Cara Istiqomah di jaman fitnah

Review anda

Muwajjih : Ustadz Dwi Andi Syahputra Lubis
Tema : Cara Istiqomah di jaman fitnah
Admin :
Moderator : Mustika Tanila
Notulen : Erviana Lestari

〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰

MUQADIMAH
————————

بسم الله الر حمن الر حيم

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ
وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا و مِنْ َسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا
مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang masih memberikan kita nikmat iman, islam dan Al Qur’an semoga kita selalu istiqomah sebagai shohibul qur’an dan ahlul Qur’an dan dikumpulkan sebagai keluarga Al Qur’an di JannahNya..

Shalawat beriring salam selalu kita hadiahkan kepada uswah hasanah kita, pejuang peradaban Islam, Al Qur’an berjalan, kekasih Allah SWT yakninya nabi besar Muhammad SAW, pada keluarga dan para sahabat nya semoga kita mendapatkan syafaat beliau di hari akhir nanti. InsyaAllah..
Aamiin

========================

Materi :
————-
Dua kata yg menjadi perseteruan: istiqomah dan fitnah. Sehari semalam minimal 17x dalam sholat fardhu kita memohon kepada ALLAH agar istiqomah, saat membaca Al-Fatihah (bukan Alfateka yaaa….) _Ihdinash shirothol mustaqim_ “Berilah kami hidayah jalan yg istiqomah” Langsung di Al-Baqoroh ayat 2 ALLAH jelaskan:

“Al-Kitab (Al-Qur’an) itu tidak ada keraguan di dalamnya, hidayah bagi orang2 bertaqwa.” Masalah hidayah dan istiqomah adalah soal qolbu (hati).
Rasulullah menyebutkan:
_Istafti qolbaka!_ “Minta fatwa (tanyalah) hatimu!” Di antara _tombo ati_ ‘obat hati’ yaitu membaca Al-Qur’an dan maknanya.
Kuatkanlah proses mendapat hidayah dan hijrah kita dgn memperkuat istiqomah, di antara kuncinya: Tilawah.
Tidak kita tinggalnya barang sehari pun.
Suatu ketiaka pernah sahabat Rasulullah berujar, “Ya Rasulullah, berikan saya satu kalimat yg tidak saya minta/tanya pada orang selain Anda.” Rasulullah menegaskan, “Katakan: _aamantu billaah_, kemudian istiqomahlah!”
Kata pertama: Istiqomah, demikianlah adanya. Itu ujian qolbu (hati). Kata kedua: fitnah. Tidak satupun kata “fitnah” dalam Al-Qur’an maknanya menuduh orang lain tanpa kebenaran. Kalau dalam bahasa Indonesia (KBBI) iya. Kendatipun demikian, menuduh orang tanpa kebenaran tetaplah dosa besar. Namun bukan itu makna “fitnah” dalam Al-Qur’an.
“Fitnah” dalam Al-Qur’an secara umum maknanya: cobaan besar. Misalnya Al-Anfal: 25 “Takutlah kalian suatu _fitnah_ (cobaan besar) yg tidak hanya menimpa orang2 zalim saja secara khusus. Ketahuilah bahwa ALLAH amat keras siksa-Nya.” Dalam Al-Baqoroh:
_Walfitnatu asyaddu minal qotli_. _Fitnah_ itu lebih kejam dari pembunuhan.”
Satu lagi dalam Al-Baqoroh: _Walfitnatu akbaru minal qotli._ (Dgn terjemahan Kemenag RI yg sama) _Fitnah_ di sini maksudnya: Kekafiran Kemusyrikan Kemunafikan Kemaksiatan Kedurhakaan
Pemurtadan. Ini semua merupakan cobaan besar, bencana dan malapetaka dalam kemanusiaan! Dalam konteks kekinian: sekularisme, liberarisme, kapitalis, atheis, komunis, sosialisme, pluralisme, dsb. Semua itu adalah _ghazwul fikri_ ‘perang pemikiran’ thd umat Islam. Rasulullah menegaskan,
“Diprediksi kalian akan dikepung berbagai umat sebagaimana para pemakan thd hidangannya.” Sahabat Nabi bertanya, “Apakah ketika itu kita sedikit wahai Rasulullah?” Nabi menjawab,
“Bahkan kalian banyak. Tetapi kalian seperti buih lautan.” “Mengapa demikian?” tanya sahabat Nabi lagi.
Nabi menyebutkan, “Disebabkan _wahn_.”
“Apa itu _wahn_?” Nabi ditanya lagi.
“Cinta dunia dan kebencian ttg mati,” jawab Nabi. Setelah kita menjalani _fitnah_ hidup di dunia tsb (fitnatul mahya), _na’udzu billah_ kita mengalami _fitnah_ kematian (fitnatul mamati).
Selanjutnya di akhir zaman ini, umat akan mengalami _fitnah Dajjal_.
Karenanya Rasulullah menganjurkan kita memohon perlindungan pada ALLAH agar terhindar dari 4 hal terutama sebelum salam dalam sholat:
– azab Jahannam
– azam kubur
– _fitnah_ hidup dan mati
– keburukan _fitnah_ Sang Dajjal.
Allaahumma innii a’uudzu biKa min adzaabi Jahannam, wa min adzaabil qobri, wa min fitnatil mahyaa wal mamaati, wa min syarri fitnatil masiihid Dajjaal.
Semoga kita diwafatkan ALLAH SWT dalam keadaan _husnul khotimah_, aamiin….
Burung Irian burung cendrawasih
Cukup sekian dan terimakasih
Kita diskusi ya….

•••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••

REKAP TANYA JAWAB

1. Izin bertanya ustadz.
untuk istiqamah membaca al quran adakah kiat2 khusus nya Ustad? seperti metode2 tahfizh hari ini

Jawab : Intinya kuatkan azam pada niat.
Pada kajian ttg “manusia”, azam letaknya di qolbu (hati).

Sabda Nabi, “Tanya hatimu!”

Jadi azam (tekat yg kuat, tekad yg membara dan membaja) adalah kerja hati.

Itulah ujian dan cobaan bagi orang2 beriman. (Al-‘Ankabut: 2).
Bila ingin lulus dan tinggi nilai kita, maka parameternya adalah ujian demi ujian.

Semakin tinggi kita teruji dan mendapatkan cobaan, selanjutnya bisa kita lewati dgn sabar dan memperkuat kesabaran (Ali ‘Imran: 200), niscaya kita mendapat Al-Falah (keberuntungan). Azamkan jumlah ayat perhari!
Azamkan waktu khusus perhari!
Jgn pernah dilanggar.
Ia akan menjadi kebiasaan dan kebutuhan.
Kita lewati latihan2 dan ujian2, dgn tetap bertawakkal dan menyerahkan azam dalam qolbu kita kepada ALLAH SWT.

2. Risma – RDI 12
Assalamu alaikum ustd @⁨Ustadz Dwi Andi⁩ , yg ingin sy tanyakan terkait tilawah ini. Bgmn jika kta yg baru belajar ngaji, bca sambungnya lancar walau kadang ada salah baca huruf, namun saat membaca tdk di sertai artinya. Apakah itu trmasuk gagal istiqomah..??!!

Yg ke-2 sy ingin tanyakan bgmn kita menghadapi fitnah itu yang dmna ujian fitnah itu ada pada anak dan harta kita..??!!

Yg ke-3 bgmn cara kita menjemput hidayah itu ustd..??!!

Yg ke-4
Mengenai fitnah kedurhakaan sesuai materi tadi, yg dimaksd durhaka dsni yg sprti apa ust..?? Ap bisa di jlaskan..??!! Durhaka ke suami / keluarga termasuk..??!!

Mengenai munafik juga ust,,bgmn cara kita dapat membedakannya dan menyikapinya..??!!

Ustd,,bisakah di beri contoh yg seperti apa fitnah kematian itu. karena saya baru dengar ustd..

Jawab : Waalaikumussalam Bu Risma

1. Membaca Al-Qur’an terbata2 saja alhamdulillah berpahala.
Kita nikmati proses tilawah itu hingga ALLAH ilhamkan kenikmatan tilawah dalam qolbu (hati kita), kendatipun belum dgn artinya dan belum tahu maknanya.
Kalau itu saja sudah rutin dan istiqomah, alhamdulillah sudah luar biasa.
Selanjutnya berproses dan bertahap memahami makna dan _tadabbur_ nya.
2. Kewajiban kita hanya _balagh_ (menyampaikan), amar makruf nahi munkar, bersabar, dan menguatkan kesabaran terhadap keluarga.
Teman sabar adalah syukur. Itu ujian lahir batin.
Qolbu (hati) kita diminta kerjanya oleh ALLAH SWT agar derajat kita semakin tinggi, kita pun dekat dgn ALLAH SWT.
3. Saat hati kita salim (bersih dan peka) insyaALLAH kita tahu hadirnya hidayah dan isyarat2 kebaikan itu.
Saat hidayah hadir, pegang kuat. Kita cari dan kita kejar hingga dapat saat ia akan “lari”.
Hidayah itu bisa dari mana saja, kapan saja, dan dari siapa saja.
Sehingga saat hidayah hadir, kita langsung sambut amalan2 dan isyarat2 kebaikan tsb.
Jgn tunggu nanti atau besok.
Bersegeralah hijrah menuju maghfiroh dari ALLAH. (Ali ‘Imran: 133)
4. Durhaka pada tafsir _fitnah_ adalah durhaka (membangkang) thd perintah dan larangan ALLAH secara umum.

Terkait dgn suami/keluarga, izinkan saya agak panjang membahasnya:

Rasulullah bersabda, “Saya diperlihatkan neraka. Ternyata kebanyakan penghuninya adalah wanita.”
Penyebabnya, “Mereka mengingkari suami/keluarga,” sabda Nabi.

Pada masa Dajjal di akhir zaman ini, Rasulullah menyebutkan bahwa kebanyakan pengikutnya adalah Yahudi dan para wanita.

Sehingga Rasulullah mengamini sikap seorang suami mukmin yg di masa Dajjal mengikat istrinya agar tidak “kepo” perihal Dajjal dan _fitnah_ nya.

Itu gambaran khusus ttg keluarga/pasutri.
Bahkan sihir spektakuler di Babilonia saat turunnya malaikat Harut dan Marut (carut-marut, Ind.) adalah _fitnah_ sihir perceraian/pemisahan hubungan baik suami istri (Al-Baqoroh: 102).

Meskipun demikian, secara umum, berbagai _fitnah_ yg termaktub dalam Al-Qur’an adalah durhaka/pembangkangan kepada ALLAH.
5. Munafik, Islam lahirnya, kafir batinnya.
Kita hanya boleh menilai yg lahir. Urusan yg batin (tak tampak) kita serahkan pada ALLAH SWT.
Dalam banyak ayat dan hadits, ALLAH dan Rasul-Nya telah menjelaskan sikap, sifat, ciri2 orang munafik.
Sikap kita taklah menunjuk batang hidung.
Yg terpenting kita bentengi diri kita dari perilaku munafik tsb, niscaya ALLAH ilhamkan kebaikan2 dan istiqomah pada diri kita.
Bila ada saudara kita terindikasi _suspect_ kemunafikan, kita berdo’a pada ALLAH agar kita istiqomah sambil menyelamatkan saudara kita yg hampir masuk jurang tsb.
Bukankah dgn perantaraan kita orang lain jadi hijrah dapat hidayah, itu lebih baik dari “unta merah”, lebih dari dunia dan seisinya yg sangat kita harapkan…?
6. _Fitnah_ kematian itulah yg kita dianjurkan membaca doa perlindungan dalam sholat sebelum salam secara khusus.
Sebab rahib Barshishoh yg beribadah selama lebih 80 tahun pun terkena _fitnah_ kematian. Itulah _fitnah_ sakaratul maut (saat2 ruh akan melepas raga). Tetap beriman kita atau _na’udzu billah_ sebaliknya…?

3. Fanny rdi 09
Ingin bertanya ustd
Dijamn fitnah sprti ini susah sekali mencari guru untuk belajar ustd bnyk yg bilang ini itu
belajar dgn guru yg sesuai hadist dan quran dibilang wahabi sukamengkafirkan dan kadang juga suka saling menjelekan kolompok kelompok lain pada akhirnya pdhl sesama muslim.. Harus cari yg sprti apa ustd bagi awam yang ingin belajar

Jawab: Secara umum, kita lihat ulama yg tidak “dekat” dgn rezim tirani, sebagaimana penjelasan Nabi ttg ulama _haqq_ dan bukan mendompleng penguasa zalim.
Kita tidak sebut nama, di mana, atau kapannya.
Itu berlaku umum.

Kemudian, kebanyakan umat ini terlebih orang2 yg kita anggap baik, mengikuti sosok ulama tsb.

Masalah perbedaan pendapat (khilafiyyah) selagi dalam masalah furu’ (cabang) dan bukan ushul (pokok) agama, tidaklah perlu dipermasalahkan terlalu jauh.
Di zaman Nabi, sahabat2nya, salafush sholih juga terjadi perbedaan2.

Yg terpenting, ulama2 yg kita belajar darinya berpegang teguh pada dalil Al-Qur’an dan hadits2 Rasulullah yg terpercaya. Kita tetap bermohon pada ALLAH sesuai do’a dalam Surah Al-Kahfi: 10.

Kita juga mohon kepada ALLAH _waliyyan mursyida_ (sahabat setia, orang dekat yg selalu menunjuki kita kebenaran, bukan yg selalu membenar2kan kita).

4. Nafiz rdi 15

Afwan ust, terkait tilawah Qur’an, apakah ada dalil membaca shodaqallahuladzim setelah selesai membaca ?
Jk tdk ada,dg apakah Qt menutup bacaan Al Qur’an?

Jawab: Yg dipakai adalah dalil umum pada Surah Ali ‘Imran: 95.

Atau dalil umum mengucapkan _hamdalah_ setelah melalukan sesuatu. Silahkan yg manapun tanpa memperdebatkan dan mengkultuskan.

5. Febrina – RDI 1
Saya sering mendengar bisikan kearah kebaikan kadang juga keburukan seperti ide ide baru untuk melakukan sesuatu hal. Bbrp hal itu saya dengarkan shingga sy mengambil langkah baru dan perjuangan saya thd yg kemarin, sy hapuskan.

Namun setelah semua(yg baru itu) sudah terlaksana sy menjadi bingung sndiri mengapa sy tidak bertahan malah justru berpindah haluan.

Apakah yg terjadi thd diri sy ini ustad.
Mohon petunjuk ustadz.

Jawab: Istiqomah diuji dgn _fitnah_ (kerusakan/keburukan ide, gagasan, ideologi).
Karenanya _fitnah_ lebih besar dan dahsyat dampaknya daripada terbunuhnya fisik seseorang.
Tapi ideologi tidak mati utk keburukan, kerusakan dan pengrusakan aqidah kita yg sudah solid, kuat dan kokoh.

Bisa jadi _syaithon_ membujuk kita dgn bisikan 99 kebaikan agar kita terjerumus pada 1 kesalahan, dan bisa jadi itu fatal di sisi ALLAH.

Taat, sabar, menguatkan kesabaran itu memang berat.
Namun pahala/derajat di sisi ALLAH adalah sesuai dgn tingkat ketaatan, kesabaran dan penguatan kesabaran kita pada _manhaj_ ‘aturan’ ALLAH SWT.

Maka bertahanlah, berpegangteguhlah, dan kembalilah pada “tali ALLAH”.

Sesungguhnya pintu kembali pada “tali ALLAH” selalu terbuka, bersegeralah menuju ALLAH, sebelum pintu hidayah itu tertutup.

6. Fetty RDI 13

Assalamualaikum warohmatullah wabarokatuh ustadz
Izin bertanya, ketika kita sudah merasa futur, dan malas melakukan kegiatan yang dulunya sering dilakukan, apakah itu termasuk gagalnya istiqomah tadh? Dan bagaimana caranya mengembalikan semangat itu lagi, karna terkadang, ketika ada niat masih saja merasa malas.

Jawab: Waalaikumussalam warahmatullah wabarokatuh Bu Fetty dkk….

“Iman bertambah dan berkurang,” sabda Nabi.

Iman bertambah dgn ketaatan2, kebaikan demi kebaikan…

Berkurang ia dgn dosa2 dan khilaf sekecil apapun namun belum segera dibersihkan.

Selagi kebaikan itu masih ada meski melemah/menurun, dosa pun segera di-recorvery, masih ada iman dalam qolbu (hati), walaupun iman sebatas dalam qolbu adalah selemah2 iman.
Mari sama2 kita pertahankan dan upgrade jiwa kita dgn “memaksa” qolbu kita yg punya azam utk memilih satu waktu khusus jeda utk munajat pada ALLAH; menangis karena ALLAH juga menjadi solusinya. _Wallahu a’lamu bish showab_….

———————-oOo———————-

PENUTUP

Marilah kita tutup majelis ilmu kita hari ini dgn membaca istighfar, hamdallah serta do’a kafaratul majelis
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِين
dan istighfar
أَسْتَغفِرُ اَللّهَ الْعَظيِمْ

: Doa penutup majelis :

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ

Artinya:
“Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.”

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

~~~~~~~~~~~~~~

®Rumah Dakwah Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *