Cara menjaga diri dari zina dan menghilangkan dosa zina

NOTULENSI KAHIAN IKHWAN PEKANAN
Moderator      : Aben
Pemateri.       : Ustad Adnin
Hari.               : Ahad
Tanggal.        : 27 Agustus 2017
Waktu.           : Bada Ashar
Tempat.         : Kajian Ikhwan Pekanan
Notulen.        : Aben
 Bismillaahirrahmaanirrahiim
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
إنَّ الـحَمْدَ لِلّهِ نَـحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَن لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُـحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُه.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
Puji syukur kehadirat Allah SWT yang sampai sekarang masih memberikan kita nikmat iman, nikmat islam dan diberikan kesempatan berkumpul di majelis ilmu *”Kajian Ikhwan Pekanan”*
Shalawat beserta salam kita haturkan suri tauladan terbaik sepanjang Zaman, yg begitu mencintai kita, bahkan ketika Allah memanggil nya yg disebut2 adalah kita, umatnya.
yakni nabi besar Muhammad SAW. Semoga kita bisa bersua dgn beliau di yaumil akhir.
Baiklah, saya selaku moderator siang  hari ini akan menyampaikan susunan acara sbb:
1. Pembukaan
2. Tata tertib kajian
3. Ta’aruf pemateri
4. Penyampaian materi
5. Tanya jawab
6. Closing statment
7. Do’a penutup
 *Tata Tertib Kajian Online*
– Semua member memiliki hak dan kewajiban yg sama dalam menjaga ketertiban dan kenyamanan grup
– Semua member berhak mengajukan pertanyaan² kepada narasumber/pemateri
– Kegiatan Kajian Online akan dipandu oleh seorang moderator
– Diharapkan tertib dan menjaga adab-adab selama kegiatan berlangsung
*Larangan-larangan Kajian On Line*
– Berdebat dan saling menjatuhkan sesama member
– Chatting/ngobrol ketika kajian
– Silahkan saling berbagi manfaat dalam forum ini.
– Untuk menjaga agar ukhuwah terjaga
Jazaakumullah Khoiron Katsir
Beranjak ke acara berikutnya adalah penyampaian materi.
Materi :  *Cara menjaga diri dari zina dan menghilangkan dosa zina*
Kepada *Ustadz Adnin* dipersilahkan untuk membagikan ilmunya
Bismillah.
Wassholaatu wassalaamu ‘alaa Rasulillah.
Ikhwah fillah…
Cara ampuh menghindari perbuatan zina adalah dengan menghindari hal2 yg bs mnjadi PENYEBAB zina. Tidak ada asap kalau tidak ada api. Sebagai manusia kita memang tak luput dari kesalahan, khilaf dan dosa, bahkan kadang tak sadarkan diri telah berbuat dosa, sampai akhirnya lupa dengan dosa-dosa.
 Dalam haditsnya Zina adalah melakukan hubungan biologis layaknya suami isteri di luar tali pernikahan yang sah. Rasululah SAW telah memberikan peringatan bahwa merebaknya perzinahan merupakan salah satu tanda kehancuran peradaban manusia dan merupakan tanda-tanda datangnya kiamat.
Firman Allah dalam Al Quran,
“Dan janganlah kalian mendekati zina; karena zina itu sungguh suatu perbuatan keji, dan suatu jalan yang buruk.” (QS Al-Isra: 32).
Dari Abu Hurairah ra. dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: “Sesungguhnya manusia itu telah ditentukan nasib perzinaannya yang tidak mustahil dan pasti akan dijalaninya. Zina kedua mata adalah melihat, zina kedua telinga adalah mendengar, zina lidah adalah berbicara, zina kedua tangan adalah menyentuh, zina kedua kaki adalah melangkah, dan zina hati adalah berkeinginan dan berangan-angan, sedangkan semua itu akan ditindak lanjuti atau ditolak oleh kemaluan.” (HR. Muslim)
Hubungan dgn lawan jenis (yg bukan mahram) yg terlalu cair atau yg diistilahkan dgn PERGAULAN BEBAS mrupakan salah 1 penyebab sarana trjadinya ZINA.
Pergaulan bebas adalah suatu pergaulan yang di lakukan sesuai dengan keinginan nafsu yang tak terkendali. Merupakan sebuah proses pergaulan atau pertemanan yang tanpa batas atau sekat. Adapun yang di maksud di sini adalah pergaulan antara lawan jenis, yaitu antara laki-laki dan perempuan, baik orang tua maupun muda yang tidak ada hubungan mahram.
Dan ISLAM datang dgn mmbawa kiat ampuh mnghindari trjadinya ZINA yakni :
Pertama: Ketahuilah Bahaya Zina
Allah Ta’ala dalam beberapa ayat telah menerangkan bahaya zina dan menganggapnya sebagai perbuatan amat buruk. Allah Ta’ala berfirman,
وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا
“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.” (QS. Al Isro’: 32)
Dalam ayat lainnya, Allah Ta’ala berfirman,
وَالَّذِينَ لَا يَدْعُونَ مَعَ اللَّهِ إِلَهًا آَخَرَ وَلَا يَقْتُلُونَ النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلَّا بِالْحَقِّ وَلَا يَزْنُونَ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَلِكَ يَلْقَ أَثَامًا
“Dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barang siapa yang melakukan yang demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa(nya).” (QS. Al Furqon: 68). Artinya, orang yang melakukan salah satu dosa yang disebutkan dalam ayat ini akan mendapatkan siksa dari perbuatan dosa yang ia lakukan.
Ada seseorang yang bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Wahai Rasulullah, dosa apa yang paling besar di sisi Allah?” Beliau bersabda, “Engkau menjadikan bagi Allah tandingan, padahal Dia-lah yang menciptakanmu.” Kemudian ia bertanya lagi, “Terus apa lagi?” Beliau bersabda, “Engkau membunuh anakmu yang dia makan bersamamu.” Kemudian ia bertanya lagi, “Terus apa lagi?” Beliau bersabda,
ثُمَّ أَنْ تُزَانِىَ بِحَلِيلَةِ جَارِكَ
“Kemudian engkau berzina dengan istri tetanggamu.” Kemudian akhirnya Allah turunkan surat Al Furqon ayat 68 di atas. Di sini menunjukkan besarnya dosa zina, apalagi berzina dengan istri tetangga.
Dalam hadits lainnya, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِذَا زَنَى الرَّجُلُ خَرَجَ مِنْهُ الإِيمَانُ كَانَ عَلَيْهِ كَالظُّلَّةِ فَإِذَا انْقَطَعَ رَجَعَ إِلَيْهِ الإِيمَانُ
“Jika seseorang itu berzina, maka iman itu keluar dari dirinya seakan-akan dirinya sedang diliputi oleh gumpalan awan (di atas kepalanya). Jika dia lepas dari zina, maka iman itu akan kembali padanya.”
Inilah besarnya bahaya zina. Oleh karenanya, syariat Islam yang mulia dan begitu sempurna sampai menutup berbagai pintu agar setiap orang tidak terjerumus ke dalamnya. Jika seseorang mengetahui bahaya zina dan akibatnya, seharusnya setiap orang semakin takut pada Allah agar tidak terjerumus dalam perbuatan tersebut. Rasa takut pada Allah dan siksaan-Nya yang nanti akan membuat seseorang tidak terjerumus di dalamnya.
 Kedua: Senantiasa Menundukkan Pandangan
Seringnya melihat lawan jenis dengan pandangan penuh syahwat, inilah panah setan yang paling mudah mengantarkan pada maksiat yang lebih parah. Allah Ta’ala berfirman,
قُلْ لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ذَلِكَ أَزْكَى لَهُمْ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا يَصْنَعُونَ (٣٠) وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ
“Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang mereka perbuat”. Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya.” (QS. An Nur: 30-31)
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pun melarang duduk-duduk di pinggir-pinggir jalan (nongkrong kalau istilah anak muda sekarang) karena duduk2 semacam ini dapat mengantarkan pada pandangan yang haram.
Dari Abu Sa’id Al Khudriy radhiyallahu ‘anhuma, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
« إِيَّاكُمْ وَالْجُلُوسَ عَلَى الطُّرُقَاتِ » . فَقَالُوا مَا لَنَا بُدٌّ ، إِنَّمَا هِىَ مَجَالِسُنَا نَتَحَدَّثُ فِيهَا . قَالَ « فَإِذَا أَبَيْتُمْ إِلاَّ الْمَجَالِسَ فَأَعْطُوا الطَّرِيقَ حَقَّهَا » قَالُوا وَمَا حَقُّ الطَّرِيقِ قَالَ « غَضُّ الْبَصَرِ ، وَكَفُّ الأَذَى ، وَرَدُّ السَّلاَمِ ، وَأَمْرٌ بِالْمَعْرُوفِ ، وَنَهْىٌ عَنِ الْمُنْكَرِ »
“Janganlah kalian duduk-duduk di pinggir jalan”. Mereka bertanya, “Itu kebiasaan kami yang sudah biasa kami lakukan karena itu menjadi majelis tempat kami bercengkrama”. Beliau bersabda, “Jika kalian tidak mau meninggalkan majelis seperti itu maka tunaikanlah hak jalan tersebut”. Mereka bertanya, “Apa hak jalan itu?” Beliau menjawab, “Menundukkan pandangan, menyingkirkan gangguan di jalan, menjawab salam dan amar ma’ruf nahi munkar”. (HR. Bukhari no. 2465)
Ketiga: Menjauhi Campur Baur (Ikhtilath) yang Diharamkan
Di antara dalil yang menunjukkan haramnya ikhtilath (campur baur antara laki-laki dan perempuan) adalah hadits-hadits berikut.
Dari ‘Uqbah bin ‘Amir radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
« إِيَّاكُمْ وَالدُّخُولَ عَلَى النِّسَاءِ » . فَقَالَ رَجُلٌ مِنَ الأَنْصَارِ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَفَرَأَيْتَ الْحَمْوَ . قَالَ « الْحَمْوُ الْمَوْتُ »
“Janganlah kalian masuk ke dalam tempat kaum wanita.” Lalu seorang laki-laki dari Anshar berkata, “Wahai Rasulullah, bagaimana pendapat Anda mengenai ipar?” beliau menjawab: “Ipar adalah maut.” (HR. Bukhari no. 5232 dan Muslim no. 2172)
Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
« لاَ يَخْلُوَنَّ رَجُلٌ بِامْرَأَةٍ إِلاَّ مَعَ ذِى مَحْرَمٍ » . فَقَامَ رَجُلٌ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ امْرَأَتِى خَرَجَتْ حَاجَّةً وَاكْتُتِبْتُ فِى غَزْوَةِ كَذَا وَكَذَا . قَالَ « ارْجِعْ فَحُجَّ مَعَ امْرَأَتِكَ »
“Janganlah sekali-kali seorang laki-laki berduaan dengan perempuan kecuali dengan ditemani mahromnya.” Lalu seorang laki-laki bangkit seraya berkata, “Wahai Rasulullah, isteriku berangkat hendak menunaikan haji sementara aku diwajibkan untuk mengikuti perang ini dan ini.” Beliau bersabda, “Kalau begitu, kembali dan tunaikanlah haji bersama isterimu.” (HR. Bukhari no. 5233 dan Muslim no. 1341)
Keempat: Wanita Hendaklah Meninggalkan Tabarruj
Inilah yang diperintahkan bagi wanita muslimah. Allah Ta’ala berfirman,
وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَى
“Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu ber-tabarruj seperti orang-orang jahiliyyah pertama.” (QS. Al Ahzab : 33). Abu ‘Ubaidah mengatakan, “Tabarruj adalah menampakkan kecantikan dirinya.” Az Zujaj mengatakan, “Tabarruj adalah menampakkan perhiasaan dan setiap hal yang dapat mendorong syahwat (godaan) bagi kaum pria.”
Kelima: Berhijab Sempurna di Hadapan Pria
Sebagaimana Allah Ta’ala firmankan,
وَإِذَا سَأَلْتُمُوهُنَّ مَتَاعًا فَاسْأَلُوهُنَّ مِنْ وَرَاءِ حِجَابٍ ذَلِكُمْ أَطْهَرُ لِقُلُوبِكُمْ وَقُلُوبِهِنَّ
“Apabila kamu meminta sesuatu (keperluan) kepada mereka (isteri- isteri Nabi), maka mintalah dari belakang tabir. Cara yang demikian itu lebih suci bagi hatimu dan hati mereka.” (QS. Al Ahzab: 53)
Konteks pembicaraan dalam ayat ini adalah khusus untuk istri Nabi. Namun illah dalam ayat tersebut dimaksudkan umum sehingga hukumnya pun berlaku umum pada yang lainnya. Illah yang dimaksud adalah,
ذَلِكُمْ أَطْهَرُ لِقُلُوبِكُمْ وَقُلُوبِهِنَّ
“Cara yang demikian itu lebih suci bagi hatimu dan hati mereka”.
Juga kalau kita perhatikan kelanjutan ayat, maka hijab tersebut berlaku bagi wanita mukmin lainnya.
Allah Ta’ala berfirman,
يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لأزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَنْ يُعْرَفْنَ فَلا يُؤْذَيْنَ
“Hai Nabi, Katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu.” (QS. Al Ahzab: 59)
Ditambah lagi dengan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dari ‘Abdullah bin Mas’ud,
الْمَرْأَةُ عَوْرَةٌ فَإِذَا خَرَجَتِ اسْتَشْرَفَهَا الشَّيْطَانُ
“Wanita itu adalah aurat. Jika dia keluar maka setan akan memperindahnya di mata laki-laki.” (HR. Tirmidzi no. 1173. Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan ghorib. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)
*Sesi Tanya Jawab*
Pertanyaan ke 1
Aben. Bekasi
Adapun cara mnghapus dosa zina maka lakukan 5 kiat ini
Jawaban:
 1.BERTAUBAT DENGAN SEBENAR-BENAR TAUBAT
2. MENYESAL DENGAN SEPENUH PENYESALAN
3.BERJANJI TIDAK AKAN MENGULANGI
4.LAKUKAN AMAL KEBAIKAN SEBANYAK BANYAKNYA DAN SEBAIK-BAIKNYA
5. TIDAK MENCERITAKAN DOSA TERSEBUT KEPADA ORANG LAIN
 Pertanyaan ke 2
Aji. Pamekasan
Saya pernah dengar dari teman saya., salain ada amal jariyah, ada juga dosa jariyah. yg ingin saya tanyakan, jika memang ada, bagaimana cara kita untuk memutuskan dosa jariyah tersebut ustad? Mohon penjelasannya
jawaban:
Dosa jariyah artinya dosa yg terus mngalir meski pelaku sdh meninggal dunia
 Trus gimana cara memutuskan dosa tersebut ustadz
Jawaban:
Tidak ada cara lain kecuali BERHENTI DAN SEGERA MENINGGALKANNYA. MENINGGALKAN PERGAULAN YG BS MNEGARAH KESANA.
Pertanyaan 3.
Fahri – Medan
Ustad ana mo tanyak, dari materi diatas soal meminta dibalik tabir kan konteksnya utk istri Nabi n illahnya umum,, ini berlaku kpd semua wanita ya ustad? Menikah ataupun blm menikah, karena disitu kan disebut istri (alias sudah bersuami)
n jadi harus dibalik tabir ustad? Kalo langsung apa hukumnya ustad?
Syukron ustad
Jawaban :
Meminta sesuatu kpd yg bkn mahram ahsannya dilakukan secara tdk langsung, apalagi jk mahram tdk ada ditempat/dirumah utk mnghindari fitnah.
 Assalamu’alaykum ustadz.. Bgmn pnjelasan ttg had zina?? bkankah jika tdk dlaksanakn mgakibatkan dosa jariah itu??
Jawaban:
Had zina HANYA bisa belaku jk pemerintahan negeri ini berlandaskan islam.dan yg bs melakukan adalah ulil amri. Bkn org per orang.
Pertanyaan ke 4
Dipa Jakarta Selatan
Bagaimana jika dia tau dalil tentang zina tetapi dia melakukan ?
 Saya Dipa dari Jakarta Selatan
Ustad misalnya orang itu tau dalil tentang zina tau larangan nya tetapi dia itu melakukan perbuatan tersebut bagaimana hukum nya ustad?
Syukron …
Jawaban :
Tentu saja hukuman bagi org yg tau tp ttp melakukan jg 2x liat dibandingkan yg tdk tau.
Pertanyaan ke 5
Saya Rizal dari Solo, Jawa Tengah.
Pertanyaan :
Apakah kita berdosa bila kita disentuh lawan jenis yang bukan mahrom yang bersikeras untuk berjabat tangan (bahkan menarik tangan saya) padahal saya sudah berusaha untuk tidak menyentuhnya??
Jawaban:
Tidak. Yg salah jk antum yg nyosor duluan. Hha
Pertanyaan ana ustadz
Gimana kalok ada akhwat yang hobinya selfie terus kita tatap foto itu bahkan sampai ada yang melakukan zina itu bagai mana hukumnya ustadz
Bgmn apanya
Jawabannya Hukumya ya jelas HARAM akhi
*Closing Statment*
 Alhamdulillah… Smoga Allah mnjadikan kt hamba2Nya yg senantiasa dlm lindungan dan hidayahNya dan dijauhkan dari jerat tipudaya iblis dan dorongan hawa nafsu yg mngajak kepada keburukan. Allahumma aamiin
 PENUTUP
Marilah kita tutup majelis ilmu kita hari siang ini dgn membaca istighfar, hamdallah serta do’a kafaratul majelis
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِين
dan istighfar
أَسْتَغفِرُ اَللّهَ الْعَظيِمْ
: Doa penutup majelis :
سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ ٭
Artinya:
“Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.”
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
~~~~~~~~~~~~~~
 Ana sbg moderator siang ini mohon maaf jika ad hal yg kurang berkenan,,…dan mohon undur diri
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *