Politik dalam Pandangan Islam

NOTULENSI KAJIAN IKHWAN PEKANAN*
Modertor.      : Aben
Pemateri.      : Ustad Dodi AbuEl
Hari.              : Ahad
Tanggal.       : 3 September 2017
Waktu.         : Bada Dzuhur
Tempat.       : Kajian Ikhwan Pekanan
Notulen.       :  Aben
Muqodimah
——————— Bismillaahirrahmaanirrahiim
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
إنَّ الـحَمْدَ لِلّهِ نَـحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَن لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُـحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُه.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
Puji syukur kehadirat Allah SWT yang sampai sekarang masih memberikan kita nikmat iman, nikmat islam dan diberikan kesempatan berkumpul di majelis ilmu *”Kajian Ikhwan Pekanan”*
Shalawat beserta salam kita haturkan suri tauladan terbaik sepanjang Zaman, yg begitu mencintai kita, bahkan ketika Allah memanggil nya yg disebut2 adalah kita, umatnya.
yakni nabi besar Muhammad SAW. Semoga kita bisa bersua dgn beliau di yaumil akhir.
Baiklah, saya selaku moderator siang hari ini akan menyampaikan susunan acara sbb:
1. Pembukaan
2. Tata tertib kajian
3. Ta’aruf pemateri
4. Penyampaian materi
5. Tanya jawab
6. Closing statment
7. Do’a penutup
*Tata Tertib Kajian Online*
– Semua member memiliki hak dan kewajiban yg sama dalam menjaga ketertiban dan kenyamanan grup
– Semua member berhak mengajukan pertanyaan² kepada narasumber/pemateri
– Kegiatan Kajian Online akan dipandu oleh seorang moderator
– Diharapkan tertib dan menjaga adab-adab selama kegiatan berlangsung
*Larangan-larangan Kajian OL*
– Berdebat dan saling menjatuhkan sesama member
– Chatting/ngobrol ketika kajian
– Silahkan saling berbagi manfaat dalam forum ini.
– Untuk menjaga agar ukhuwah terjaga
Jazaakumullah Khoiron Katsir
Beranjak ke acara berikutnya adalah penyampaian materi.
Materi :  *Politik dalam pandangan islam*
Kepada *Ustadz Dodi* dipersilahkan untuk membagikan ilmunya
 Islam, Demokrasi serta Pemilu?
Kajian On-Line
Dodi Abu El Jundi
Saya bersaksi tiada ilah yang berhak disembah kecuali  اللّهُ ﷻ  semata, tiada sekutu bagi-Nya dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusanNya.
Dalam sistem demokrasi, setiap warga negara memiliki porsi yang sama dalam mengemukakan pendapat, baik dia seorang kafir, fasik [pelaku maksiat], zindik, ataupun sekuler.
Al ‘Allamah Ahmad Muhammad Syakir mengatakan, “Diantara konsep yang telah terbukti dan tidak lagi membutuhkan dalil adalah bahwasanya Rasulullah ﷺ  telah memerintahkan para pemangku pemerintahan setelah beliau untuk bermusyawarah dengan mereka yang terkenal akan keshalihannya, menegakkan aturan-aturan Allah, bertakwa kepada-Nya, menegakkan shalat, menunaikan zakat dan berjihad di jalan-Nya.
Rasulullah ﷺ  telah menyebut perihal mereka dalam sabdanya,
‎لِيَلِنِي مِنْكُمْ أُولُو الْأَحْلَامِ وَالنُّهَى
“Hendaklah yang dekat denganku (dalam shaf shalat) adalah mereka yang cerdas serta berakal” [HR. Muslim: 974].
Jadi terlihat jelas, bahwa pemilihan Pemimpin dalam Hukum Islam dikhususkan bagi mereka yang cerdas dan berakal dan bertolak belakang dengan tanpa batasan yang ditentukan oleh hukum Demokrasi.
Islam memang tidak memandang Demokrasi itu merupakan bagian dari Hukum Islam itu sendiri, lalu bagaimana dengan Pemilu?
Masalah pemilu adalah masalah khilafiyah [ijtihadiyah] di antara para ulama Ahlus Sunnah saat ini.
Oleh karena itu, mencoblos dalam pemilu bukanlah masalah manhajiyah yang bisa menyebabkan orang yang mencoblos keluar dari Ahlu Sunnah atau sebagai standar dari cinta dan benci.
Sebagian ulama memandang bolehnya mengikuti pemilu bahkan mewajibkannya. Alasan mereka, apabila orang yang baik-baik tidak mendapat suara yang mencukupi, orang-orang jeleklah yang menguasai posisi mereka. Selama yang akan dipilih sudah melewati syarat yang begitu ketat.
Apa itu syaratnya?
1. Calon pemimpin yang dipilih haruslah dari partai Islam, orang yang baik-baik dan sholeh serta memiliki manhaj [cara beragama] yang benar.
2. Calon pemimpin yang dipilih adalah yang mau memperjuangkan hukum Islam.
Masalah memberikan suara dalam Pemilu adalah masalah yang berbeda-beda tergantung dari waktu, tempat dan keadaan. Masalah ini tidak bisa dipukul rata untuk setiap keadaan.
Dalam beberapa keadaan tidak dibolehkan memberikan suara seperti ketika tidak ada pengaruh suara tersebut bagi kemaslahatan kaum muslimin atau ketika kaum muslimin memberi suara atau tidak, maka sama saja, begitu pula ketika hampir sama dalam perolehan suara yaitu sama-sama mendukung kesesatan.
Begitu pula memberikan suara bisa jadi dibolehkan karena menimbang adanya maslahat atau mengecilkan adanya kerusakan seperti ketika calon yang dipilih kesemuanya non muslim, namun salah satunya lebih sedikit permusuhannya dengan kaum muslimin.
Atau karena suara kaum muslimin begitu berpengaruh dalam pemilihan, maka keadaan seperti itu tidaklah masalah dalam pemberian suara.
Bagaimanakah orang Islam yang sengaja memilih calon Pemimpin Kafir?

Allah ﷻ  menurunkan ajaran Islam yang SEMPURNA untuk mengatur segala hal yang berhubungan dengan persoalan hidup manusia, bermasyarakat, bersosial, bernegara, dan seluruh ASPEK KEHIDUPAN MANUSIA
Semua ini demi kebahagian dan kesejahteraan mereka. Ini semua akan nampak bagi siapa saja yang mau mempelajari dan mendalami ajaran Islam dengan benar dan menyeluruh.
Oleh karena itu segi-segi pentingnya menjalankan hukum Islam dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara perlu diketahui dan dikupas walaupun hanya sekilas saja.
Seperti sub-judul yang saya ketikkan diatas, apakah Islam mengatur juga terhadap pemilihan kepemimpinan? | Tentu diatur, silahkan lihat tulisan diawal.
Apakah ini perintah langsung  اللّهُ Ta’ala?, baiklah coba kita lihat ditulisan berikut ini.
Muslim dilarang meminum Alkohol
Dalil Al Qurannya →
* QS Al Maidah : 9
Prakteknya : Hampir semua Umat Muslim didunia tidak meminum Alkohol
Muslim dilarang memakan Babi
Dalil Al Qurannya →
* QS 2 : 173
* QS 5 : 3
* QS 6 : 145
* QS 16 : 115
Prakteknya : Hampir semua Umat Muslim didunia tidak memakan Babi
Muslim dilarang memilih Pemimpin Kafir
Dalil Al Qurannya →
* QS 3 : 28
* QS 3 : 118
* QS 3 : 149-150
* QS 4 : 138-139
* QS 4 : 141
* QS 4 : 144
* QS 5 : 51
* QS 5 : 57
* QS 5 : 80-81
* QS 9 : 16
* QS 9 : 23
* QS 28 : 86
* QS 58 : 14-15
* QS 60 : 1
* QS 60 : 13
Prakteknya : …?…
Kesimpulannya :
Larangan Alkohol + Babi = 1-5 Dalil Al Quran | Hampir semua Muslim mematuhinya
Larangan Memilih Pemimpin Kafir = 17-19 Dalil Al Quran | Adakah Muslim yang berani menentang perkataan  اللّهُ Ta’ala…?
Nasehat buat diri saya sendiri yang saya kutip dari Kyai Hasan Abdulllah Sahal :
Seandainya hanya ada 1 orang yang menolak pemimpin kafir, maka saya pastikan bahwa sayalah yang 1 itu.
Seandainya semua media cetak maupun elektronik bersatu untuk mengangkat citra orang kafir itu berulang-ulang.
Setiap hari….,
Setiap waktu…,
Setiap saat…,
Agar timbul kekaguman terhadap orang kafir itu. Sedikitpun TAKKAN SAYA KAGUM kepadanya.
Seandainya semua program kerjanya masuk akal, keren, sempurna dan mampu meyakinkan banyak orang | TAK sejengkalpun AKAN BERUBAH keyakinan saya.
Seandainya semua partai bersatu memilih pemimpin kafir, bahkan jika semua partai2 Islam bersatu ikut2an memilih orang kafir | Maka saya BERLEPAS DIRI dari kedholiman mereka dan semua akibatnya.
Saya tidak benci kepada orang kafir ataupun organisasi, tapi saya benci kepada kekafiran dan pendukungnya.
Saya tidak ingin BERDEBAT dengan SIAPAPUN YANG MEMBACA INI karena pendapat yang saya tulis ini.
Apalagi jika Anda muslim. Bagaimana saya bisa meyakinkan Anda, sedangkan FIRMAN ALLAH SAJA ANDA LEWATI.
Tapi bagaimanapun, TAKDIR  اللّهُ  ada di atas segalanya. Jika  اللّهُ Ta’ala sudah berkehendak dan tidak sesuai dengan yang Umat-Nya harapkan, akan ada feedback dan kebaikan yang banyak kepada Umat Muslim dikemudian hari.
‎والله أعلم بالصواب
*Sesi Tanya Jawab*
Pertanyaan ke 1
Rizal, dari Solo, Jawa Tengah.
Pertanyaan :
Misalnya aja yang terpilih adalah pemimpin kafir, lalu pemimpin itu membuat sebuah peraturan. Dan peraturan itu tidak bertentangan dengan qur’an maupun hadist, apakah kita wajib menurutinya??
Jawaban :
 Kalau ternyata memang demikian yang terjadi. Maka patuhi aturan yang tidak bertentangan dengan syariat. Hukum positif jauh berada di bawah Hukum Syariat
Pertanyaan ke 2
Assalamualaikum ustad saya nanda asal madura izin bertanya,dari materi diatas “memberikan suara bisa jadi dibolehkan karena menimbang adanya maslahat adanya kerusakan ketika calon yg dpilih kesemuanya non muslim,nmun slah satunya lebih sdikit permusuhannya dengan kaum muslimin”yang ini saya blm pham ustad,soalnya kan di point lain dri materi diatas disebutkan ayat2 yg dilarang umat muslim memilih pemimpin orang kafir,terimakasih ustad
Jawaban :
Misal kita menjadi warga negara Amerika. Yang memang pasti calonnya semua adalah Non Muslim. Mak pilihlah yang dampaknya sangat kecil terhadap Umat Islam
Maaf ustad sbelumnya,bkan jika sedemikian rupanya kita lebih baik golput ustad??
Kalau yang menang pemimpin non muslim yang sangat anti dengan Islam bagaimana..?
Apalagi didalam negara maju, bahwa ini adalah kewajiban setiap warga negara
Maaf ustadz sebelumnya,tpi saya pernah denger dri tmen ,sya sempet taxa tentang ini juga,lebih baik kita menderita dripada harus mengingkari firman Allah yg melarang kaum muslimin untuk memilih pemimpin kaum kafir,skali lagi maaf ustadz bukan maksud hati untuk berdebat tpi ana masih kurang paham masih fakir ilmu,trima kasih ustad.
 Iya boleh saja
Mungkin karena berfikiran kondisi alam di Indonesia
Jadi begitu ya ustadz,terima kasih ustad alhamdulillah sya sudah paham skg,jazakumullah khairan katsiiran ustadz.
Dibelahan negara lainnya, banyak hal yang tidak bisa dilakukan rakyatnya jika tidak taat hukum didalamnya. Bisa saja dibekukan jaminan sosialnya oleh Pemerintah setempat, akhirnya mendapatkan mudharat yang lebih besar
 Maksudnya taat hukum dalam ikut serta pemilihan pemimpin di negara tersebut
Jika di Indonesia, maka boleh boleh saja golput. Sanksi nya masih belum tegas seperti negara diluar sana
Pertanyaan ke 3
Assalaamu’alaykum ustadz.
Saya Hendry dri Kab. Magelang..
Misalnya dlm suatu pemilu, terdapat 2 calon, dri segi agama yg satu muslim dan yg lain non Muslim.. Sedangkan ketika kita melihat dari yg lain, kepribadian yg non muslim lebih baik, kinerjanya lebih bagus, dan prospek ke depan utk masyarakat lebih meyakinkan.. sedangkan yg muslim, kinerjanya tdk optimal dan kepribadianya krng begitu baik..  jika kondisi yg demikian terjadi, bagaimana sikap kita ustadz?
Aseef ustadz, syukron..
Jawaban:
 Tetap mematuhi perintah Allah untuk memilih Pemimpin Muslim.
Lihatlah Pemimpin Myanmar sekarang…? Dulu dipuja puja sebagai pemenang nobel perdamaian dunia, membawa perubahan bagi negaranya.
Sekarang apa yang dilakukan terhadap Umat Islam…?
 Berarti apapun kondisinya, peraturan mainnya tetap mutlak ya?
 Tapi, ketika di suatu daerah, pemilu dimenangkan oleh orang kafir, pdhl penduduknya mayoritas Muslim.. apakah mereka semua berdosa ustadz
 Anggaplah Pemimpin Muslim tersebut akhlaknya buruk, tapi seburuk buruknya Pemimpin tersebut pasti tidak akan melaranh Ibadah Sholat dan membaca Al Quran.
Dan sewaktu waktu Ulama bisa menasehatinya pelan pelan agar tersadarkan
 Syukron ustadz.. insyaallah saya makin paham..
Pertanyaan ke 4
Assalamualaikum  , sya dede dri bekasi. Mau bertanya, apakah kita wajib menjalankan hukum2 Allah di negeri indonesia yg demokrasi, ?? Dan apa hukum nya bila kita mengucap NKRI harga mati ketimbang syariat islam harga mati, ?,
Jawaban :
Dalam bernegara boleh kota cintai negara kita selama memang tidak bertentangan dengan syariat.
Dan kebanggan kita akan Islam, diatas itu semua pastinya
Lantas, jika mereka Muslim stlh itu paham dgn hukumnya, halalkah klau mereka melakukan demonstrasi utk mnurunkan pemimpin kafir?
Memang ada perbedaan pendapat Ulama dalam hal mengkoreksi Pemimpin yang menyimpan.
Ada yang melarang secara mutlak dan harusnya dinasehati face to face
Dan ada yang memperbolehkan demo selama memang tidak anarkis dan menyampaikan aspirasi. Selama demokrasi di Indonesia ini ternyata diperbolehkan dalam UU di NKRI
Jadi cermati saja perkembangan yang terjadi
 Namun ada hukum yg bertentangan dgn syariat islam , yaitu hukum kebiri, lalu kita bagaimana menanggapinya?
Negara tersebut memakai hukum Islam atau tidak..? Jika tidakmau tidak mau terikat hukum tersebut
Klau muslim melakukan demonstrasi, sdg yg kafir terpancing demonstrasi juga.. berarti di sini apakah perlu diperhatikan toleransi juga ustadz?
Perlu disamakan dulu persepsi demonstrasi dalam hal ini
 Demonstarsi di Indonesia itu dilindungi oleh UU
Siapapun dan kelompok apapun yang bernanung di NKRI diperbolehkan dan berlaku asas yang sama
 Demonstrasi itu menyampaikan aspirasi agar terperhatikan oleh para pejabat publicnya
 Jadi tidak ada issue toleransi sih didalam demokrasi
Karena dimata UU hal ini LEGAL dan SAH, dan bukan tindakan MAKAR selama mematuhi korirdor yang ditetapkan
Jadi tidak ada issue toleransi sih didalam *DEMONSTRASI*
 Berarti, perkara pemimpin tsb mau mundur atau tidak, itu sudah urusan Allah ya? Dan jika pemimpin tsb tdk mau mundur, bagaimana sikap kita? Mengikutinya dgn menyerahkan semuanya kepada Allah?
 Iyaaa. Bisa dipastikan ijin DEMONSTRASI itu adalah penyaluran aspirasi.
Bukan melakukan tindakan *MAKAR*
Kalau makar ya pasti ngga dikasih ijin sama POLRI bukan
 Tidak ustadz ,oleh sebab itu hukum islam tidak berjalan di indonesia akibatnya kerusakan moral . korupsi dimna2. Nah yg saya tanyakn lgi apakah kita wajib menegakan syariat islam di indonesia? Mengajak masyarakat utk kembali ke hukum2 yg sesuai alquran dan hadist?
 Tidak usah bicara tatanan pemerintahan yang sesuai syariat dulu.
Pertama tetap menuntut ilmu dulu perkuat Aqidah kita
Kedua jalankan semua Ibadah WAJIB dengan mutlak
Ketiga tambahkan semua ibadah kita yang sunnah sunnah sesuai dalil
Keempat belajar memperbaiki akhlak kita terhadap sesama
Dstny dstnya
Jika ini dijalankan, maka akan jauh lebih mudah menciptakan Pemerintahan yang Islami kedepannya
Closing statment :
 Nabi ﷺ berdakwah Tauhid selama 10 tahun dan berdakwah akhlak selama 13 tahun
Akhlak mengambil porsi yang lebih besar dari tauhid
Artinya akhlak akan sulit dibentuk dan dibina kalau Tauhidnya masih buruk.
Tauhid sudah kuat saja pondasinya masih 13 tahun berdakwah tentang akhlak
 Mejelang akhir zaman ini perkuat aqidab kita agar tidak mudah terombang ambing dalam ketidakpastian
 PENUTUP
Marilah kita tutup majelis ilmu kita hari ini dgn membaca istighfar, hamdallah serta do’a kafaratul majelis
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِين
dan istighfar
أَسْتَغفِرُ اَللّهَ الْعَظيِمْ
: Doa penutup majelis :
سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ ٭
Artinya:
“Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.”
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
~~~~~~~~~~~~~~
 Ana sbg moderator siang ini mohon maaf jika ad hal yg kurang berkenan,,…dan mohon undur diri
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *