Siroh Corner

Kamis, 01 Muharram 1439/21 September 2017

Siroh Corner

Mengenai identitas Qushay ini, diceritakan bahwa ayahnya meninggal dunia saat dia masih di dalam momongan ibunya, kemudian ibunya menikah lagi dengan seorang laki-laki dari Bani Azarah yaitu *Rabi’ah bin Haram*, dan ibunya dibawa ke negeri asalnya di pinggiran kota Syam. Ketika Qushay dewasa dia kembali lagi ke kota Makkah yang kala itu diperintah oleh *Hulail bin Habasyiah*dari suku Khuza’ah, lalu dia mengajukan pinangan kepada Hulail untuk menikahi putrinya, Hubbe. Ketika Hulail meninggal terjadi peperangan antara Khuza’ah dan Quraisy yang berakhir dengan berkuasanya Qushay atas urusan kota Makkah dan Ka’bah.

Ada tiga versi riwayat, berkaitan dengan sebab terjadinya perang tersebut:
1⃣. Bahwa ketika Qushay telah beranak pinak, harta melimpah, pangkatnya semakin tinggi dan bersamaan dengan itu Hulail tiada, dia menganggap dirinyalah yang paling berhak atas urusan kota Makkah dan Ka’bah dari pada Khuza’aj dan Bani Bakr sebab suku Quraisy adalah pemimpin dan pewaris tunggal keluarga besar Nabi Ismail, lantas dia membicarakan hal ini dengan beberapa pemuka Quraisy dan Bani Kinanah dalam upaya mengusir Khuza’ah dan Bani Bakr dati Kota Makkah, sementara mereka pun menyambutnya.

2⃣. Bahwa Hulail, seperti yang diklaim oleh Khuza’ah, berwasiat kepada Qushay agar mengurusi Ka’bah dan Makkah.

3⃣. Bahwa Hulail menyerahkan urusan Ka’bah kepada putrinya, Hubbe dan mengangkat Abu Ghubsyan al-Khuza’i sebagai wakilnya, kemudian dialah yang mengurusi Ka’bah tersebut mewakili Hubbe. Tatkala Hulail meninggal, Qushay berhasil menipunya dan membeli kewenangan atas Ka’bah tersebut dengan segeriba arak, atau sejumlah unta yang berkisar antara tiga hingga tiga puluh ekor. Khuza’ah tidak puas dengan transaksi jual beli tersebut dan berupaya menghalang-halangi Qushay atas penguasaannya terhadap urusan Ka’bah tersebut. Menyikapi hal itu, Qushay mengumpulkan sejumlah orang dari Quraisy dan Bani Kinanah untuk tujuan mengusir Khuza’ah dari Kota Makkah, maka mereka menyambut hal itu.

bersambung..

Disadur oleh: @siivhina

Rumah Dakwah Indonesia

BP2A-RDI/001/4/I/1439

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *