Diam Itu Emas

Review anda

Oleh: Bunda Ida Nurlaela
(Muwajjih Rumah Dakwah Indonesia)

“Saat engkau terluka, tahan lisanmu, sebab setiap kata bisa saja melukai. Apakah melukai dirimu atau selainmu.
Tunggu hingga reda, dan engkau siap menebar cinta, bahkan pada dia yang telah menoreh luka.”

Nasehat sederhana yang sungguh mengena
Bagi sesiapa yang terluka
Acapkali rasa kecewa mendorong kata-kata ekspresi jiwa.

Maka ingatlah sabda baginda Rasul yang mulia:

“Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka berkatalah yang baik dan jika tidak maka diamlah.”
(HR. Bukhari no. 6018 dan Muslim no. 47)

Oleh karena itu, selayaknya setiap orang yang berbicara dengan suatu perkataan atau kalimat, merenungkan apa yang akan ia ucap. Jika memang ada manfaatnya, barulah ia berbicara. Jika tidak, hendaklah dia menahan lisannya.”

Dalam Jami’ul ‘Ulum wal Hikam, Ibnu Rajab rahimahullah berkata, “Tidak ada perkataan yang bersifat pertengahan antara bicara dan diam. Yang ada, suatu ucapan boleh jadi adalah kebaikan sehingga kita pun diperintahkan untuk mengatakannya. Boleh jadi suatu ucapan mengandung kejelekan sehingga kita diperintahkan untuk diam.”

Maka, tunggu laramu hilang perihnya.
Agar hanya hikmah yang tercurah indah
Tanpa pernah tersesali.

#diamituemas

BP2A-RDI/106/5/IV/1440

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *