Urgensi Ilmu Tajwid dalam Ruqyah Syar’iyyah

©Rumah Dakwah Indonesia

www.rumahdakwah.id
Sabtu, 28 Safar 1439/ 17 November 2017

Oleh: Ustd. Musdar Tambusai
(Muwajjih Rumah Dakwah Indonesia)

 

Urgensi Ilmu Tajwid dalam Ruqyah Syar’iyyah
====================

Kondisi Umat Islam yang Membaca al-Qur’an Hari ini:

1. Orang yang membaca al-Qur’an dengan bacaan yang benar, dilandasi ilmu tajwid, adab tilawah dan mengerti di mana waqf (berhenti) dan di mana ibtida’ (memulai) sesuai dengan kehendak makna. Itu mereka pelajari dari seorang guru (syaikh) dengan sanad yang bersambung kepada Rasulullah SAW. Mereka ini disebut Qurra’ yang digelar Nabi SAW sebagai al-Mahir bil Qur’an…

============
2. Orang yang Bersungguh-sungguh dan Berupaya memperbaiki bacaannya tapi mereka mengalami kesulitan untuk menerapkan hukum tajwid dalam bacaannya itu. Namun, mereka terus mengulang-ulang dan melatih lisannya. Mereka mendapat dua pahala sebagaimana disebutkan Rasulullah SAW dalam hadits.
============

3. Orang yang berupaya keras memperbaiki bacaannya, tapi lidahnya keras atau mereka tidak menemukan orang yang dapat melatih mereka. Mereka disebut al-Ma’dzurun (Orang-orang yang Dimaafkan)
============

4. Orang yang berpandangan bahwa tajwid itu adalah memanjang-manjangkan bacaan (mad), mendengungkannya (ghunnah) serta menjaga hukum mim, nun dan ra. Sementara makharij dan sifat hurufnya tidak mereka ketahui sedikitpun. Mereka ini menerapkan sebagian ilmu tajwid dan meninggalkan yang paling utamanya. Dan mereka akan jatuh pada kesalahan dan penyelewengan makna. Dan akhirnya mereka berdosa !!!
============

5. Orang yang berpandangan bahwa tajwid itu adalah menjaga lagu (angham) dan lantunan-lantunan nada sehingga ketika dia membaca al-Qur’an tidak jarang urat lehernya tegang, matanya melotot karena hampir kehabisan nafas demi menjaga nada, sampai-sampai kupingnya ditutup dan nafasnya ditarik panjang-panjang sebelum memulai bacaan.
============

6. Orang yang belajar tajwid secara sempurna tapi dalam penerapannya terkesan takalluf (memaksakan diri) secara berlebihan.
============

7. Orang yang membaca al-Qur’an tanpa tajwid tapi tidak mau belajar karena merasa sudah pandai. Mereka termasuk orang berdosa.
============

Kata kunci : “Masalah tajwid adalah sesuatu yang tidak diperselisihkan di kalangan ulama salaf. Mengingkari (dan tidak mau menerapkannya) merupakan bid’ah yang dilarang Nabi SAW” kata Syaikh Usamah Yasin Hijazi Kailaniy dalam bukunya “Hal at-Tajwid Wajib ?”…..
Ikhwati fillah…..

~~~~~~~~~~~~~~~
Fakta yg terjadi bagi pelaku ruqyah
# Kasus I.
Suatu ketika, selesai prosesi ruqyah, seorang keluarga dari pasien datang kepada saya mengadukan jeleknya bacaan seorang peruqyah….
Akhirnya ia ragu akan manfaat ruqyah yang sudah dibacakan dan meminta agar saya mengulanginya.
Demi menjaga kehormatan peruqyah itu, saya memberikan jawaban diplomatis.

# Kasus II
Dalam suatu diskusi, seorang peruqyah marah ketika diingatkan untuk memperbaiki bacaannya. Ia berkata “Kalau menunggu orang pandai tajwid, ruqyah tidak akan berkembang !!!”
=====

Pertanyaan penting : Apakah ilmu tajwid / tahsinul Qur’an penting bagi seorang peruqyah ?
• Karena ruqyah syar’iyyah itu identik dengan terapi qur’ani dengan membacakan ayat-ayat al-Qur’an, maka mari kita lihat: apa hukumnya membaca al-Qur’an tanpa tajwid? Dan Mari kita lihat, apa pula hukum mempelajari ilmu tajwid?
========

1.Sepengetahuan saya, mempelajari ilmu tajwid itu hukumnya fardhu kifayah.Tapi, membaca al-Qur’an dengan tajwid yang benar hukumnya fardu ‘ain

2. Belajarnya fardhu kifayah, penerapan tajwid dalam bacaan al-Qur’an fardhu ‘ain……Waduh, kok berat banget ?
••••••••••

Bagaimana kami yang baru belajar, kan gak bisa langsung pinter?. Masalahnya ada upaya atau tidak, atau hanya mencukupkan sekedar bisa membaca, yang penting pinter teknik-teknik “mengeluarkan jin” dengan cara yang mudah.
Segeralah istighfar dan bertaubat jika bersikap demikian terhadap al-Qur’an. Minimal kita berada kelompok nomor 2 atau nomor 3 jika sudah berupaya. Jangan sampai masuk dalam golongan no.7…..

Saya menyarankan, dalam training ruqyah harus ada materi tahsin al-Qur’an. Jangan sampai ketika membaca al-Qur’an, malah al-Qur’an melaknat kita dan setan pun memainkan talbisnya:
“Sembuh kok pasiennya diruqyah, berarti bacaan saya gak ada masalah. Kalau gak bener, masak sih orang bisa sembuh ?!!!”.
Kuatlah keyakinannya bahwa ia sudah bener dan gak perlu belajar dan memperbaiki bacaan…
La haula walaa quwwata illaa billah….
BP2A-RDI/097/4/II/1439

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *