Kriteria Istri Idaman

Notulensi Kajian Bulanan Rumah Dakwah Indonesia
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Hari : Rabu, 6 September 2017
Grup : Ruqayyah
Muwajjih : Tri Purnomo
Tema : Kriteria Istri Idaman
Admin : 06-10
Moderator : Eni
Notulen   : zara
MUQADIMAH
————————
بسم الله الر حمن الر حيم
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ
وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا و مِنْ َسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا
مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ
Segala puji bagi Allah pemilik alam semesta. Dzat yang menciptakan manusia pertama lalu menciptakan pula pasangannya. Yang dari keduanya berkembang biaklah manusia di muka bumi hingga sekarang.
Shalawat dan salam kita sampaikan kepada manusia terbaik, manusia yang memberikan tauladan kepada kita tentang bagaimana memilih pasangan dan bagaimana menjalani hidup bersama dalam ikatan pernikahan dalam  bingkai iman dan kebahagiaan.
MATERI
===============
Mengawali kaji kita pada malam hari ini, mari bersama kita simak dengan seksama firman Allah SWT dalam QS. Ar Rum : 21 sebagai berikut:
“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.”
Isteri (pasangan) adalah tanda kebesaran Allah
Allah lah yang menciptakan manusia, maka Allah pula lah yang paling tahu tentang manusia. Tahu tentang perangainya, tahu tentang kebutuhannya, kecenderungannya dan hal-hal yang bisa membuatnya merasa tenang dan bahagia.
Salah satu tanda bahwa Allah sangat mengetahui perihal manusia adalah bahwa Allah menciptakan pasangan dari jenis manusia juga sehingga terdapat kedekatan emosional, kedekatan keinginan, persamaan cara komunikasi dll. Bayangkan jika pasangan manusia adalah hewan tentu akan sangat menyiksa karena akan ada banyak hal yang tidak akan terpenuhi dari sisi psikologis.
Alhamdulillah manusia juga tidak terlahir sebagai makhluq yang berkembang biak tanpa memerlukan hadirnya pasangan sebagaimana amuba yang membelah diri, hydra yang menumbuhkan tunas atau seperti cacing planaria yang memotong tubuhnya. Alangkah gersangnya hidup seperti itu, hambar tanpa sentuhan kasih sayang.
Pasangan untuk mendatangkan ketenangan
Allah menghadirkan pasangan hidup dari kalangan manusia juga untuk bisa menghadirkan perasaan tenteram dan dapat menyalurkan perasaan kasih sayang. Ketenteraman adalah kondisi yang sangat dekat dengan kebahagiaan karena itu diidamkan setiap manusia.
Jika dalam perjalanan sebuah keluarga ternyata perasaan tenteram dan kasih sayang tak kunjung hadir, lalu dimana letak salahnya? Karena pernikahan adalah hubungan antara dua orang maka penyebabnya bisa jadi bersumber dari diri kita sendiri atau dari pasangan kita atau keduanya yang jadi penyebab.
Agar tujuan utama disyariatkannya pernikahan berupa hadirnya ketenteraman dan kasih sayang bisa terlaksana, maka melalui RasulNya, Allah mengajarkan banyak panduan baik sejak masa persiapan berupa lurusnya niat, masa pencarian pasangan, masa pernikahan, maupun masa setelahnya. Saat ini kita fokuskan pada masa pencarian pasangan. Bagi yang sudah memiliki pasangan, jangan jadikan materi hari ini sebagai penghakiman pasangan kita, tetapi jadikan sebagai motivasi untuk memperbaiki diri agar bisa menjadi lebih baik.
Pasangan adalah penyempurna keimanan
Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Siapa yang diberi karnia oleh Allah seorang istri yang solihah, berarti Allah telah menolongnya untuk menyempurnakan setengah agamanya. Karena itu, bertaqwalah kepada Allah setengah sisanya.” (HR. Baihaqi 1916).
Isteri idaman adalah isteri yang dengan kehadirannya, sempurnalah agama suaminya. Kenapa dia telah menyempurnakan agama suaminya? Karena Syahwat manusia dikendalikan 2 hal yaitu perutnya dan kemaluannya.
Dalam hadis dari Ka’ab bin Malik radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan pengaruh rakus manusia karena memenuhi kebutuhan perutnya, “Dua serigala lapar yang dilepas di kandang kambing, tidaklah lebih merusak dibandingkan ketamakan seseorang terhadap dunia dan jabatan, yang bisa merusak agamanya.” (Ahmad 16198, Turmudzi 2550, Ibn Hibban 3228 dan dishahihkan Syuaib al-Arnauth).
Sementara syahwat biologis mendorong manusia untuk berbuat zina. Karena itu, orang yang sudah memenuhi kebutuhan biologisnya dengan menikah, berarti dia menyempurnakan setengah agamanya.
Al-Ghazali dalam Ihya Ulumiddin mengatakan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan, “Siapa yang menikah, berarti telah melindungi setengah agamanya. Karena itu bertaqwalah kepada Allah untuk setengah agamanya yang kedua.” Ini merupakan isyarat tentang keutamaan nikah, yaitu dalam rangka mlindungi diri dari penyimpangan, agar terhinndar dari kerusakan. Karena yang merusak agama manusia umumnya adalah kemaluannya dan perutnya. Dengan menikah, maka salah satu telah terpenuhi. (Ihya Ulumiddin, 2/22)
Demikian pula penjelasan yang disampaikan Al-Qurthubi, Beliau mengatakan, “Siapa yang menikah berarti telah menyempurnakan setengah agamanya. Karena itu bertaqwalah kepada Allah untuk setengah yang kedua.” Makna hadis ini bahwa nikah akan melindungi orang dari zina. Sementara menjaga kehormatan dari zina termasuk salah satu yang mendapat jaminan dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan surga. Beliau mengatakan, ‘Siapa yang dilindungi Allah dari dua bahaya, maka Allah akan memasukkannya ke dalam surga, yaitu dilindungi dari dampak buruk mulutnya dan kemaluannnya.’   (Tafsir al-Qurthubi, 9/327).
Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa isteri idaman adalah isteri yang bisa mencegah suaminya dari terjatuh kepada perbuatan jahat berupa zina. Pertanyaan selanjutnya adalah bagaimanakah caranya?
psikolog seksual Zoya Amirin menerangkan, ternyata faktor utama laki-laki selingkuh adalah tidak mampu mengkomunikasikan kebutuhannya. Misalnya dia sedang ingin mendapat perhatian dari istrinya, tapi tidak bisa memintanya.
Isteri memang bukan peramal yang bisa tahu tanpa diminta, tetapi seorang isteri dengan kelembutan hatinya harus terus berusaha memahami apa sesungguhnya kemauan dan kebutuhan suaminya. Dan hal tersebut juga berlaku timbal balik buat suami.
Pasangan adalah pakaian buat pasangannya
Allah SWT berfirman dalam QS Al Baqarah 178: “…mereka adalah pakaian bagimu, dan kamupun adalah pakaian bagi mereka…”
Apa makna pakaian dalam ayat tersebut?
Fungsi pakaian adalah untuk menutup aurat tubuh (lihat QS.7:26).  Suami istri adalah pakaian bagi pasangannya. Dengan demikian, suami istri adalah penutup  “aurat” (baca: aib) bagi pasangannya. Maka pasangan adalah orang yang paling bertanggung jawab agar semua aib pasangannya tidak menyebar keluar karena aib pasangan adalah aib buat dirinya juga. Tentu berbeda halnya jika membuka aib tersebut adalah dalam rangka mencari obat, mencari nasihat, dalam upaya mengubahnya menjadi lebih baik.
Fungsi pakaian juga sebagai perhiasan (lihat QS.7:26). Perhiasan adalah sesuatu yang indah dan berharga. Dengan memiliki dan atau memandang perhiasan mendatangkan kesenangan, kepuasan dan kebahagiaan. Suami adalah perhiasan bagi istrinya dan istri adalah perhiasan bagi suami. Suami indah dilihat istri dan juga sebaliknya. Suami merasa berharga bagi istrinya, dan pada saat yang sama suami menghargai istrinya. Demikian pula sebaliknya.
Rasulullah SAW Bersabda :”Seluruh dunia ini adalah perhiasan dan perhiasan terbaik di dunia ini adalah wanita yang shalehah.” (HR. an-Nasa’i dan Ahmad).
Isteri Idaman itulah Aku
Rasulullah SAW bersabda, “Wanita dinikahi karena empat hal, yaitu; karena agamanya, kecantikannya, hartanya & keturunannya. Maka carilah yg baik agamanya, niscaya engkau akan beruntung.” Telah mengabarkan kepada kami Muhammad bin ‘Uyainah dari Ali bin Mushir dari Abdul Malik dari ‘Atha` dari Jabir dari Nabi dgn hadits ini.” [HR. Darimi No.2076].
Saudariku, mungkin kita masih jauh dari kriteria isteri idaman, tetapi tidak perlu gusar. Manakala kita kebingungan darimana harus memulai untuk menjadikan diri sebagai calon isteri idaman, maka mulailah dengan mengacu kepada makna hakiki dari hadits di atas, sempurnakanlah agamamu maka berbagai kelebihan yang lain akan lebih mudah dihadirkan. Dan saat itu maka pasangan yang terbaik pun telah disiapkan buat kita.
Janji Allah sangat jelas, “Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah untuk wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezki yang mulia (surga)” (QS. An-Nur: 26).
=======================
〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰
REKAP TANYA-JAWAB
—————————————
1.  Utk istri yang bekerja, bgmn pak hukum nya? Pandangan menurut islam.
Apakah menyalahi, krn katanya istri tanggung jawab suami?
Jawab:
 sebelum menjawab pokok pertanyaan ada bbrp hal yang harus kita pahami. Pertama bahwa Islam adalah agama yang mengatur semua lini dalam takaran terbaik buat manusia karena syariat ini bersumber dari pencipta manusia. Kedua, Terkait tanggungjawab masalah penghasilan, islam membebankan kepada suami untuk memenuhinya. Ketiga, tidak ada larangan dalam islam bagi wanita untuk berbisnis atau pun bekerja. jika kita gabungkan secara utuh, maka dapat kita simpulkan bahwa memang suamilah yg bertgjwb untuk memenuhi kebutuhan keluarga. akan tetapi terkadang ada kondisi yang menyebabkan seorang suami tidak atau belum mampu memenuhi kewajibannya. dalam kondisi ini, wanita bisa memilih berpisah atau bertahan. jika pilihannya bertahan maka tidak ada cara lain kecuali wanita ikut berupaya mempertahankan eksistensi keluarga dengan mencari tambahan penghasilan. hanya saja, ada banyak aturan2 yg harus diperhatikan dan dipenuhi saat wanita bekerja diluar rumah.
saya lanjutkan, jika pun suami tidak dalam keadaan kesulitan memenuhi kewajibannya, wanita juga tidak dilarang untuk bekerja dengan persetujuan dari suaminya. karena itu, agar tidak menjadi bahan perpecahan di belakang hari, hal-hal seperti ini harus dijadikan bahan diskusi sebelum nikah, di tahap taaruf.
┅┅┅┅┅┅┅┅┅┅┅┅┅┅┅┅┅┅┅┅┅
2. Pasanganmu bukanlah peramal yang menuntutmu untuk tau apa yang ia butuhkan
Cumakan perempuan ini kebanyakan maunya dimengerti. Menuntut peka. Nah itu gimana tadz?
Jawab:
Sebenarnya yang ingin dimengerti itu bukan hanya wanita tetapi lelaki juga. hanya saja, wanita lebih ekspresif dalam pengungkapannya. Kendala besar bagi keluarga yang telah sekian lama menjalani hidup bersama adalah adanya anggapan bahwa pasangan harusnya bisa mengerti tanpa ada kata2 permintaan atau penjelasan. padahal, nyatanya sebagian besar pasangan sering misskomunikasi dalam banyak hal. Dalam kondisi normal, misskom ini tidak lantas jadi masalah besar. tapi saat terakumulasi sekian lama, saat ada masalah lain yang menghimpit, maka ini bisa jadi ledakan besar.
Kuncinya, bicaralah walau masih dalam sikap yang berbeda. setelah itu dicari komprominya. dan keputusan yang dihasilkan dengan semangat kompromi itu menjadi tanggung jawab bersama. jika ujungnya kebahagiaan maka nikmati bersama. jika ujungnya kesengsaraan maka pikul bersama.
3.Apakah berarti jika seseorang mendapat pasangan yg buruk (sifat/perangainya), berarti dirinya juga buruk ?
Jawab:
ada banyak kasus khusus dimana orang yang super baik malah mendapatkan pasangan yang super buruk. seperti firaun dan asiyah misalnya. kenapa bisa terjadi hal demikian? ternyata karena Allah sedang menitipkan amanah tertentu buat orang yang baik itu. bayangkan jika isteri firaun berakhaq seperti isteri abu lahap, maka tidak akan terjadi kisah Musa a.s.
Jadi jika mmg kondisi itu menimpa kita, jangan lantas berburuk sangka kepada Allah karena sesunguhnya Allah lah sebaik-baik pembuat skenario.
Tapi saya koq sangat yakin, tidak banyak pasangan yang keburukannya sampai selevel itu. yang ada adalah pasangan yang naik turun level kebaikan dan keburukannya. dalam tataran ini, maka cara pandangnya bukan penghakiman pasangan tetapi introspeksi diri dengan bertanya “apa andilku sehingga keburukan itu hadir?”
4.Bagaimana hukumnya seorang istri melanjutkan studynya keluar kota atau keluar negri yg mengharuskan seorang istri berpisah dengan suami??
Jawab:
ada beberapa hal yang harus dijadikan dasar untuk membolehkan atau melarang. Pertama, secara umum memang islam melarang perempuan pergi sendirian tanpa mahram. Kedua, dalam kondisi tertentu yang disebut darurat maka bisa terjadi perubahan hukum atas suatu perkara. Ketiga, bagaimana aturan terkait jika pilihan darurat harus diajalankan.
 dalam kaitan pergi meninggalkan suami dalam jangka lama, perlu ditimbang lebih dalam tingkat kedaruratannya. benarkah tidak ada pilihan lain di tempat yg lebih terjangkau misalnya. jika memang tidak ada tempat lain, maka keridhoan suami menjadi kuncinya karena pasti akan banyak kewajiban yang tidak sanggup tertunaikan selama berjauhan. yang terindah sebenarnya bisa dihadirkan, tidak jarang pasangan menemani pasangannya yg sdg study ke luar negeri. Pekerjaan atau penghasilan bisa dicari di tempat baru tersebut.
5. Mungkin ada tips2 buat yg ingin memantaskan diri ustadz?
Jawab:
Yang sangat penting bagi kita adalah menghilangkan rasa enggan memperbaiki diri dengan dalih belum tentu pasangan kita nanti adalah orang yang baik pula. ingat janji Allah bahwa yang baik untuk yang baik secara umum. maka tingkatkan nilai2 kebaikan kita, nilai ketaqwaan agar standar kita naik, maka secara umum kita layak mendapatkan yang terbaik
jika kita sudah memiliki pasangan, dan menurut kita pasangan kita belum baik, maka pasangan kita adalah objek dakwah terdekat dari kita. dakwahi dia dengan cara terbaik dan hadirkan cinta di dalamnya, insya allah akan dimudahkan jalannya
〰〰〰〰〰〰〰〰〰
Clossing Statement :
Memperbaiki dan menyiapkan diri menjadi isteri idaman itu hakikatnya untuk kepentingan perempuan itu sendiri utamanya jadi jangan pernah merasa lelah.
———————-oOo—–—————–
PENUTUP
Marilah kita tutup majelis ilmu kita hari ini dgn membaca istighfar, hamdallah serta do’a kafaratul majelis
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِين
dan istighfar
أَسْتَغفِرُ اَللّهَ الْعَظيِمْ
: Doa penutup majelis :
سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ ٭
Artinya:
“Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.”
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
~~~~~~~~~~~~~~
®Rumah Dakwah Indonesia
———————-oOo—–—————–

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *