Makan untuk hidup, bukan hidup tuk makan

Review anda

Notulensi Kajian Bulanan Rumah Dakwah Indonesia
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Hari : Selasa, 12 Februari 2019
Grup : Kajian Akhwat RDI
Muwajjih : Abah Kaspin
Tema : Makan untuk hidup, bukan hidup tuk makan
Admin :
Moderator : Fildzah F
Notulen   :  Kartika Y

MUQADIMAH
————————

بسم الله الر حمن الر حيم

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ
وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا و مِنْ َسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا
مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang masih memberikan kita nikmat iman, islam dan Al Qur’an semoga kita selalu istiqomah sebagai shohibul qur’an dan ahlul Qur’an dan dikumpulkan sebagai keluarga Al Qur’an di JannahNya..

Shalawat beriring salam selalu kita hadiahkan kepada uswah hasanah kita, pejuang peradaban Islam, Al Qur’an berjalan, kekasih Allah SWT yakninya nabi besar Muhammad SAW, pada keluarga dan para sahabat nya semoga kita mendapatkan syafaat beliau di hari akhir nanti. InsyaAllah..
Aamiin

========================oOo========================

Materi :
————-
Ada orang bilang, makanlah untuk hidup, bukan hidup untuk makan. Kenyataannya, banyak orang yang menghabiskan hidupnya hanya untuk makan, makan, dan makan.
Jika hewan hanya mencari makan untuk memenuhi kebutuhannya secukupnya, manusia mempunyai kebutuhan yang jauh lebih kompleks.

Beberapa hewan hanya makan sekali untuk kemudian tidur dalam waktu lama, sebelum akhirnya bangun dan mencari makan lagi.

Beberapa hewan mengumpulkan makanan sebagai persediaan untuk digunakan dalam jangka waktu tertentu.
Di masa lalu, manusia berburu untuk mendapatkan makanannya. Setelah makanan habis, baru manusia berburu lagi untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Perkembangan jaman dan perubahan pola hidup dari nomaden atau berpindah-pindah menjadi menetap, membuat manusia mulai bercocok tanam dan beternak untuk mendapatkan sumber makanannya.

Sebenarnya pola-pola untuk mendapatkan sumber makanan pada masa awal peradaban manusia belum banyak berubah. Makanan didapatkan dan dihasilkan dari lokal atau lingkungan sekitarnya.

Penjajahan dan penjelajahan samudera mengubah peta geopolitik dan pola kuliner manusia. Yang tadinya makanan didapatkan dari sumber daya di sekitar, kini didapatkan dari tempat yang lain, bahkan jauh dari tempat asalnya.

Makanan tidak sekedar tentang bahan makanan, tapi juga bumbu atau rasa terhadap makanan itu sendiri agar tidak hambar atau berasa itu-itu saja.

Maka yang terjadi saat itu adalah peperangan dan penjajahan karena makanan. Tidak hanya makanan yang dimakan dalam arti sempit, tapi dalam arti luas, termasuk kopi, coklat, teh, tebu, dan rempah-rempah. Ini yang mewarnai dunia dalam beberapa abad.

Di masa kini, trend pun bergeser. Migrasi penduduk besar-besaran mengubah pola makan sebagian orang tapi sebagian lain tidak berubah. Akibatnya bahan makanan dari tempat lain yang jauh didatangkan dari asalnya untuk memenuhi diet yang berbeda. Terbayang harga yang mahal, perjalanan, angkutan, dan kesulitan yang ditempuh untuk mendatangkan bahan makanan dari jauh.

Maka makanan tidak sekedar makanan. Ia adalah komoditi yang menghidupi dan menggerakkan perekonomian suatu negara. Meskipun demikian, masih saja tetap terjadi kesenjangan antara si kaya dan si miskin. Si kaya yang makan berbagai macam makanan impor yang mahal dari luar negeri yang kadang tidak habis dan terbuang percuma vs si miskin yang terpaksa mengorek-ngorek sampah karena tidak punya makanan.
Seandainya manusia hanya mengambil makanan yang bisa ia makan dan memberikan sisanya pada orang yang membutuhkan, mungkin kita tidak mengalami krisis pangan dan kelaparan.

[Wikan Danar Sunindyo]

saya share dari internet

=======================oOo========================

Tanya Jawab

  1. Imas RDI 13 (garut)
    Ijin bertanya, ketika kita makan dan di niatkan agar bisa beribadah kpd Allah,, apakah ini sdh benar??

Jawab:
ya…kan udah baca basmalah dan doa mau makan

  1. Ririn RDI 05
    Assalamualaikum warohmatullohi wabarokatuh ijin bertanya ustadz
    Bagaimana tanggapan ustadz tentang hebohnya memamerkan makanan dimedia sosial??
    Maaf kalau melenceng dari tema

Jawab:
Ririn yg baik…ya boleh aja, namun jangan berlebihan aja

  1. Astri RDI 19 (banjarnegara)
    Assalamuallaikum
    Ijin bertanya nggih
    Terkait dengan acara lomba makan yg berlebih, dan peserta bertujuan mandapatkan hadiah tetentu, misalnya lomba makan mie ayam 5 smpai 10 mangkuk.
    Bagaimana hukumnya?
    Jazakallahu khoir.

Jawab:
Jamilah yg baik…hukum asalnya boleh…namun jadi tidak boleh karena mubazir, atau berlebihan. Lomba yg lain aja ya.

4.Wulan RDI_07
Assalamualikum ustad, ana mau bertanya,
1. afwan ustad jika agak melenceng, banyak penjual makanan yg ketika kita makan di tempat tersebut itu rasanya terasa enak, tpi klu sudah dibungkus dibawa pulang rasanya hambar n tidak enak, itu bagimana y ustad, afwan, apa ada kaitan pake ilmu sihir atau bagaimana tad?

  1. Klu sering nonton video acara makan besar (mukbang) yg banyak diig itu gmna tad? Apakah salah

Jawab :
Wulan yg baik..
1. Jangan suudzhon, bisa jadi karena makanan itu sudah dingin atau suasana dirumah tdk spt dirumah makan. Baca doa aja sblm makan

  1. Gapapa, boleh.

– Ustad, mau tanya lagi, jika diberi makanan, tidak tau, makanan yg sedang dimakan adalah haram, itu bagaimana tad? Apakah berefek sma tubuh ustad, klu harus tanya dulu pada si pemberi makanan, takut menyinggung tad

Jawab:
kalau yakin halal ya makan aja
kalau ragu jangan dimakan
jangan nanya juga
kita ga kena hukum kalau tidak tahu

– Jdi ustad, klu sipemberi makanan bertanya knpa gk dimakan gmna tad?

Jawab:
cari alasan yg baik

  1. Fanny Rdi -10
    Ustd ingin bertanya pola makan yg diajarakan /sunnah nabi Muhammad yang seprti apa tad yg bsa kita contoh dlm kehidupan sehari hari

Jawab:
Fanny yg baik…makanlah secukupnya, tidak berlebihan.
Perut dibagi tiga
Udara
Air
Makanan
Jadi ga terlalu kenyang

– Jd klo makan jgn smpai merasa kenyang gt kah tad?  msh bingung

Jawab:
Ya kenyang tapi jangan kekenyangan
artinya cukup

  1. Lina RDI02
    Assalamu alaikum
    Mau tanya, saya klo masak utk sekali makan, jika ternyata berlebih saya kaih ke anjing2 liar yg diluar. Apakah itu termasuk mubazir atau tidak? Terima kasih

Jawab:
Lina yg baik
Tidak mubazir jika emang itu untuk menolong makhluk Allah yg lain. Namun sayang aja kali ya?

  1. Islah RDI 09
    Makan untuk hidup apakah berarti itu hidup yg pas pasan?
    Benarkah ustad  ttg peryataan klo kemiskinan itu mendekatkan kpd kekafiran?

Jawab:
Bunda Qonita yg baik…pas pasan ya bagus aja…miskin asal sabar juga bagus apalagi miskin bersyukur juga bagus…yg dekat pada kekafiran miskin harta miskin ilmu dan iman…

Lihat sejarah, orang islam itu sudah selayaknya menggenggam dunia

  1. Nely Suwidyanti: Assalamualaikum afwan mau tanya ustadz apa hukumnya diet dalam islam

Jawab:
Nely yg baik… hukum asalnya boleh selama tidak berlebihan

———————-oOo———————-

PENUTUP

Marilah kita tutup majelis ilmu kita hari ini dgn membaca istighfar, hamdallah serta do’a kafaratul majelis
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِين

dan istighfar

أَسْتَغفِرُ اَللّهَ الْعَظيِمْ

: Doa penutup majelis :

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ ٭
Artinya:
“Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.”

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

~~~~~~~~~~~~~~
®Rumah Dakwah Indonesia

———————oOo———————-

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *