Waspadalah Terhadap Neraka

Review anda

Hari : Jum’at, 13 September 2019
Grup : Kajian Akhwat RDI
Muwajjih : Ustadz Herman Budianto
Tema : Waspadalah Terhadap Neraka
Admin : All Admin
Moderator : Ervi
Notulen : Ervi

〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰

MUQADIMAH
______

بسم الله الر حمن الر حيم

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ
وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا و مِنْ َسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا
مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ

Puji syukur kehadirat Allah Subhanahu Wa Ta’Ala yang masih memberikan kita nikmat iman, islam dan Al Qur’an semoga kita selalu istiqomah sebagai shohibul qur’an dan ahlul Qur’an dan dikumpulkan sebagai keluarga Al Qur’an di JannahNya..

Shalawat beriring salam selalu kita hadiahkan kepada uswah hasanah kita, pejuang peradaban Islam, Al Qur’an berjalan, kekasih Allah Subhanahu Wa Ta’Ala yakninya nabi besar Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam, pada keluarga dan para sahabat nya semoga kita mendapatkan syafaat beliau di hari akhir nanti. In syaa Allaah..
Aamiin

==========================

MATERI :
_____

Semua orang beriman saya yakin ingin masuk surga dan takut masuk neraka, karena begitu dahsyatnya siksa neraka.

Berikut ini jenis-jenis siksa neraka

Panasnya siksa api neraka memiliki 7 tingkatan. Dalam Al Quran sudah diterangkan tentang berbagai tingkatan neraka, mulai dari yang ringan sampai dengan yang paling panas. 7 tingkatan neraka ini diciptakan oleh Allah untuk balasan bagi manusia sesuai dengan dosa-dosanya selama di dunia.

Berikut 7 tingkatan neraka sesuai dengan panas apinya :

1. Neraka Jahannam

Neraka Jahannam adalah neraka tingkatan paling atas. Neraka jahannam adalah siksa neraka paling ringan untuk menghukum manusia yang melakukan dosa kecil ataupun dosa besar selama di dunia.

2. Neraka Ladhoh atau neraka Luza

Neraka Ladhoh adalah neraka tingkat kedua. Neraka Ladhoh untuk menghukum orang-orang yang mendustakan agama.

3. Neraka Khutamah, Hathamah

Neraka Khutamah adalah neraka tingkat ketiga. Neraka Khutamah untuk menghukum orang yang selama hidupnya hanya memikirkan duniawi dan lupa mengerjakan ibadah.

4. Neraka Sair

Neraka Zair adalah neraka tingkat keempat. Neraka sair untuk menghukum orang yang tidak mau berzakat atau mengeluarkan zakat namun tidak sesuai dengan kewajibannya.

5. Neraka Sahkhor atau Saqru

Neraka Sakhor atau Saqru adalah neraka tingkat kelima. Neraka sakor untuk menghukum orang yang tidak mengerjakan shalat dan orang yang tidak menyembah selain kepada Allah.

6. Neraka Jahim

Neraka Jahim adalah neraka tingkat keenam. Neraka Jahim untuk menghukum par pendusta agama, orang kafir, para pezina, peminum khamar dan mengerjakan apa yang dilarang oleh Allah.

7. Neraka Hawiyah

Neraka Hawiyah adalah neraka tingkatan ketujuh atau paling bawah. Neraka hawiyah adalah siksa neraka paling berat yaitu untuk menghukum orang yang matinya tidak membawa iman dan Islam.

Dari setiap tingkatan neraka dari tingkat pertama sampai tingkat ketujuh ada perbedaan hukumannya. Tingkat pertama yaitu neraka Jahanam adalah siksa api neraka paling ringan, walaupun ringan panasnya siksa api neraka adalah 1000 kali panasnya api di dunia.

Dengan dahsyatnya neraka tersebut mari kita berusaha dg singgung-sungguh agar terhindar api neraka.

Berikut ini beberapa amalan yang akan menghindarkan dari siksa api neraka.

1. Menguatkan aqidah, tidak berbuat syirik

Dari Muadz bin Jabal , beliau berkata, “Suatu saat saya dibonceng Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam di atas keledai. Beliau Shallallahu ‘alaihi wasallam bertanya, ‘Wahai Muadz.’ Saya menjawab, ‘Aku selalu menyambutmu.’ Beliau Shallallahu ‘alaihi wasallammengatakan hal itu tiga kali (dan saya jawab tiga kali juga). Beliau Shallallahu ‘alaihi wasallam mengatakan, ‘Tahukah engkau apa hak Allah Subhanahu wata’ala atas para hamba?’ Saya menjawab, ‘Tidak.’ Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam mengatakan, ‘Hak Allah Subhanahu wata’ala atas para hamba adalah mereka mengibadahi-Nya dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu pun.’ Kemudian beliau berjalan beberapa saat, dan berkata, ‘Wahai Mu’adz.’ Dijawab, ‘Aku selalu menyambutmu.’ Beliau Shallallahu ‘alaihi wasallam bertanya, ‘Tahukah kamu, apa hak mereka atas Allah Subhanahu wata’ala apabila mereka melakukannya? Allah Subhanahu wata’ala tidak akan mengazab mereka’.” (HR. al-Bukhari no. 6267)

2. Menjaga shalat lima waktu beserta syarat, rukun, dan kewajibannya, seperti wudhu, rukuk, dan sujud.

Dalil bahwa amalan ini termasuk benteng neraka adalah sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam,

مَنْ حَافَظَ عَلَى الصَّلَوَاتِ الْخَمْسِ عَلَى وُضُوئِهَا وَمَوَاقِيتِهَا وَرُكُوعِهَا وَسُجُودِهَا يَرَاهَا حَقًّا عَلَيْهِ حُرِّمَ عَلَى النَّارِ

“Barang siapa menjaga shalat lima waktu, menjaga wudhunya, menjaga waktu-waktunya, menjaga rukukrukuknya, dan menjaga sujud-sujudnya, yakin bahwa shalat adalah hak Allah Subhanahu wata’ala atasnya, dia diharamkan dari neraka.” (HR. Ahmad no. 17882 dari Hanzhalah al-Asadi radhiyallahu ‘anhu)

3. Berbakti kepada kedua orang tua

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

رَغِمَ أَنْفُ ثُمَّ رَغِمَ أَنْفُ ثُمَّ رَغِمَ أَنْفُ. قِيلَ: مَنْ يَا رَسُولَ اللهِ؟ قَالَ: مَنْ أَدْرَكَ أَبَوَيْهِ عِنْدَ الْكِبَرِ أَحَدَهُمَا أَوْ كِلَيْهِمَا فَلَمْ يَدْخُلِ الْجَنَّةَ

“Celaka, kemudian celaka, kemudian celaka.” Beliau ditanya, “Siapa yang celaka, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Orang yang menjumpai masa tua dari salah satu atau kedua orang tuanya, tetapi dia tidak masuk surga.” (HR. Muslim no. 2881 dari hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu)

4. Menjaga shalat sunnah empat rakaat sebelum dan sesudah zuhur

Ummu Habibah radhiyallahu ‘anha, istri Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam berkata, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

مَنْ حَافَظَ عَلَى أَرْبَعِ رَكَعَاتٍ قَبْلَ الظُّهْرِ وَأَرْبَعٍ بَعْدَهَا حَرُمَ عَلَى النَّارِ

‘Barang siapa menjaga empat rakaat sebelum zuhur dan empat rakaat sesudahnya, haram atasnya neraka’.” (HR. Abu Dawud no. 1269)

5. Berlindung kepada Allah Subhanahu wata’ala dari azab neraka

Anas bin Malik zberkata bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

مَنْ سَأَلَ اللهَ الْجَنَّةَ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ قَالَتِ الْجَنَّةُ: اللَّهُمَّ أَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ. وَمَنِ اسْتَجَارَ مِنَ النَّارِ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ قَالَتِ النَّارُ: اللَّهُمَّ أَجِرْهُ مِنَ النَّارِ

“Barang siapa meminta jannah (surga) kepada Allah Subhanahu wata’ala tiga kali, jannah akan berkata, ‘Ya Allah, masukkan dia ke dalam jannah!’ Barang siapa meminta perlindungan kepada Allah Subhanahu wata’ala dari neraka, neraka pun berkata, ‘Ya Allah, lindungilah dia dari neraka!’.” (HR. at- Tirmidzi no. 2572)

Di antara doa memohon perlindungan dari neraka adalah doa yang diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallamsaat tasyahud akhir sebelum salam, yaitu:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ وَمِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ

“Ya Allah, aku berlindung kepada- Mu dari siksa neraka Jahanam, dari siksa kubur, dari ujian hidup dan mati, serta dari godaan Dajjal.” (HR. Muslim, Abu ‘Awanah, an-Nasai, dan Ibnul Jarud dalam al-Muntaqa. Lihat Irwaul Ghalil no. 350)

6. Dekat, lembut dengan kaum mukminin, dan berakhlak mulia

Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

أَلَا أُخْبِرُكُمْ بِمَنْ يَحْرُمُ عَلَى النَّارِ أَوْ بِمَنْ تَحْرُمُ عَلَيْهِ النَّارُ؟ عَلَى كُلِّ قَرِيبٍ هَيِّنٍ سَهْلٍ

“Maukah kukabarkan kepada kalian tentang siapa yang diharamkan atas neraka? Yaitu setiap muslim yang dekat (dengan kaum mukminin), tenang, dan mudah (lembut akhlak dan sifatnya).” (HR. at-Tirmidzi dalam as-Sunan no. 2488. )

Betapa besar keutamaan ahlak yang baik dan kelembutan. Namun, subhanallah, di akhir zaman ini kebanyakan manusia bersikap kasar, termasuk terhadap kerabat dekatnya yang muslim, bahkan kepada orang tuanya sendiri. Semoga Allah Subhanahu wata’ala memperbaiki diri kita. Aamiin.

7. Bersedekah dan bertutur kata yang baik

Adi bin Hatim radhiyallahu ‘anhu berkata,

كُنْتُ عِنْدَ رَسُولِ اللهِ فَجَاءَهُ رَجُلَانِ أَحَدُهُمَا يَشْكُو الْعَيْلَةَ وَالْآخَرُ يَشْكُو قَطْعَ السَّبِيلِ فَقَالَ رَسُولُ اللهِ: أَمَّا قَطْعُ السَّبِيلِ فَإِنَّهُ لَا : يَأْتِي عَلَيْكَ إِلَّا قَلِيلٌ حَتَّى تَخْرُجَ الْعِيرُ إِلَى مَكَّةَ بِغَيْرِ خَفِيرٍ، وَأَمَّا الْعَيْلَةُ فَإِنَّ السَّاعَةَ لَا تَقُومُ حَتَّى يَطُوفَ أَحَدُكُمْ بِصَدَقَتِهِ لَا يَجِدُ مَنْ يَقْبَلُهَا مِنْهُ، ثُمَّ لَيَقِفَنَّ أَحَدُكُمْ بَيْنَ يَدَيْ اللهِ لَيْسَ بَيْنَهُ وَبَيْنَهُ حِجَابٌ وَلَا تَرْجُمَانٌ يُتَرْجِمُ لَهُ ثُمَّ لَيَقُولَنَّ لَهُ: أَلَمْ أُوتِكَ مَالًا؟ فَلَيَقُولَنّ بَلَى. ثُمَّ لَيَقُولَنَّ: أَلَمْ أُرْسِلْ إِلَيْكَ رَسُولًا؟ فَلَيَقُولَنَّ: بَلَى. فَيَنْظُرُ عَنْ يَمِينِهِ فَلَا يَرَى إِلَّا النَّارَ ثُمَّ يَنْظُرُ عَنْ شِمَالِهِ فَلَا يَرَى إِلَّا النَّارَ فَلْيَتَّقِيَنَّ أَحَدُكُمْ النَّارَ وَلَوْ بِشِقِّ تَمْرَةٍ، فَإِنْ لَمْ يَجِدْ فَبِكَلِمَةٍ طَيِّبَةٍ

Suatu saat aku berada di sisi Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam. Tiba-tiba datang dua lelaki, yang pertama mengeluhkan kemiskinan dan yang kedua mengeluhkan gangguan perampok di perjalanan. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Adapun perampok, sesungguhnya tidak lama lagi datang (waktu) yang rombongan dari Makkah keluar (melakukan safar) tanpa perlindungan (maksudnya aman, -red.). Adapun kemiskinan, (ketahuilah) sesungguhnya hari kiamat tidak akan tegak hingga (datang saat) salah seorang di antara kalian berkeliling hendak memberi sedekah, tetapi tidak dia dapati orang yang mau menerimanya. Sungguh, kalian (semua) akan berdiri di hadapan Allah Subhanahu wata’ala, tidak ada hijab antara Allah Subhanahu wata’ala dan dirinya, tidak ada pula orang yang menerjemahkan untuknya. Kemudian Allah Subhanahu wata’ala berfirman kepadanya, ‘Bukankah Aku telah memberimu harta?’ Dia berkata, ‘Benar.’ Kemudian Allah Subhanahu wata’ala berfirman, ‘Bukankah Aku telah mengutus rasul kepadamu?’ Dia menjawab, ‘Benar.’ Kemudian dia melihat di sisi kanannya, dia tidak melihat selain neraka. Kemudian dia melihat sebelah kirinya, dia pun tidak melihat selain neraka. Maka dari itu, jagalah diri kalian dari neraka walaupun dengan separuh kurma (yang dia sedekahkan). Jika tidak bisa, dengan tutur kata yang baik.” (HR. al-Bukhari no. 1413)

Bahkan, dalam hadits lain, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam pernah mengisahkan berita yang sangat menakjubkan. Beliau kabarkan kisah seorang wanita pezina yang diselamatkan oleh Allah Subhanahu wata’ala dari neraka dengan sebab memberi minum seekor anjing yang kehausan. Jika perbuatan baik kepada hewan saja dibalasi dengan kebaikan, bagaimana halnya kebaikan dan derma untuk seorang muslim?

8. Mata yang menangis karena takut kepada Allah Subhanahu wata’ala, mata yang terjaga di jalan Allah dan mata yang menunduk dari apa yang diharamkan oleh Allah Subhanahu wata’ala.

Ini termasuk amalan yang dijadikan oleh Allah Subhanahu wata’ala sebagai benteng dari neraka. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda,

عَيْنَانِ لَا تَمَسُّهُمَا النَّارُ، عَيْنٌ بَكَتْ مِنْ خَشْيَةِ ا ،َّهللِ وَعَيْنٌ بَاتَتْ تَحْرُسُ فِي سَبِيلِ اللهِ

“Dua mata yang tidak akan disentuh oleh neraka: mata yang menangis takut kepada Allah Subhanahu wata’ala dan mata yang terbuka di malam hari, berjaga dalam jihad fi sabililah.” (HR. at-Tirmidzi no. 1639 dari hadits Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhuma)

ثَلَاثَةٌ لاَ تَرَى أَعْيُنُهُمُ النَّارَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ: عَيْنٌ بَكَتْ مِنْ خَشْيَةِ اللهِ وَعَيْنٌ حَرَسَتْ فِي سَبِيلِ اللهِ وَعَيْنٌ غَضَّتْ عَنْ مَحَارِمِ اللهِ

“Tiga mata yang tidak akan melihat neraka pada hari kiamat: Mata yang menangis karena takut kepada Allah Subhanahu wata’ala, mata yang terjaga dalam jihad fi sabilillah, dan mata yang menundukkan dari apa yang Allah Subhanahu wata’ala haramkan.” (Lihat ash-Shahihah no. 2673)

9. Berjihad fi sabilillah

Ayat-ayat al-Qur’an dan sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam banyak menyebutkan besarnya pahala dan keutamaan jihad fi sabilillah. Di antara keutamaannya, Allah Subhanahu wata’alal menyelamatkan pelakunya dari api neraka. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

مَنِ اغْبَرَّتْ قَدَمَاهُ فِي سَبِيلِ اللهِ حَرَّمَهُ اللهُ عَلَى النَّارِ

“Orang yang kedua kakinya dipenuhi debu karena berjihad di jalan Allah Subhanahu wata’ala, Allah Subhanahu wata’ala mengharamkan atasnya neraka.” (HR. al-Bukhari no. 907 dari Abu ‘Abs Abdurrahman bin Jabr bin ‘Amr al-Anshari radhiyallahu ‘anhu)

10. Bersabar mengemban amanat Allah Subhanahu wata’ala yang berupa anakanak perempuan, mendidik, dan menafkahi mereka

Memiliki anak perempuan bukan kekurangan, apalagi kehinaan, sebagaimana halnya orang-orang jahiliah dahulu merasa hina dengan kelahirannya. Anak perempuan adalah karunia besar dari Allah Subhanahu wata’ala. Barang siapa mengemban amanat ini, sungguh mereka akan menjadi benteng dari api neraka. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

مَنْ كَانَ لَهُ ثَلَاثُ بَنَاتٍ، فَصَبَرَ عَلَيْهِنَّ وَأَطْعَمَهُنَّ وَسَقَاهُنَّ وَكَسَاهُنَّ مِنْ جِدَتِهِ كُنَّ لَهُ حِجَابًا مِنْ النَّارِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

“Barang siapa memiliki tiga anak perempuan, kemudian dia bersabar atas mereka, memberikan makan, minum, dan pakaian untuk mereka dari usahanya, sungguh mereka akan menjadi penghalang baginya dari api neraka pada hari kiamat.” (Sahih, HR. Ibnu Majah no. 3669 dari hadits ‘Uqbah bin Amir radhiyallahu ‘anhu) Aisyah radhiyallahu ‘anha mengatakan,

دَخَلَتْ امْرَأَةٌ مَعَهَا ابْنَتَانِ لَهَا تَسْأَلُ فَلَمْ تَجِدْ عِنْدِي شَيْئًا غَيْرَ تَمْرَةٍ فَأَعْطَيْتُهَا إِيَّاهَا، فَقَسَمَتْهَا بَيْنَ ابْنَتَيْهَا وَلَمْ تَأْكُلْ مِنْهَا ثُمَّ قَامَتْ فَخَرَجَتْ,فَدَخَلَ النَّبِيُّ, عَلَيْنَا فَأَخْبَرْتُهُ فَقَالَ: مَنِ ابْتُلِيَ مِنْ هَذِهِ الْبَنَاتِ بِشَيْءٍ كُنَّ لَهُ سِتْرًا مِنَ النَّارِ

“Seorang perempuan dengan dua anak perempuannya masuk (ke rumahku) meminta-minta, tetapi dia tidak mendapatkan di sisiku selain sebutir kurma. Kuberikan kurma itu kepadanya. Dia belah sebiji kurma untuk kedua putrinya dan dia sendiri tidak memakan kurma tersebut. Kemudian pergilah wanita itu. Ketika Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam datang, kukabarkan kejadian ini. Beliau Shallallahu ‘alaihi wasallam kemudian bersabda, ‘Barang siapa diuji dengan anak-anak perempuan, sungguh mereka akan menjadi pelindung dari neraka’.” (HR. al-Bukhari no. 1418)

Demikian beberapa amalan yang disebutkan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam sebagai benteng dari api neraka. Semoga Allah Subhanahu wata’ala memudahkan kita dalam mengamalkan dan memperoleh keutamaannya, insya Allah.

•••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••

REKAP TANYA JAWAB
_________

⑴ Bismillah.
Ervi – RDI 15 – Bogor.

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh ustadz. Afwan ustadz, izin bertanya. Terkait hadits yg menjelaskan mengenai anak perempuan.

1. Apakah harus 3 anak perempuan yg dapat menghalanginya dari api neraka, atau hanya 1 pun dapat menghalanginya dari api neraka?
2. Mengapa yg disebutkan dihadits hanya anak perempuan saja ustadz? Apakah keistimewaan anak laki² juga ada haditsnya ustadz? Seperti anak perempuan.
3. a. Bagaimana cara kita menjaga wudhu kita ustadz? Kadang, ada hal² tertentu yg menyebabkan wudhu kita batal. Terlebih lagi saat beraktivitas.
b. Afwan ustadz, jadi bagaimana cara kita agar tetap dapat menjaga wudhu dengan berbagai macam godaan tersebut?

Jawab :
1. Dalam penjelasan hadits tsb 1 pun bisa masuk surga asalkan ikhlas bu
2. Hal tsb khusus anak perempuan, itulah kelebihan anak perempuan disisi Allah. Walau ada juga pendapat ulama yg menyamakan bila yg meninggal adalah anak lelaki, asalkan ikhlas. Wallahualam
3. a. Itulah godaan menjaga wudhu bu, kadang repot utk jaga wudhu dan bila bisa selalu menjaga wudhu maka sangat besar pahalanya krn juga berat melakukannya

b. Kita kuatkan semangat kita dan berusaha melakukannya dg seoptimal mungkin , alhamdulillah selama ini saya bisa menjaga wudhu. Setiap batal maka segera wudhu lagi. Bila jauh dari air seperti misal Sdng di kereta atau bus maka bisa tayamum

⑵ Bismillaah. Vinjun RDI 20

Ustadz, apakah jika kita sudah bertaubat akan sebuah dosa, tetapi dosa tersebut akan tetap dapat balasan di akhirat kelak? Amalan apa yg bisa kita lakukan yg bisa menjadi rutinan agar bisa menghapus dosa kecil juga besar ustad? Syukron

Jawab : Ketika Allah menerima taubat kita maka dosa tersebut dihapus oleh Allah shg tdk mendapatkan balasan. Tetapi bila belum diterima taubat tsb maka masih akan mendapatkan siksa. Amalan2 seperti disebutkan dalam materi tsb. Kalau kita mampu menjalankan maka hal tsb sdh sangat baik

⑶ Bismillahirrahmanirrahim.
Tika-RDI 09 – surabaya

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
afwan ustadz, izin bertanya,,
terkait poin 4, shalat sunah 4 rakaat sebelum dan sesudah dhuhur,
ana taunya selama ini 4 rakat dhuha dan 4 rakaatn sebelum dhuhur,,,
apakah kedua hadits nya shahih? mohon penjelasan ustadz
jazakallahu khair

Jawab : Wa’alaikumussalam.

Hadits2 tentang sholat sunnah itu sangat banyak.

Sholat dhuha bisa didilakukan minimal 3 rakaat sampai 12 rakaat atau lebih.

Demikian juga dg sholat qobliyah dan ba’diyah juga banyak.

Seperti 4 rakaat sebelum zhuhur dan 4 rakaat setelah zhuhur ini Shahih.

2 rakaat sebelum shubuh.

2 rakat setelah maghrib
2 rakaat setelah ashar

⑷ Bismillah. Yuli_RDI 10_Makassar
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh . Ijin bertanya ustadz

1. Bagaimana cara kita menjaga shalat agar tetap khusyuk ? Karena kadang saat shalat, kita masih mngingat duniawi.

2. Bagaimana dengan saudara kita yng mempunyai org tua yg justru membawanya kepada hal2 buruk ustadz ? Bagaimana cara kita berbakti kepadanya?

3. Tentng bertaubat, bagaimana dengan org yg sdh bertaubat dari masalalunyg kelam tp melakukan lagi, trus bertaubat lagi, lalu melakukan lg, dan ketika dy bener2 ingin bertaubat, apakah masih diterima ustadz?

Jazakallahu khair.

Jawab : Wa’alaikumussalam

1. Agar kita khusyu adalah dg ihsan yaitu merasakan melihat Allah atau dilihat Allah, kita merasa takut akan dosa2 kita dan berharap akan karunia Allah.

2. Cara berbaktinya adalah dg menasehati agar kembali ke jalan islam serta mendoakan agar diberikan hidayah

3. Dia belum bertaubat yg sungguh2 krn masih mengulang dosa tsb.

Syarat diterima taubat bila dilakukan dg sungguh2 (taubatan nasuha)

semoga taubat terakhir nanti adalah taubat nasuha

⑸ Assalamu’alaikum. Fanny _rdi10_jkrta. Ijin brtanya ustd.

Apakah Dr ke 7 neraka tersebut siksaannya jg berbeda sesuai tingkatannya ? Subahanallah.
Jazakallahu khair

Jawab : Betul bahwa jenis siksaan dan kedahsyatan siksaannya berbeda2. Semoga kita semua dilindungi Allah dari siksa neraka.

••••••••••• ═══ ~~~ ═══ ••••••••••

PENUTUP
____

Marilah kita tutup majelis ilmu kita hari ini dgn membaca istighfar, hamdallah serta do’a kafaratul majelis

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِين

dan istighfar

أَسْتَغفِرُ اَللّهَ الْعَظيِمْ

Doa penutup majelis :

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ

Artinya:
“Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. Aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.”

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

~~~~~~~

®Rumah Dakwah Indonesia

_____•••••••_____

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *