Pentingnya menjaga lisan

NOTULENSI KAJIAN IKHWAN PEKANAN*
Moderator.      : Fahri
Pemateri.        : Ustad Dwi Andi S
Hari.                : Ahad
Tanggal.         : 10 September 2017
Waktu.            : Bada Isya
Tempat.          : Kajian Ikhwan Pekanan
Notulen.          : Aben
*Muqodimah*
 Bismillaahirrahmaanirrahiim
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
إنَّ الـحَمْدَ لِلّهِ نَـحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَن لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُـحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُه.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
Puji syukur kehadirat Allah SWT yang sampai sekarang masih memberikan kita nikmat iman, nikmat islam dan diberikan kesempatan berkumpul di majelis ilmu *”Kajian Ikhwan Pekanan”*
Shalawat beserta salam kita haturkan suri tauladan terbaik sepanjang Zaman, yg begitu mencintai kita, bahkan ketika Allah memanggil nya yg disebut2 adalah kita, umatnya.
yakni nabi besar Muhammad SAW. Semoga kita bisa bersua dgn beliau di yaumil akhir.
 Beranjak ke acara berikutnya adalah penyampaian materi.
Materi :  *Pentingnya menjaga lisan*
Kepada *Ustadz Dwi Andi Syahputra* dipersilahkan untuk membagikan ilmunya
 *PENTINGNYA MENJAGA LISAN*
_H. Dwi Andi Syahputra Lubis, Lc._
Syahdan, ada seorang majikan yang akan kedatangan tamu meminta pembantunya menyiapkan daging terbaik untuk menjamu tamunya.
Sang pembantu pun menghidangkan masakan lidah.
Dengan rasa heran dan penasaran, majikannya pun bertanya perihal dihidangkannya masakan lidah tersebut sebagai daging terbaik.
Sang pembantu menjawab, “Dengannya orang dimasukkan ke dalam surga.”
Pada kesempatan lainnya sang majikan menguji pembantunya untuk menghidangkan jenis daging terburuk guna mereka santap bersama.
Lagi-lagi si pembantu tersebut menghidangkan masakan lidah.
Seperti sebelumnya, sang majikan pun menanyakan alasannya. Jawabannya, “Karenanya orang masuk neraka.”
Ibarat kata pepatah, “Mulutmu, harimaumu.”
“Bila pedang melukai tubuh, ada harapan untuk sembuh. Namun bila lisan melukai hati kemana obat akan dicari,” sebagaimana petuah orang-orang terdahulu.
Rasulullah Saw bersabda,
“Muslim itu adalah orang yang selamat lisan dan tangannya terhadap orang-orang Islam lainnya.”
_Wallahu a’lamu bish-showab_
*Sesi Tanya Jawab*
 Pertanyaan 1.
Galih – Jakarta
Assalamualaikum
Nama saya galih
Dari Jakarta
Bagaimana cara menjaga lisan yang baik selain contoh yang di atas
Jawaban :
 Wa’alaikumussalam Akhi Galih…
Lisan adalah salah satu perangkat iman, selain _qalbu_ dan _arkan/jawarih_.
Agar iman naik menjadi taqwa, maka sesungguhnya itu lahir dari _qalbu_.
Rasulullah Saw bersabda, ” _Istafti qalbak_ !”
‘Mintalah fatwa pada _qalbu_mu!’
Pertanyaan 2.
Dipa – Jakarta
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatu
Nama saya Dipa dari Jakarta Selatan
Bagaimana agar terhindar dari ucapan yang buruk,keji, kotor, ?
Jawaban :
 Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh Akhi Dipa…
Agar terhindar dari ucapan yang buruk, keji, dan kotor, maka kita harus “berdamai” dengan _qalbu_ kita, menatanya dengan baik (manajemen _qalbu_ istilahnya), mengontrolnya dengan _muhasabah_ diri.
Sibukkan lisan kita dengan _dzikrullah_ agar lebih terjaga dan makin terpelihara, di antaranya dengan _tilawatil qur’an_, _isti’adzah/ta’awwudz_, _istighfar_, zikir _al-ma’tsurat_ pagi dan petang.
 Pertanyaan 3.
Mizan – Medan
Assalamualaykum
Nama saya mizan
Dari medan
Saya memiliki watak yang keras dalam berkata-kata, dan sering kali saat saya sedang berbicara selalu menjaga lisan dan nada suara sebaik mungkin, namun ada kalanya saya khilaf dan tidak dapat menjaga nada suara saya yang tinggi dan pilihan kata saya yang kurang baik. Pernah sekali saya menyesali perkataan saya dan membuat lawan bicara saya sakit hati, dan esoknya saya berpuasa lisan dan meminta maaf.
Menurut ustad, adakah cara terbaik untuk memperbaiki watak saya yang memang termasuk golongan orang yang keras dalam berbicara?
Afwan
Jawaban :
 Wa’alaykumussalam Akhi Mizan…
Di antara kiat agar tidak mudah dan tidak gampang emosi yakni menyadari bahwa emosi itu membawa unsur panas karena memang lahir dari api, bahan menciptakan iblis.
Tentu kita tidak ingin menjadi golongan/pengikutnya.
Selanjutnya jagalah wudhu’ setiap saat. Setiap saat.
Sebab airlah yang dapat memadamkan api.
Ketika salah seorang sahabat Nabi meminta nasihat lantas beliau bersabda: jangan marah, hingga hal ini (meminta nasihat) terjadi berulang kali, maka tetap Rasul katakan, “Jangan marah!”
Tahulah sahabat Nabi ini bahwa masalah dan solusinya ada pada dirinya.
Itulah ujian keimanan dan ketakwaaan.
Seseorang diuji dengan sesuatu yang ia senangi agar ia hindari, atau dengan sesuatu yang tidak ia sukai agar diamalkannya.
Pahala di sisi ALLAH SWT tergantung pada usaha kita melakukan itu semua menuju ridho-Nya.
_Wallahu a’lamu bish-shawab_….
*Closing statment*
 Iman dan taqwa itu didasari _qalbu_, lisan, dan _arkan_.
Apa-apa yang terucap di lidah setidaknya menunjukkan apa yang ada di dalam _qalbu_, sadar atau tidak sadar, sengaja maupun tidak.
Mari kita amalkan ilmu apa saja soal obat hati, yang bersumber dari Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah Saw.
PENUTUP
Marilah kita tutup majelis ilmu kita hari ini dgn membaca istighfar, hamdallah serta do’a kafaratul majelis
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِين
dan istighfar
أَسْتَغفِرُ اَللّهَ الْعَظيِمْ
: Doa penutup majelis :
سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ ٭
Artinya:
“Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.”
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
~~~~~~~~~~~~~~
 Ana sbg moderator malam ini mohon maaf jika ad hal yg kurang berkenan,,…dan mohon undur diri
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *