Dakwah Secara Sembunyi-Sembunyi

Review anda

Materi 5 – Dakwah Sirr (Sembunyi-sembunyi)
Hizbullah Zein

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

الحمد لله، أعظَمَ للمتقين العاملين أجورَهم، وشرح بالهدى والخيراتِ صدورَهم، أشهد أن لا إله إلا الله وحدَه لا شريكَ له، وفّق عبادَه للطاعات وأعان، وأشهد أنّ نبيَّنا محمّدًا عبدُ الله ورسوله خير من علَّمَ أحكامَ الدِّين وأبان، صلّى الله عليه وعلى آله وأصحابِه أهلِ الهدى والإيمان،وعلى التابعين لهم بإيمان وإحسان ما تعاقب الزمان، وسلّم تسليمًا مزيدا.

alhamudlillah bersyukur bisa bersilaturahmi kembali digrup RDI setelah libur Romadhan

insyaAllah melanjutkan pembahasan kita bulan lalu, pada kesempatan kali ini kita akan membahas tentang Dakwah Sirr atau dakwah secara sembunyi-sembunyi yang dilakukan oleh Rasulullah di awal2 diangkat menjadi rasul

*DAKWAH SECARA SEMBUNYI-SEMBUNYI*

Setelah turunnya wahyu di goa Hira yang menjadi awal pengangkatan baginda Muhammad sebagai Rasul, beberapa waktu kemudian turun wahyu dari Allah yang memerintahkan Rasulullah, berdakwah. “Hai orang yang berselimut, bangunlah, lalu berilah peringatan, dan Tuhanmu agungkanlah dan pakaianmu bersihkanlah. dan perbuatan dosa tinggalkanlah, dan janganlah kamu memberi (dengan maksud) memperoleh (balasan) yang lebih banyak. Dan untuk (memenuhi perintah) Tuhanmu, bersabarlah.” (Al Mudassir:1-7) turunnya ayat ini menjadi tanda dimulainya perintah berdakwah. Rasulullah shallahu alaihi wasalam bangkit dan menemui istrinya: “Wahai Khadijah! Masa tidur dan istirahat telah habis. Jibril telah memerintahkanku memperingatkan dan berdakwah pada manusia.”

Dakwah Kepada Keluarga
Rasulullah kemudian memulai dakwahnya dengan mengajak keluarga-keluarga yang serumah dengan beliau kepada Islam. Beliau memulai kepada orang yang terdekat.istri tercinta. Khadijah binti Khwailid. Dengan hidayah Allah, Khadijah menerima dakwah Rasulullah. Maka beliau merupakan orang yang pertama masuk Islam dari Kalangan wanita. Radiyallahu anha. Kemudian disusul oleh putrinya Fatimah yang ketika itu usianya belum genap sepuluh tahun,dan putri beliau yang lain Radiyallahu anhunna jamian.

Islamnya Ali bin Abi Thalib.
Ali bin Abi Thalib merupakan sepupu Rasulullah, ia adalah putra paman beliau, Abu Thalib. Ali hidup dalam asuhan dan tanggungan Rasulullah. Suatu ketika Mekkah dilanda musim paceklik, masyarakat mengalami kelaparan. Rasulullah kemudian mendatangi pamannya yang bernama Abbas bin Abdul Muthalib dan berkata. “Saudaramu Abu Thalib mengalami kesulitan, sebagaimana yang engkau lihat, mari kita bantu kurangi bebannya, engkau tangggung satu putranya dan saya tanggung satu” Abbas bin Abdul Muthalib mengambil, Ja’far bin Abi Thalib. Dan Rasulullah mengambil Ali bin Abi Thalib. Ali Radiyallahu anhu hidup dalam asuhan Rasululah sejak kecil beliau terjaga dari pergaulan masyrakat jahiliah, dan sangat paham kemulliaan serta kejujuran Rasulullah. Maka ketika beliau diajak kepada Islam. Ali bin Abi Thalib langusung menyambut dan mengikrarkan syahadat.

Diatara yang menyambut dakwah Rasulullah juga adalah zaid bin Haritsah beliau adalah budak yang dimerdekakan oleh Rasulullah shallahu alaihi wasallam.
Dakwah Kepada orang-orang dekat

Selain mendakwahi orang-orang yang dirumah Rasulullah, beliau juga mengajak orang-orang terdekat. Abu Bakar radiyallahu anhu, merupakan orang pertama masuk islam yang bukan keluarga (serumah) Rasullah. Saat Rasulullah mendatangi dan menyampaikan kabar tentang kerasulan, Abu Bakar lagsung membenarkan. Abu Bakar sudah sangat percaya dengan Rasulullah bahkan sebelum beliau diangkat menjadi Rasul, sangat mengenal kejujuran dan kemulian akhlaq baginda. Olehnya itu, ketika disampaikan ajakan kepada Islam, Abu bakar lagsung percaya, dia mengatakan. “demi ayah dan ibuku, engkau adalah orang terpecaya wahai Muhammad” ia pun lalu bersyahadat. Karena itu Rasulullah menggelarinya Assiddiq. Rasulullah mengatakan “aku tidak mengak orang kepada Islam melainkan mereka memiliki keraguan, kecuali Abu Bakar (langsung percaya).
Abu Bakar Assidiq memilik peran sentral dalam mendukung dakwah Rasulullah, beliau adalah tokoh yang disegani ditengah masyarakat quraish, kaya dan dermawan, berwibawa dan memiliki akhlak mulia serta dicintai masyarakat. Dari tangan beliaulah beberapa tokoh islam (kelak) mengikrarkan syahadat. Seperti usman bin Affan, zubai bin Awwam bin Khuwailid (Awwam merupakan saudara Khadijah) ketika itu usia zubair masih remaja. Ibunda zubair, Sofiyah binti Abdul Muthalib (Bibi Rasulullah).

Abdurahmn bin Auf, miliader quraish, sebelumnya ia bernama Abdul Amru, ketika ia masuk islam Rasulullah mengganti namanya menjadi Abdurrahman bin auf, radhiyallahu anhu.

Selain itu Abu bakar juga berhasil mengislamkan Saad bin Abi Waqqas. Ketika ibunya, Hamnah binti Abi Sofyan mengtahui keislaman putranya, ia marah dan meminta putranya untuk kembali kepada agama nenek moyangnya, jika tidak. Ibunya bersumapah tidak akan makan dan minum. Saad tetap teguh pada Islam,ketika hari ketiga ibundanya tidak makan dan minum, Saad dating kepada Rasulullah menyampaikan prihal tersbut, maka turunlah ayat dalam surah Al Ankabut ayat 8 :’ Dan Kami wajibkan manusia (berbuat) kebaikan kepada dua orang ibu-bapaknya. Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan Aku dengan sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya. Hanya kepada-Ku-lah kembalimu, lalu Aku kabarkan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”. saad tetap berusaha berbakti kepada ibundanya namun disaat bersamaan ia istiqomah pada keislamannya. Karena putus asa mengancam putranya, Hamnah akhirnya memutuskan untuk makan dan minum.

Abu bakar juga berhasil mendakwahi Thalhah bin ubaidillah, dan mengislam Suhaib Arrumi, Bilal bin Rabah, Ammar bin Yasir, ayahandanya Yasir dan ibundanya Summayyah. Yasir dan Sumayyah kelak syahid, setelah disiksa oleh orang-orang kafir. Summayah kemudian dicatatat dalam sejarah Islam sebagai syahidah perempuan pertama dalam Islam.Radhiyallahu anhum ajmain.

Dakwah sembunyi-sembunyi (dakwah as sirr) ini berlangsung selama tiga tahun, sebagain ulama sejarah mengatakan empat tahun dari 23 tahun tolal dakwah Rasulullah shallahu alaihi wasalam.

Tiga atau empat tahun berdakwah secara sirr (sembunyi-sembunyi) merupakan waktu yang sangat lama jika melihat total usia dakwah Rasulullah, kenapa demikian, apakah karena Rasulullah takut kepada orang-orang Quraish?
Dr, Raghib Assirjani menjelaskan beberapa hikmah dibalik dakwah As sirr.

Dakwah secara sembunyi-sembunyi merukapan strategi dakwah yang Allah ingin ajakarkan kepada para pengemban dakwah setelah Rasulullah, dakwah as sirr yang dilakukuan oleh Rasulullah adalah anjuran wahyu, bukan wujud ketakutan Rasulullah, Allah sangat berkuasa melindungi Rasulnya, Rasulullah ingin mengajarkan kepada Ummatnya untuk bijak dalam memilih strategi berdakwah. Sebab kondisi tidak selama aman untuk berdakwan secara terang-terangan. Jika kondisi mengahalangi para dai untuk berdakwah secara terbuka, terang-terangan, maka ada contoh dari Rasulullah manhaj berdakwah secara rahasia atau sirr.

Hal ini untuk menjaga keberlagsungan dakwah. dalam islam, dakwah tidak mengenal kata berhenti karena kondisi sulit dan banyaknya terror dan intimidasi. Jika jiwa para dai teramcam dan tak mampu berdakwah secara terang terangan akibat tekanan, maka risalah islam tetap harus tersampaikan meski dengan cara sirr. saat ini kita mugkin merasa bebas berdakwah, tapi tak ada yang tahu kedepannya, apakah kebebasan tetap bisa didapatkan. begitu banyak contoh saudara-saudara kita telah direnggut kebebasan berdakwahnya. jika kita sampai pada kondisi ini (waliyazu billah) dakwah tak boleh mati. kalimat tauhid, dan seruan2 kebenaran tetap harus tesampaikan. dan Rasulullah telah mencontohkannya dalam perjalan dakwah beliau.

Selanjutnya dalam dakwah sirr Rasulullah mengjarkan strategi memilih mad’u (objek dakwah), tidak serampangan, pada tahap ini orang-orang seperti Abu lahab (paman Rasulullah, saudara seayah Abdullah –ayahanda Rasulullah-) Abu Jahal, Atbah dan Utaibah bin Abu lahab (menantu Rasulullah) tidak menjadi prioritas Rasulullah. Benar, semua orang wajib di dakhwahi tetapi ada kondisi seorang dai haru cemat memilih obejk dakwah khusus dalam kondisi sirr.

Dalam tahapan sirr diatara hal yang perlu dicermati oleh seorang dai dalam menarget mad’u atau objek dakwah adalah:

Pertama:
Rasulullah bersabda: “Yang terbaik di antara kalian pada masa jahiliyah adalah yang terbaik dalam Islam jika dia itu fakih (paham agama).” (HR. Bukhari, no. 4689)
Ini menunjukan bahwa seorang dai harus mampu melihat orang-orang yang memiliki potensi serta memiliki prilaku yang baik. Banyak orang yang belum teguh berpegangn kepada agama namun memiliki prilaku yang baik, kesopanan, mengajak orng- seperti ini tentu lebih mudah dibading orng-orang yang berpotensi tapi tidak memiliki ahlak. Abu Bakar assidiq, dikenal dengan kebaikannya ditengah masyarkat, dermawan dan kelembutannya begitupun usaman bin Affan mereka adalah orang-orang potensial yang menjadi target Rasulullah, dibanding Abu lahab, tokoh masyarakat namun terkenal semena-mena.

Kedua. Diawal dakhwah sirr Rasulullah banyak menarget pemuda, lihatlah Ali bin Abi thalib, Saad bin Abi Waqqas, Musab bin umair, zubai bin Awwam kerena secara umum para pemuda selalu memiliki semangat yang menggelora disbanding kebanyakan orag yang telah tua secara usia, secara fisik mereka masih kuat untuk mengemban tugas2 dakwah, lincah bergerak dan masi banyak lagi potensi-potensi lain dibanding kalangan tua.
Wallahu a’lam bishawab

====================000==================

Tanya Jawab

1. tika, rdi 09
afwan pertanyaannya sedikit di luar tema,
ustad, tentang Atbah dan Utaibah ketika Rasulullah diangkat menjadi Rasul sudah kah menjadi menantu beliau?
lalu, usia ruqayah dan ummu kultsum berapa ketika menikah?
mohon penjelasan
jazakallahu khair ustad

Jawab :
Ruqayyah lahir 20tahun sebelum ayahnya diangkat menjadi Rasul, Sementara Ummu kalsum lagi 19 tahun sebelm rasulullah menjadi Rasul.
para ulama tarikh, mengatakan mereka menikah dengan putra Abu Lahab dan Ummu jamilah, ketika usia belm sampai 10 tahun. Ruqayyah dengan Utbah bin Abu lahab dan Ummu Kalsum dengan Utaibah bin abu lahab.
sepuluh tahun kemudian, ketika rasulullah diangkat menjadi rasul Ruqayyah dan Ummu Kalsum memeluk islam. mertua dan suaminya marah besar, Ummu jamilah meminta kedua putranya menceraikan istrinya sebagai bentuk penghinaan terhadap keluarga Rasulullah.

jadi usia mereka ketika menikah belum mencapai 10 tahun, tapi secaara pasti tahunnya ana kurang tahun. dan menikah diusia segitu lumrah bagi orang2 zaman itu.

utabah dan utaibah (keduanya adalah sepupu Rasulullah) telah menjadi menantu Rasulullah seblem beliau diangkat menjadi Rasul. kemudian menceraikan kedua putri Rasulullah, sebagai bentuk kebencian kepada Rasulullah.

utaibah bahkan pernah menghina Rasulullah dan meludahinya. kemudian didoakan oleh Rasulullah ya Allah hinakan binasakan dia dengan anjing anjingmu. doa Rasul terkabul ketika utaibah ke Syam, saat singga istirahat dijalan, ia serang singa dan tewas

2. Khodijah, Group : 13
Ustadz, hal yg pertama hrs dilakukan utk mendakwahi kluarga sndiri apa saja,
Bgaimana kiat2 khusus agar kita senantiasa ttp istiqomah dijalan dakwah ??

Jawab:
hal paling penting ketika seorang ingin mendakwahi keluarga adalah menunjukan ahlaqul karim. ahlaqul karimah terhadap keluarga itu adalah dakwah yang utama. saat seorang telah mampu berhalak mulia terhadap keluarga maka disaat itu iya telah berdakwah kepada keluarga.

terkhus kepada ibu dan ayah. jangan pernah menunjukan kesomobngan dihadapn mereka. merendalah dihadapn mereka, niscaya Allah akan meninggikan derajat kita. dan dengannya Allah akan lembutkan hati mereka untuk menerima dakhwah.

banyak jalan untuk bisa istiqomah dijalan dakwah. diataranya, sering sering berkumpl dengan para pengembang dakwah. karena bersilaturahim dengan merka akan menambah keberkahan dan semangat dakwah.
yang kedua jangan memandagn enteng perbuatan sia2 apalagi dosa. bgi dai/daiah perbuatan sia-sia saja bisa menjadi celah syaitan untuk membuat merkea futur dalam berdakwah, apalagi jika sudah memandang enteng dosa

3. Dyvia Nanda, Group : 09
Bismillah, Ustadz bagaimana mendakwahi keluarga dengan benar ? selain menunjukan akhlaq yg baik dan adab yang baik sesuai sunnah ? mereka selalu berdalih bahwa ana adalah anak kemaren yang belum tau apa2 yang masih miskin ilmu, mereka memandang ana dari umur yg jauh dari mereka. Jazakallahu Khairan ustadz

Jawab:
jawaban untuk pertnyaan sama dengan jawab soal kedua.
tidak ada yang lebh ampuh dari adab yang mulia. jika kita dianggap ilmu, itu berarti memang kita masih kurang ilmu, maka teruslah giat belajar, jika mereka memandang kita masih terlalu muda, itu benar juga karena kita memang lebih muda dari meraka, maka mungkin kita bisa pertemukan mereka dgn astiz yang lbh tua usainya dan lebh mereka segani. semoga dengannya Allah membuka hidayah. intinya jangan pernah lepas kemulian adab di tengah2 keluarga. dan jangn bosan mendokan keluarga kita sebab kita tidak tahu pada detik keberapa Allah mengetuk hati mereka untuk menerima hidayahkelak Allah kempulkan kita dgn mereka disyurga.

====================000==================

Closing Statement

Dakwah adalah jalan para ambiya, jalan para sholihin, jalan para syuhada…
tidak ada dakwah yang tidak ada tantangannya, tantangan dakwah yang besar hanya diberikan Allah kepada dai, mujahid yang berkualitas tinggi juga, jika Allah menaikkan skala ujian, artinya Allah ingin menaikan derajat seorang mujahid dakwah. maka jangan pernah bersedih. hiburlah diri dengan banyak bersabar dan solat. perbanyak baca kisah perjungan para dai-dai terdahulu, maka kita akan menemukan ujian dakwah yang kita hadapi belum ada apa2nya.
semoga Allah memuliakan kita semua dengan dngan memasukkan dibarisan mujahid dakwah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *