bisa sama-sama berkumpul dalam rangka thalabulilmi, mencari ilmu.
Serta kita bisa bersilaturahim, saling menyapa di depan gadget masing masing
InsyaAlloh di majlis yang mulia ini walau hanya sekedar kajian online tidak akan mengurangi keberkahan nya dan dalam kadaan aman fi amanillah, sehat wal afiat.
 Mudah-mudahan dalam setiap jentikan jemari kita bisa membuahkan pahala bagi kita semua
bisa menjadi penghapus dosa dan pengangkat derajat di hadapan Allah Swt.
 shalawat serta salam senantiasa tercurah kepada jungjunan kita Nabi Muhammad Saw.,
kepada keluarganya, sahabatnya, para tabi’in, tabiut tabiahum, kepada kita semua, serta kepada seluruh umatnya hingga akhir zaman yang menjadikan sebagai uswatun hasanah, suri tauladan yang baik.
 Di awal Kajian online ini mari kita sama-sama untuk menata niat, menguatkan niat dan melandasi langkah kita dengan niat ikhlas karena Allah Swt.
Pada kesempatan inipun mari kita sama-sama hadirkan hati dan pikiran untuk mencari ilmu,
serta setelah kajian online ini dari majlis ta’lim ini
senantiasa mendapatkan ilmu yang bermanfaat
dan bisa menguatkan keimanan dan membuahkan amal shaleh.
Amiin ya robbal a’lamiin
 _“Sesungguhnya telah ada dalam diri Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah._
(al-Ahzab: 21).
Setiap manusia pasti ingin hidup sehat. Namun, tak semua orang tahu bahwa kesehatan itu berpangkal pada pola makan sehari-hari. Padahal, Rasulullah SAW telah memberikan contoh pola hidup yang sehat.
Dalam berbagai aktivitas dan pola kehidupan Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam memang sudah dirancang oleh Allah subhaanahu wa ta’ala sebagai contoh teladan yang baik (uswah hasanah) bagi semua manusia. Teladan ini mencakup berbagai aspek kehidupan
 Salah satu karunia Allah SWT yang sering diabaikan dan dilalaikan oleh manusia dalam kehidupan ini adalah nikmat kesehatan. Sebagaimana dikatakan dalam sebuah hadis Rasulullah SAW: “Ada dua nikmat yang sering kali dilalaikan oleh manusia, yaitu nikmat sehat dan kesempatan.”
Padahal, kesehatan merupakan mahkota yang tidak dapat dirasakan kecuali bagi mereka yang sakit.
 Nabi Muhammad SAW selama hayatnya yaitu 63 tahun hanya dua kali mengalami sakit, yakni ketika beliau kembali dari ziarah makam pahlawan di Baqi’, ketika susah tidur dan demam panas beberapa hari sebelum wafatnya. Lalu timbul pertanyaan, mengapa Nabi Muhammad selalu sehat?
 Pertama, beliau senantiasa bangun subuh.
Sepanjang catatan sejarah hidupnya selama 23 tahun beliau jadi Nabi, hanya satu kali saja beliau tidak bangun waktu subuh. Hal itu disebabkan mungkin beliau terlalu letih dalam perjalanan dakwahnya dan tidur sesudah larut malam.
Nabi Muhammad SAW senantiasa bangun waktu “subuh”, dan waktu subuh tentu tidak sama dengan waktu “pagi”.
Waktu pagi adalah waktu setelah matahari terbit, kira-kira jam 07.00, sedangkan waktu subuh ialah setelah fajar menyingsing dan sebelum matahari terbit, sebagaimana disebutkan Alquran surah Takwir ayat 18. Artinya: “Demi waktu subuh di kala fajar merekah.”
Sumpah Allah dengan waktu itu adalah untuk menarik perhatian manusia, khususnya manusia yang beriman kepada-Nya akan pentingnya waktu itu bagi kesehatan fisik dan mental. Udara subuh memang sangat segar dan banyak mengandung zat asam yang sangat diperlukan buat pernapasan manusia.
Tidak heran orang-orang yang suka bangun subuh dan selalu menghirup udara subuh sukar dihinggapi penyakit paru-paru. Pernapasannya teratur dan paru-parunya menjadi kuat. Bangun subuh tidak saja besar artinya bagi kesehatan jasmani, tetapi juga bagi kesehatan rohani kita.
Faktor lainnya beliau selalu menjaga kebersihan. Sejak kecil Rasulullah menyukai kebersihan meskipun negerinya kekurangan air. Dan ketika diangkat menjadi rasul, makin besar perhatiannya pada kebersihan.
Adapun faktor ketiga yang menyebabkan Rasulullah SAW senantiasa sehat adalah karena beliau selalu makan secukupnya. Rasulullah SAW bersabda: “Kami adalah kaum yang tak pernah makan sebelum lapar, dan bila kami makan tidak pernah sampai kenyang.” Makan memang merupakan salah satu syarat untuk hidup, bila kita tidak makan pada waktunya, maka zat-zat pembakar dalam tubuh kekurangan bahan bakar yang mengakibatkan pembakaran tidak terjadi.
Bila pembakaran tidak terjadi, panas badan berkurang dan darah tidak bisa teratur lagi.
Maka, makan diperlukan untuk hidup, tetapi manusia hidup bukan untuk makan.
 Manusia yang hidup hanya untuk makan merosot nilainya menjadi hewan. Sungguh tepat apa yang dikatakan oleh salah seorang sahabat Rasulullah SAW sekaligus menantu beliau, yakni ‘Ali bin Abi Thalib: “Orang yang hidup hanya untuk mengisi perutnya, nilainya sama dengan apa yang keluar dari perutnya.”
Faktor terakhir karena beliau banyak berjalan kaki. Dalam berdakwah dari satu tempat ke tempat lain, Rasulullah senantiasa berjalan kaki mengingat keadaan saat itu belum ada kendaraan seperti sekarang ini. Para ahli kesehatan menyatakan bahwa berjalan kaki adalah suatu cara gerak badan yang sangat penting dan menyehatkan. Dengan jalan kaki, pernapasan lebih teratur, urat-urat akan selalu tergerakkan, paru-paru akan menjadi kuat, dan darah menjadi bersih.
Demikian Paparan kali ini
Yang benar datang nya dari اللّه
Mohon maaf jika ada salah salah kata dalam penulisan , itu murni kesalahan ana yang masih fakir dalam ilmu Agama
من اراد الدنيا فعليه بالعلم، ومن ارادالاخرة فعليه بالعلم ومن ارادهما فعليه بالعلم
Barang siapa yang menginginkan dunia maka hal itu dapat dicapai dengan ilmu, barang siapa yg menginginkan akhirat hal itu bsa didapat dengan ilmu, maka yg mnginginkan keduanya dapat didapat dengan ilmu
العلم بلاعمل كا لشجر بلا ثمر
Ilmu itu apabila.tidak diamalkan bagaikan pohon yang tidak berbuah
جزاكم الله خير جزاء شكرا وعفوا منكم…
فا استبقوا الخيرات…
والسلام عليكم ورحمة الله و بر كاته
*Sesi Tanya Jawab*
Pertanyaan ke 1.
Assalamualaikum
Pak ustadz
Saya Muhammad Ravi asal pontianak
Ingin menanyakan : bagaimana cara kita untuk menguatkan diri di dalam dakwah di tempat yang orangnya kebanyakan tidak berada di jalan Allah dan bagaimana cara kita memberi nasehat serta ajakan untuk kembali kejalan Allah?
Jawaban:
 Perkuat ilmu agama kita dengan terus belajar dan belajar…
Di tempat yang mayoritas orang2nya tidak berada di jalan Alloh kita harus berprinsip pada komunikasi dakwah Islam yang benar, baik, amar ma’ruf nahyi munkar, dan bersumberkan Quran & Hadits
“Ajaklah mereka ke jalan Tuhanmu dengan bijak….”; “Bicaralah yang baik atau diam…”; “Bicaralah sesuai dengan kadar intelektualitas mereka…”; “… dan katakanlah kepada mereka perkataan yang membekas pada jiwa mereka.”
(QS. An Nisa’:63)
Gaya bicara (qaulan) yang di pakai adalah qaulan Layyinan
”Maka berbicaralah kamu berdua kepadanyna dengan kata kata yang lemah lembut , mudah mudahan ia ingat akan takut.”
(QS Thaahaa: 44)
Qaulan Layyinan memiliki makna kata kata yang lemah lembut, suara yang enak didengar , sikap yang bersahabat, dan perilaku yang menyenangkan dalam menyerukan agama Allah.
Dengan kata kata Qaulan Layyinan, orang yang diajak berkomunikasi akan merasa tersentuh hatinya, tergerak jiwannya dan tentram batinnya , sehingga ia akan mengikuti kita.
QS Al-Hujurat :2
QS Luqman ;19
QS An-Nisaa ; 158
dapat ditarik kesimpulan yakni :
√ Larangan bekata keras, berarti bahwa suara yang bernada keras dan tinggi akan mendatangkan emosi yang berlebihan , mengundang setan, dan meruntuhkan akal sehat.
√ Larangan berkata buruk, (kata kata yang kotor)
√ Perintah berkata lunak, yang bernada sederhana.
Wallahu a’lam
 Pertanyaan ke 2
Assalamu’alaykum ustadz saya Kanugraha Ramadhan asal Semarang domisili Tangerang Selatan
Ijin bertanya:
Lebih utama sholat jamaah di masjid atau jamaah di mushola kantor, mengingat masjid berada sangat dekat dengan kantor ustadz.
Jazakallahu khayr
Jawaban: Wa’alaykumussalam
Mesjid atau musholla sama sama tempat yang di khususkan untuk sholat baik berjamaah ataupun munfarid, dan bagi seorang muslim laki2 lebih di utamakan sholat berjamaah sholat di mesjid/musholla walaupun sampai harus merangkak berangkatnya yang menjadi catatan sholat berjamaahlah selalu di awal waktu dan tempat terdekat dengan kita saat sudah masuk waktu sholat, berjamaah di musholla perusahaan bisa mendekatkan tali silaturahmi dengan teman2 sekantor karena ketika dakwahpun sebelum ke orang lain Rasulullah menyuruh kita dakwah pada saudara kita dahulu baru ke orang luar anggaplah rekan kerja kita adalah saudara/ keluarga besar kita
Wallahu a’lam
 PENUTUP
Marilah kita tutup majelis ilmu kita hari ini dgn membaca istighfar, hamdallah serta do’a kafaratul majelis
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِين
dan istighfar
أَسْتَغفِرُ اَللّهَ الْعَظيِمْ
: Doa penutup majelis :
سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ ٭
Artinya:
“Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.”
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
~~~~~~~~~~~~~~
 Ana sbg moderator malam ini mohon maaf jika ad hal yg kurang berkenan,,…dan mohon undur diri
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *