Tentang Doa Minum Zamzam, Doa Bercermin, dan Yasin

Review anda

Oleh: Ustadz Farid Nu’man Hasan
(Muwajjih Rumah Dakwah Indonesia)

+62 857-0560-xxxx:

Assalamu’alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh..

Ustadz, ini pertanyaan titipan ..

1. Apakah ada doa ketika hendak meminum air ZamZam?

2. Ada orang tua yang menyarankan agar mengamalkan cara ini agar hati seorang anak/seseorang bisa lembut/nurut.
Yaitu dengan membacakan Surah Yasin atau Ayat Kursi (*Yang bertanya lupa yang mana satu yang dibaca) ke dalam wadah berisi air, kemudian diminumkan ke orang yang dimaksud.

Apakah ini ada tuntunannya dalam syari’at Islam?

3. Apakah ada doa ketika bercermin?
Jika ada, bagaimana lafadz yang benar/shahih nya?

Demikian Ustadz pertanyaan yang diajukan.
Mohon jawaban/pencerahannya..

Jazakallahu khayran wa Barakallahu fiyk.
——————–

Wa’alaikumussalam wa Rahmatullah wa Barakatuh …

1. Doa hendak minum air zamzam, sebenarnya tidak ada dari Nabi ﷺ .

Yang ada adalah dari sahabatnya yaitu Abdullah bin ‘Abbas Radhiallahu ‘Anhuma, yaitu:

اللهم إني أسألك علماً نافعاً، ورزقاً واسعاً، وشفاءً من كل داء

_Allahumma inni as-aluka ‘ilman naafi’an wa rizqan waasi’an wa syifa’an min kulli daa-in_

_“Ya Allah aku memohon padaMu ilmu yang bermanfaat, rizqi yang luas, dan obat dari segala macam penyakit“._

*(HR. Abdurrazzaq dalam Al Mushannaf no. 9112)*

Karena TIDAK ADA yang khusus dari Nabi ﷺ .. , maka BOLEH berdoa apa saja yang baik-baik saat meminumnya.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan:

وَيُسْتَحَبُّ أَنْ يَشْرَبَ مِنْ مَاءِ زَمْزَمَ ، وَيَتَضَلَّعَ مِنْهُ ، وَيَدْعُوَ عِنْدَ شُرْبِهِ بِمَا شَاءَ مِنْ الْأَدْعِيَةِ الشَّرْعِيَّةِ

_Disunnahkan saat meminum air zamzam, seseorang berdoa dengan doa syar’iy apa saja yang dia kehendaki._

*(Majmu’ Fatawa, 26/144)*

Sebab, khasiat dan Fadilah air zamzam tergantung niat si peminumnya. Hal ini berdasarkan hadits:

ماء زمزم لما شرب له

_Air zamzam itu sesuai hajat yang meminumnya._
*(HR. Ibnu Majah no. 3062, Shahih)*

Imam An Nawawi Rahimahullah mengatakan:

معناه : من شربه لحاجة نالها ، وقد جربه العلماء والصالحون لحاجات أخروية ودنيوية ، فنالوها بحمد الله تعالى وفضله

_Artinya, barang siapa yang meminumnya untuk hajat tertentu maka dia akan mencapainya. Para ulama dan orang-orang Shalih telah membuktikannya baik untuk hajat dunia dan akhirat, dan mereka telah mencapainya dengan pujian kepada Allah dan keutamaanNya._
*(Tahdzib Al Asma’ wal Lughat, 3/450)*

2. Tentang surat Yasin, Tidak ada khasiat atau Fadhilah khusus surat Yasin yang seperti ada dalam pertanyaan.

Ada dalam Sunnah – ini pun diperselisihkan- yaitu membaca surat Yasin untuk orang yang sedang menghadapi kematian. Sebagaimana riwayat Ibnu Hibban dan lainnya, sebagian ulama menghasankan seperti Imam Ibnu Hajar, sebagian lain mendhaifkannya seperti Imam Ad Daruquthniy.

Juga anjuran membaca Yasin di malam hari, maka terhapus dosanya di pagi hari. Riwayat ini didhaifkan sebagian ulama, seperti Imam Ibnul Jauzi, tapi dishahihkan sebagian lain seperti Imam Ibnu Katsir, Syaikh Al Kattaniy, dll.

Ada pun menjadikan Al-Qur’an (termasuk surat Yasin) sebagai ayat ruqyah, lalu dibacakan ke air, ini boleh-boleh saja. Dan ini dilakukan para salaf sejak masa sahabat dan setelahnya. Dan difatwakan oleh para imam seperti Imam Asy Syafi’iy, Imam Ahmad, Imam Ibnu Taimiyah, Imam Ibnul Qayyim, dan lain-lain.

3. Banyak riwayat yang menyebutkan doa bercermin, tapi semua riwayat itu antara palsu dan dhaif. Tidak ada satu pun yang valid sampai Nabi ﷺ.

Seperti doa yang terkenal:

الْحَمْدُ لِلَّهِ ، اللَّهُمَّ كَمَا حَسَّنْتَ خَلْقِي فَحَسِّنْ خُلُقِي

_Alhamdulillah, Allahumma kamaa hasanta khalqiy fahassin khuluqiy_ – Ya Allah, sebagaimana Kau baguskan wujud diriku, maka baguskanlah akhlakku.

– Diriwayatkan oleh Ibnu Sunniy dalam _’Amalul Yaum wal Lailah_ no. 163, dari Ali bin Abi Thalib.

Para ulama seperti Syaikh Muhammad Shalih Al Munajjid menyebutkan ini hadits PALSU. Dalam sanadnya terdapat para perawi yang sangat bermasalah:

1. Ibnu Abi As Sarriy, dia seorang pembohong. (Tahdzibut Tahdzib, 2/315)

2. Abdurrahman bin Ishaq, dia matruk (haditsnya ditinggalkan). (Mizanul I’tidal, 2/548)

Hadits serupa diriwayatkan dari Ibnu Abbas, Anas bin Malik, dan Aisyah Radhiyallahu ‘anhum, yang semua sanadnya dhaif.

*Lalu, adakah yang Shahih?*

Ada, _tapi tidak ada kaitan dengan bercermin,_ melainkan umumnya saja .. kapan pun boleh membacanya, yaitu hadits berikut:

عَنِ عائشة قالت: ” كَانَ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: ( اللهُمَّ أَحْسَنْتَ خَلْقِي ، فَأَحْسِنْ خُلُقِي )

Dari Aisyah Radhiyallahu ‘Anha: bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:

_Allahumma ahsanta khalqiy fahassin khuliqiy_ – Ya Allah Kau telah baguskanlah wujudku maka perbaguslah akhlakku.
*(HR. Ahmad no. 3823, Abu Ya’la no. 5075, Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman no. 8183)*

Syaikh Ahmad Muhammad Syakir mengatakan: sanadnya SHAHIH.
*(Musnad Ahmad no. 3823, terbitan Darul Hadits)*

Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan: SHAHIH.
*(Ta’liq Musnad Ahmad, 40/457)*

1Jadi, doa dengan lafaz ini umum, tidak khusus buat bercermin .. boleh saja dibaca kapan pun sesuai kehendak kita.

Demikian. Wallahu a’lam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *