“Membaca” Rohingya

Selasa 27 Dzhulhijjah 1438 / 19 September 2017

Oleh: Ustadz Qosim Nurshela Dzulhadi
(Muwajjih Rumah Dakwah Indonesia)

 

“Membaca” Rohingya

_________________
Kawan, apa yang engkau “baca” dari Rohingya hari ini?

Jika aku kau tanya, aku jawab dengan fakta. Ya, fakta, minimal menurutku. Fakta itu: kemanusiaan manusia sedang “diinjak-injak”, oleh manusia-manusia yang konon mengaku pembawa panji peradaban modern.

Peradaban yang konon deklarasinya baru 1948. Deklarasi kemanusiaan yang sejatinya terlambat anti-klimaks. Karena didahului oleh Kanjeng Nabi Muhammad SAW di Padang Arafah: darah kalian haram, harta kalian haram, kehormatan kalian haram. Haram dinista, haram dibunuh, haram dilecehkan. Itu dulu sekali, di Padang Arafah, ketika Haji Wada’.

*****
Saudaraku, apa yang engkau “baca” dari Rohingya? Aku membaca ada upaya ‘ethnic cleansing’: etnis Rohingya ingin dihapuskan. Apa hal? Apa sebab? Kalau aku sebagai Muslim aku membacanya karena agama. Karena Islam mereka ingin dihabisi.

Kalau bukan karena Islam, pasti suara tentang mereka sudah nyaring terdengar di mana-mana. Sama dengan suara terbunuhnya beberapa orang di Paris. Hanya beberapa orang, tapi suaranya mengalahkan jeritan umat Islam di Palestina, yang tiap hari jadi sasaran moncong senjata Yahudi-Zionis yang biadab itu.

Di sini, aku membaca ada ketidakadilan terhadap umat Islam. Apa begini jika kita minoritas?

*****
Saudaraku, apa yang engkau “baca” di Rohingya? Aku membaca kebenaran Allah dalam QS. 2: 217 bahwa musuh-musuh Islam setiap saat “memerangi” kita, sampai kita murtad dari agama kita, jika mereka mampu melakukan itu.

Bayangkan, setiap saat, siang dan malam, mereka berpikir bagaimana menghancurkan kita. Padahal dari bibir mereka selalu keluar istilah “toleransi”. Istilah yang hanya “lip service” aja.

Padahal dalam Al-Quran Allah nyatakan dengan tegas bahwa umat Islam harus berlaku baik dan adil kepada siapa saja yang tak memerangi agama (aqidah) dan mengusir dari kampung halaman. Jika dua hal ini dilanggar, maka Jihad harus dikobarkan! (QS. Al-Mumtahanah: 8-9).

*****

Dari Rohingya juga aku membaca adanya panggilan keimanan, seruan ukhuwwah, dan sentilan rasa. Semoga kita lulus dalam ujian ini. Dan, semoga tidak salah “membaca”.[]
__________________
Tengah malam di Ciputat-Tangerang Selatan, 16 September 2017
Muwajjih Rumah Dakwah Indonesia
BP2A-RDI/581/3/XII/1438

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *