Taubat dari Syirik – Mengenal Tauhid

Review anda

Oleh : Dodi Abu El Jundi

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Orang yang berbuat syirik dan dia meninggal dunia tanpa bertaubat kepada اللّهُ maka dosa syirik tersebut tidak akan diampuni. Namun apabila dia bertaubat sebelum dia meninggal maka اللّهُ Subhanahu wa ta’ala akan mengampuni dosanya, bagaimanapun besar dosa tersebut.

Taubat nasuha adalah taubat yang terpenuhi didalamnya 3 syarat pertama yaitu :
1. Menyesal,
2. Meninggalkan perbuatan tersebut,
3. Bertekad kuat untuk tidak mengulangi lagi.

Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman :

‎عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

Katakanlah wahai hamba-hamba Ku yang telah melampaui batas terhadap diri sendiri yaitu dengan berbuat dosa janganlah kalian berputus asa dari rahmat Allah, sesungguhnya Allah mengampuni dosa semuanya, sesungguhnya dia maha pengampun lagi maha penyayang (Qs Az Zummar: 53)

Imam Ibnu Katsir rahimahullah berkata tentang ayat ini : “Ayat yang mulia ini merupakan seruan kepada orang-orang yang bermaksiat, baik orang-orang kafir atau lainnya, untuk bertaubat dan kembali (kepada Allah).

Ayat ini juga memberitakan bahwa اللّهُ Tabaraka Wa Ta’ala akan mengampuni dosa-dosa semuanya bagi orang-orang yang bertaubat dari dosa-dosa tersebut dan meninggalkannya, walaupun dosa apapun juga, walaupun dosanya sebanyak buih lautan. Dan tidak benar membawa arti pengampunan Allah (dalam ayat ini) dengan tanpa taubat, karena orang yang tidak bertaubat dari syirik tidak akan diampuni oleh Allah. [Tafsir Ibnu Katsir, surat Az-Zumar: 53]

Rasulullah ﷺ bersabda :

Sesungguh Allah menerima taubat seorang hamba sebelum ruh sampai ketenggorokan (H.R Tirmizi dan Ibnu Majah, dihasankan oleh Syaikh Albani Rahimahullah).

Para sahabat Nabi ﷺ tidak semuanya lahir dalam keadaan islam bahkan banyak diantara mereka yang masuk islam ketika sudah besar dan sebelumnya bergelimang dalam kesyirikan. Supaya tidak terjerumus lagi kedalam kesyirikan maka seseorang harus mempelajari tauhid dan memahami nya dengan baik, mengetahui jenis-jenis kesyirikan sehingga dia bisa menjauhi kesyirikan tersebut.

Demikianlah materi kita kali ini, semoga اللّهُ Ta’ala melindungi kita semua.

والله تعالى أعلم والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *