Di Jalan yang Lurus

Review anda

©Rumah Dakwah Indonesia

www.rumahdakwah.id
Kamis, 22 Safar 1440 H /01 November 2018

Oleh: Ustadz Satria Hadi Lubis
(Muwajjih Rumah Dakwah Indonesia)

Mereka yang berada di jalan yang lurus akan lebih banyak mendapat cobaan dan ujian. Persis seperti paku yang lurus akan dipukul berkali-kali dibanding paku yang bengkok.

Jalan “paku yang lurus” adalah jalan para nabi, shiddiqin, para syuhada dan orang-orang sholih. Merekalah yang hidupnya akan happy ending (berakhir bahagia) sebagaimana firman-Nya:
“Hai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya. Maka masuklah ke dalam jama’ah hamba-hamba-Ku, masuklah ke dalam surga-Ku”
(QS. 89 ayat 27-30)

Itu juga doa mereka dalam sholat: “Ihdinasshorothol mustaqim” (tunjukkan kami ya Allah jalan yang lurus).

Sebaliknya, mereka yang tidak punya prinsip, plin plan, sok netral padahal pengecut dalam menegakkan kebaikan (kebenaran), seperti paku bengkok yang tidak lagi dipukul. Hidup para “paku bengkok” itu akan lebih nyaman, minim ujian dan bully-an. Tapi ujung hidup mereka adalah sad ending (berakhir nestapa) sebagaimana firman-Nya: “Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kamipun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa”
(QS. 6 ayat 44)

BP2A-RDI/051/5/II/1440

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *