Jadikan Akhirat Sebagai Niatmu

Review anda

Hari : Kamis, 5 September 2019
Grup : Kajian Akhwat RDI
Muwajjih : Ust Abu Fudhail Az Zahiri
Tema : Jadikan Akhirat Sebagai Niatmu
Admin :
Moderator : Erviana
Notulen : Kartika

〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰

MUQADIMAH
————————

بسم الله الر حمن الر حيم

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ
وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا و مِنْ َسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا
مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang masih memberikan kita nikmat iman, islam dan Al Qur’an semoga kita selalu istiqomah sebagai shohibul qur’an dan ahlul Qur’an dan dikumpulkan sebagai keluarga Al Qur’an di JannahNya..

Shalawat beriring salam selalu kita hadiahkan kepada uswah hasanah kita, pejuang peradaban Islam, Al Qur’an berjalan, kekasih Allah SWT yakninya nabi besar Muhammad SAW, pada keluarga dan para sahabat nya semoga kita mendapatkan syafaat beliau di hari akhir nanti. InsyaAllah..
Aamiin

========================oOo========================

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Bismillah,

Ali bin Abi Thâlib Radhiyallahu anhu mengatakan,

اِرْتَـحَلَتِ الـدُّنْـيَـا مُـدْبِرَةً ، وَارْتَـحَلَتِ الْآخِرَةُ مُقْبِلَةً ، وَلِـكُـلِّ وَاحِدَةٍ مِـنْـهُمَـا بَـنُـوْنٌ ، فَـكُـوْنُـوْا مِنْ أَبْـنَـاءِ الْآخِرَةِ ، وَلَا تَـكُوْنُوْا مِنْ أَبْنَـاءِ الدُّنْيَـا ، فَإِنَّ الْـيَـوْمَ عَـمَـلٌ وَلَا حِسَابَ ، وَغَدًا حِسَابٌ وَلَا عَمَلَ.

Sesungguhnya dunia akan pergi meninggalkan kita, sedangkan akhirat pasti akan datang. Masing-masing dari dunia dan akhirat memiliki anak-anak, karenanya, hendaklah kalian menjadi anak-anak akhirat dan kalian jangan menjadi anak-anak dunia, karena hari ini adalah hari amal tanpa hisab (di dalamnya), sedang kelak adalah hari hisab tanpa amal (di dalamnya).
(Shahih Bukhari)

Akhowati fillaah, bahwa dunia akan kita tinggalkan adalah fakta yang meyakinkan bahkan oleh orang bodoh sekalipun. Adapun sesudah kematian manusia saling berbeda pendapat. Untuk kita yang mengaku sebagai seorang muslim maka tidak diragukan lagi bahwa setelah kematian akan ada kehidupan yang kekal, kekal dalam kebahagian atau dalam kesengsaraan.

Surga atau neraka,

Pada kesempatan ini, ana tidak ingin membahas mengenai bagaimana jalan menuju surga, sebab selain ana yakin bahwa kita semua bercita-cita untuk itu, kita semua pun sudah tau bagaimana jalan menuju surga.

Ini adalah fitrah yang Allaah berikan kepada manusia, apalagi bagi kita seorang mukmin.

Allaah berfirman :

فَأَلۡهَمَهَا فُجُورَهَا وَتَقۡوَٮٰهَا
maka Allaah meng-ilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaan-nya. (Asy Syams :8)

Namun pada kesempatan ini, ana ingin kita kembali merenung Apakah kita telah benar-benar komitmen untuk mengejar akhirat atau hanya setengah hati atau bahkan telah berpaling dari niat kita mengejar akhirat.

Lawan dari cinta akhirat adalah cinta dunia. Cinta dunia adalah penyakit yang menghinggapi ummat kebanyakan hari ini. Penyakit ini dikenal dengan istilah wahn.

Mereka yang bisa menghindari penyakit wahn ini, in syaa Allaah dia akan menjadi pecinta negeri akhirat.

Apa saja ciri-ciri orang yang terkena penyakit Al-Wahn?

Di antara ciri-ciri orang yang terkena penyakit Al-Wahn adalah sebagai berikut:

1. Tidak senang beribadah.
Termasuk dalam hal ini adalah malas beribadah dan ketika beribadah ia melakukannya secara kilat dan ingin cepat-cepat selesai.
Sebagai contohnya Allaah berfirman :

فَوَيۡلٌ لِّلۡمُصَلِّينَ
ٱلَّذِينَ هُمۡ عَن صَلَاتِہِمۡ سَاهُونَ
Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat,
(yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya,
(Al Ma’un :4-5)

Yang dimaksud melalaikan sholat disini bukan sekedar tidak sholat. Tapi, mereka yang sholat tapi suka mengulur waktunya hingga hampir dipenghujung waktu tanpa udzur,
Allaah juga berfirman dalam surah An-Nisa’ ayat 142 tentang sholatnya orang munafiq :

إِنَّ المُنَـٰفِقِینَ یُخَـٰدِعُونَ ٱللَّهَ وَهُوَ خَـٰدِعُهُمْ وَإِذَا قَامُوْا إِلَى ٱلصَّلَوٰةِ قَامُوا كُسَالَىٰ یُرَاۤءُونَ ٱلنَّاسَ وَلَا یَذْكُرُونَ ٱللَّهَ إِلَّا قَلِیلا

Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (dengan shalat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali.

Bukan hanya sholat, tapi mereka yang cinta dunia sesungguhnya malas mengerjakan semua jenis ibadah.

2. Bakhil dan kikir.
Orang yang cinta dunia akan cenderung kikir dan bakhil, berbeda dengan para pecinta akhirat yang menjual diri dan harta mereka untuk Allaah.

۞ إِنَّ ٱللَّهَ ٱشۡتَرَىٰ مِنَ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ أَنفُسَهُمۡ وَأَمۡوَٲلَهُم بِأَنَّ لَهُمُ ٱلۡجَنَّةَ ۚ يُقَـٰتِلُونَ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ فَيَقۡتُلُونَ وَيُقۡتَلُونَ‌ ۖ وَعۡدًا عَلَيۡهِ حَقًّا فِى ٱلتَّوۡرَٮٰةِ وَٱلۡإِنجِيلِ وَٱلۡقُرۡءَانِ ۚ وَمَنۡ أَوۡفَىٰ بِعَهۡدِهِۦ مِنَ ٱللَّهِ ۚ فَٱسۡتَبۡشِرُواْ بِبَيۡعِكُمُ ٱلَّذِى بَايَعۡتُم بِهِۦ ۚ وَذَٲلِكَ هُوَ ٱلۡفَوۡزُ ٱلۡعَظِيمُ
Sesungguhnya Allaah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allaah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Quran. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allaah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar. (At Taubah :111)

Orang yang niatnya adalah dunia, sesungguhnya tanpa ia sadari ia mendustakan negeri akhirat atau sangat lemah keyakinannya dengan janji syurga diakhirat. Firman Allaah :

Siapa saja yang kikir dan merasa dirinya cukup (kaya) tidak perlu pertolongan Allaah dan mendustakan pahala yang terbaik. Maka akan Kami mudahkan baginya jalan menuju kesukaran (kesengsaraan). Serta mendustakan pahala terbaik. Maka kelak Kami akan menyiapkan baginya jalan yang sukar.”
(QS. Al-Lail : 8-10)

3. Suka berdusta.
Suka berdusta si sini sifatnya umum, baik itu dalam jual beli maupun dalam bidang yang lainnya. Ia tidak takut dengan ancaman dari Allaah maka ia berdusta.

Para pecinta akhirat faham benar, bahwa dusta akan membawa keneraka, oleh itu ia akan menghindari dusta. Berbeda dengan pecinta dunia, mereka berdusta demi mencari dunia.

Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam , dalam hadits yang dibawakan oleh Ibnu Mas’ud Radhiyallahu anhu , bersabda :
إِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِى إِلَى الْبِرِّ، وَإِنَّ الْبِرَّ يَهْدِى إِلَى الْجَنَّةِ، وَإِنَّ الرَّجُلَ لَيَصْدُقُ(وفى رواية لمسلم: إِنَّ الْعَبْدَ لَيَتَحَرَّى الصِّدْقَ) حَتَّى يَكُوْنَ صِدِّيْقًا. وَإِنَّ الْكَذِبَ يَهْدِى إِلَى الْفُجُوْرِ، وَإِنَّ الْفُجُوْرَ يَهْدِى إِلَى النَّارِ، وَإِنَّ الرَّجُلَ لَيَكْذِبُ(وفى رواية لمسلم: وَإِنَّ الْعَبْدَ لَيَتَحَرَّى الْكَذِبَ) حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللهِ كَذَّاباً. رواه البخاري ومسلم

Sesungguhnya kejujuran akan membimbing menuju kebaikan, dan kebaikan akan membimbing menuju surga. Sesungguhnya seseorang akan bersungguh-sungguh berusaha untuk jujur, sampai akhirnya ia menjadi orang yang benar-benar jujur. Dan sesungguhnya kedustaan akan membimbing menuju kejahatan, dan kejahatan akan membimbing menuju neraka. Sesungguhnya seseorang akan bersungguh-sungguh berusaha untuk dusta, sampai akhirnya ia benar-benar tertetapkan di sisi Allaah sebagai pendusta. (HR. Bukhari dan Muslim.)
4. Suka berkhianat atau ingkar janji.

5. Pengecut dan malu dengan kebenaran.

6. Tidak mau beramar ma’ruf dan nahi munkar

Itulah beberapa renungan untuk kita sang Pemburu negeri akhirat, semoga kita bisa mengambil pelajaran.

Terakhir, mari kita renungkan riwayat dibawah ini :

Dari Zaid bin Tsabit Radhiyallahu anhu, ia mendengar Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

مَنْ كَانَتِ الدُّنْيَا هَمَّهُ ، فَرَّقَ اللهُ عَلَيْهِ أَمْرَهُ ، وَجَعَلَ فَقْرَهُ بَيْنَ عَيْنَيْهِ ِ، وَلَمْ يَأْتِهِ مِنَ الدُّنْيَا إِلَّا مَا كُتِبَ لَهُ ، وَمَنْ كَانَتِ الْآخِرَةُ نِيَّـتَهُ ، جَمَعَ اللهُ أَمْرَهُ ، وَجَعَلَ غِنَاهُ فِيْ قَلْبِهِ ، وَأَتَتْهُ الدُّنْيَا وَهِيَ رَاغِمَةٌ.

Barangsiapa tujuan hidupnya adalah dunia, maka Allaah akan mencerai-beraikan urusannya, menjadikan kefakiran di kedua pelupuk matanya, dan ia tidak mendapatkan dunia kecuali menurut ketentuan yang telah ditetapkan baginya. Barangsiapa yang niat (tujuan) hidupnya adalah negeri akhirat, Allaah akan mengumpulkan urusannya, menjadikan kekayaan di hatinya, dan dunia akan mendatanginya dalam keadaan hina.” (H.R.Ahmad,Ibnu Mâjah dan lainnya)
=======================oOo========================

Tanya Jawab

1. Ervi, RDI 15.
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh ustadz. Afwan ustadz, ana izin bertanya.

1. Bagaimana agar kita dapat beramal dengan ikhlas agar kita mendapatkan keutamaan akhirat? Kadang, kita beramal untuk mendapatkan dunia. Contoh, kita sholat Dhuha agar rejeki kita mudah.
2. Bagaimana cara kita meniatkan segala sesuatu untuk Allah?
Jawab :

وَعَلَيكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّٰهِ وَبَرَكَاتُهُ

Untuk pertanyaan 1 dan 2
Didalam Al Qur’an ada surat yang diberi nama Al Ikhlas, kandungan dari surat tersebut adalah tauhid.
Jadi, ikhlas itu kaitannya adalah dengan Tauhid.

Saat kita faham dan mengamalkan tauhid, maka ikhlas dalam beramal akan menjadi tabiat.

Hendaknya saat kita beramal, kita ibarat pedagang.
Ketahuilah, bahwa beramal adalah berdagang dengan Allaah.
Saat kita beramal ikhlas untuk mendapatkan balasan disisi Allaah, maka itulah keuntungan.
Bila kita mengharapkan selain Allaah, maka itulah kerugian.

Jika kita jujur ingin mendapatkan keuntungan, maka in syaa Allaah kita akan terantar untuk ikhlas. Sebab, keuntungan hanya didapat dengan keikhlasan.

Namun demikian, diantara amalan itu ada yang secara khusus Allaah menjanjikan ganjaran didunia, seperti shodaqoh yang akan dilipatgandakan hartanya, maka yang demikian ini tetap dalam kategori ikhlas sebab ganjaran itu juga datang dari janji Allaah.

Kemudian, dalam beramal. Lakukanlah sebagai bentuk rasa syukur atas apa yang telah diberikan oleh Allaah kepada kita,
وَأَحْسِنْ كَمَا أَحْسَنَ اللَّهُ إِلَيْكَ
dan berbuat baiklah sebagaimana Allaah berbuat baik kepadamu
(al-qashash:77)

3. Bagaimana agar kita dapat fokus terhadap sholat kita ustadz? Kadang, kita sholat hanya gerakan dan lisannya saja. Tapi hatinya tidak terpaut ke Allah. Jadi, hanya sekedar menghilangkan kewajiban saja.

jawab
Khusuk itu bisa diraih dengan ilmu, yakni mengenal Allaah yang kita sholat untuk-Nya, ilmu tentang thaharah, sebab thaharah adalah kunci sholat, ilmu tentang fiqih sholat.
Khusuk juga dipengaruhi oleh lingkungan tempat sholat, pakaian, dan suasana yang tenang.
Khusuk juga dipengaruhi oleh aktivitas kita sebelum sholat, oleh karena itu, sulit meraih kekhusyu’an bagi seorang ahli maksiat. Dan masih banyak lagi perkara – perkara yang mempengaruhi kekhusyu’an sholat kita.

4. Bagaimana cara kita agar menghindari dusta ustadz? Kadang, kita menganggap bahwa sebagian dusta itu baik. Sehingga kita bermudah² dalam berkata dusta.

Jawab :
Agar kita belajar tidak berdusta dah bermudah-mudah dalam dusta, yakinilah bahwa Nabi menafikan keimanan kita jika kita berdusta

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda dalam hadits riwayat Imam Muslim:

يطبع المؤمن على الحلال كلها إلا الخيانة والكذب

“Orang beriman itu diciptakan dengan segala macam sifat kecuali khianat dan dusta.”

Imam Malik dalam Al Muwaththa’ meriwayatkan, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam ditanya, “Ya Rasulallah, mungkinkah orang beriman itu jadi penakut?”

“Bisa jadi,” kata Nabi shallallahu alaihi wa sallam.

“Mungkinkah seorang mukmin itu menjadi kikir?” tanya mereka.

“Bisa jadi,” jawab nabi shallallahu alaihi wa sallam.

“Mungkinkah seorang mukmin itu menjadi pendusta?” tanya mereka.

“Tidak mungkin,” jawab nabi shallallahu alaihi wa sallam.
2. Neny – RDI10
Assalamu’alaikum
Ijin bertanya Ustadz
Dalam bershodaqoh, kadang di fikiran terbersit sedikit riya’. Seperti tiba2 saja muncul rasa ujub & sombong telah bisa ber-shodaqoh (tidak terucap), saat sadar langsung istighfar. Bagaimana ustadz dengan yg shodaqoh semacam ini. Masihkah adakah pahala didalamnya?

Jawab :
وَعَلَيكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّٰهِ وَبَرَكَاتُهُ
Jika rasa ujub itu muncul hanya dalam benak dan seketika itu juga sadar dan berusaha menghilangkannya, maka in syaa Allaah pahala shodaqohnya tidak hilang, dan inilah yang ana harapkan. Wallahuta’ala a’lam

Sebab.yang demikian itu adalah bisikan syaithan, oleh karena itu Mohonlah perlindungan dari Allaah jika muncul dalam benak rasa ujub, sebab pahala shodaqoh itu akan hilang jika ujub itu diperturutkan. Sebagaimana seseorang yang sholat terkadang ia terlalaikan, maka Nabi mengajarkan agar kita berlindung kepada Allaah saat merasa diganggu oleh syaithan, yang demikian ini tidak akan merusak kekhusyu’an sholat. Demikianlah yang kita harapkan pada ujub yang muncul hanya seketika tidak diperturutkan.
Allahua’lam

3. Wiyandari RDI 06
Assalamu’alaikum wr.wb
Afwan, Ustadz, ana izin bertanya.

1. Kita sudah tau bagaimana ciri2 orang yg wahn. Tapi, ketika futur mendera, seakan semuanya jadi terlupakan. Apa yg harus dilakukan, Ustadz?

Jawab
وَعَلَيكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّٰهِ وَبَرَكَاتُهُ
Semangat dan futur ibarat dua muka mata uang yang selalu tidak terpisahkan pada pribadi seorang mukmin dalam perjalanan hidup seorang hamba.
Oleh karena itu, jika futur hendaknya tetap menjaga perkara perkara yang fardhu, yang kedua hendaknya berusaha bangkit kembali dengan perlahan-lahan.
Untuk mengantisipasi itu semua, maka langkah-langkah awal perlu diambil. Yakni,
– bersahabat dengan orang shalih
– istiqomah dimajlis ilmu
– tinggal dilingkungan orang shalih, dan lain sebagainya.

2. Bagaimana cara mudah u/ mengajarkan kpd anak didik agar menjadikan akhirat tujuannya, Ustadz?

Jawab :
Pertama, orang tua harus menjadi contoh
Kedua, tinggal dilingkungan orang-orang yang mencintai akhirat, atau diajak bergaul dengan komunitas pecinta akhirat,
ketiga, orang tua harus aktif menyampaikan kisah-kisah orang shalih, kezuhudan mereka terhadap dunia dan kecintaan mereka pada akhirat.
Dan masih banyak yang lain bisa dilakukan.

4. dwiyanti agustini syaufini-rdi 09
Assalamu’alaikum
Ustadz.. Bagaimana jika ketika kita sholat subuh kesiangan lalu d saat sholat teringat belm memasak nasi d krnakan takut anak anak ngga sempet sarapan sblm pergi skolah..
Lalu sholat nya menjadi terburu buru apakah ini termasuk terlalu memikirkan dunia/lalai.. Ustdz..
Jazakallah khyr..

Jawab :

وَعَلَيكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّٰهِ وَبَرَكَاتُهُ

Dari Utsman bin Abil ‘Ash radhiallahu’anhu ia berkata:

يا رَسولَ اللهِ، إنَّ الشَّيْطَانَ قدْ حَالَ بَيْنِي وبيْنَ صَلَاتي وَقِرَاءَتي يَلْبِسُهَا عَلَيَّ، فَقالَ رَسولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عليه وسلَّمَ: ذَاكَ شيطَانٌ يُقَالُ له خَنْزَبٌ، فَإِذَا أَحْسَسْتَهُ فَتَعَوَّذْ باللَّهِ منه، وَاتْفِلْ علَى يَسَارِكَ ثَلَاثًا قالَ: فَفَعَلْتُ ذلكَ فأذْهَبَهُ اللَّهُ عَنِّي

Wahai Rasulullah, syaithan telah menghalangi antara aku dan shalatku serta mengacaukan bacaanku. Maka Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: “itu adalah syaithan yang disebut dengan Khanzab. Jika engkau merasakan sesuatu (gangguan) maka bacalah ta’awwudz dan meniuplah ke kiri 3x”. Utsman mengatakan: “aku pun melakukan itu, dan Allaah pun menghilangkan was-was syaithan dariku” (HR. Muslim)

Oleh karena itu, hendaknya sebelum kita sholat agar menyelesaikan hal-hal yang begitu mendesak, ini jika waktunya lapang. Agar ketika kita sholat bisa lebih khusyuk.

Jika pun kondisinya seperti yang anty sampaikan, maka hendaknya tetap tenang meskipun sholatnya diringankan. Sebab, jika sholat itu terkesan terburu-buru maka ini hampir sama dengan sholatnya kaum munafiqun.

Anas berkata bahwa ia pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

تِلْكَ صَلاَةُ الْمُنَافِقِ يَجْلِسُ يَرْقُبُ الشَّمْسَ حَتَّى إِذَا كَانَتْ بَيْنَ قَرْنَىِ الشَّيْطَانِ قَامَ فَنَقَرَهَا أَرْبَعًا لاَ يَذْكُرُ اللَّهَ فِيهَا إِلاَّ قَلِيلاً

“Ini adalah shalat orang munafik. Ia duduk hingga matahari berada antara dua tanduk setan. Lalu ia mengerjakan shalat ‘Ashar empat raka’at. Ia hanyalah mengingat Allaah dalam waktu yang sedikit.” (HR. Muslim)
5. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Yosi – RDI 12
Ijin tanya ustadz.. Bolehkah sholat taubat setelah selesai sholat subuh? Dan bolehkan bacaan qunut dibaca setiap selesai sholat fardhu?
Jazakakallahu khoyr..

Al Jawab :
Ana sarankan agar menjadikan sholat shubuh itu sebagai bagian sholat taubat nya, artinya…. Ketika bertaubat dari suatu dosa dan itu bertepatan dengan datangnya waktu sholat shubuh maka ia berwudhu dan sholat shubuh lalu memohon ampunan kepada Allaah didalam sholat maupun setelah sholat.
Meskipun demikian, tidaak masalah jika sholat taubat sendiri setelah sholat shubuh meskipun ini waktu larangan sholat, ini adalah pendapat syaikh Ibnu Taimiyah.
Allahua’lam.

Untuk bacaan qunut ini, sebaiknya tidak dirutinkan pada sholat shubuh, terkadang dikerjakan dan terkadang ditinggalkan, dan terkadang dilakukan juga pada sholat selain shubuh.
Allahua’lam

6. Assalamualaikum…yuniroza -Rdi10. Ustad betulkah untuk seorang istri itu cukup taat sama suami dan ortu. Maka surga akan menunggu nya. ?

Jawab :
Wanita mana saja yang meninggal dalam keadaan diridhoi oleh suaminya, maka ia masuk surga

Dari Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَيُّمَا امْرَأَةٍ مَاتَتْ وَزَوْجُهَا عَنْهَا رَاضٍ دَخَلَتِ الْجَنَّةَ

“Wanita mana saja yang meninggal dunia lantas suaminya ridha padanya, maka ia akan masuk surga.” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah)
Yang dimaksudkan dengan hadits di atas adalah jika seorang wanita beriman itu meninggal dunia lantas ia benar-benar memperhatikan kewajiban terhadap suaminya sampai suami tersebut ridha dengannya, maka ia dijamin masuk surga. Bisa juga makna hadits tersebut adalah adanya pengampunan dosa atau Allah meridhainya.

Tentu saja, dalaam hal ini wanita tersebut juga beriman dan mengerjakan perkara yang diwajibkan padanya oleh Allaah, artinya ia juga memenuhi hak Rabb-nya.

Dari ‘Abdurrahman bin ‘Auf, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا صَلَّتِ الْمَرْأَةُ خَمْسَهَا وَصَامَتْ شَهْرَهَا وَحَفِظَتْ فَرْجَهَا وَأَطَاعَتْ زَوْجَهَا قِيلَ لَهَا ادْخُلِى الْجَنَّةَ مِنْ أَىِّ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ شِئْتِ

“Jika seorang wanita selalu menjaga shalat lima waktu, juga berpuasa sebulan (di bulan Ramadhan), serta betul-betul menjaga kemaluannya (dari perbuatan zina) dan benar-benar taat pada suaminya, maka dikatakan pada wanita yang memiliki sifat mulia ini, “Masuklah dalam surga melalui pintu mana saja yang engkau suka.”(HR. Ahmad dan Ibnu Hibban)
Allahua’lam

———————-oOo———————-

PENUTUP

Marilah kita tutup majelis ilmu kita hari ini dgn membaca istighfar, hamdallah serta do’a kafaratul majelis
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِين

dan istighfar

أَسْتَغفِرُ اَللّهَ الْعَظيِمْ

: Doa penutup majelis :
سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ ٭
Artinya:
“Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.”

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

~~~~~~
®Rumah Dakwah Indonesia

———————oOo———————-

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *