Dusta

Notulensi Kajian Bulanan Rumah Dakwah Indonesia
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Hari : Jumaah,  15 Séptémber 2017
Grup : Rumah Ruqayyah
Muwajjih : Ustadz Dodi Abu El Jundi
Tema : DUSTA
Admin : Admin akwat 06-10
Moderator : Husniatun Najah &  Fildzah Fitriani
Notulen   : Aisyah
MUQADIMAH
————————
بسم الله الر حمن الر حيم
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ
وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا و مِنْ َسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا
مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ
Puji syukur kehadirat Allah SWT yang masih memberikan kita nikmat iman, islam dan Al Qur’an semoga kita selalu istiqomah sebagai shohibul qur’an dan ahlul Qur’an dan dikumpulkan sebagai keluarga Al Qur’an di JannahNya..
Shalawat beriring salam selalu kita hadiahkan kepada uswah hasanah kita, pejuang peradaban Islam, Al Qur’an berjalan, kekasih Allah SWT yakninya nabi besar Muhammad SAW, pada keluarga dan para sahabat nya semoga kita mendapatkan syafaat beliau di hari akhir nanti. InsyaaLlah..
Aamiin
=====================
Materi :
————-
° Dusta termasuk Penyakit Kronis
° Kajian On-Line
° Dodi Abu El Jundi
”Tidaklah ada akhlaq yang lebih dibenci oleh Rasulullah ﷺ  daripada dusta…”(Shahih, lihat Silsilah ash-Shahihah 2052)
Sesungguhnya dusta adalah penyimpangan akhlaq, dia adalah salah satu akhlak/perilaku yang paling buruk, dan sifat yang tercela. Ia menjadikan manusia seperti binatang yang tidak bisa diambil faidah dari ucapannya, bahkan binatang tidak berbahaya ucapannya, sedangkan para pendusta bisa menimpakkan bahaya dengan ucapannya.
Maka dari sisi ini binatang lebih baik dari pendusta. Dan dusta termasuk perilaku orang-orang munafik dan perilaku yang dibenci oleh  اللّهُ ﷻ  dan Rasul-Nya ﷺ  Barang siapa yang terbiasa dengannya, dia dicatat di sisi  اللّهُ  sebagai “Kadzdzab”, (orang yang banyak berdusta) dan dusta menjerumuskannya ke dalam keburukan.
Berbeda dengan orang yang jujur dan berusaha untuk senantiasa jujur, maka kejujurannya akan menunjukkan ke pada jalan-jalan kebaikan, dan dia dicatat di sisi  اللّهُ  sebagai”Shiddiq”(orang yang jujur). Maka setiap kali dia akan melakukan kesalahan, dia teringat bahwasanya orang-orang akan bertanya kepadanya:”Apakah engkau melakukannya (dosa)?” sedangkan dia tidak mungkin untuk berbohong,maka dia terhindar dari perkara-perkar buruk karena kejujurannya. Hal ini sebagaimana sabda Rasulullah ﷺ :
”Jauhilah oleh kalian dusta, karena dusta menjerumuskan kepada perbuatan dosa, dan perbuatan dosa mejerumuskan kepada Neraka. Dan sesungguhnya seseorang berdusta, dan membiasakan diri dengannya sehingga dicatat di sisi Allah sebagai “Kadzdzab”. Dan hedaklah kalian bersikap jujur, karena kejujuran menunjukkan kepada kebaikan, dan kebaikan menunjukkan kepada Surga. Dan sesungguhnya seorang laki-laki bersikap jujur dan bersungguh-sungguh untuk jujur, sehingga dicatat di sisi Allah sebagai ”Shiddiq”.” (Shahih, riwayat Imam al-Bukhari dan imam Muslim dengan sedikit perbedaan redaksi. Lihat Mukhtashar Shahih Muslim 1809, Shahih al-Jami’ 4071)
Maka betapa indahnya sifat ini (jujur) dan betapa besarnya manfaat yang diperolehnya.
Dimana  اللّهُ  ﷻ  telah mengancam para pendusta dalam al-Qur’an dan as-Sunnah. Dalam al-Qur’an adalah firman  اللّهُ ﷻ :
‎« إن الله لا يهدي من هو مسرف كذاب » (غافر: 28.)
”Sesungguhnya Allah tidak menunjuki orang-orang yang melampui batas lagi pendusta.” (QS. Ghafir (al-Mu’min):28)
Dan firman  اللّهُ Ta’ala:
‎« ويل لكل أفاك أثيم » (الجاثية:7).
”Kecelakaan yang besarlah bagi tiap-tiap orang yang banyak berdusta lagi banyak berdusta.” (QS. Al-Jatsiyah: 7)
Dusta adalah sember segala keburukan, oleh sebab itu Syari’at mengharamkannya dan mengancam pelakunya dengan berbagai hukuman, dikarenakan apa yang terkumpul di dalamnnya berupa bahaya-bahaya yang besar dan keburukan-keburukan yang banyak. Di antara keburukan-keburukan itu adalah:
1. Rusaknya reputasi pelakunya.
2. Jatuh kehormatannya.
3. Hilangnya akhlaq, maka dia tidak dipercaya dan tidak diterima persaksiannya. Tidak bisa dipegang janji dan kesepakatannya. Maka jadilah pembicaraan-pembicaraanya tak karuan dan menjengkelkan orang, sia-sia dan justru memalukan.
4. Lemahnya kepercayaan (sikap saling percaya) di antara sesama manusia. Dan goncanglah tatanan masyarakat islam dan hal itu tidak bisa dielakkan.
Kadang kala seseorang terbiasa berdusta karena faktor ketidak tahuan, atau keterbelakangan lingkungan atau karena lemah agamanya!!!
Dan ini adalah musibah besar. Dan sikap tamak (rakus) adalah salah satu faktor pendorong terkuat untuk berdusta dan memalsu, dalam rangka meralisasikan ketamakannya dan mengenyangkan rakusnya.
Bentuk-bentuk dusta
———————-
Bentuk-bentuk dusta dan keburukannya bertingkat-tingkat, sesuai dengan tingkat perbedaan bahaya dan dampak buruknya.
Pertama: Sumpah dusta
Ini adalah seburuk-buruk bentuk kedustaan, dan paling besar bahaya dan dosanya. Hal ini sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari:
‎عن النبي صلى الله عليه وسلم قال : « الكبائر الإشراك بالله وعقوق الوالدين وقتل النفس واليمين الغموس » ،
Dari Nabi ﷺ  bahwasanya beliau bersabda:”Dosa-dosa besar adalah syirik (menyekutukan Allah), durhaka kepada orang tua, membunuh, dan sumpah yang membinasakan (palsu).
Kedua: Persaksian palsu
Sebagaimana firman  اللّهُ  Subhanahu wa Ta’ala:
‎((واجتنبوا قول الزور))( الحج:30).
”Dan jauhilah oleh kalian perkataan dusta”(al-Hajj: 30)
Oleh sebab itu Imam Thabrani meriwayatkan dan al-Kabir secara mauquf terhadap Ibnu Mas’ud dengan sanad hasan, beliau berkata:”Persaksian palsu setara (dosanya) dengan syirik, dan beliau membaca firman Allah di atas.
‎وعن أنس رضي الله عنه قال ذكر رسول الله صلى الله عليه وسلم الكبائر فقال الشرك بالله وعقوق الوالدين وقتل النفس وقال ألا أنبئكم بأكبر الكبائر قول الزور أو قال شهادة الزور .رواه البخاري ومسلم »
Dan dari Anas radhiyallahu ‘anhu berkata:”Rasulullah ﷺ  menyebutkan dosa-dosa besar, maka beliau berkata:
’Menyekutukan Allah (syirik), durhaka kepada kedua orang tua, dan membunuh.” Kemudian beliau berkata:’Apakah kalian mau aku beritahukan tentang dosa besar yang paling besar, yaitu perkataan dusta’. atau beliau berkata:’sumpah palsu’. (HR. al-Bukhari dan Muslim)
Ketiga: Dusta
Allah Subhanahu wa Ta’ala mengabarkan bahwa para pendusta tidak akan beruntung. Dia berfirman:
‎ومن أصدق من الله حديثاً : « قُلْ إِنَّ الَّذِينَ يَفْتَرُونَ عَلَى اللّهِ الْكَذِبَ لاَ يُفْلِحُونَ (يونس : 69 ) »
”Katakanlah:”Sesungguhnya orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah tidak beruntung”. (QS. Yunus: 69)
Dan  اللّهُ Ta’ala juga berfirman:
‎« إِنَّمَا يَفْتَرِي الْكَذِبَ الَّذِينَ لاَ يُؤْمِنُونَ بِآيَاتِ اللّهِ وَأُوْلـئِكَ هُمُ الْكَاذِبُونَ (النحل : 105 ) »
”Sesungguhnya yang mengada-adakan kebohongan, hanyalah orang-orang yang tidak beriman kepada ayat-ayat Allah, dan mereka itulah orang-orang pendusta,” (QS.an-Nahl: 105)
Dan siapakah yang lebih jujur perkataannya dari  اللّهُ ﷻ
Dan tidak diragukan lagi bahwa dusta adalah akhlaq rendah dan hina yang merusak rasa aman di dalam kehidupan bermasyarakat. Sebagian manusia telah menjadikan dusta sebagai senjata bagi mereka untuk tidak menunjukkan jatidirinya yang sebenarnya di hadapan orang lain yang ditipunya.
Dan itu adalah penyakit yang berbahaya yang bisa menjerumuskan pelakunya kedalam kebinasan di akherat dan kehinaan di dunia.
Rasulullah ﷺ  bersabda:
‎« ما كان خلق أبغض إلى رسول الله صلى الله عليه وسلم من الكذب… »
”Tidaklah ada akhlaq yang lebih dibenci oleh Rasulullah ﷺ  daripada dusta…”(Shahih, lihat Silsilah ash-Shahihah 2052)
Dan juga sebagaimana telah diketahui bahwa salah satu tanda dekatnya hari kiamat adalah banyaknya kedustaan.
‎عن أبي هريرة قال رسول الله : « لاتقوم الساعة حتى تظهر الفتن ، ويكثر الكذب ، وتتقارب الأسواق ، ويتقارب الزمان ، ويكثر الهرج . قيل : وما الهرج ؟ قال : القتل . ( صحيحة 2772 ) . »
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ  bersabda :
”Tidak terjadi hari kiamat hingga muncul banyak fitnah, banyak kedustaan-kedustaan, berdekatannya pasar-pasar, berdekatannya zaman dan banyaknya al-Harj.”Dikatakan:’Dan apa al-harj?’ beliau menjawab:”pembunuhan” (Silsilah ash-Shahiha 2772)
Maka sebagai orang yang berakal tentunya sudah menjadi suatu keharusan bagi kita untuk meniggalkan akhlaq yang buruk ini.
Dusta yang diperbolehkan.
Dusta memang haram dan tidak diperbolehkan, hanya saja ada kondisi-kondisi tertentu di mana saat itu diperbolehkan.
Kondisi itu di mana manfaat/ maslahat yang didapatkan dari dusta lebih besar daripada bahaya/mudharat yang ditimbulkan, maka saat itu pelakunya tidak tercela di hadapan manusia karena kedustaan di situ adalah kebaikan bukan sebuah keburukan dan sebagai bentuk perbaikan bukan perusakan.
Kondisi-kondisi tersebut adalah sebagaimana yang disebutkan dalam hadits berikut:
‎”لا يصلح الكذب إلا في ثلاث : يحدث الرجل امرأته والكذب في الحرب والكذب ليصلح بين الناس” رواه الترمذي وحسنه الألباني .
”Tidak dibenarkan berdusta kecuali dalam tiga hal:”Seorang laki-laki yang berbicara kepada istrinya, dusta dalam peperangan dan dusta untuk memperbaiki hubungan manusia (yang sedang berseteru).”(HR. at_tirmidzi dan dihasankan oleh Syaikh al-Albani rahimahullah)
Sesunguhnya dusta yang boleh di antara suami istri adalah yang bisa memperbaiki hubungan dan menyenangkan hati, seperti seorang suami yang mengatakan kepada istrinya: ”Aku mencintaimu, engkau sangat berharga bagiku, dan engkau cantik tidak ada yang lebih cantik cari engkau.” Dan sang istri pun berkata demikian juga kepada suaminya.
Maka tidak diragukan lagi bahwa dusta yang seperti ini manfaatnya lebih besar, dan di dalamya ada upaya perbaikan dalam hubungan rumah tangga, dan hal itu tidak bisa tercapai kecuali dengan dusta. Seandainya semua suami yang kurang senang dengan istrinya terus terang dan jujur terhadapnya, tentu akan hancurlah keluarga tersebut, dan kehancuran tersebut akan membawa dampak kepada keburukan yang sangat banyak, dan akhir yang menyakitkan.
Kemudian kedustaan kedua yang diperbolehkan adalah kedustaan dalam peperangan, seandainya seorang muslim jujur kepada musuhnya dalam peperangan, maka kejujuran tersebut terhitung sebagai sebuah kelemahan dan sikap pengecut, disamping hal itu akan menimbulkan bahaya yang besar terhadap Islam dan kaum muslimin.
‎والله أعلم بالصواب
〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰
REKAP TANYA-JAWAB
—————————————
1. Ustadz saya mau nanya tips bagi kita biar tidak berkata dusta?
Jawab : Sampaikan apa adanya sajaaa
Jujur diawal terkadang menyakitkan
Dibandingkan besar masalah dibelakang hari
┅┅┅┅┅┅┅┅┅┅┅┅┅┅┅┅┅
2. Ustadz saya mau bertanya…
Bagaimana cara menyikapi orang yang suka berbohong padahal bukti itu udah ada jelas depan mata tapi tetep tidak mau mengakuinya
Tidak hanya sekali atau 2x itu terjadi..
Jawab: Cukup sekali mengingatkan. Dam setelaj itu gugur kewajiban kita
┅┅┅┅┅┅┅┅┅┅┅┅┅┅┅┅┅
3. Begini ustadz sedikit cerita.. Jadi saya tinggal dirumah mertua.. Kalo pagi cuma ada saya, uwa dan adek ipar saya karena dia belum masuk kuliah yang lain pergi kerja..
Jadi uwa ny itu sering mengadu ke ibu mertua saya yang sebener ny ga saya perbuat dan sikap saya biasa aja.. Jadi lain di depan saya, lain juga di belakang saya… Apa yang saya lakuin kadang ga sama apa yang dia bilang ke suami atau ibu mertua saya.. Jadi seolah-olah kesalahan itu ada pada saya.. Apa itu termasuk berdusta? Atau mengadu domba?
Jadi terkadang saya yang kena marah suami karena ada omongan yang sebener ny saya juga ga ngerti apa yang jadi masalah, saya hanya merasa bersikap biasa dan melakukan pekerjaan rumah seperti biasa.
Jawab : Dusta dan mengadu domba. Double double deh dosanya
Kasih penjelasan dengan suara pelan dan halus kepada suami yaa.
Yakinkan suami bahwa kita tidak berbuat demikian
Yakinlah Allah tidak diam dan tidak tidur
Sarankan juga. Apa tidak sebaiknya kita pisah rumah. Walaupun dengan mengontrak
Karena pasti ada friksi jika selalu bersama
Dan tugas istri jika keadaan demikian memang harus bersabar
Semoga Allah selalu memberikan petunjuk yang baik dan menjawab atas masalah yang saya alami.. Terimakasih ustadz..
〰〰〰〰〰〰〰〰〰
Clossing Statement :
……..
———————-oOo—–—————–
PENUTUP
Marilah kita tutup majelis ilmu kita hari ini dgn membaca istighfar, hamdallah serta do’a kafaratul majelis
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِين
dan istighfar
أَسْتَغفِرُ اَللّهَ الْعَظيِمْ
: Doa penutup majelis :
سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ ٭
Artinya:
“Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.”
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
~~~~~~~~~~~~~~
®Rumah Dakwah Indonesia
———————-oOo—–—————–

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *